Disebuah kota, tepatnya di menara Mistik Hijau. 3 orang berpakaian tertutup sedang mengamati bola cahaya yang menampilkan gambaran aneh.
"Jiang Gege, kenapa bola ini mengeluarkan cahaya merah yang berkilauan?" Tanya salah satu dari mereka yang bernama Huang Tian.
"Aku juga tidak tahu pasti, tapi yang aku ketahui kalau bola cahaya peramal ini mengeluarkan 3 cahaya berkilauan, yaitu merah, ungu, dan biru. Maka akan terjadi sesuatu yang maha dahsyat dimasa depan kelak." Jawab rekannya yang bernama Jiang Chian.
"Sekarang telah muncul salah satu warna dari 3 warna berkilauan, kita tinggal tunggu saja dua warna lagi. Kalau benar 3 warna berkilauan telah menutupi bola cahaya peramal ini, kita harus bergegas mencari pemilik 3 warna berkilauan tersebut." Sahut yang paling tua bernama Zhao Min Bai.
Ketiga peramal itu adalah sosok misterius namun melegenda di dunia persilatan, selama lebih dari 100 tahun, ramalan mereka yang berasal dari bola cahaya peramal tidak pernah salah atau meleset. Mereka dikenal sebagai 3 peramal kebenaran.
Bukan hanya skil meramal nya yang membuat mereka bertiga begitu melegenda, bahkan kekuatan roh spiritual yang mereka miliki berada di tingkatan Pendekar Akhir, dan yang memiliki tingkatan pelatihan seperti itu dapat dihitung oleh satu tangan dari seluruh benua.
—Di Hutan Siluman—
"Guru aku sudah mengangkat batu ini sampai ke perbatasan hutan. Apa yang akan ku lakukan selanjutnya?" Tanya Hao Li pada Gang San.
"Kau berdiri di daun teratai yang ada dikolam itu, kalau air dari kolam itu bergelombang, maka pelatihan mu akan terus berlanjut." Jawab Gang San, sengaja memberikan pelatihan yang lumayan sulit untuk murid nya.
"Yang benar saja guru, bagaimana aku bisa berdiri diatas daun teratai yang sangat tipis, bisa-bisa aku menjadi santapan siluman buaya nanti." Keluh Hao Li karena pelatihan kedua nya ini sangat sulit untuk ia lakukan.
"Itu bukan urusanku, kau hanya perlu mendengarkan perintahku, dan kau tinggal berpikir bagaimana cara menjalankan perintahku, mengerti?" Ucap Gang San tidak peduli.
"Hah... Baiklah guru, aku akan memikirkan caranya..." Hao Li berjalan lemas ke tepian kolam dan mengamati daun teratai yang akan ia pijaki dengan teliti.
'Pelatihan pertamaku adalah mengangkat batu besar, yang berarti melatih kekuatan tubuhku. Sedangkan pelatihan kedua ini adalah sebalik nya, aku harus berdiri diatas daun teratai yang berarti aku hanya bisa menggunakan tenaga dalam ku untuk melakukan itu, baiklah aku akan mencobanya...' Gumam Hao Li dalam hati sambil memperhatikan kolam.
Dengan perlahan ia melangkah kan kaki nya diatas daun teratai yang paling dekat dengannya. Dengan pengetahuan yang ia tebak, ia akan menyalurkan energi tenaga dalam nya ke permukaan kakinya sehingga bisa menahan bobot tubuhnya yang kecil itu.
'Tap'
Kaki nya berhasil menapaki daun teratai itu, tetapi bukan itu poin utamanya. Ia harus menyebarkan tenaga dalam nya ke lapisan daun teratai yang ia pijaki dan dirinya mencoba untuk 'meminjam' energi alam yang akan menjadi pijakan nya, dan tak akan menghabiskan tenaga dalam nya.
"Aku...aku berhasil guru... Aku berhasil!" Seru nya senang karena berhasil menyelesaikan pelatihan kedua yang diberikan oleh Gang San.
"Kau memang berbakat Li'er, tidak heran kenapa Sang Dewa memilih mu sebagai penguasa dunia kelak." Ucap Gang San takjub dengan satu kali percobaan diiringi dengan keberhasilan yang tak terduga.
Hari demi hari berlalu dengan cepat, pelatihan demi pelatihan terus Hao Li kembangkan dengan bantuan guru nya. Sekarang dia berada di level 14 pendekar pemula, yang berarti hanya 2 level dibawah pendekar terkuat di desa nya.
"Sekarang kau berada di level pendekar pemula, sebaik nya kau kembali ke desa tempat kau tinggal. Sudah 13 hari sejak kau meninggalkan desa, aku takut kedua orang tua mu akan terus mengkhawatir kan mu." Ucap Gang San memberikan masukan agar Hao Li kembali ke desa nya.
Hao Li mendengarkan saran dari gurunya dan teringat kembali saat ia digigit oleh siluman singa api dan dibawa ke hutan siluman, lalu bertemu dengan Gang San yang sekarang menjadi guru pertama dalam hidupnya.
Oh ya, kalau dipikir kembali Hao Li sendiri belum tahu level pelatihan guru nya, "Guru, boleh aku bertanya?" Ucap Hao Li sebelum mengajukan pertanyaan inti nya.
"Silahkan saja Li'er, kau mau menanyakan apa?" Jawab Gang San.
"Guru berada di level pelatihan berapa? Sampai sekarang aku belum tahu level pelatihan guru yang sebenarnya..." Tanya Hao Li.
"Hahaha... Kalau kau mengetahui nya pasti kau akan terkejut." Tawa Gang San membahana ketika mendengarkan pertanyaan konyol yang dilontarkan oleh murid nya.
"Aku bisa menghancurkan benua ini hanya dengan satu jurus, aku bisa membuat semua penduduk benua ini tunduk padaku..." Lanjut Gang San dengan nada sombong namun membuat Hao Li terkesan.
"Kalau begitu guru berada di level pendekar puncak? Atau lebih tinggi?" Tebak Hao Li.
"Level pelatihan ku kalau menurut angka mungkin akan berada di level 300-an, atau lebih mungkin?" Jawab Gang San.
"Apa?! Kalau begitu guru berada di tingkat pendekar dewa. Pendekar yang paling tinggi diseluruh benua bahkan dunia. Pantas saja guru bilang bisa menghancurkan benua ini hanya dengan satu jurus, karena memang itu kenyataan nya." Hao Li terkejut bukan main saat mendengar ucapan Gang San yang memberitahu kan level pelatihan nya pada dirinya.
"Baiklah, karena kau sudah mengetahui level pelatihan ku, bergegas lah untuk kembali ke desa mu." Ucap Gang San menyudahi keterkejutan Hao Li karena dirinya.
Hao Li mendengarkan saran dari guru nya dan berjalan untuk pulang ke desa nya yang lokasinya tidak terlalu jauh dari hutan siluman tempat dirinya berada.
Waktu berlalu dengan cepat, selama perjalanan Hao Li mengamati alam sekitar dan mencari tanaman herbal yang akan berguna untuk peningkatan level pelatihannya.
Sampai tak terasa dirinya sudah berada di perbatasan desa Tiangyun, desa dimana dirinya dilahirkan dan dibesarkan oleh kedua orang tuanya.
"Lihat lah! Bukan kah itu Hao Li yang sudah dimakan oleh siluman singa api?!" Seru salah satu penjaga perbatasan saat matanya melihat Hao Li berjalan menuju desa.
Karena seruan penjaga itu, beberapa penjaga lainnya mulai memperhatikan anak kecil yang berjalan santai menuju desa Tiangyun dan terkejut karena anak kecil itu adalah Hao Li, orang yang sudah menjadi mangsa siluman singa api kemarin ini.
"Iya benar! Itu Hao Li. Kenapa dia belum mati? Harus nya dia sudah mati saat menjadi santapan siluman singa api."
"Kita harus waspada, siapa tahu Hao Li sudah menjadi siluman!"
"Itu benar, kita harus melindungi desa Tiangyun dari para siluman!"
Beberapa orang berjaga dan membentuk formasi di perbatasan desa, Hao Li yang melihatnya keheranan, apa akan ada siluman sampai penjaga perbatasan sangat bersiaga.
"Hai paman penjaga..." Sapa Hao Li tidak meyadari keadaan sekitar yang sudah mulai mencekam.
"Diam kau manusia siluman, kenapa kau mendatangi desa Tiangyun?!" Ucap salah satu penjaga terdengar waspada.
"Manusia siluman? Siapa? Aku?" Hao Li benar-benar keheranan sekarang. Bagaimana bisa dirinya dituduh sebagai manusia siluman.
"Iya, itu kau! Kau adalah Hao Li yang sudah jadi santapan siluman singa api! Mengingat kau cacat, bagaimana bisa kau selamat dari gigitan siluman singa api? Harus nya kau sudah mati atau diubah menjadi manusia siluman oleh siluman singa api itu!" Ujar penjaga lainnya memperkuat tuduhan terhadap dirinya yang dianggap sudah menjadi manusia siluman.
'Dasar para ****!' Gumam nya geram dalam hati.
"Baiklah, aku adalah manusia siluman yang siap menyantap kalian sebagai makanan ku. Hahaha..." Ucap Hao Li pelan yang mengandung kebencian kental disetiap kata yang dilontarkannya, dilanjutkan tawa yang menakutkan.
--TBC--
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 96 Episodes
Comments
omTe
like n komen dukungan 4
2021-10-13
0
Charles J. Molle
1920...😊☕☕
2021-04-29
1
Sendtot Haryanto Gawi
lanjut thor up nya
2021-04-28
1