Dalam perjalanan Kenan maupun Diva hanya diam, mereka sibuk dengan diri mereka masing-masing, Diva sibuk dengan ponselnya, sedangkan Kenan sibuk mengemudi sambil memikirkan hubungan Diva dengan Rafa.
" Apa kamu sudah makan ? " Tanya Kenan membuat Diva menoleh ke arahnya karena kaget dengan pertanyaan Kenan tiba-tiba.
" Ah... Belum. " Jawab Diva kaget.
" Gimana kalau kita makan dulu nggak apa-apakan ? " Tanya Kenan.
" Kamu arahin aja tempat makan yang menurut kamu bagus. " Ucap Kenan lagi.
" Kok Gue ? " Kan elo yang ngajak makan. " Tanya Diva.
" Aku belum tau daerah sini, dan tempat makan yang enak, kamu kan orang sini jadi kamu pasti tau dong. " Jawab Kenan.
" Oh...Pas depan komplek perumahan, kamu lurus aja, trus belok kiri, nah disitu ada Cafe, disitu makanannya enak-enak. " Terang Diva.
Setelah sampai di Cafe Kenan memarkirkan mobilnya, setelah memarkirkan mobil mereka langsung masuk sambil jalan beriringan.
" Elo mau pesan apa ? " tanya Diva setelah melihat menu.
" Terserah kamu aja, aku nggak pilih-pilih makan kok, lagian aku juga belum tau menu apa yang enak di Cafe ini. " Sahut Kenan.
Diva memesan chicken crispy dan Ice drink.
" Masing-masing dua ya" Ucap Diva kepada pegawai cafe tesebut.
" Silahkan tunggu dulu ya mbak. " Sahut pegawai tersebut.
" Kalau bisa cepat mbak ya, soalnya baru pulang tempur ni otak gue, butuh tenaga lagi." Pinta Diva tanpa ada rasa malu di hadapan Kenan.
Kenan yang melihat tingkah Konyol Diva hanya geleng-geleng kepala dan tersenyum.
chicken crispy
Ice drink
Sepuluh menit kemudian, pesanan merekapun datang, Diva sebenarnya memang sangat lapar langsung memakan makanannya tanpa mempedulikan Kenan yang memperhatikan cara makan Diva yang sama sekali cuek dengan sekitar, dia makan dengan lahap.
Kenan yang melihat cara makan Diva tersenyum.
" Kalau di perhatikan Diva cantik, beda dari cewek - cewek yang suka jaim di depan cowok. " Batin Kenan.
Kenan yang melihat sisa mayonaise di sudut bibir Diva langsung mengusapnya menggunakan ibu jarinya.
Diva yang kaget atas perlakuan Kenan dan langsung melihat kearah Kenan, sesaat pandangan mereka bertemu.
" deg...deg...deg....jantung keduanya berdetak lebih kencang, seakan jantung mereka mau loncat keluar.
"perasaan apa ini, padahal kalau di dekat Sarla gue nggak merasa seperti ini, apa gue benar-benar jatuh cinta kepada Diva, tapi masa secepat ini, ah... nggak mungkin. Batin Kenan terus memandangi Diva,
Diva baru menyadari langsung memalingkan pandangannya ke arah lain, sedikit salah tingkah.
" Eh....sorry. " Sahut Kenan.
" Iy..Iyya nggak apa-apa. " Jawab Diva gugup.
Kenan yang melihat Diva telah menyelesaikan makanan nya, langsung mengajaknya untuk pulang, karena sudah terlalu sore.
Lima menit perjalanan mereka sudah sampai depan rumah Diva, Diva langsung turun dari mobil Kenan, disusul Kenan yang ikut turun.
" Div, em... Boleh minta no ponsel kamu ? " Tanya Kenan ragu-ragu.
" Oh...Ini, jawab Kenan dan memberikan ponselnya kepada Kenan.
" Aku Minta nomor nya Div, bukannya ponsel kamu. " Ucap Kenan.
" Ya...Elo hubungi aja ponsel lo, pake ponsel gue, soalnya gue nggak hafal nomor ponsel gue, sahut Diva nyengir.
" Ck...Dasar cewek bar-bar nomor ponael aja nggak bisa kamu hafal. " Decak Kenan sambil menyimpan nomor ponsel Diva di ponselnya.
" Nih udah gue save. " Sahut Kenan mengembalikan ponsel Diva.
" Bukannya gue nggak bisa hafal, tapi gue males aja, " Ucap Diva sedikit kesal karna ucapan Kenan, yang menggap bahwa dirinya bar-bar, dan tidak bisa menghafal.
" Ya udah, aku pulang dulu, makasih. " Ucap Kenan langsung membalikkan badannya.
" Nggak masuk dulu ? " Tanya Diva.
" Lain kali aja udah sore soalnya. " Jawab Kenan dan melangkah masuk kedalam mobilnya.
Setelah Diva masuk kedalam rumahnya, Diva tidak melihat Bundanya, kalau Arka dan Ayahnya, pasti masih dikantor.
" Bi...bibi..." Panggil diva kepada bi'Asih.
" Bi' Bunda kemana ? " Tanya Diva setelah melihat Bi' Asih keluar dari arah dapur.
" Ibu kerumah temannya non, katanya ada acara. " Jawab bi' Asih.
" Non, mau makan apa, biar bibi siapkan ? " Tanya bi'Asih.
" Nggak usah bi', saya sudah makan diluar tadi, saya mau langsung istirahat saja . " Sahut Diva sambil berjalan menuju arah tangga rumahnya, kamar Diva berada di lantai dua.
Sesampainya di kamar Diva langsung membersihkan badannya yang sudah sangat lengket, karna berada di luar rumah seharian. Setelah membersihkan badannya Diva merebahkan tubuhnya di atas kasur king size, karna Diva sudah merasa sangat lelah seharian di luar Diva pun terlelap.
Bersambung....
jangan lupa tinggalkan jejak
Like
Coment
Vote
🤗🤗🤗🙏🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 368 Episodes
Comments
As Ia🦄
dari sekian minggu gk bisa login akhir nya bisa login lagi dan terusin baca novel satu ini..
semangat kak😁
2021-06-23
0
Hijrah Syukur
seru ni😁
2020-12-13
1
Anggita Azwina
sampai disini dulu ya kk baca malam ini... besok2 kaka sambung bab selanjutnya. ceritanya seru bikin penasaran.. semangat up terus ya.. salam hangat dari Gadis Bermata Bening Itu Istrimu.
2020-11-22
1