Dunia persilatan adalah dunia yang penuh dengan pertumpahan darah disetiap detiknya. Dimana yang kuat menindas yang lemah, yang kaya memperbudak yang miskin, tidak ada yang melarang hal tersebut selama orang itu memiliki kekuatan juga kekuasaan.
Semua orang berusaha keras mencapai puncak dari persilatan dan menjadi orang yang disegani oleh masyarakat.
Setiap benua, setiap kekaisaran, setiap kota, bahkan desa sekalipun menginginkan posisi puncak dari persilatan. Banyak juga keluarga yang melahirkan anak yang berpotensi untuk menempuh dunia persilatan, sampai tidak perduli berapa banyak sumber daya yang dihabiskan untuk meningkatkan level pelatihan anaknya.
Dalam kurun waktu 4 hari lagi turnamen antar desa akan di adakan disetiap kota, diadakannya turnamen itu adalah untuk melahirkan para jenius muda dan melatih mereka di setiap sekte dan aliran.
Tepatnya di kota Weiyang, 3 sekte Aliran Kesucian sudah mendiskusikan mengenai pembagian tugas dan mereka siap untuk menerima para jenius dari setiap desa.
Sekte Bukit Teratai Putih, Sungai Dewa Suci, serta Menara Giok Kebenaran siap untuk melihat kejutan yang akan dibawakan oleh para calon jenius. Semuanya tinggal menunggu waktu nya tiba saja.
—Disebuah rumah di desa Tiangyun—
"Nak, apa kamu yakin akan mengikuti turnamen antar desa di kota?" Tanya Fang Nan dengan nada sedikit cemas.
"Aku yakin, ibu tidak perlu mengkhawatirkan ku. Aku berjanji akan memenangkan turnamen itu lalu membawa ayah dan ibu pergi dari desa ini." Ucap Hao Li mencoba meyakinkan ibu nya.
"Aku tidak peduli kau kalah atau menang, yang kami ingin kan Li'er harus selamat, tidak boleh memaksakan diri kalau sudah terluka. Mengerti?" Shu Xan sedikit menasihati anaknya.
"Aku mengerti ayah..."
Jiang Shu Xan dan Yun Fang Nan meninggalkan kamar Hao Li, membiarkan Hao Li melanjutkan pelatihan roh spiritual nya.
Gang San mulai menampakkan dirinya lagi setelah melihat orang tua dari muridnya keluar ruangan.
"Sebaiknya aku mulai mengajarkan mu bagaimana cara nya menggunakan senjata energi." Ucap Gang San.
"Bagaimana caranya? Bukannya orang yang bisa mengeluarkan senjata energi hanya orang-orang yang sudah ditingkatan pelatihan Pendekar Menengah?" Tanya Hao Li penasaran, karena setahunya untuk membuat senjata energi harus berada ditingkatan pelatihan Pendekar Menengah.
Gang San menggeleng kan kepalanya pelan, "Kau tahu kenapa namanya senjata energi?" Tanya Gang San.
"Setahuku senjata energi adalah senjata yang dibuat dari kumpulan energi kita. Untuk membuatnya harus mempunyai 40 lingkaran energi sejati terlebih dahulu..." Ucapan Hao Li menggantung sambil terlihat berpikir.
"Oh! Aku mengerti guru! Dengan adanya energi dewa, aku bisa menggunakan energi sejati ku diluar kemampuan orang biasa, maka dari itu aku bisa membuat senjata energi. Bukan kan begitu guru?" Tebak Hao Li merasa benar.
"Tebakan mu tepat sekali." Gang San membenarkan ucapan Hao Li.
"Baiklah guru. Bagaimana caranya aku menggunakan energi dewa ku untuk bisa membuat senjata energi?" Tanya Hao Li tidak sabar untuk membuat senjata energi.
Gang San pun memberikan arahan untuk membuat senjata energi dari energi dewa yang dimiliki oleh Hao Li.
Hao Li mendengarkan penjelasan Gang San dan mulai mempraktikannya.
Energi Dewa adalah energi yang hanya terdapat didalam tubuh para dewa, energi sejati yang ada disetiap tetes energi dewa sangatlah banyak, sebanding dengan 1 : 500.
Hao tak tahu kalau setiap tetes energi dewa mengandung 500 lingkaran energi sejati, dan Hao Li yang masih berada ditingkatan rendah hanya bisa menggunakan sebagian kecil dari lingkaran energi sejati itu.
Setiap orang yang berlatih bela diri akan mempunyai lingkaran energi sejati, semakin tinggi level pelatihan roh spiritual seseorang, maka semakin banyak juga lingkaran energi sejati orang itu.
Biasanya orang yang masih berada di level pendekar menengah hanya mempunyai maksimal 30 lingkaran energi sejati, tetapi yang dimiliki oleh Hao Li sangatlah banyak dan Hao Li hanya bisa menggunakan 50 lingkaran energi saja
Sedangkan senjata energi dapat dibentuk dengan mengeluarkan inti energi sejati melalui salah satu bagian tubuh. Senjata energi itu akan membentuk sesuai keinginan pemilik dan dapat digunakan oleh si pemilik sesuka hati.
Perlahan Hao Li mulai menjalankan instruksi yang diberikan oleh gurunya. Ia mengkonsentrasikan aliran energi dewa nya, dan mulai mengeluarkan energi tersebut ke tangan kanannya.
Setitik cahaya mulai terlihat dari tangan kanan nya dan terus membesar. Secara bertahap cahaya itu mulai membentuk sebuah energi yang berwujud seperti api biru dengan cahaya putih didalam nya.
Setelah mendengarkan penjelasan Gang San yang mengatakan kalau senjata energi bisa dibuat sesuai keinginan pemilik nya, maka ia akan mencoba untuk membuat senjata energi berwujud busur panah.
Hanya dalam beberapa tarikan nafas saja, senjata energi berupa busur panah sudah terbentuk dengan sempurna di tangan kanannya.
"Aku bisa membuatnya guru!" Seru Hao Li sangat senang karena berhasil membuat senjata energi.
Gang San mengangguk singkat, ia akui bakat Hao Li memang sangat luar biasa, apalagi setelah menyerap kristal abadi pemberian Sang Dewa, pemahaman dan kekuatan Hao Li jauh diatas manusia biasa lainnya.
"Senjata energi mu berupa busur, apa kau yakin bisa membuat anak panah nya?"
"Aku yakin guru!" Hao Li membuat senjata energi lagi ditangan kirinya dan dalam beberapa tarikan nafas saja sudah terbentuk 3 anak panah.
"Ternyata proses nya lebih cepat dari yang aku bayang kan..." Gumam Gang San pelan setelah melihat kelihaian Hao Li dalam membuat senjata energi.
"Terimakasih guru atas instruksi nya, kalau aku bisa membuat senjata energi ini, maka aku bisa memiliki peluang lebih besar untuk memenangkan turnamen antar desa di kota Weiyang." Ucap Hao Li yakin dengan peluang nya.
**
Beberapa orang terlihat sudah berkumpul di dalam arena turnamen, separuh kursi di podium sudah mulai terisi dengan orang-orang awam maupun sesama kultivator untuk melihat pertandingan yang akan berlangsung.
Terdapat posisi khusus untuk 3 sekte Aliran Kesucian yang melihat sekaligus mengikuti turnamen antar desa. Lokasi strategis yang tentunya dengan mudah dan jelas melihat pertandingan membuat beberapa orang merasa iri ingin mendapat kan posisi duduk di tempat itu.
Hao Li pergi ke kota Weiyang di temani oleh ketua desa Tiangyun, Huan Ming sebagai perwakilan desa Tiangyun. Ada 3 murid pemuda lainnya yang sama-sama mewakili desa Tiangyun.
"Lihatlah bocah yang di bawa oleh ketua, apa dia yakin akan mengikuti turnamen ini? Aku rasa dia akan kalah atau kesulitan di ronde pertama." Ucap salah satu dari mereka.
"Kau jangan meremehkan bocah itu. Dia adalah orang yang sudah melukai prajurit penjaga desa." Imbuh seseorang yang menggunakan pakaian merah muda.
"Prajurit penjaga saja belagak nya ingin mengikuti turnamen desa. Jelas-jelas disini penantang nya akan lebih sulit dibanding kan dengan prajurit penjaga desa yang lemah itu."
Huan Ming yang jelas bisa mendengarkan semua itu geram, "Diam! Apa kalian bisa untuk memulai pertandingan tanpa berdebat terlebih dahulu?!" Huan Ming memberikan peringatan tegas pada ketiga pemuda itu dengan tatapan dingin yang seolah bisa membuat mereka membeku.
Sedangkan Hao Li tetap diam saja tidak menghiraukan para pemuda yang sudah mengejek nya karena ia tahu kemampuan sendiri sampai mana.
Hingga beberapa waktu sudah berlalu, Hao Li dan ketiga pemuda itu digiring menuju tempat berkumpulnya para penantang yang akan bertarung di turnamen antar desa dengan mewakili nama desa nya masing-masing.
'Aku bisa merasakan tidak ada orang yang bisa menandingi mu di tempat ini. Kebanyakan dari mereka hanya berada di level pendekar pemula. Sedangkan untuk level pendekar ambang tengah aku belum merasakannya.' Ucap Gang San di dimensi pikiran Hao Li.
'Iya guru, aku juga tidak terlalu merasakan hawa pendekar ambang tengah.' Hao Li menyetujui ucapan guru nya.
Tiba-tiba 2 orang pemuda dan 1 orang pemudi memasuki tempat berkumpulnya para petarung. Bisa Hao Li rasakan hawa dari ketiga nya sedikit mengintimidasi daripada hawa orang-orang disekitar nya.
--TBC--
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 96 Episodes
Comments
semangat dan sehat selalu tor
2023-08-09
0
omTe
like n komen dukungan 7
2021-10-13
0
Faray Meytio
novel nya bagus
#semangat terus author#
2021-02-17
0