Hao Li dan Xin Fei mendatangi Mei Feng setelah acara pelelangan selesai. Mei Feng sendiri sekarang menjadi menghormati keberadaan Hao Li setelah mengetahui kalau bakat nya dalam membuat kertas spiritual sangatlah tinggi, bahkan pangeran mahkota pun ikut menawar harga.
"Tuan muda, ini adalah token milik anda yang telah diisi oleh hasil dari pelelangan barang milik anda, juga dipotong untuk pengambilan Batu Merah Api." Ucap Mei Feng sambil menyerahkan token yang berupa logam perak kepada Hao Li.
"Baiklah nona Bai, kalau begitu, saya dan paman Xin Fei akan pergi pulang..." Hao Li akhirnya membuka topeng putihnya, ia rasa tidak masalah kalau Mei Feng mengetahui identitas aslinya.
Mei Feng terkejut ketika melihat paras Hai Li masih sangatlah muda, ia kira anak di depannya ini berumur 17 tahunan, tetapi dugaannya salah, postur tinggi tidak bisa menipu penampilan asli Hao Li yang memang masih berumur 13 tahun.
"Baiklah tuan muda, saya akan menunggu kedatangan anda lain kali..."
Hao Li dan Xin Fei akhirnya pulang ke kediaman Xin Fei, Xue Er sendiri sudah terlebih dahulu pulang karena kebelet buang air besar katanya.
Fang Nan yang sudah lumayan sehat memungkin kan dirinya bisa berjalan, meski perlu dengan alat bantu, tongkat. Fang Nan menunggu kedatangan anak nya didepan rumah Xin Fei.
Hao Li bisa lihat dari kejauhan kalau ibunya tengah duduk di depan kediaman Xin Fei, seperti sedang menunggunya. Dengan cepat Hao Li menghampiri Fang Nan.
"Ibu!"
"Li'er! Bagaimana hasil pelelangan mu?" Tanya Fang Nan.
"Untung banyak bu, aku tak menyangka kita akan kaya dengan mudah dengan bakat ku dalam membuat kertas spiritual..." Bangga nya sambil menunjukkan token logam yang ia dapatkan pada ibu nya.
"Syukurlah... Ibu beruntung punya anak seperti mu..."
Hao Li berencana untuk membeli rumah baru di kota Weiyang, dengan uang yang ia miliki sekarang, ia bisa dengan mudah mendapatkan rumah layak huni seperti kebanyakan orang.
"Paman, aku dan ibu ku akan pergi. Aku berencana untuk membeli rumah baru di kota Weiyang. Terimakasih banyak paman karena sudah menampung ku dan ibu ku disini..." Hao Li berpamitan pada Xin Fei, Xue Er sendiri yang mendengarnya sedikit sedih, ia merasa kehilangan seseorang yang berharga dalam hidupnya.
"Hao Li, aku tidak keberatan kalian tinggal bersama kami disini. Xue Er juga jadi memiliki teman berbicara. Tapi kalau kau memang berniat untuk pergi, aku tak akan menghalangi mu..."
"Terimakasih paman atas tawarannya, tapi aku tak bisa terus menerus merepotkan paman dan keluarga paman. Aku dan Ibu ku undur pamit paman. Nona Li semoga kita bertemu lagi nanti..."
Hao Li dan Fang Nan beranjak pergi dari kediaman Xin Fei, Hao Li melambaikan tangannya ke arah Xin Fei dan Xue Er.
**
Hao Li sudah mendapatkan sebuah rumah yang pas dengan seleranya di pertengahan kota Weiyang. Segera saja Hao Li memanggil pemilik rumah itu dan menjalankan transaksi uang seperti pada umumnya.
Pada awalnya pemilik rumah itu tidak percaya kalau yang membeli rumahnya adalah seorang anak kecil. Namun setelah melihat uang yang Hao Li keluarkan segera saja pemikiran itu ia buang jauh-jauh, asal ada uang maka semuanya akan beres tanpa masalah.
"Di kantong ini ada 5000 koin emas, apa itu cukup untuk membeli rumah anda?" Tanya Hao Li.
Pria dihadapannya segera saja menganggukkan kepalanya, 5000 koin emas adalah jumlah yang sangat besar, tentu saja pria itu dengan mudah menyetujui transaksi jual beli rumah itu.
Hao Li membawa Fang Nan untuk memasuki rumah terlebih dahulu, raut wajah ibunya itu terlihat sangat bahagia. Ia pikir ia tak akan bisa mendapatkan rumah sebagus ini, memikirkannya saja dulu merasa sangat mustahil. Andaikan suaminya, Jiang Shu Xan masih hidup, pasti mereka bertiga akan hidup bahagia di kota Weiyang.
Kota Weiyang memang sangat besar, begitu juga dengan penghasilan penduduknya yang mayoritas bekerja sebagai pedagang atau prajurit kerajaan. Sehingga mendapatkan uang sangatlah mudah, tidak seperti kehidupannya saat masih di desa Tiangyun yang jauh dari kata makmur.
Setiap hari mereka hanya makan nasi putih dan sayur seadanya, bahkan makan daging pun sangatlah jarang, hanya 2 bulan sekali.
Hao Li yang tadinya akan membeli perabotan rumah malah ditahan oleh Fang Nan. Fang Nan ingin kali ini anak nya beristirahat, ia akan menggantikan anaknya untuk membeli perabotan rumah.
Hao Li menyetujui permintaan ibunya, dan juga ia pikir ibu nya perlu sedikit keliling untuk mengetahui wilayah sekitarnya.
Setelah kepergian Fang Nan, Hao Li berencana untuk menyerap energi Batu Merah Api yang kata gurunya sangat bermanfaat untuk membantu membuka elemen lain yang ada dalam kristal abadi.
Gang San sendiri keluar dari dimensi pikiran Hao Li dan menjaga Hao Li dari luar, barangkali ada yang berniat mengganggunya.
Hao Li membuka kantong kecil miliknya dan mengeluarkan sebuah batu sebesar kepalan tangan berwarna merah menyala, seperti terdapat api didalamnya.
Dirinya bisa merasakan kalau energi yang terdapat dalam batu ini sangatlah besar, tentu saja tidak semua orang dapat merasakan energinya, hanya orang-orang yang tahu kegunaan Batu Merah Api yang bisa merasakan energi dari dalam batu tersebut.
Perlahan Hao Li memposisikan duduknya dengan nyaman, menutup kedua matanya dan mulai membuka saluran penyerapan energi dari dalam tubuh nya.
Cahaya berwarna merah menyala mulai keluar dari dalam batu tersebut, mengalir kedalam tubuh nya seperti air yang mengikuti arus sungai.
Energi yang terdapat dalam Batu Merah Api membuat tubuh Hao Li kepanasan, merasa tubuhnya terbakar, tetapi Hao Li masih bisa menahannya dengan mengalirkan sedikit energi dewanya untuk menahan pergejolakan panas dalam tubuhnya.
Hingga 2 jam berlalu dengan cepat, Hao Li sudah sepenuhnya menyerap energi Batu Merah Api.
Batu Merah Api yang semulanya berwarna merah menyala, setelah Hao Li serap energi batu tersebut sekarang hanyalah batu biasa yang berwarna hitam.
Hao Li tebak kalau Batu Merah Api hanyalah batu yang kebetulan menyerap energi alam berupa api, sehingga batu tersebut menyimpan energi api didalamnya dalam jumlah besar.
Bisa Hao Li rasakan perubahan yang terjadi dalam tubuhnya, rasa panas yang semula membakar tubuhnya sekarang malah membuat energi dewa dalam kristal abadi menambah.
Tanpa Hao Li tahu kalau energi dewa dapat terus bertambah jika ia terus menyerap semua energi alam secara teratur.
Hao Li beranjak bangun dari duduknya, namun sinar merah terpancar dari tubuhnya, membuat Hao Li terkejut dengan reaksi yang ia rasa kan setelah ia menyerap energi Batu Merah Api.
Dalam beberapa tarikan nafas, penampilan Hao Li kembali berubah. Baju yang terbuat dari kain sutra membaluti tubuhnya dengan aksesoris alam lainnya. Rambut yang semula berwarna putih perak, sekarang berubah menjadi merah menyala.
"Selamat Li'er, kau telah membuka elemen api dalam tubuh mu..." Ucap Gang San membuatnya sangat senang.
--TBC--
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 96 Episodes
Comments
Dari warna perak jadi warna Merah
Pastinya tambah keren... tidak usah ke salon
2023-08-09
0
Zian Contras
gurunya haoli miskin gak punya koin emas😄😄😄😄
2022-02-05
0
Zainal Arifin
oook
2021-05-25
1