Air mata langsung membasahi kedua pipi nya ketika melihat keadaan desa Tiangyun sangat mengenaskan. Gemuruh di dada nya semakin membara, kebencian dan dendam menjadi satu dan menciptakan getaran aneh dalam tubuh nya.
"Hao Li, tenang kan dirimu..." Gang San yang semula berada di dimensi pikiran Hao Li keluar ketika melihat pemandangan tak mengenakkan didepannya.
Semua rumah menjadi tumpukan reruntuhan, tak ada yang tersisa bahkan puing-puing nya pun berubah menjadi debu.
Ratusan mayat tergeletak ditanah dengan berliter-liter darah yang terus mengalir membasahi tanah. Hao Li langsung berlari kerumahnya dan mengharapkan kalau kedua orang tuanya tidak apa-apa.
Namun dirinya terlambat datang, Jiang Shu Xan, ayah nya mati dengan banyak darah berceceran, bisa Hao Li tebak ayah nya meninggal karena kehabisan banyak darah. Sedangkan Yun Fang Nan, ibu nya tertimpa reruntuhan dan masih sadarkan diri.
"Xan'er... Li'er..." Lirih nya pelan sambil terus mengangkat reruntuhan itu meski dengan kondisi yang mengenaskan.
"Ibu! Syukurlah ibu masih bisa diselamat kan..." Hao Li membantu Fang Nan mengangkat reruntuhan itu lalu membopong Fang Nan ke tempat yang lebih aman.
"Li'er... Ayah mu... Hiks... Ayah mu Li'er..." Fang Nan menangis tak tertahan saat mengingat suaminya sudah tak bisa diselamat kan. Untung lah Hao Li mengikuti turnamen sehingga dirinya tidak kehilangan anak nya.
"Ibu tenanglah. Aku akan menguburkan ayah secepatnya." Ucap Hao Li lalu membaringkan tubuh Fang Nan ditemani oleh Gang San, meski Fang Nan tidak bisa melihatnya namun ia bisa merasakan kalau ia merasa aman.
Hao Li menggali lubang kuburan dengan reruntuhan kayu yang tergeletak disisinya. Selama ia menggali, ia tak bisa menghentikan deras air mata yang terus mengalir dari pelupuk matanya.
Ia harus tahu dalang dibalik pembantaian ini. Ia harus membalas perbuatan mereka seratus kali lipat lebih menyakitkan dari semua kekacauan ini.
Hao Li membawa mayat Shu Xan dan menyimpannya di lubang kuburan, "Ayah, aku akan membalaskan dendam mu dan dendam penduduk desa. Aku berjanji akan menghancurkan mereka yang melakukan pembantaian ini. Semoga kau tenang di alam sana ayah..." Ucap Hao Li sebelum menguburkan Shu Xan. Fang Nan yang melihat itu semakin sedih, seseorang yang sangat ia sayangi sudah meninggalkan dirinya untuk selamanya.
**
Hao Li dan Fang Nan beranjak pergi dari desa, tetapi seseorang malah menghalanginya. Ia mengenakan jubah hitam dengan topeng setengah menutupi mukanya.
Hao Li kembali bersiaga, "Siapa kau?!"
Pria berjubah hitam yang dikenal sebagai Topeng Misterius itu menampilkan senyum sinis nya sebelum menjawab pertanyaan Hao Li.
"Aku adalah orang yang akan mengambil nyawa mu dan ibu mu..." Jawab Topeng Misterius menakutkan.
Aura Iblis yang pekat keluar dari tubuh si Topeng Misterius dan membuat Hao Li sedikit gemetaran karena ketakutan. Ia tak menyangka akan melawan pembunuh sebenarnya sekarang.
'Li'er sebaiknya kau lari saja. Dia bukan tandingan mu...' Ucap Gang San dari dalam pikirannya.
'Tidak guru, aku akan membunuhnya bagaimanapun juga. Aku akan membalaskan dendam ayah ku...' Meski Hao Li sedikit ketakutan, tetapi ia yakin dengan kemampuannya sekarang setidak nya bisa melawan Topeng Misterius.
"Luar biasa, kau memang bocah jenius yang tak takut dengan aura iblis ku..." Topeng Misterius sedikit terkejut karena Hao Li tidak terintimidasi dengan aura iblisnya, biasanya kalau orang lain akan berlutut bahkan pingsan.
"Aku harus menghabisi mu dan memberikan kepala mu pada ketua, pasti ia akan sangat bahagia. Hahaha...." Lanjut Topeng Misterius dengan tawa yang menakutkan.
"Jangan harap kau!" Hao Li benar-benar geram sekarang. Lalu berniat menyerang Topeng Misterius duluan.
"Energi Alam! Padatkan!"
Hao Li memakai kemampuan energi sejatinya dan membut energi alam ikut memadatkan sehingga menghasilkan senjata yang berterbangan di udara.
"Tusukan Seratus Panah!"
Hao Li mengeluarkan jurus pertama nya dan berharap kalau serangannya akan melukai lawan.
Topeng Misterius lagi-lagi terkejut dengan kemampuan Hao Li. Seingat nya hanya orang-orang yang berada di tingkatan Pendekar Menengah Akhir yang bisa menggunakan energi alam. Tetapi bocah dihadapan nya bisa menggunakan nya saat masih ditingkatan Pendekar Ambang Tengah dan dengan baik mengendalikannya.
Dari seratus panah yang Hao Li gunakan, hanya beberapa panah saja yang berhasil melukai Topeng Misterius, dan terdapat luka yang lumayan di kaki kanan Topeng Misterius.
Topeng Misterius kali ini menampilkan raut serius di wajah nya, "Kau memang kurang ajar!" Topeng Misterius mengeluarkan serang balasan.
"Bayangan Hitam - Portal Kematian!"
Kabut Hitam berterbangan di udara dan membuat penglihatan Hao Li terbatas, segera saja ia mengaktifkan mata supernya dan bisa melihat dengan jelas meski dalam kabut hitam sekalipun.
Bisa Hao Li lihat dibalik kabut itu ada beberapa kotak portal yang mengeluarkan tangan tengkorak raksasa dan mengarah padanya. Segera saja Hao Li hindari dan melawan balik dengan segenap kemampuannya.
"Serangan nya sangat luar biasa..." Monolog nya sambil terus menghindari serangan Topeng Misterius.
Perlahan kabut hitam pekat itu pun memudar, menampilkan Hao Li yang sudah cukup terluka karena beberapa kali terkena cakaran tengkorak yang berasal dari kotak portal.
Fang Nan yang melihat kondisi Hao Li menjerit tak terima, cukup satu orang yang melindungi nya dan pergi untuk selama nya. Dirinya tidak mau lagi kehilangan seseorang yang amat ia sayangi.
"Kau bisa menahan seranganku itu sudah hasil luar biasa. Sekarang takkan kubiarkan kau hidup!" Topeng Misterius semakin geram ketika melihat wajah Hao Li yang terkesan meremehkan, ia paling tak suka diremehkan apalagi hanya seorang bocah kecil.
"Bayangan Hitam-Pukulan Iblis!"
"Energi Alam-Perisai Energi!"
Kedua jurus dipertemukan dan menghasilkan gelombang kejut yang luar biasa. Puing-puing reruntuhan rumah berterbangan, kalau ada orang, bisa saja mereka terluka karena terkena puing-puing itu. Untung nya Fang Nan yang terluka dijaga oleh Gang San.
"Padahal kau masih di Pendekar Ambang Tengah Awal tetapi sudah bisa menahan serangan Pendekar Menengah. Kau memang luar biasa murid ku..." Gang San akui sampai saat ini ia belum bisa menentukan siapa pemenangnya, meski Topeng Misterius memiliki kekuatan untuk memojokkan Hao Li, tetapi dengan posisi nya sekarang dirinya belum bisa.
"Bagaimana bisa serangan kedua ku tidak mempan pada bocah seperti mu?!" Topeng Misterius sudah kehabisan kesabarannya dan mulai bertarung lebih serius untuk bisa membunuh Hao Li.
Hao Li masih bisa menahan serangan kedua Topeng Misterius, meski memakai lebih banyak energi sejatinya. "Gawat... Energi sejati ku sudah menipis, ini tak bisa dibiarkan..."
Hao Li memilih menggunakan puing-puing reruntuhan sebagai senjata nya. Ia melemparakan puluhan puing-puing dengan menyimpan sedikit energi alam disetiap serangan nya sehingga akan cukup untuk melukai Topeng Misterius kalau ia tak menahannya.
"Serangan seperti ini tak kan bisa melukai ku dasar bocah..." Ucap Topeng Misterius sambil mengeluarkan perisai energi iblis nya untuk menahan serangan Hao Li.
Namun sayang, perhitungan Topeng Misterius salah. Setiap benda yang Hao Li tendang telah menyimpan energi alam, meski sedikit tetapi ketika melesat akan lebih banyak menyerap energi alam dari sekitarnya, sehingga setiap benda nya akan mampu membunuh orang-orang di tingkatan Pendekar Pemula.
Perlahan tapi pasti perisai iblis yang digunakan oleh Topeng Misterius hancur, dan serangan Hao Li terus menerus menimpanya sehingga membuat Topeng Misterius sedikit kewalahan.
"Sial! Bocah itu berhasil memojokkan ku!" Topeng Misterius berada di posisi yang sangat tidak menguntungkan sekarang, akan kesulitan bagi dirinya untuk menyerang.
"Aku tak percaya harus mengeluarkan jurus ini sekarang karena melawan bocah sialan itu..." Topeng Misterius mengambil kertas dari dalam jubah nya dan menempelkan nya di tanah.
"Bangkitlah wahai saudaraku!" Topeng Misterius menggunakan darah nya sebagai alat untuk mengaktifkan 'saudara' nya.
Tanah disekitar mengeluarkan asap hitam yang sangat pekat, di ikuti dengan aura iblis dalam jumlah yang sangat besar. Sosok raksasa asap hitam dengan kedua mata merah yang menyala membuat Hao Li merinding ketakutan.
"Kekuatannya sangat luar biasa, apalagi aura iblis nya sangat hitam dan menakutkan. Perlu banyak nyawa untuk membuat aura iblis sepekat ini..."
Hao Li tak bisa menggerakkan tubuh nya dengan leluasa, pergerakannya semakin terbatas. Sosok iblis besar dihadapannya sukses membuat Hao Li tak bisa melakukan apa-apa.
"Saudara ku, bunuh dia, maka kau akan mendapatkan kekuatan yang luar biasa." Topeng Misterius menunjuk Hao Li dan menyuruh iblis hitam raksasa untuk membunuh nya.
'Roarrr!.!'
Jeritan iblis hitam raksasa membuat semua hewan disekitar desa ketakutan dan berlarian kehutan.
Iblis hitam raksasa menghampiri Hao Li dengan cepat dan menangkap nya lalu berniat memakan nya untuk mendapatkan lebih kekuatan.
"Tidak! Aku tak akan mati sekarang!"
Tubuh Hao Li tiba-tiba memancarkan cahaya putih yang sangat terang, siapapun yang melihatnya akan dipastikan tak bisa melihat sosok Hao Li dengan jelas saking terang nya cahaya putih yang keluar dari tubuh Hao Li.
Topeng Misterius, Gang San, dan Fang Nan yang melihat itu mencoba menghalau sinar itu. Hingga cahaya itu meredup dan menampilkan sosok lain.
Pemuda berambut perak dengan baju biru yang membaluti tubuh nya. Tatapan kedua matanya bagaikan jarum, sangat tajam dan aura yang dipancarkannya sangat baru, seperti aura dewa.
--TBC--
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 96 Episodes
Comments
Yono Sujono
mantap thor, lanjut
2022-08-24
0
Yomz Tadde
mantap
2022-05-02
0
Iing Nasikhin
ceritaya, terlalu cepat thuor
2022-04-17
0