Semua peserta yang ikut berpartisipasi di turnamen antar desa merasakan perasaan terintimidasi dari 3 orang yang baru saja datang ke tempat perkumpulan.
Riuh suara menyambut kedatangan mereka.
"Kudengar ada satu desa yang memiliki kekuatan pendekar ambang tengah, kurasa mereka yang di rumor kan itu. Dari aura nya saja kita merasakan kekuatan mereka berada diatas kita."
"Pendekar ambang tengah? Kalau begitu mungkin saja juara turnamen kali ini adalah salah satu dari mereka? Aku benar-benar latihan bersusah payah demi mengikuti turnamen ini. Tak akan kubiarkan mereka menang begitu saja!"
"Bukan kah mereka berasal dari Guangyue, sebuah desa yang kekuatan militer nya hampir setingkat dengan kekuatan militer kota."
Bisikan demi bisikan bisa terdengar oleh kedua telinga Hao Li yang memiliki kemampuan mendengar 10 kali lipat lebih tajam dari manusia biasa. Ia merasa kalau 3 orang yang berasal dari desa Guanyue bisa menjadi lawan tangguh nya setelah mendengar percakapan orang-orang.
Istirahat nya terganggu saat ia merasakan getaran kecil dari kursi nya. Ia membuka kedua mata nya dan bisa melihat kalau yang barusan mengganggu nya adalah salah satu dari 3 orang yang berasal dari kota Guangyue.
"Hai bocah! Apa kau mengikuti turnamen ini? Sebaiknya menyerah saja lah, kau tak akan menang melawan kami bila kita bertemu di panggung turnamen." Ucap pemuda yang mengenakan syal merah di leher nya.
Hao Li tak menjawab, dirinya terlalu malas untuk berdebat dengan pemuda di depan nya.
"Liang Gege, kau jangan mengganggu adik kecil ini. Dia terlihat menggemaskan, apa kau tega membuat nya terluka?" Seorang perempuan muda kira-kira berumur 17 tahun datang menghampiri mereka berdua dan menghalangi pemuda itu meski dengan kata yang terdengar meremehkan.
Hao Li masih tak bergeming, pembicaraan mereka hanya dianggap angin lalu oleh nya. Kembali ia menutup mata nya dan fokus untuk memahami lebih jauh dasar dari bela diri.
"Mei'er, bahkan ucapan mu hanya dianggap angin lalu oleh bocah kecil ini. Darimana lucu nya, yang ada aku ingin membunuh nya!" Pemuda bernama Liang Bei itu semakin kesal saat melihat Hao Li hanya diam tak bergeming mendengar pembicaraan mereka, bahkan tak merasa terintimadasi seperti kebanyakan orang.
Perempuan muda bernama Wei Mei itu melihat ke arah Hao Li, dan ucapan kakak seperguruan nya benar, bahkan Hao Li tak menganggap keberadaan nya dan itu membuat Wei Mei geram. Sampai detik ini tidak ada yang pernah memperlakukan dirinya seperti itu, ia merasa terhina setelah diabaikan oleh bocah brengsek dihadapan nya.
"Hei bocah! Karena Wei Mei, adik seperguruan ku terlihat kesal, maka aku akan menantang mu untuk menebus kesalahan mu itu!" Liang Bei menantang Hao Li di depan kerumunan banyak orang, membuat orang-orang yang melihat nya merasa kasihan dengan nasib dirinya yang akan berhadapan dengan salah satu jagoan turnamen.
Hao Li hanya membalas ucapan Liang Bei dengan anggukan singkat tanpa membuka mata. Yang ia lakukan semakin membuat Liang Bei menaruh kebencian padanya.
Suara penonton semakin riuh saat seorang memasuki panggung arena dengan permadani terbang yang ia naiki. "Selamat datang para penonton yang menanti pertandingan ini. Aku Tian Ming, sebagai pembawa acara berterimakasih pada para penonton yang sudah menghadiri pertandingan turnamen antar desa ini. Aku pribadi mengucapkan selamat datang pada 3 perwakilan sekte aliran kesucian yang sudah bersedia hadir di panggung sederhana ini. Acara pertandingan turnamen antar desa akan segera dimulai.
Sebelum memulai pertandingan aku akan memberitahu kan peraturan yang harus para peserta ikuti. Pertama, kalian tidak boleh saling membunuh di panggung arena. Kedua, jangan menggunakan cara curang untuk memenangkan peraturan, seperti menggunakan racun, namun boleh menggunakan senjata. Ketiga, jangan keluar dari arena, atau kalian akan di diskualifikasi."
Suara Tian Ming menggema di seluruh arena membuat para penonton takjub, Tian Ming menggunakan energi sejati nya untuk memperkeras suaranya.
Tian Ming segera memulai ronde pertama dengan memberi kesempatan pada para peserta untuk memilih lawan.
"Liang Bei, kau terpilih sebagai penantang pertama. Siapa yang akan kau pilih untuk menjadi lawan mu?" Tanya Tian Ming.
Liang Bei berdiri, "Aku Liang Bei akan menyerahkan kesempatan ini pada orang lain, namun aku memilih lawan saudara yang berada di jajaran ke dua. Siapa yang bisa mengalah kan dia akan mendapat kan hadiah dari ku."
Semua peserta turnamen terlihat berbinar saat mendengar penawaran Liang Bei, mereka pikir akan mudah melawan bocah yang Liang Bei pilih. Tidak tahu saja Hao Li tersenyum sinis saat mendengar ucapan Liang Bei.
"Kau terlalu optimis saudara Liang..." Gumam Hao Li pelan.
Seorang pemuda berparas sedikit jelek berdiri setelah mendengar tawaran Liang Bei, "Aku menyanggupi tawaran saudara Liang Bei, aku akan melawan bocah itu." Ucap nya yakin.
"Baiklah, untuk pertandingan kali ini saudara Huo Gong melawan no 24, yaitu saudara Hao Li." Tian Ming mengumumkan peserta yang akan bertanding di arena.
Semua orang tidak yakin kalau Hao Li akan memenangkan pertanding melawan pemuda yang umur nya sudah matang, dan tentu nya mereka pikir kemampuan Hao Li jauh di bawah pemuda yang menantang nya.
Hao Li dan Huo Gong menaiki arena turnamen dan memberi salam pada lawan sebelum memulai pertandingan.
Huo Gong menatap Hao Li dengan tatapan merendahkan, "Sebaik nya kau menyerah saja, aku yakin dalam sepuluh jurus kau akan kalah." Huo Gong yakin dengan kemampuan nya untuk mengalahkan Hao Li dengan cepat.
"Jangan terlalu banyak bicara saudara Huo, aku tak punya banyak waktu." Hao Li balik membalas perkataan Huo Gong.
"Heh! Kau terlalu sombong untuk kemampuan mu yang tidak ada apa-apa nya, sebaik nya kau mempu menahan serangan ku ini, kalau tidak tulang-tulang mu akan remuk dalam sekejap."
"Pukulan Gajah - Gada Gajah!"
Hou Gong mengeluarkan kemampuannya dan semua orang mengira kemampuan Huo Gong bisa saja membunuh Hao Li dengan cepat. Namun sangat di sayang kan, kekuatan Huo Gong tidak ada apa-apa nya setelah dia mengaktifkan penglihatan super nya, semua terlihat melambat.
Ketika serangan Huo Gong mendarat, gelombang kekuatan yang dikeluarkan serangan Huo Gong membuat kerikil yang ada di panggung turnamen berterbangan.
Semua orang mengira kalau Hao Li telah mati dalam satu serangan itu, namun nyatanya tidak. Setelah debu yang dihasilkan serangan Huo Gong memudar, semua orang terkejut karena tidak ada Hao Li disana.
"Apa hanya segitu saja kemampuan mu saudara Huo?" Suara Hao Li tiba-tiba terdengar dari samping dan mengejutkan Huo Gong dan semua penonton tentunya. Bahkan tidak ada satu pun diantara mereka yang melihat pergerakan Hao Li yang tiba-tiba.
"Apa?! Bagaimana kau bisa menghindari serangan ku dengan cepat?!" Huo Gong tentunya terkejut melihat Hao Li tidak terluka sama sekali setelah menghindari serangan nya.
"Cepat? Menurut ku masih lambat..." Hao Li tak melanjut kan ucapan nya dan memukul perut Huo Gong dengan separuh kekuatan nya karena ia tak mau melukai Huo Gong terlalu parah.
Dalam beberapa tarikan nafas saja, Huo Gong sudah terpental keluar arena beserta memuntah kan darah yang lumayan. Lagi-lagi para penonton dan semua peserta terkejut dengan apa yang mereka lihat.
"Seorang bocah bisa memukul Huo Gong sampai terpental keluar arena?! Apa aku tak salah lihat?"
"Dia benar-benar menyembunyikan kekuatannya dengan baik. Sebaiknya kita jangan meremeh kan nya."
"Dalam satu serangan dia bisa memenagkan pertandingan? Sungguh kemenangan yang tak terduga."
Banyak orang berpendapat kalau Hao Li menyembunyikan kekuatan sebenar nya. Meski tidak salah, karena Hao Li tidak ingin terlalu menarik perhatian banyak orang.
"Bagaimana bisa bocah cacat itu mempunyai kekuatan sebesar itu?" Ketiga pemuda perwakilan desa Tiangyun tentu saja terkejut dengan yang barusan ia lihat.
Tian Ming memasuki arena turnamen dan mengumumkan kalau Hao Li memenangkan pertandingan.
Pertarungan demi pertarungan Hao Li hadapi dengan mudah, bahkan ketiga orang yang sempat memandang remeh dirinya kalah hanya dalam beberapa jurus saja.
Hingga Hao Li memenangkan juara pertama dalam turnamen antar desa dan membawa sejumlah mata uang yang lumayan banyak baginya.
Tanpa ia sadari, sedari tadi terdapat seseorang yang terus memperhatikan nya dari podium. Ia mengenakan jubah hitam dengan topeng yang hanya menutupi matanya, "Menarik... Desa kecil Tiangyun ternyata memiliki bibit unggul seperti bocah itu..."
Hao Li pun kembali ke Desa Tiangyun.
Dengan langkah yang terus melambat dirinya memperhatikan desa didepannya. Semua penghargaan yang ia bawa di jatuhkan nya.
Ia tak pernah menyangka dalam waktu singkat desa Tiangyun akan menjadi tumpukan reruntuhan seperti yang dirinya lihat sekarang.
"I-ibu... Ayah..."
Hari itu adalah tragedi yang membuat api kebencian dalam dirinya membara.
--TBC--
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 96 Episodes
Comments
cepat banget ceritanya tor
2023-08-09
0
omTe
like n komen dukungan 8
2021-10-13
0
Sendtot Haryanto Gawi
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
2021-04-28
1