Hao Li menatap satu persatu dari mereka, semua anggota Kelompok Darah Serakah itu merasakan aura aneh yang keluar dari tubuh Hao Li ketika Hao Li menatap mereka.
"Yang ada aku sendiri yang membunuh kalian semua..." Gumam nya dengan nada yang terdengar manakutkan.
Pria yang memimpin kelompok itu hanya berdecak pelan mendengar ucapan bocah dihadapannya yang terdengar seperti sebuah candaan.
"Sombong sekali kau! Bocah sombong seperti kau harus kami bunuh. Dendam bawahanku, Gi Jian akan membawa mu ke neraka!" Pria bernama Xin Lei itu menyerang Hao Li duluan.
Untung nya Hao Li memiliki penglihatan super yang berasal dari kristal abadi, jadi ia bisa memperhatikan dengan jelas gerak-gerik musuhnya.
Semua serangan Xin Lei dengan mudah Hao Li hindari, namun kali ini yang menyerangnya bukan hanya Xin Lei seorang tetapi semua yang sekomplotan dengan Kelompok Darah Serakah menyerangnya secara bersamaan.
Sayang nya Hao Li berada diposisi yang sangat tidak diuntungkan, musuh tidak memberikan kelonggaran sedikitpun padanya.
'Sial! Kalau seperti ini terus aku bisa-bisa mati ditangan mereka...' Gumamnya dalam hati kesal.
Hingga dua benda yang berasal dari kantong kecilnya bergerak, dua belati berwarna putih dan merah secara ajaib bergerak sendiri tanpa ada yang menyuruh maupun menggunakannya.
Dua belati itu terbang dan melesat cepat, semua mata musuh tidak bisa melihat keberadaan belati itu dengan jelas.
"Dia mempunyai senjata spiritual, tidak sia-sia kita menyerangnya, kita akan mendapatkan senjata spiritual dari bocah itu." Ucap salah satu lelaki yang terlihat senang karena keberadaan dua belati yang ia anggap sebagai senjata spiritual.
Sedangkan Hao Li dalam bertarungnya sedang keheranan, bagaimana belati itu bisa bergerak? Apa belati-belati itu mempunyai kesadarannya sendiri?
Kedua belati itu perlahan mulai mengurangi jumlah musuh dengan menargetkan kedua kaki musuh, tidak mati namun tak bisa melawan. Kejam namun masih ada batasan.
"Dasar bocah sialan! Akan kubunuh kau!" Xin Lei semakin geram saat melihat semua komplotannya terluka gara-gara bocah dihadapannya.
"Akan kuberi tahu kau, bagaimana rasanya mendekati ajal!" Xin Lei mengeluarkan sebuah golok besar yang semula ditutupi dengan kain hijau.
Hao Li tebak kemampuan Xin Lei setara dengan Pendekar Menengah Akhir, Hao Li akui kekuatan Xin Lei lebih besar daripada si Topeng Misterius dan Iblis Hitam Raksasa kala itu.
"Golok Api - Pembelah Unggun!" Xin Lei mengayunkan golok besar nya dengan cepat kearah Hao Li. Ia hanya tersenyum kemenangan saat melihat tak ada tanda-tanda Hao Li akan menyerangnya.
"Satu kali tebasan saja bocah itu sudah mati..." Ucapnya dengan nada sombong.
Namun siapa sangka, saat debu-debu mulai memudar, ternyata Hao Li masih berada ditempatnya tanpa bergerak dan terluka sedikitpun, belati merah dengan mudahnya menahan Golok Api milik Xin Lei.
Xin Lei yang menyadari Hao Li tidak apa-apa terkejut, biasanya semua orang yang berada di tingkatan Pendekar Ambang Tengah aka mati hanya dengan satu tebasan goloknya, tetapi bagaimana bisa bocah dihadapannya denga mudah menahan golok nya dengan hanya mengandalkan satu belati kecil itu.
"Bagaimana...bagaimana kau bisa menahan serangan ku dengan mudah?" Entah kenapa Xin Lei menjadi ketakutan sekarang.
Hao Li sendiri terkejut dengan kekuatan Belati merah itu, ia tak menyangka, senjata yang biasa menjadi pajangan di toko Seribu Alat mempunyai kekuatan sebesar itu.
"Bukan aku yang menahan nya, hanya sebuah belati yang tak ku kendalikan..." Jawab Hao Li singkat.
Tanpa Xin Lei sadari dari belakang nya, belati putih melesat dengan cepat kearah nya dan mengincar kedua tangan nya sehingga Xin Lei kehilangan kedua tangannya hanya dengan sekali lesatan.
Hao Li lagi-lagi dibuat terkejut oleh 'kelakuan' belati-belati yang ia bawa. Kerja sama antara kedua belati yang berterbangan itu memang sangat menakjubkan, Hao Li sendiri tidak takin akan menang melawan kedua belati itu.
Xin Lei berteriak kesakitan dan terus menerus mengumpat Hao Li dengan kata-kata kasar. Semua ucapannya tak didegar oleh Hao Li dan berniat melanjutkan perjalanan ke Rumah Ramuan Herbal.
Kedua belati itu tidak terlihat seperti terdapat bercakan darah, semua darah itu dengan mudahnya lenyap, sehingga membuat kedua belati kembali berkilauan.
"Terimakasih tuan, kau telah membuat kami berdua sadar dari tidur panjang kami..." Tiba-tiba sebuah suara menyapa kedua telinganya.
Setelah kejadian dimana dirinya bertemu dengan Gang San dengan situasi yang sangat aneh, Hao Li tidak lagi terkejut mendengar suara tanpa wujud sekalipun.
"Siapa kau?" Dengan tenang Hao Li bertanya.
"Aku adalah jiwa yang tersimpan dalam belati merah ini. 5 Belati Alam memiliki kedarannya masing-masing sehingga bisa melindungi tuan saat menyerang lawan tadi."
Belati merah itu membawa Hao Li kedalam kesadaran Belati itu sendiri, ia dapat melihat dua orang lelaki berparas tampan sedang berdiri bersampingan.
"Hamba adalah kesadaran dari Belati putih, hamba memiliki kekuatan elemen angin sehingga belati nya pun memiliki kekuatan yang setara dengan hamba..."
Hao Li sekarang menjadi bingung, ada apa dengan ini semua? Kenapa lagi-lagi ia bertemu dengan orang-orang yang hanya memiliki jiwanya, sedangkan tubuhnya adalah sebuah belati.
"Kenapa kalian memanggil ku dengan sebutan tuan? Padahal kekuatan kalian jelas-jelas kebih kuat dari ku..."
Kedua orang itu saling bertatapan sebelum memberikan jawaban, "Kita semua pernah berjanji dulu, barang siapa yang bisa menggunakan Lima Belati Alam yang tentunya perlu membangunkan kita dari tidur panjang, maka orang itu akan selamanya menjadi tuan kita..." Jawab lelaki itu yang memakai kain merah ditubuhnya.
"Kita? Apa masih ada orang lain selain kalian?"
"Tentu saja tuan, semuanya ada 5 orang, setiap belati memiliki kesadarannya sendiri."
"Boleh kutahu, dari mana asal kalian saat masih hidup dulu?" Tanya Hao Li penasaran.
"Kami berlima dikenal sebagai Satuan Eleman Alam. Kami hidup sebelum peperangan dunia terjadi, dan seluruh benua masih merupakan satu benua, tidak seperti sekarang yang sudah terpecah menjadi beberapa pulau. Setiap orang dari kami memiliki satu elemen alam yang berbeda ditingkatan puncak."
"Apa!? Tingkatan puncak!?" Tanya Hao Li terkejut.
"Iya tuan, saat kami ingin mengubah elemen kami dengan berevolusi, peperangan terjadi dan membuat kita berlima tak memiliki tubuh lagi. Namun karena tuan, kami bisa terbangun lagi, terimakasih tuan..."
"Aih, kalian tidak perlu seformal itu..."
"Boleh hamba bertanya tuan?" Lelaki yang menggunaka kain perak bertanya hati-hati pada Hao Li.
"Apa yang ingin kau tanyakan?"
"Apa tuan memiliki 5 elemen alam? Karena setahuku hanya orang yang memiliki 5 eleman alam yang bisa membangunkan kita semua."
"Ya...bisa dikatakan begitu, tapi aku baru membuka 2 elemen alam saja, angin dan api..."
--TBC--
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 96 Episodes
Comments
GO lo k Api pembelah Semut 🤣🤣🤣🤣
2023-08-10
0
M Amansantosa
mantap bro cerita nja seru banget
2021-12-18
0
Scurity MT
"GOLOK API PEMBELAH TAHU...!!"
2021-06-12
1