Bab 7: Latihan dan Perpisahan

Mengendalikan Dua Kekuatan

Xiao Tian berdiri di tengah hutan yang gelap, napasnya terengah-engah. Sejak ia membangkitkan Taoisme Tertinggi, ia bisa merasakan perubahan besar dalam dirinya.

Namun, keseimbangan antara Delapan Iblis Pemurnian Darah dan Delapan Dewa Taoisme Tertinggi masih belum sempurna.

Di depannya, Huo Ling'er berdiri dengan tangan bersedekap, mata emasnya menatapnya tajam.

"Kau mulai memahami cara menggunakan kedua kekuatan itu," katanya. "Tapi kau masih jauh dari kata sempurna."

Xiao Tian mengangguk. "Aku bisa merasakannya. Jika aku menggunakan terlalu banyak kekuatan iblis, pikiranku menjadi kacau. Tapi jika aku hanya mengandalkan Taoisme, aku merasa kehilangan kekuatan seranganku."

Ling'er tersenyum tipis. "Karena itulah kau harus terus berlatih. Aku akan membantumu menyempurnakannya."

Selama beberapa hari ke depan, Xiao Tian dan Ling'er terus berlatih.

Ling'er akan menyerangnya dengan Api Langit—api suci milik keluarga kerajaan Api.

Sementara itu, Xiao Tian akan mencoba menangkisnya menggunakan kombinasi kegelapan dan cahaya dalam dirinya.

Benturan kekuatan mereka mengguncang hutan, menciptakan ledakan demi ledakan yang menggetarkan tanah.

Namun, sedikit demi sedikit, Xiao Tian mulai menemukan irama keseimbangan.

Untuk pertama kalinya, dua kekuatan yang berlawanan dalam dirinya mulai bergerak selaras.

Ling'er mengangguk puas. "Bagus. Kau akhirnya mulai mengendalikan dirimu sendiri."

Xiao Tian menghela napas, tubuhnya dipenuhi luka kecil. "Kau tidak menahan diri sama sekali..."

Ling'er tertawa kecil. "Jika aku menahan diri, bagaimana kau bisa berkembang?"

Xiao Tian tersenyum tipis. Ia tidak bisa membantahnya.

Namun, di balik semua ini, ia mulai merasakan sesuatu yang berbeda.

Sebuah perasaan yang aneh saat ia bersama Ling'er.

Ia tidak tahu sejak kapan, tapi ia mulai menikmati kebersamaan mereka.

Namun, ia tidak pernah menyadari bahwa waktu mereka akan segera habis.

 

Perpisahan yang Tak Terduga

Malam itu, setelah latihan berat, Xiao Tian akhirnya tertidur di dalam gua.

Ia bermimpi tentang sesuatu yang aneh—tentang seorang wanita berjubah merah yang berjalan menjauh darinya, semakin lama semakin jauh, hingga akhirnya menghilang di langit.

Saat ia membuka matanya, ia merasa ada sesuatu yang tidak beres.

Gua itu… terasa terlalu sepi.

Dengan perasaan tak enak, ia segera melihat ke sekelilingnya—dan Ling'er tidak ada di sana.

"…Ling'er?"

Xiao Tian segera bangkit, tubuhnya terasa dingin. Ia berjalan keluar dari gua, berharap menemukan jejaknya.

Namun, yang ia temukan hanyalah sebuah gulungan kertas yang tertinggal di atas batu.

Dengan tangan gemetar, ia mengambilnya dan mulai membaca.

> Xiao Tian,

Saat kau membaca ini, aku sudah pergi.

Maaf karena aku tidak bisa mengucapkan selamat tinggal secara langsung. Aku tahu jika aku melakukannya, kau akan berusaha menahanku. Dan aku tidak ingin melihat ekspresi itu di wajahmu.

Aku harus kembali ke Alam Atas. Aku memiliki tanggung jawab yang tidak bisa kutinggalkan lebih lama.

Tapi aku tidak ingin meninggalkanmu tanpa apa-apa.

Aku meninggalkan beberapa kantong emas untukmu, agar kau bisa bertahan hidup.

Dan yang lebih penting—aku sudah menyiapkan formasi teleportasi sekali pakai. Lokasinya sudah diatur menuju ke benua lain, tempat kau bisa berkembang lebih jauh.

Aku ingin kau menjadi lebih kuat, Xiao Tian.

Aku ingin suatu hari nanti, kau bisa mengejarku ke Alam Atas.

Jangan biarkan kegelapan menguasaimu. Tetaplah menjadi dirimu sendiri.

—Huo Ling'er.

Xiao Tian meremas kertas itu dengan tangan gemetar.

Jadi… dia benar-benar pergi.

Tanpa perpisahan. Tanpa satu kata pun sebelumnya.

Hatinya terasa kosong.

Ia berbalik, melihat ke dalam gua. Ada sebuah kantong berisi emas dan sebuah batu giok bercahaya—formasi teleportasi yang telah disiapkan oleh Ling'er.

Xiao Tian mengepalkan tangannya.

Perasaan sakit dan kehilangan menusuk dadanya.

Namun, di saat yang sama, api semangat baru menyala dalam dirinya.

"Aku akan mengejarmu, Ling'er."

"Aku akan menjadi lebih kuat."

"Aku akan menapakkan kakiku di Alam Atas dan menemui dirimu lagi."

Tanpa ragu lagi, ia mengambil batu giok itu.

Saat sinar teleportasi mulai menyelimuti tubuhnya, ia meninggalkan gua itu—dan meninggalkan bagian dari dirinya di sana.

Hari itu, Xiao Tian kehilangan seseorang yang berharga.

Namun, ia juga mendapatkan tujuan baru dalam hidupnya.

(Bab 7 Selesai…)

Episodes
1 Bab 1: Pengkhianatan di Puncak Langit
2 Bab 2: Kembali ke Ibu
3 Bab 3: Harga yang Terlalu Mahal
4 Bab 4: Warisan Darah dan Delapan Iblis
5 Bab 5: Amukan Darah dan Pertemuan Takdir
6 Bab 6: Cahaya dalam Kegelapan
7 Bab 7: Latihan dan Perpisahan
8 Bab 8: Melangkah ke Benua Baru
9 Bab 9: Ujian Masuk Sekte
10 Bab 10: Jalan yang Berbeda
11 Bab 11: Pertempuran Murid Inti & Luka di Bawah Rembulan
12 Bab 12 : Hukuman di Bawah Hujan
13 Bab 13: Petunjuk Pulau Terlarang
14 Bab 14: Perpisahan dan Perjalanan ke Pulau Terlarang
15 Bab 15: Menghadapi Sosok Misterius di Pulau Terlarang
16 Bab 16: Pulau Terlarang dan Tujuh Tetua
17 Bab 17: Dibawa ke Desa Misterius
18 Bab 18: Wajah yang Dikenal
19 Bab 19: Tujuh Guru, Tujuh Warisan
20 Bab 20: Latihan di Pulau Terlarang & Kepergian dari Desa
21 Bab 21: Reruntuhan di Tengah Kegelapan
22 Bab 22: Warisan Kegelapan dan Pembukaan Segel Pertama
23 Bab 23: Kegelapan yang Datang & Kepergian dari Pulau Terlarang
24 Bab 24: Perjalanan Menuju Reruntuhan Dewa Kuno
25 Bab 25: Permainan Kematian di Reruntuhan Dewa Kuno
26 Bab 26: Permainan Kematian Memasuki Babak Baru
27 Bab 27: Pembantaian di Depan Gerbang
28 Bab 28: Pewaris Dewa dan Pertempuran Melawan Kegelapan
29 Bab 29: Bangkitnya Pewaris Dewa dan Segel Budak
30 Bab 30: Perjalanan ke Hutan Malapetaka
31 Bab 31: Kabut Kematian dan Pertarungan di Kejauhan
32 Bab 32: Malam di Hutan Beracun
33 Bab 33: Pertempuran di Tengah Malam
34 Bab 34: Cahaya Emas dan Gerbang Tertutup
35 Bab 35: Pertempuran Terjadi, Ular Raksasa dan Burung Phoenix
36 Bab 36: Gerbang yang Terbuka dan Langkah Selanjutnya
37 Bab 37: Harta yang Tersembunyi
38 Bab 38: Darah dan Kehancuran
39 Bab 39: Kekuatan yang Terlalu Besar
40 Bab 40: Malam di Kota
Episodes

Updated 40 Episodes

1
Bab 1: Pengkhianatan di Puncak Langit
2
Bab 2: Kembali ke Ibu
3
Bab 3: Harga yang Terlalu Mahal
4
Bab 4: Warisan Darah dan Delapan Iblis
5
Bab 5: Amukan Darah dan Pertemuan Takdir
6
Bab 6: Cahaya dalam Kegelapan
7
Bab 7: Latihan dan Perpisahan
8
Bab 8: Melangkah ke Benua Baru
9
Bab 9: Ujian Masuk Sekte
10
Bab 10: Jalan yang Berbeda
11
Bab 11: Pertempuran Murid Inti & Luka di Bawah Rembulan
12
Bab 12 : Hukuman di Bawah Hujan
13
Bab 13: Petunjuk Pulau Terlarang
14
Bab 14: Perpisahan dan Perjalanan ke Pulau Terlarang
15
Bab 15: Menghadapi Sosok Misterius di Pulau Terlarang
16
Bab 16: Pulau Terlarang dan Tujuh Tetua
17
Bab 17: Dibawa ke Desa Misterius
18
Bab 18: Wajah yang Dikenal
19
Bab 19: Tujuh Guru, Tujuh Warisan
20
Bab 20: Latihan di Pulau Terlarang & Kepergian dari Desa
21
Bab 21: Reruntuhan di Tengah Kegelapan
22
Bab 22: Warisan Kegelapan dan Pembukaan Segel Pertama
23
Bab 23: Kegelapan yang Datang & Kepergian dari Pulau Terlarang
24
Bab 24: Perjalanan Menuju Reruntuhan Dewa Kuno
25
Bab 25: Permainan Kematian di Reruntuhan Dewa Kuno
26
Bab 26: Permainan Kematian Memasuki Babak Baru
27
Bab 27: Pembantaian di Depan Gerbang
28
Bab 28: Pewaris Dewa dan Pertempuran Melawan Kegelapan
29
Bab 29: Bangkitnya Pewaris Dewa dan Segel Budak
30
Bab 30: Perjalanan ke Hutan Malapetaka
31
Bab 31: Kabut Kematian dan Pertarungan di Kejauhan
32
Bab 32: Malam di Hutan Beracun
33
Bab 33: Pertempuran di Tengah Malam
34
Bab 34: Cahaya Emas dan Gerbang Tertutup
35
Bab 35: Pertempuran Terjadi, Ular Raksasa dan Burung Phoenix
36
Bab 36: Gerbang yang Terbuka dan Langkah Selanjutnya
37
Bab 37: Harta yang Tersembunyi
38
Bab 38: Darah dan Kehancuran
39
Bab 39: Kekuatan yang Terlalu Besar
40
Bab 40: Malam di Kota

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!