Pagi menjelang, cahaya matahari sudah bersinar terang menembus jendela kaca di kamar pengantin baru itu yang masih terlelap, membuat Diva perlahan membuka matanya, karena silau cahaya matahari, yang sepertinya sudah menjelang siang.
Diva yang merasakan ada sesuatu yang berat di atas perutnya, membuat Diva seketike mengalihkan pandangannya ke arah seseorang yang sedang tidur lelap di sampingnya, Diva yang melihat wajah lelap Kenan yang tampak lelah tidak tega untuk membanggakan Nya. Diva terus menatap wajah Kenan, walaupun sedang tertidur dia tetap tampan.
" Gue masih belum menyangka secepat ini gue menjadi istri dari seorang Kenan Al Fariziq. " Batin Diva dengan sedikit senyuman di wajahnya.
Diva segera beranjak bangun dengan perlahan karena takut mengganggu tidur Kenan, dengan pelan ia menurunkan tangan Kenan dari atas perutnya.
sebelum ia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, Diva mengambil ponselnya, seketika Diva kaget melihat jam yang ada di ponselnya sudah menunjukkan jam 9 pagi. Diva segera meletakkan kembali ponselnya di atas nakas dan berniat bergegas ke kamar mandi, namun tiba-tiba diva kaget karena Kenan menarik tangannya dan hal itu membuat Diva jatuh diatas dada bidang Kenan. Tanpa aba-aba Kenan langsung mengecup kening Diva
" Morning Kiss..." sahut Kenan setelah mengecup kening Diva.
Diva yang sekarang berada di atas Kenan, dengan Kenan memeluk pinggang Diva, hal itu membuat Diva merasa sangat malu sekarang muka Diva memerah bak udang rebus.
" Ak...Aku mau bangun Nan, ini udah siang. " ucap Diva canggung, berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Kenan,
Kenan tambah mempererat pelukannya.
" Lima menit lagi, biarkan seperti ini dulu. " sahut kenan
" Ini kita udah kesiangan Nan, nanti Bunda sama ayah nungguin kita. " Ucap Diva, namun Kenan tidak menghiraukan ucapan diva dan malah tambah mempererat pelukannya dan terus saja memejamkan matanya.
" Astagfirullah....Maaf... Maaf, gue tidak tau kalau kalian lagi itu, lagian gue bel liat kok. " Ucap Arka yang tiba-tiba masuk kekamar mereka.
Diva langsung bangun saat Kenan melepaskan pelukannya, karna juga ikut kaget karna tiba-tiba masuk.
" Lagi apa maksud lu, ini tidak yang seperti lu bayangin. " Sahut Diva segera mengambil handuk di atas sofa, dan berlalu masuk ke kamar mandi.
" Lain kali pintunya jangan lupa di kunci. " Ucap Arka.
" Cepat kalian siap-siap, Yang lain udah pada ada di bawah, nungguin kalian. " lanjut Arka bergegas keluar.
" Iya...iya..." sahut Diva.
" Kak, aku mau numpang kamar mandi kakak, apa boleh ?" Tanya Kenan kepada Arka yang sudah berada di ambang pintu kamar mereka.
" pakai aja. " jawab Arka.
Kenan dan Diva kini turun dengan berjalan beriringan di tangga.
mereka segera menghampiri para orang tua mereka yang di ruang keluarga, di sana sudah ada pak Salman dan Bunda Vivian, setelah semuah keluarga mereka pulang kembali ke kota xx, pak Salman beserta bunda Vivian, pergi melihat dan sekalian pamit kepada anak dan menantu barunya, sekalian dengan besannya, kalau hari ini ia harus segera pulang karena ada yang harus pak Salman urus di perusahaan.
" Kalian sarapan aja dulu, kalian pasti lapar. " pinta Bunda Hani kepada anak dan menantunya itu.
" Jelas mereka lapar Bun, karena kecapekan, sampai melewatkan sarapan mereka. " sahut Fikram.
" Mungkin kita akan segera dapat cucu, Fik. " Tambah Salman menimpali ucapan besannya.
" Jelas itu Om, Sepertinya gue kalah start sama Ade Gue. " Ucap Arka.
" Jelas, karena elu jomblo, ngenes lagi. " Jawab Diva kesal, karna Arka terus saja menggodanya.
" Emang Kalian, beneran sudah melakukannya ?" Tanya bunda Vivian.
" Sudah lah tan, tadi aja mereka kepergok sama aku, pas aku mau bangunin mereka. " Sahut Arka menjawab pertanyaan Bunda Vivian.
" Emang dasar, kakak laknat lu, itu yang lu liat tidak seperti apa yang lu pikir, elu nya aja yang berotak mesum, udah jones mesum lagi, terjun aja lu kejurang. " Ucap Diva kesal.
Diva sangat merasa kesal karena Arka menceritakan kejadian yang dia liat tadi.
" Emang bener kok yang dikatakan kak Arka. " sahut Kenan berniat menggoda Diva.
Diva yang mendengar perkataan Kenan membulatkan matanya, lalu mengalihkan pandangannya ke arah Kenan. Kenan yang ditatap Diva, pura-pura polos.
" Pokoknya kalain jangan percaya sama mereka, mereka berdua sama saja, sama-sama pikiran MESUM. " Ucap Diva kesal, pergi meninggalkan ruangan itu, dan berlalu kemeja makan.
Kenan yang melihat Diva kesal, meninggalkan mereka segera mengejar Diva, Diva dusuk di meja makan di ikuti Kenan yang juga duduk disebelahnya.
Kenan Meraih tangan Diva dan menggenggam nya.
" Maaf...Aku benar-benar Minta maaf. " Ucap Kenan menatap Diva yang menghiraukannya.
" Div....Maafin aku ya, tadi itu aku cuma bercanda doang. " Ucap Kenan lagi meraih pundak Diva, dan menghadapkan tubuh Diva kearahnya, namun Diva tetap tidak melihat kearah Kenan.
" Bercandaan lu nggak lucu tau nggak. " sahut Diva memasukkan makan ke mulutnya.
" Iya aku tidak akan mengulanginya lagi, kok, maaf ya. " ucap Kenan memelas.
" sayang maafin aku ya, masa kamu marah di hari pertama kita, " sahut Kenan menoel-noel pipi Diva.
Diva yang mendengar kata sayang, membuat Diva sedikit tersenyum, tapi dengan cepat iya kembali kemuka datarnya.
" Yank... yank...kamu cantik deh, " goda Kenan.
Kenan yang belum dapat respon dari Diva, lansung mencium pipi Diva, hal itu membuat Diva langsung menoleh ke Arahnya.
" Maafin aku ya, sayang..." Ucap Kenan mengedip-ngedipkan matanya.
Diva yang melihat tingkah Kenan tidak bisa menahan senyumnya, Diva tersenyum melihat ke arah Kenan.
" Iyya aku maafin tapi kamu harus ngajak aku jalan-jalan hari ini, dan temani aku ke sirkuit. " Ucap Diva.
" kamu mau ngapain disana ?" Kenan.
" Aku mau ketemu sama Rafa. " Jawab Diva
dan melanjutkan makannya.
Kenan ikut makan dan terus memikirkan ucapan Diva yang ingin menemui Rafa.
Setelah mereka berdua makan, mereka mengantar Ayah Salman, dan Bunda Vivian ke bandara, karena mereka ke kota xx menggunakan pesawat, karna pak Salman harus segera sampai, karna ada hal penting yang harus di selesaikan, dan tidak boleh di wakili, oleh asistennya.
" Nan, kamu jagain mantu Bunda, " Ucap Bunda Vivian memeluk putranya.
" Iya Bun, kalian hati-hati. " Jawab Kenan.
" Sayang kalau Kenan, macam-macam, kamu lapor sama Bunda, ya sayang. " Ucap Bunda Vivian, memeluk menantunya, dan mencium kedua pipi Diva.
" Bunda tenang aja, Aku jago marahin kaki orang kok, Bun. " Jawab Diva memperlihatkan otot lengan nya.
Sedangkan Bunda Vivian, hanya tersenyum menanggapi ucapan menantu bar-barnya itu.
" Mantu Ayah emang the best lah pokoknya. " Ucap ayah Salman mencium pucuk kepala Diva.
" Nan, nanti sebelum kalian sekolah, kamu bawa Diva ke kota xx, soal kepindahan kamu sekolah, biar ayah yang urus. Ucap ayah Salman kepada putranya.
" Iya Yah, mungkin dua hari lagi kita kesana. " jawab Kenan.
" Iya kami tunggu, kalau gitu kamu jaga kesehatan, jagain mantu ayah, kami pamit dulu, bentar lagi pesawat kami berangkat. " Ucap ayah Salman.
Kenan dan Diva mencium punggung tangan kedua orang tuanya, sebelum mereka masuk, Kana pesawat akan segera berangkat.
Mereka keluar dari bandara, menuju mobil mereka, karena Diva malas untuk langsung pulang, diva mengajak Kenan untuk ke cafe.
" Nan kita cafe aja dulu, aku malas pulang, lagian perjalanan ke sirkuit sudah dekat dari sini, aku malas buat pulang balik. " Ucap Diva dan di angguki oleh Kenan.
setelah mereka sampai di cafe Kenan hanya terdiam, karna memikirkan Diva, yang mau ketemu dengan Rafa.
tidak lama pesanan mereka datang yang sudah di pesan sebelumnya.
mereka makan, dengan diam tidak ada yang alat bicara.
Diva menyelesaikan makannya berniat untuk berselfie.
" Nan ayo kita Selfie dulu. " Ajak diva.
Diva mencoba beberapa gaya Selfie.
" Bagus tidak ?" tanya Diva memperlihatkan hasil fotonya, yang di minta bantuan salah satu pengunjung cafe.
(Rafa terlihat murung di foto ini ceritanya, ya gaisss )
" Bagus, habis ini kita kemana lagi ?" Jawab Kenan kurang semangat karena terus memikirkan Diva dan Rafa.
Diva tampak sedang berfikir, kemana mereka akan pergi setelah ini.
" Bagaimana kalau kita kepasr khusus menjual pernak-pernik, di pinggir kota. " sahut Diva.
Kenan membayar makanan mereka, dan segera keluar, dimana mobil mereka di parkir.
(Saat tiba di dekat mobil)
Diva segera masuk kedalam mobil di ikuti dengan Kenan, Kenan melajukan mobilnya tanpa kata, Diva yang melihat kenan, serius mengemudi, dengan tangan Kenan di depan mulutnya, diam-diam memoto Kenan.
Kenan sadar di foto segera menoleh.
" kamu motoin aku ?" Tanya Kenan kembali melihat kedepan.
" Ti... tidak, siapa yang motoin kamu. " jawab Diva gugup.
" Oh..." jawab Kenan hanya ber Oh... saja.
Beberapa menit kemudian, mereka sampai di pasar yang menjual berbagai pernak-pernik, seperti Aksesoris, tas, vas, dll.
Diva yang melihat penjual Es krim langsung menarik tangan Kenan yang berenti di Stan penjual aksesoris.
" Yuk kita kesana, " Ucap Diva menggandeng tangan Kenan.
" Kemana ?" tanya Kenan.
" Kesana. " Jawab Diva menunjuk arah depan.
Kenan mengikuti arah yang ditunjuk Diva, melihat arah stan penjual tas.
" Kamu mau beli tas ?" Tanya Kenan karena mengira Diva menunjuk arah stan penjual tas.
" Tidak..." jawab Diva terus berjalan.
" Terus ngapain kamu kesana ?" Tanya Kenan menunjuk arah stan penjual tas.
" Aku tidak mau beli tas, tapi aku mau beli Es krim yang ada di depan stan penjual tas itu. " jawab Diva.
Setelah sampai di depan penjualan es krim Diva langsung memesan, satu untuk dirinya, dan satu lagi untuk Kenan. tak lama pesanan mereka selesai di buat Kenan langsung mengeluarkan uang, dan membayar es krimnya.
karena sudah sangat tidak sabar Diva langsung memakan es krimnya, begitu pun Kenan ikut memakan es krimnya.
Kenan melihat Diva sudah menghabiskan es krimnya, Kenan menarik tangan diva kembali ke stan aksesoris tadi, karena ada sesuatu yang ingin dia beli tadi, namun belum sempat dia membelinya, karena Diva buru-buru menariknya ke penjual es krim.
Sesampainya di tempat aksesoris tersebut Kenan langsung mengambil gelang yang tadi sempat ia lihat.
" Pak, saya mau beli yang ini. " ucap Kenan memberikan gelang itu kepada penjualnya.
" Oh.... itu harganya dua ratus ribuan aja dek, sepasang. " Ucap penjual tersebut, dan menerima gelang yang diberikan Kenan.
Kenan mengeluarkan uang pecahan Lima puluh ribu Empat lembar.
" Ini uangnya pak, tidak usah di bungkus mau langsung di pake kok. " Ucap Kenan memberi uang kepenjual, dan menerima gelang yang tadi sempat di berikan kepenjual itu.
" Kamu beli gelang ?" Tanya Diva
" Iya, ini gelang couple. " jawab Kenan, memperlihatkan gelang itu.
" Bagus. " Ucap Diva.
" Sini mana tangan kamu. " sahut Kenan meraih tangan Diva dan memasang kan gelang yang satunya di tangan kiri diva.
" Tolong kamu bantu aku, pasang ini juga. " sahut Kenan setelah memasangkan gelang ketangan diva, sambil mengulurkan tangan kirinya.
Diva segera memasang kan gelang di tangan kiri Kenan.
" Udah ." sahut Diva saat selesai memasang gelang di tangan Kenan.
" Siniin tangan kamu kita foto dulu. " Ucap Kenan meraih tangan Diva, ke sebelah tangannya.
Saat setelah mengambil gambar tangan mereka, dengan gelang yang mereka kenakan.
tiba-tiba ponsel Diva berdering tanda panggilan masuk.
" Halo...Raf ada apa ?" tanya Diva saat menerima panggilan tersebut.
yang ternyata Rafa.
Kenan seketika murung mendengar Diva telfonan dengan Rafa.
" iya tidak apa-apa, bay juga sayang..." Ucap Diva mengakhiri panggilan nya.
" yuk pulang, kita tidak jadi ke sirkuit kata, Rafa, tidak Bisa. " Ajak Diva.
" Emmmm...."
Kenan hanya berdehem, dan langsung pulang, setelah mereka sampai mobilnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 368 Episodes
Comments
Susilawati Dewi
knp diva ga jelasin ke kenan ya klu rafa itu tmnya doang
2021-06-30
0
mamah cantikk
nama castnya pada va sama fa ya thor
2021-06-06
1