" Assalamualaikum " salam Kenan diva bersamaan.
" walaikumsalam " Jawab mereka yang ada di ruang tamu.
" Yah, Bun, kami langsung ke kamar ya. " pamit Diva.
" Kamu duluan aja, nanti aku nyusul. " sahut Kenan duduk di samping Arka, yang sibuk main game, di ponselnya.
" Emmmm... ok..." jawab Diva mengangkat bahunya, dan berlalu ke kamarnya.
" Nan, kamu sakit Nak ?" Tanya Bunda Hani melihat menantunya terlihat murung.
" Aku tidak apa-apa Bun " Jawab Kenan tersenyum yang dipaksakan.
" Kak Arka, main game apa ?" Tanya Kenan, kepada Arka.
" ML ( mobile legend ), kamu bisa main ?" tanya Arka balik.
" Bisa kak, aku juga biasa main itu, Bagaimana kalau kita Mabar, mumpung belum magrib ?" Ucap Kenan.
" Ok...kita mainnya di belakang aja yuk.." sahut Arka, dan berjalan menuju arah belakang di gazebo dekat kolam ikan, di ikuti dengan Kenan.
Tak terasa waktu magrib tiba, dan mereka menghentikan permainan nya. mereka ke kamar masing-masing buat siap-siap Untuk sholat berjamaah.
karena kebiasaan keluarga Fikram setiap magrib mereka selalu melakukan sholat berjamaah.
Kenan yang melihat Diva duduk di sofa sambil menonton kartun.
Kenan Langsung masuk kedalam kamar mandi setelah mengambil pakaian di lemari, tanpa berbicara sepatah katapun.
Diva yang melihat Kenan dingin kepadanya, merasa bingung, karna Kenan seperti itu saat mereka pulang dari pasar, padahal sebelumnya mereka baik-baik Saja, semenjak perjalanan tadi Kenan selalu diamin Diva.
" Kenan kenapa ya, kanapa dia jadi dingin ke gue, apa gue ada salah. " Batin Diva
Kenan keluar dari kamar mandi, dengan pakaian lengkap, siap-siap untuk sholat berjamaah.
Kenan langsung keluar kamar tanpa menghiraukan Diva.
" Tuh... kan aneh. " batin Diva.
Diva segera siap-siap untuk sholat magrib berjamaah, segera turun mengikuti Kenan yang sudah duluan turun.
mereka melakukan sholat magrib berjamaah dengan di imammi pak fikram.
setelah mereka sholat magrib mereka semua sudah kumpul di ruang makan untuk makan malam.
" sayang kamu ambilkan makanan buat suami kamu. " sahut Bunda Hani kepada putrinya.
" Kenan bisa ambil sendiri kok Bun. " Ucap Kenan.
" Tidak baik seperti itu, Nak. sebagai istri dia harus Bisa melayani suaminya. " ucap Bunda Hani, duduk Kembali, setelah mengambil kan makanan buat suaminya.
" Kamu mau makan apa ?" Tanya Diva kepada Kenan, yang sudah berdiri dan mengambil piring yang di depan Kenan.
" Sayur asam sama ikan goreng aja, sama sedikit capcay. " jawab Kenan.
Diva segera mengambil kan buat Kenan, Kenan terus melihat ke arah Diva.
" Ini, silakan di makan. " sahut Diva meletakkan piring yang sudah di isi nasi dan lauk pauk yang di inginkan Kenan.
" Terimakasih " jawab Kenan.
setelah mereka menyelesaikan makan malam mereka, mereka kembali ke kamar masing-masing.
Di kamar Diva dan Kenan
" Nan, kenapa kamu jadi dingin dan cuek ke aku, semenjak di perjalanan tadi, kamu selalu nyuekin aku. ?" Tanya Diva setelah melihat Kenan duduk di sofa di samping sofa yang di duduki Diva.
" Tidak ada apa-apa, Aku lagi capek aja. " jawab Kenan dingin.
" Apa aku ada salah, atau kamu lagi ada masalah ?" tanya Diva pindah duduk di samping Kenan.
" Apa aku ada salah, katanya ? Apa dia tidak merasa bersalah, dia sudah punya suami, dan dia masih saja menjalin hubungan dengan kekasihnya. " Batin Kenan.
" kamu tidak ada salah. Jawab Kenan. Kenan melanjutkan main game di ponselnya, dan tidak menghiraukan Diva, yang disampingnya.
" aku mau sholat isya, kamu tidak sholat, ? sahut Kenan dingin beranjak ke kamar mandi untuk wudhu.
" Iya kita sholat jama'ah. " Jawab diva.
setelah mereka sholat, Kenan langsung membaringkan badannya di tempat tidur king size mereka.
" Nan, kamu kenapa sih ?" kalau kamu tidak suka dengan Pernikahan ini, kamu bisa ninggalin aku, tapi kamu jangan diam aja seperti itu, aku tau aku bukan cewek yang seperti kamu inginkan, aku tau aku bukan cewek yang cantik dan anggun. tapi bisakah kamu bicara baik-baik, karena sejujurnya aku tidak mengerti dengan sikap mu itu, yang terkadang manis, dan juga dingin seperti saat ini. " Ucap Diva dengan air matanya sudah tumpah ruah.
" Walaupun Aku cewek bar-bar tapi aku juga punya perasaan, Nan. " Ucap Diva menekankan kata-katanya langsung membaringkan badannya membelakangi Kenan.
Kenan yang mendengar ucapan Diva, sambil menangis seperti itu Kenan merasakan sangat sakit di hatinya, melihat orang yang dicintainya, menangis seperti itu.
Kenan langsung memeluk diva dari belakang,
" Maafin aku Div, aku salah sudah bersikap seperti itu, maafin aku, " ucap Kenan memeluk erat tubuh Diva sangat erat.
" besok akan saya jelaskan semuanya. tapi sekarang kamu istirahat dulu, karna besok kita harus berangkat pagi-pagi ke kota xx, toko Distro kita disana ada masalah yang harus aku tangani.
" Div, aku tidak ada masalah dengan kamu, tapi ada suatu hal yang harus kamu pilih, tapi tunggu besok pagi saja ya, soalnya kita harus istirahat, dan kamu harus percaya, bahwa aku tidak pernah menyesali Pernikahan kita.
" Div, apa kamu percaya kalau aku menyayangimu " ucap Kenan membalikkan tubuh Diva agar menghadap di dirinya.
Kenan yang melihat Diva masih menangis, mengusap air mata diva menggunakan ibu jarinya. dan langsung memeluk nya.
" Kamu istirahat ya " Ucap Kenan mengusap punggung Diva dan mengecup kening Diva.
Diva hanya menganggukkan kepalanya, tidak lama Diva tertidur diperlukan Kenan.
" Aku akan membahagiakan kamu, Div, aku akan melakukan apapun demi bisa mendapatkan hati kamu. " Batin Kenan.
Kenan pun memejamkan matanya, dan tidak butuh waktu lama kenanpun tertidur, sambil memeluk Diva.
Ke esokan harinya Diva bersiap-siap untuk berangkat ke kota xx.
Kini Diva bersiap-siap di depan meja riasnya memoles sedikit krim diwajahnya, dan sedikit liptin.
Diva kaget saat melihat kenan keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk yang melilit hanya batas pinggang hingga di atas lutut saja, hingga memperlihatkan dada bidang Kenan.
" Ka...kamu ngapain tidak pake baju kamu di dalam. ?" Tanya Diva gugup tanpa melihat kearah Kenan karena malu, dan kini muka Diva sudah memerah.
" Aku lupa tadi. " jawab Kenan enteng.
Kenan yang melihat wajah memerah Diva, berniat untuk menggoda Diva.
Kini Diva berdiri berniat keluar kamar, Kenan langsung menarik tangan tangan Diva, mendorong Diva jatuh ketempat tidur mereka, kini posisi Kenan berada di atas Diva, Kenan terus menatap Diva, Kenan mengecup bibir Diva lama tanpa m****** bibir Diva, Kenan yang berniat hanya menggoda Diva membuat Kenan terbawa suasana, Kenan m****** bibir Diva.
" Astagaaaa firtskiss gue..." Batin Diva.
Kenan merasa Diva tidak merespon atau penolakan dari Diva, sedikit menggigit bibir bawah Diva, membuat Diva refleks membuka mulutnya, Kenan m****** dan mengabsen setiap rongga mulut Diva. Diva yang sudah terbawa suasana kini mencoba membalas ciuman Kenan, walaupun masih terasa kaku karena baru melakukannya. Kenan menuntun tangan Diva mengalungkan tangan Diva di lehernya.
mereka berciuman sangat lama, Kenan merasa Diva mulai kehabisan nafas segara melepaskan ciumannya.
Kenan mengecup kening Diva
" Terimakasih karena kamu sudah menerima ku. " Ucap Kenan, memeluk erat tubuh Diva yang masih dibawah nya.
Diva membalas pelukan Kenan tak kalah erat.
" Apa kamu akan meninggalkan Kakashi mu demi aku, dan apa kamu masih mencintainya ?" tanya Kenan menatap nanar Diva, kini Kenan menggunakan tangannya untuk bertumpuh di tempat tidur, untuk menahan tubuhnya, agar tidak menindih Diva.
" kekasih, kekasih siapa yang kamu maksud ?" tanya Diva mengernyitkan dahinya.
" Apa yang kamu maksud, Rafa ?" Tanya Diva lagi.
Kenan hanya menganggukkan kepala.
" Hahahaha...., Ada-ada aja kamu. " Ucap Diva menggelengkan kepalanya.
" Kenapa kamu tertawa, apa ada yang salah. " Kesal Kenan karena Diva mala menertawakan nya, tanpa menjawab pertanyaan nya.
" Apa karena kemarin kamu cemburu, sampai kamu bersikap dingin terhadapku ?" Tanya Diva.
" Kamu jawab aja pertanyaan aku tadi. " ucap Kenan tidak menanggapi pertanyaan Diva.
" Rafa itu, bukan siapa-siapa aku, Rafa sahabat aku dari kecil dan sudah menjadi seperti saudara, dulu kami tetanggaan, tapi Rafa, pindah rumah tapi masih dikota ini sih, dan kami tetap satu sekolahan dari waktu Masih SD Sampai SMK, alias sampai sekarang. " Jelas Diva.
" Tapi kenapa kalian panggilan nya sayang-sayangan, dan dia tidak hadir di nikahan kita ?" Tanya Kenan penuh selidik
" Itu mungkin kami sudah sangat akrab, lagian kalau di sekolahan, kami couple goalsnya SMK S. teman-teman kami menjuluki kami seperti itu, karena kami sama-sama jahil, dan sangat bar-bar.
dan jika di sekolahan kami tidak pernah pisah atau bertengkar.
Dan soal Rafa yang tidak hadir di nikahan kita, karena dia, ada di luar kota, karena neneknya sakit parah, baru tadi pagi sampai di kota Z.
Jelas Diva.
" Lagian Rafa juga sudah punya pacar, dan pacarnya juga tau soal kedekatan kami, karena kebetulan dia juga satu sekolah kami waktu SMP. " Sambung Diva.
" Oh..." sahut Kenan ber Oh saja, sambil menganggukkan kepalanya.
" Oh...doang, setelah gue menjelaskan sampai mulut gue berbusa, kamu hanya jawab Oh doang ? " Tanya Diva kesal berusaha mendorong Kenan agar menjauh dari atasannya.
Kenan langsung memeluk erat Diva.
" Aku mencintaimu dari pertama aku melihatmu. " Ucap Kenan, kembali bertumpuh tangan di tempat tidur, masih berada di atas Diva, Kenan merasa sangat lega karena selama ini dia hanya salah paham.
" Kenapa kamu baru mengatakan nya ?" Tanya Diva
" Karena aku pikir kamu pacaran dengan Rafa." jawab Kenan
" Dasar b****. Sahut Diva.
" Aku juga mencintaimu, " sambung Diva menatap Kenan.
Kenan yang mendengar itu tanpa aba-aba langsung mengecup bibir Diva tanpa m******nya.
Disaat bersamaan pintu kamar mereka terbuka.
" Astagfirullah... Kalian kebiasaan tidak mengunci pintu sebelum kalian mau melakukan itu. " Sahut Arka yang membelakangi mereka.
" Ini tidak seperti yang elu pikiran, pikiran elu aja yang mesum, lu salah paham." Ucap Diva.
" Salah paham gimana, jelas-jelas gue liat mata kepala gue sendiri ?" tanya Arka.
" pokoknya elu salah paham, sana pergi lu, jauh-jauh dari kamar gue, hus... hus...." Usir Diva mendorong tubuh Arka keluar kamarnya.
" Cieeee....ngusir, mau lanjut yang tadi ya. " Ejek Arka masih berdiri depan kamar Diva, sambil menaik turun kan alisnya.
" Tau ah, sana lu pergi..." Ucap Diva kesal melihat Tingkah kakaknya.
" cieeee... cieeeee..." Ucap Arka segera turun.
Diruang makan, disana sudah ada bunda, dan ayah Fikram. tidak lama Arka datang dan langsung duduk di sebelah bundanya.
" Diva sama Kenan mana kak ?" Tanya bunda Hani kepada putranya sulungnya.
" Lagi lanjutin yang tadi. " Jawab Arka.
" Lanjutin apa maksudmu, kak ?" Tanya Bunda Hani bingung.
" Bunda kayak tidak tau aja, pengantin baru. " Ucap pak Fikram.
" Tuh...Ayah tau, mereka lanjutin baut nyet....." Ucapan Arka terhenti karena Diva menonyor kepala Dari belakang.
" Jangan percaya sama orang jones Bun. " Sahut Diva masih berdiri dibelakang Arka.
" Sakit Oge , gue nggak jomblo ya.." Ucap Kenan kesal, karna diva selalu saja menyebutnya jones.
" Tidak lama lagi kak Vara mutusin elu, kak Farah pasti khilaf dan sangat menyesal menerima elu jadi pacarnya.
Arka yang mendengar perkataan Diva langsung melempar Diva potongan sosis yang di piring nya.
" Sudah-sudah, tidak baik bertengkar di depan makanan. " Sahut pak fikram melerai kedua bersaudara itu.
Seketika Arka maupun Diva, diam dan makan sarapan mereka dengan tenang.
" Kalian jadi ke kota xx hari ini ?" tanya pak Fikram.
" Jadi yah, kalau bisa kami mau minta tolong kak Arka mengantar kami ke bandara. " Ucap Kenan melihat ke arah Arka.
" kalian tidak jadi bawah mobil sendiri ?" Tanya Arka, karena rencana sebelumnya mereka akan berangkat menggunakan mobil.
" Tidak jadi kak, karena aku harus secepatnya menyelesaikan masalah di Distro.
" Jam berapa kalian berangkat ?" Tanya Bunda Hani.
" Setelah kami sarapan Bun. " Jawab Kenan.
Beberapa menit kemudian mereka selesai dengan sarapannya, kini mereka sudah berada di depan rumah keluarga Fikram.
" Nan, nitip Diva ya sayang. " Ucap Bunda Hani
" Iya Bun, pasti. " Jawab Kenan.
Kalian hati-hati kalu sudah sampai kabari kami, dan titip salam ayah, ke ayahmu, nan." Ucap Fikram.
kami berangkat dulu Yah, Bunda. " Pamit Diva mencium punggung tangan orang tuanya di ikuti Kenan.
Arak yang mengantar adiknya kebandara ikut menyalimi tangan kedua orang tuanya.
satu setengah jam perjalanan, mereka sampai di bandara.
" Nan, aku langsung cabut ya, soalnya aku ada janji, kamu harus sabar punya istri kek macan ." Ucap Arka melirik ke arah Diva.
" Tenanoaja kak aku udah punya stok sabar yang banyak. " Jawab Kenan tersenyum.
" Terimakasih kak, udah mau repot-repot ngantarin kita. " sambung Kenan.
" Iya, Woi adik laknat, gue cabut ya, hati-hati lu di kota orang, jangan bar-bar." Ucap Arka.
" pergi lu, gue nggak kenal lu..." Ucap Diva menatap sinis kakaknya.
Arka meninggalkan mereka, dan mereka segera masuk karena pesawat mereka, sebentar lagi, berangkat.
saat mereka dibandar
saat di dalam pesawat
( Anggap aja ini mereka lagi didalam pesawat ).
sambil berpegangan tangan saat tidur
Terimakasih kasih para readers, kata paling banyak di episode ini
jangan lupa like, komen dan vote,
dua ribu kata
salam kenal 🤗🤗🤗🙏🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 368 Episodes
Comments
Najma Fakhira
ngk usah dikasih foto.. biar makin penasaran cerita nya
2022-01-28
0
Susilawati Dewi
soo sweet.
2021-06-30
1
Likah Cr
mulai seru ceritanya
2021-06-28
0