" Yank... bangun Yank, sudah waktunya sholat subuh. " Sahut Kenan membangunkan Diva sambil mengelus-elus pipi Diva.
Diva yang masih mengantuk masih enggan untuk membuka matanya.
" Lima menit lagi. " Ucap Diva tanpa membuka matanya.
Kenan yang mendengar ucapan Diva, tanpa pikir panjang langsung mencium bibir Diva.
Diva yang tiba-tiba di cium langsung membuka matanya.
Kenan melepaskan ciumannya saat Diva sudah terbangun.
Diva saat bangun tidur menatap Kenan
" Sholat dulu yank, entar keburu waktunya habis, Habis itu baru lanjut lagi tidurnya. " Ucap Kenan beranjak turun dari tempat tidur menarik tangan Diva membantunya untuk bangun.
Mereka langsung kekamar mandi untuk wudhu, setelah itu lanjut dengan sholat subuh berjamaah.
Sepuluh menit kemudian mereka selesai menunaikan sholat subuh.
" Kamu lanjut lagi aja tidurnya yank. " setelah mencium kening Diva saat selesai sholat.
" Iya. " Jawab Diva tersenyum segera berdiri merapikan perlengkapan sholat mereka.
Diva langsung menuju tempat tidur setelah menyimpan perlengkapan sholatnya di walk in closed.
Sebelum Diva benar-benar melangkahkan kakinya dari pintu walk in closed tiba-tiba Kenan mengangkat Diva ala bridal style.
Diva yang tiba-tiba di gendong kenan kaget refleks mengalungkan tangannya dileher Kenan karena takut jatuh.
" Kamu ngapain sih. " Tanya Diva melihat kearah dada bidang Kenan, karena tidak berani melihat wajah Kenan karena malu.
" Udah jangan gerak yank, nanti kamu jatuh. " Jawab Kenan.
Kenan menidurkan Diva titempat tidur, menyelimuti Diva setelah itu Kenan Mencium kening Diva dan turun ke bibirnya.
Kenan ikut naik kesamping Diva lalu masuk kedalam selimut yang sama dengan Diva dan memeluknya.
Tak butuh waktu berapa lama, mereka tertidur kembali.
Tok...tok...tok...
" Yank... Bangun ada yang ngetok pintu, coba kamu buka dulu pintunya, aku masih ngantuk banget Yank. " Ucap Kenan membangunkan Diva tanpa membuka mata.
Tok...tok...tok...
suara pintu kamar kembali terdengar, Diva langsung berjalan menuju pintu kamar tanpa mencuci muka terlebih dahulu, dengan pakaian masih berantakan.
" Eh...Bunda. " Sahut Diva saat melihat Bunda Vivian berada depan kamar mereka.
" Kalian tidak apa-apa kan ?" Tanya Bunda Vivian sedikit khawatir, karena tidak biasanya Kenan bangun kesiangan.
" Kami tidak apa-apa Bun. " Jawab Diva tersenyum kikuk.
" Kirain Bunda, kalian ada yang kenapa-napa, soalnya tidak biasanya Kenan sesiang ini dia belum bangun. " Ucap Bunda Vivian.
Diva langsung menoleh kearah jam dinding yang masih bisa terlihat dari arah pintu kamar.
Diva kaget melihat jam sudah menunjukkan jam 10 pagi.
" Astaga sudah jam 10. " Ucap Diva menepuk keningnya.
" Maaf Bun, kami kesiangan karena kecapekan. " Sesal Diva.
Bunda Vivian tersenyum mendengar ucapan ambigu Diva, karena Bunda Vivian mengira mereka kecapean karena telah melakukan hubungan layaknya suami-istri.
" Tidak apa-apa sayang, Bunda hanya khawatir dengan Kalian. Ucap Bunda Vivian mengusap lembut rambut Diva.
" Kalian cepatlah bangun, terus mandi dan terus sarapan, beritahu Kenan kalau temannya Ray ada di bawah. " Sambung Bunda Vivian kemudian berlalu kebawah.
" Iya Bun. " Jawab Diva.
Diva segera membangunkan Kenan.
Saat Kenan masih tertidur
" Nan... Kenan, Bangun ini udah siang, Terus kata Bunda teman kamu Ray ada di bawah, nungguin kamu. " Sahut Diva mengguncang lengan Kenan.
seketika Kenan menarik Diva jatuh dalam pelukannya.
Kenan menunjuk bibirnya menggunakan tangan satunya, sedangkan tangan Yang satunya lagi memeluk pinggang Diva.
" Apa sih, bangun Nan, teman kamu udah nunggu kamu dibawah. " Sahut Diva tidak mengerti isyarat Kenan.
" Morning Kiss dulu sayang. " Ucap Kenan memajukan bibirnya minta untuk dicium.
Kenan tidak mendapat respon dari Diva, Kenan segera membalikkan posisi mereka, sekarang Diva berada dibawah tubuh Kenan, Kenan langsung mencium bibir Diva.
Sesaat Kenan melepaskan ciumannya, menatap Diva dengan tatapan penuh gairah, Diva yang ditatap seperti itu membuat Diva merasa malu, kini muka Diva memerah dan mengalihkan pandangannya.
" Yank, sekarang aku minta hak ku, apa boleh ?" Ucap Kenan kemudian bertanya.
Diva hanya menganggukkan kepalanya tanda dia setuju, karena bagaimanapun sekarang atau nanti dia tetap akan melakukannya.
Kenan yang melihat Diva memberikan lampu hijau, Kenan tersenyum, kemudian mencium kening Diva, mereka larut dalam cumbuan mereka.
Diva menghentikan aktivitas mereka sedikit mendorong tubuh Kenan.
Kenan yang di dorong Diva langsung menatap Diva.
" Kenapa ?" Tanya Kenan menatap Diva.
" Aku takut hamil, aku masih belum siap untuk punya anak, kita masih sekolah, Nan. " Jawab Diva.
" Iya, aku ngerti yank, kamu tidak bakalan hamil, sebelum kamu siap. " Ucap Kenan kembali mencium kening Diva sedikit lama.
Kenan kembali melanjutkan aktivitasnya dengan Diva.
sebelum Kenan berbuat lebih jauh dan belum sempat sampai layaknya pasangan suami-istri biasa lakukan, tiba-tiba menghentikan permainan mereka karena seseorang membuka pintu.
" Astagfirullah....sorry bro, gue nggak liat. " Sahut Ray, yang tiba-tiba masuk, kaget melihat apa yang Kenan dan Diva lakukan.
Ray saat melihat kaget aktivitas Kenan dan Diva
( anggap aja micnya tidak ada ya readers 😁😁 )
Kenan dan Diva kaget mendengar Ray tiba-tiba masuk kekamar mereka, Kenan menghentikan aktivitasnya, dan menutup tubuh Diva dengan selimut, karena kini baju Diva kini sudah terbuka, untung Kenan baru melepas kaosnya.
" Ngapain lu masuk kesini. " Tanya Kenan sinis menghampiri Ray di dekat pintu kamar.
" Tadi gue nunggu kamu lama, jadi Bunda suruh gue, nyamperin elu. " jawab Ray.
" Ganggu aja lu, kenapa tidak ketuk pintu dulu, lu kan tau kalau bini gue juga di dalam. " Ucap Kenan kesal, karena mengganggu aktivitas nya.
" Santai bro, kebiasaan gue, gue lupa kalau lu sekarang punya pawang. " Jawab Ray tanpa ada rasa bersalah.
" Lagian kamu juga, pake tidak ngunci kamar, tidak enakkan kalau kegantung gitu. " Ucap Ray mengedipkan matanya.
" Buruan sana lu, gue mau mandi dulu, lu tunggu dibawah. " Ucap Kenan mendorong Ray, keluar kamarnya.
" Jangan lama lu, kalau mau lanjut nanti aja, kamu ada tamu spesial. " Ucap Ray berlalu pergi.
" Rese lu. " Ucap Kenan sambil menutup pintu sedikit keras.
Kenan kembali masuk, sudah tidak melihat Diva ditempat tidur, Kenan segera menuju ke walk in closed sambil menunggu Diva selesai mandi.
" Akhhh..." Kenan merasa prustasi karena birahinya tidak kesampaian, dan menarik rambut nya sendiri.
Diva keluar kamar Hanya menggunakan jubah mandinya, mendapati Kenan tampak prustasi.
" Kamu kenapa ?" Tanya Diva berjalan ke arah lemari di walk in closed itu.
Kenan langsung memeluk Diva dari belakang.
" Yank... nanti malam kita lanjut ya. " Ucap Kenan menenggelamkan wajahnya di leher Diva.
" Emmmm..." Jawab Diva.
" Kamu mandi gih, teman kamu nungguin kamu dibawah. " Ucap Diva sambil mengambil baju di lemari.
Kenan melepaskan pelukannya kemudian mencium kening Diva, dan berlalu kekamar mandi.
Lima belas menit kemudian Kenan selesai mandi dan langsung memakai pakaian yang sudah disiapkan Diva.
setelah berpakaian Kenan dan Diva segera turun, karena mereka juga merasa sangat lapar.
jangan lupa
like
vote
coment
🤗🤗🤗🤗🤗🙏🙏🙏🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 368 Episodes
Comments