17. Izin Berkelana

Gi Jian yang mendengar ocehan bocah dihadapan nya merasa sangat kesal. Aura iblis yang ia keluarkan lebih besar dari sebelumnya, tetapi Hao Li sama sekali tidak terintimidasi seperti kebanyakan orang, ia tetap berdiri tegak.

"Dasar bocah tengik! Akan kuhabisi kau!" Gi Jian menyerang Hao Li duluan, serangan Gi Jian membuat Hao Li sedikit kelelahan karena Gi Jian terus menerus menyerangnya tanpa memberi celah.

Hao Li hanya tersenyum kecil setelah keterkejutan nya, tanpa Gi Jian sadari, di udara sekeliling nya sudah ada berpuluh-puluh senjata energi yang telah Hao Li buat untuk musuh nya itu.

"Sayang sekali paman, kau harus mati hari ini..." Gumam Hao Li pelan namun masih terdengar oleh telinga Gi Jian.

Gi Jian merasakan seluruh tubuh nya menjadi kaku, aura aneh yang Hao Li sebut sebagai aura dewa telah membuat aura iblis milik Gi Jian lenyap seketika dan diserap oleh aura dewa milik Hao Li.

Gi Jian menatap sekeliling nya dan terkejut bukan main, 'Sejak kapan senjata energi itu dibuat!?' Gi Jian panik setengah mati sekarang.

Semua orang yang menyaksikan pertarungan mereka berdua berdecak kagum, mereka kira Hao Li adalah pendekar hebat yang telah menggunakan pil spiritual untuk memudakan kembali penampilannya.

"Ampuni hamba tuan muda, hamba tak berani mengganggu tuan muda lagi..." Gi Jian dengan tidak tahu malunya memohon sambil bersujud diatas tanah pada Hao Li.

Namun Hao Li tahu, kalau orang seperti Gi Jian meneruskan hidupnya, maka hanya akan membawa bencana bagi kota Weiyang, atau mungkin kekaisaran Tian.

"Maaf sekali paman, tak ada guna nya membiarkan mu hidup. Aku harus membunuh mu selagi aku bisa..." Sahut Hao Li lalu melesatkan salah satu senjata energi nya dan menusuk tepat di dada kiri Gi Jian.

Semua orang yang menyaksikan itu menahan nafas seketika, mereka rasa pembunuhan yang Hao Li lakukan sangatlah kejam. Namun ada beberapa orang yang merasa bersyukur dengan kematian Gi Jian, yang berarti ancaman di kota Weiyang menjadi berkurang.

Tak lama kemudian prajurit kekaisaran datang, kerumunan orang itu terbuka, memberi jalan untuk para prajurit kekaisaran.

Sebelum prajurit kekaisaran datang dan melihat dirinya, Hao Li segera membopong Fang Nan dan membawa nya untuk pulang kerumah.

**

Fang Nan tak menyangka kalau yang menolong nya adalah anak nya, ia merasa takut sekaligus lega.

Fang Nan lega karena dirinya telah terselamatkan, juga takut kalau Hao Li tak dapat mengontrol kekuatannya dan menjadi pembunuh ulung di masa depan.

"Bu, maafkan Li'er karena terlambat menolong ibu..." Hao Li merasa bersalah karena dirinya terlambag untuk menolong ibu nya.

"Tidak nak, itu bukan salah mu. Ibu hanya kurang waspada sampai mereka mau menculik ibu..."

"Apapun dan bagaimanapun, ibu tak boleh terluka, sedikitpun..." Hao Li membersihkan luka Fang Nan dan mengobatinya.

Fang Nan yang mendengar ucapan Hao Li hanya tersenyum penuh arti.

--Di Istana Kekaisaran Tian--

Di sebuah ruangan luas terdapat beberapa orang yang menjadi pejabat tinggi di Kekaisaran Tian. Mereka sedang berkumpul untuk membahas sesuatu.

"Di Kekaisaran Tian terdapat orang baru yang memiliki elemen alam, dan itu adalah elemen angin. Bagaimanapun Istana Kekaisaran harus mendapatkannya." Ucap salah satu pria tua yang menjabat sebagai Biro keamanan istana.

"Tetapi senior Ling, kita tidak tahu siapa yang memiliki elemen angin tersebut, bagaimana kita bisa mendapatkannya?" Balas pria tua lainnya yang memiliki jabatan tinggi juga di Kekaisaran.

"Aku memiliki caraku sendiri untuk mendapatkannya. Ini semua demi keamanan Yang Mulia dan Pangeran Mahkota, dengan adanya orang pemilik elemen angin maka kita bisa menyingkir kan semua pemberontak." Pria tua yang menjabat sebagai Biro Keamanan bernama Ling Yi Yun tetap bersikeras untuk menjalankan rencananya.

"Aku mengerti cara berfikirmu, tapi bagaimana jika orang itu tidak mau bergabung dan malah memulai pertempuran dengan Kekaisaran, apa yang akan kau lakukan?"

Ling Yi Yun yang hendak menjawab mengurungkan niatnya, ucapan rekan seperjabatan di depannya ada benar nya juga.

Ditengah debat yang terus menerus membicarakan orang yang memiliki elemen angin, seseorang memasuki ruangan itu ditemani dengan satu orang bersenjata.

"Salam Pangeran..."

Semua orang menunduk hormat ketika Gu Hai dan orang kepercayaan nya memasuki ruangan.

"Kembalilah duduk." Titah Gu Hai.

"Aku sudah memiliki 30 kertas elemen angin tingkat tinggi, yang berarti elemen angin orang yang membuatnya sudah mencapai tingkat yang lebih tinggi pula. Sebaiknya kita berhati-hati. Kalaupun Ketua Biro Keamanan ingin mendapatkannya, dipastikan jangan sampai menyinggung nya..."

Gu Hai memperingatkan semua anggota Kekaisaran untuk tidak menyinggung pemilik elemen angin yang kemungkinan berada di pusat kota, dan tak lain pemilik itu adalah Hao Li, seorang anak kecil yang keberuntungannya tak bisa diperhitungkan.

"Baik Pangeran... Hamba mengerti..."

Gu Hai kembali keluar, meninggalkan para pejabat di dalam ruangan itu.

"Kau lihat Senior Ling? Bahkan Pangeran Mahkota saja takut akan keberadaan pemilik elemen angin ini. Sebaiknya kau berhati-hati..."

**

"Ibu aku akan membuatkan masakan enak untuk malam ini. Apa yang ibu inginkan? Acar ikan? Sayur sop? Atau ayam goreng?" Hao Li dengan wajah sumringah nya menawarkan menu masakan yang akan ia masak untuk makan malam ini.

Fang Nan hanya bisa terkekeh kecil melihat kelakuan putra tunggal nya, mau sekejam apapun Hao Li, dia tetaplah anak-anak yang sangat lugu, tak mengerti keadaan dunia luar.

"Hm...karena anak ibu ini menawarkan menu yang lezat, apa ibu harus memilih semuanya?" Balas Fang Nan dengan nada bercanda.

"Tak kusangka perut ibu besar juga, tapi tak apalah. Karena untuk ibuku ini Li'er akan memasak semua yang ibu mau." Hao Li pun bergegas kembali ke dapur dan melanjutkan acara masaknya.

Beberapa waktu berlalu, aroma hidangan yang disajikam oleh Hao Li menyebar keseluruh ruangan rumah, membuat siapa saja yang mencium aromanya pasti akan penasaran makanan apa itu.

"Ta-da! Makanan ala Li'er sudah siap!" Ujar nya senang.

Fang Nan memang tahu bakat memasak anaknya ini menurun dari bakat ayah nya, Jiang Shu Xan. Sewaktu suaminya masih hidup, Shu Xan dengan telaten mengajarkan Fang Nan memasak, meski setelah beberapa kali percobaan baru berhasil membuat masakan layak makan.

Fang Nan dan Hao Li mulai makan malam.

Berbeda dengan rautnya yang terlihat senang, Hao Li hanya sedang mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan keinginan nya pada pada Fang Nan.

"Eung...ibu? Li'er mau berbicara sesuatu dengan ibu..." Ucap Hao Li pelan.

"Eum? Ada apa nak?"

"Aku berencana untuk mengelana, dunia begitu luas bu, aku ingin mencari pengalaman hidup dan berlatih diluar. Apa ibu mengizinkan ku?" Hao Li sebenarnya takut ketika ia mengungkapkan keinginannya Fang Nan akan marah dan melarangnya.

Fang Nan yang mendengar keinginan anak semata wayang nya terkejut. Ia tak mengira Hao Li mempunyai keinginan untuk berkelana di dunia yang begitu luas ini.

Namun Fang Nan memaklumi keinginan Hao Li mengingat dia memang memiliki bakat istimewa, tentu saja ia khawatir, tapi demi kemajuan dan kesejahteraan anak nya ia bisa apa? Juga ia tidak ingin menyulitkan keinginan anaknya.

"Sebenarnya ibu tidak mau kau pergi, ibu mau kau tetap tinggal disini bersama ibu selamanya. Namun sepertinya langit berkehendak lain, langit ingin mengujimu dengan keistimewaan mu, langit telah menunjukmu untuk menjadi lebih kuat. Ibu tidak bisa melarangnya..." Balas Fang Nan yang tentunya membuat Hao Li senang.

"Benarkah bu? Apa aku boleh melakukan keinginanku untuk berkelana?" Tanya Hao Li lagi tidak yakin.

Fang Nan hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya singkat, "Kau boleh melakukan apa yang kau ingin kan, ibumu ini tak akan menghalangi mu..."

--TBC--

Terpopuler

Comments

Mcnya masih belum terlalu kuat tapi bahasanya kok sdh terlalu Arogan

2023-08-09

0

Slamet Hariono

Slamet Hariono

💪💪💪

2022-11-21

0

Teddy Simon

Teddy Simon

thor....agar lb menarik jlnan pertarungan di cerira ini ..akangkah lb baik jk......anda lb byk membaca censil silat koo pung ho...itu akan byk menambah wawasan ando ...dlm menguraikan adegan pertarungan di cerita ini...agar lb menariik dan seru dan menegangkan.....itu saran dr saya....thaks

2021-06-12

1

lihat semua
Episodes
1 01. Yun Hao Li
2 02. Kristal Abadi
3 03. Energi Dewa
4 04. Manusia Siluman
5 05. Syarat
6 06. Alasan Sang Dewa
7 07. Senjata Energi
8 08. Turnamen Antar Desa
9 09. Topeng Misterius
10 10. Gerbang Pertama - Elemen Alam
11 11. Kertas Spiritual
12 12. Kekaguman dan Saran Xin Fei
13 13. Pelelangan Keluarga Edward (I)
14 14. Pelelangan Keluarga Edward (ll)
15 15. Batu Merah Api
16 16. Kelompok Darah Serakah
17 17. Izin Berkelana
18 18. Lima Belati Alam
19 19. Lima Jiwa Belati
20 20. Rumah Ramuan Herbal
21 21. Kubis Kecil
22 22. Perseteruan
23 23. Kekuatan Kubis Kecil
24 24. Sekte Air Terjun Surgawi
25 25. Ujian (I)
26 26. Ujian (II)
27 27. Kemarahan Gang Huo
28 28. Kekhawatiran Yang Fei
29 29. Gang San Berpamitan
30 30. Pemandangan Tak Lazim
31 31. Lingkaran Kekuatan
32 32. Enam Pembagian Alam
33 33. Guru Sejati
34 34. Guru Baru
35 35. Permintaan Tao Shi Lin
36 36. Keanehan Yang Hao Li Lihat
37 37. Bukan Tao Shi Lin
38 38. Tao Shi Lin VS Air Terjun Surgawi
39 39. Rencana Hao Li
40 40. Perubahan Yang Huan
41 41. Kekuatan Roh Hewan Ajaib
42 42. Kepekaan Matriark Sungai Dewa Suci
43 43. Penggabungan Kekuatan
44 44. Gambar Air Terjun dan Sungai
45 45. Berharap
46 46. Penigkatan Level Hao Li
47 47. Pencabutan Jabatan Penatua
48 48. Perlawanan Sungai Dewa Suci (I)
49 49. Perlawanan Sungai Dewa Suci (II)
50 50. Roh Hewan Ajaib Ular Penjerat
51 51. Alasan Lian Ming
52 52. Bantuan Yang Huan dan Yang Fei
53 53. Penyelamatan Hao Qin
54 54. Perlawanan Sungai Dewa Suci (III)
55 55. Perlawanan Sungai Dewa Suci (IV)
56 56. Dua Elemen Alam Hao Li
57 57. Pertarungan Sungai Dewa Suci (V)
58 58. Pertarungan Sungai Dewa Suci (VI)
59 59. Kebenaran Yang Ada
60 60. Terimakasih Tuan...
61 61. Penyesalan Hao Li
62 62. Pusaran Angin
63 63. Kekalahan Hao Li
64 64. Buku Misterius
65 65. Hao Li Siuman
66 66. Obrolan Ketiga Orang
67 67. Keanehan Yang Hao Li Lihat Dan Rasakan
68 68. Pria Tua dan Pasukan Berzirah Merah Darah
69 69. Qi Langit Dan Bumi
70 70. Menunjukkan Nya Pada Yang Fei
71 71. Pertarungan Pertama Setelah Siuman
72 72. Rencana Tao Shi Lin
73 73. Penari Diatas Danau
74 74. Kejutan Di Danau
75 75. Perlawanan Hao Li Dan Kedua Sahabat nya
76 76. Dunia Leluhur
77 77. Raja Dan Ratu
78 78. Membuat Liu Chang Hai Marah
79 79. Hao Li VS Liu Chang Hai
80 80. Kekhawatiran Kedua Sahabat
81 81. 'Aku Siap!'
82 82. Hari Penghakiman
83 83. Selesainya Sesi Penghakiman
84 84. Terbukanya Elemen Alam Esensi Tumbuhan
85 85. Penurunan Jabatan Liu Gu Shin
86 86. Permohonan Niu Ming Mei
87 87. Ming Qin Yue
88 88. Sejarah Segitiga Kehidupan
89 89. Pemberian Sang Raja
90 90. Kedua Rasa
91 91. Janji Perpisahan
92 92. Memulai Kembali
93 93. 'Aku? Yun - Hao - Li!'
94 94. Mu Huan
95 Pengumuman [New Story]
96 Pemberitahuan
Episodes

Updated 96 Episodes

1
01. Yun Hao Li
2
02. Kristal Abadi
3
03. Energi Dewa
4
04. Manusia Siluman
5
05. Syarat
6
06. Alasan Sang Dewa
7
07. Senjata Energi
8
08. Turnamen Antar Desa
9
09. Topeng Misterius
10
10. Gerbang Pertama - Elemen Alam
11
11. Kertas Spiritual
12
12. Kekaguman dan Saran Xin Fei
13
13. Pelelangan Keluarga Edward (I)
14
14. Pelelangan Keluarga Edward (ll)
15
15. Batu Merah Api
16
16. Kelompok Darah Serakah
17
17. Izin Berkelana
18
18. Lima Belati Alam
19
19. Lima Jiwa Belati
20
20. Rumah Ramuan Herbal
21
21. Kubis Kecil
22
22. Perseteruan
23
23. Kekuatan Kubis Kecil
24
24. Sekte Air Terjun Surgawi
25
25. Ujian (I)
26
26. Ujian (II)
27
27. Kemarahan Gang Huo
28
28. Kekhawatiran Yang Fei
29
29. Gang San Berpamitan
30
30. Pemandangan Tak Lazim
31
31. Lingkaran Kekuatan
32
32. Enam Pembagian Alam
33
33. Guru Sejati
34
34. Guru Baru
35
35. Permintaan Tao Shi Lin
36
36. Keanehan Yang Hao Li Lihat
37
37. Bukan Tao Shi Lin
38
38. Tao Shi Lin VS Air Terjun Surgawi
39
39. Rencana Hao Li
40
40. Perubahan Yang Huan
41
41. Kekuatan Roh Hewan Ajaib
42
42. Kepekaan Matriark Sungai Dewa Suci
43
43. Penggabungan Kekuatan
44
44. Gambar Air Terjun dan Sungai
45
45. Berharap
46
46. Penigkatan Level Hao Li
47
47. Pencabutan Jabatan Penatua
48
48. Perlawanan Sungai Dewa Suci (I)
49
49. Perlawanan Sungai Dewa Suci (II)
50
50. Roh Hewan Ajaib Ular Penjerat
51
51. Alasan Lian Ming
52
52. Bantuan Yang Huan dan Yang Fei
53
53. Penyelamatan Hao Qin
54
54. Perlawanan Sungai Dewa Suci (III)
55
55. Perlawanan Sungai Dewa Suci (IV)
56
56. Dua Elemen Alam Hao Li
57
57. Pertarungan Sungai Dewa Suci (V)
58
58. Pertarungan Sungai Dewa Suci (VI)
59
59. Kebenaran Yang Ada
60
60. Terimakasih Tuan...
61
61. Penyesalan Hao Li
62
62. Pusaran Angin
63
63. Kekalahan Hao Li
64
64. Buku Misterius
65
65. Hao Li Siuman
66
66. Obrolan Ketiga Orang
67
67. Keanehan Yang Hao Li Lihat Dan Rasakan
68
68. Pria Tua dan Pasukan Berzirah Merah Darah
69
69. Qi Langit Dan Bumi
70
70. Menunjukkan Nya Pada Yang Fei
71
71. Pertarungan Pertama Setelah Siuman
72
72. Rencana Tao Shi Lin
73
73. Penari Diatas Danau
74
74. Kejutan Di Danau
75
75. Perlawanan Hao Li Dan Kedua Sahabat nya
76
76. Dunia Leluhur
77
77. Raja Dan Ratu
78
78. Membuat Liu Chang Hai Marah
79
79. Hao Li VS Liu Chang Hai
80
80. Kekhawatiran Kedua Sahabat
81
81. 'Aku Siap!'
82
82. Hari Penghakiman
83
83. Selesainya Sesi Penghakiman
84
84. Terbukanya Elemen Alam Esensi Tumbuhan
85
85. Penurunan Jabatan Liu Gu Shin
86
86. Permohonan Niu Ming Mei
87
87. Ming Qin Yue
88
88. Sejarah Segitiga Kehidupan
89
89. Pemberian Sang Raja
90
90. Kedua Rasa
91
91. Janji Perpisahan
92
92. Memulai Kembali
93
93. 'Aku? Yun - Hao - Li!'
94
94. Mu Huan
95
Pengumuman [New Story]
96
Pemberitahuan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!