Gi Jian yang mendengar ocehan bocah dihadapan nya merasa sangat kesal. Aura iblis yang ia keluarkan lebih besar dari sebelumnya, tetapi Hao Li sama sekali tidak terintimidasi seperti kebanyakan orang, ia tetap berdiri tegak.
"Dasar bocah tengik! Akan kuhabisi kau!" Gi Jian menyerang Hao Li duluan, serangan Gi Jian membuat Hao Li sedikit kelelahan karena Gi Jian terus menerus menyerangnya tanpa memberi celah.
Hao Li hanya tersenyum kecil setelah keterkejutan nya, tanpa Gi Jian sadari, di udara sekeliling nya sudah ada berpuluh-puluh senjata energi yang telah Hao Li buat untuk musuh nya itu.
"Sayang sekali paman, kau harus mati hari ini..." Gumam Hao Li pelan namun masih terdengar oleh telinga Gi Jian.
Gi Jian merasakan seluruh tubuh nya menjadi kaku, aura aneh yang Hao Li sebut sebagai aura dewa telah membuat aura iblis milik Gi Jian lenyap seketika dan diserap oleh aura dewa milik Hao Li.
Gi Jian menatap sekeliling nya dan terkejut bukan main, 'Sejak kapan senjata energi itu dibuat!?' Gi Jian panik setengah mati sekarang.
Semua orang yang menyaksikan pertarungan mereka berdua berdecak kagum, mereka kira Hao Li adalah pendekar hebat yang telah menggunakan pil spiritual untuk memudakan kembali penampilannya.
"Ampuni hamba tuan muda, hamba tak berani mengganggu tuan muda lagi..." Gi Jian dengan tidak tahu malunya memohon sambil bersujud diatas tanah pada Hao Li.
Namun Hao Li tahu, kalau orang seperti Gi Jian meneruskan hidupnya, maka hanya akan membawa bencana bagi kota Weiyang, atau mungkin kekaisaran Tian.
"Maaf sekali paman, tak ada guna nya membiarkan mu hidup. Aku harus membunuh mu selagi aku bisa..." Sahut Hao Li lalu melesatkan salah satu senjata energi nya dan menusuk tepat di dada kiri Gi Jian.
Semua orang yang menyaksikan itu menahan nafas seketika, mereka rasa pembunuhan yang Hao Li lakukan sangatlah kejam. Namun ada beberapa orang yang merasa bersyukur dengan kematian Gi Jian, yang berarti ancaman di kota Weiyang menjadi berkurang.
Tak lama kemudian prajurit kekaisaran datang, kerumunan orang itu terbuka, memberi jalan untuk para prajurit kekaisaran.
Sebelum prajurit kekaisaran datang dan melihat dirinya, Hao Li segera membopong Fang Nan dan membawa nya untuk pulang kerumah.
**
Fang Nan tak menyangka kalau yang menolong nya adalah anak nya, ia merasa takut sekaligus lega.
Fang Nan lega karena dirinya telah terselamatkan, juga takut kalau Hao Li tak dapat mengontrol kekuatannya dan menjadi pembunuh ulung di masa depan.
"Bu, maafkan Li'er karena terlambat menolong ibu..." Hao Li merasa bersalah karena dirinya terlambag untuk menolong ibu nya.
"Tidak nak, itu bukan salah mu. Ibu hanya kurang waspada sampai mereka mau menculik ibu..."
"Apapun dan bagaimanapun, ibu tak boleh terluka, sedikitpun..." Hao Li membersihkan luka Fang Nan dan mengobatinya.
Fang Nan yang mendengar ucapan Hao Li hanya tersenyum penuh arti.
--Di Istana Kekaisaran Tian--
Di sebuah ruangan luas terdapat beberapa orang yang menjadi pejabat tinggi di Kekaisaran Tian. Mereka sedang berkumpul untuk membahas sesuatu.
"Di Kekaisaran Tian terdapat orang baru yang memiliki elemen alam, dan itu adalah elemen angin. Bagaimanapun Istana Kekaisaran harus mendapatkannya." Ucap salah satu pria tua yang menjabat sebagai Biro keamanan istana.
"Tetapi senior Ling, kita tidak tahu siapa yang memiliki elemen angin tersebut, bagaimana kita bisa mendapatkannya?" Balas pria tua lainnya yang memiliki jabatan tinggi juga di Kekaisaran.
"Aku memiliki caraku sendiri untuk mendapatkannya. Ini semua demi keamanan Yang Mulia dan Pangeran Mahkota, dengan adanya orang pemilik elemen angin maka kita bisa menyingkir kan semua pemberontak." Pria tua yang menjabat sebagai Biro Keamanan bernama Ling Yi Yun tetap bersikeras untuk menjalankan rencananya.
"Aku mengerti cara berfikirmu, tapi bagaimana jika orang itu tidak mau bergabung dan malah memulai pertempuran dengan Kekaisaran, apa yang akan kau lakukan?"
Ling Yi Yun yang hendak menjawab mengurungkan niatnya, ucapan rekan seperjabatan di depannya ada benar nya juga.
Ditengah debat yang terus menerus membicarakan orang yang memiliki elemen angin, seseorang memasuki ruangan itu ditemani dengan satu orang bersenjata.
"Salam Pangeran..."
Semua orang menunduk hormat ketika Gu Hai dan orang kepercayaan nya memasuki ruangan.
"Kembalilah duduk." Titah Gu Hai.
"Aku sudah memiliki 30 kertas elemen angin tingkat tinggi, yang berarti elemen angin orang yang membuatnya sudah mencapai tingkat yang lebih tinggi pula. Sebaiknya kita berhati-hati. Kalaupun Ketua Biro Keamanan ingin mendapatkannya, dipastikan jangan sampai menyinggung nya..."
Gu Hai memperingatkan semua anggota Kekaisaran untuk tidak menyinggung pemilik elemen angin yang kemungkinan berada di pusat kota, dan tak lain pemilik itu adalah Hao Li, seorang anak kecil yang keberuntungannya tak bisa diperhitungkan.
"Baik Pangeran... Hamba mengerti..."
Gu Hai kembali keluar, meninggalkan para pejabat di dalam ruangan itu.
"Kau lihat Senior Ling? Bahkan Pangeran Mahkota saja takut akan keberadaan pemilik elemen angin ini. Sebaiknya kau berhati-hati..."
**
"Ibu aku akan membuatkan masakan enak untuk malam ini. Apa yang ibu inginkan? Acar ikan? Sayur sop? Atau ayam goreng?" Hao Li dengan wajah sumringah nya menawarkan menu masakan yang akan ia masak untuk makan malam ini.
Fang Nan hanya bisa terkekeh kecil melihat kelakuan putra tunggal nya, mau sekejam apapun Hao Li, dia tetaplah anak-anak yang sangat lugu, tak mengerti keadaan dunia luar.
"Hm...karena anak ibu ini menawarkan menu yang lezat, apa ibu harus memilih semuanya?" Balas Fang Nan dengan nada bercanda.
"Tak kusangka perut ibu besar juga, tapi tak apalah. Karena untuk ibuku ini Li'er akan memasak semua yang ibu mau." Hao Li pun bergegas kembali ke dapur dan melanjutkan acara masaknya.
Beberapa waktu berlalu, aroma hidangan yang disajikam oleh Hao Li menyebar keseluruh ruangan rumah, membuat siapa saja yang mencium aromanya pasti akan penasaran makanan apa itu.
"Ta-da! Makanan ala Li'er sudah siap!" Ujar nya senang.
Fang Nan memang tahu bakat memasak anaknya ini menurun dari bakat ayah nya, Jiang Shu Xan. Sewaktu suaminya masih hidup, Shu Xan dengan telaten mengajarkan Fang Nan memasak, meski setelah beberapa kali percobaan baru berhasil membuat masakan layak makan.
Fang Nan dan Hao Li mulai makan malam.
Berbeda dengan rautnya yang terlihat senang, Hao Li hanya sedang mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan keinginan nya pada pada Fang Nan.
"Eung...ibu? Li'er mau berbicara sesuatu dengan ibu..." Ucap Hao Li pelan.
"Eum? Ada apa nak?"
"Aku berencana untuk mengelana, dunia begitu luas bu, aku ingin mencari pengalaman hidup dan berlatih diluar. Apa ibu mengizinkan ku?" Hao Li sebenarnya takut ketika ia mengungkapkan keinginannya Fang Nan akan marah dan melarangnya.
Fang Nan yang mendengar keinginan anak semata wayang nya terkejut. Ia tak mengira Hao Li mempunyai keinginan untuk berkelana di dunia yang begitu luas ini.
Namun Fang Nan memaklumi keinginan Hao Li mengingat dia memang memiliki bakat istimewa, tentu saja ia khawatir, tapi demi kemajuan dan kesejahteraan anak nya ia bisa apa? Juga ia tidak ingin menyulitkan keinginan anaknya.
"Sebenarnya ibu tidak mau kau pergi, ibu mau kau tetap tinggal disini bersama ibu selamanya. Namun sepertinya langit berkehendak lain, langit ingin mengujimu dengan keistimewaan mu, langit telah menunjukmu untuk menjadi lebih kuat. Ibu tidak bisa melarangnya..." Balas Fang Nan yang tentunya membuat Hao Li senang.
"Benarkah bu? Apa aku boleh melakukan keinginanku untuk berkelana?" Tanya Hao Li lagi tidak yakin.
Fang Nan hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya singkat, "Kau boleh melakukan apa yang kau ingin kan, ibumu ini tak akan menghalangi mu..."
--TBC--
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 96 Episodes
Comments
Mcnya masih belum terlalu kuat tapi bahasanya kok sdh terlalu Arogan
2023-08-09
0
Slamet Hariono
💪💪💪
2022-11-21
0
Teddy Simon
thor....agar lb menarik jlnan pertarungan di cerira ini ..akangkah lb baik jk......anda lb byk membaca censil silat koo pung ho...itu akan byk menambah wawasan ando ...dlm menguraikan adegan pertarungan di cerita ini...agar lb menariik dan seru dan menegangkan.....itu saran dr saya....thaks
2021-06-12
1