Kini Kenan tengah duduk bersandar di sofa kamar mereka, dengan menengadahkan kepalanya keatas sambil memejamkan matanya, Sambil menunggu Diva yang berada dikamar mandi untuk bergantian, berganti pakaian.
Lima belas menit kemudian Diva keluar kamar mandi yang sudah nampak segar dengan pakaiannya sudah di ganti dengan piama tidur, Diva yang melihat Kenan memejamkan matanya sambil menengadah keatas, Diva merasa ragu untuk membangunkan Kenan yang terlihat tertidur.
" Apa gue harus membangunkannya, tapi kalau tidak di bangunkan nanti yang ada badannya pada sakit-sakit, dia juga belum bersih-bersih dan berganti pakaian, ya udah lebih baik gue coba membangunkannya. " Batin Diva.
Diva berjalan menghampiri Kenan yang tengah tertidur berniat membangunkan Kenan.
" Nan...Kenan bangun aku udah selesai. " Ucap Diva sambil menggoyangkan lengan Kenan.
Kenan yang merasa tidur nya terganggu lansung terbangun.
" Kamu udah selesai ?" Tanya Kenan melihat Diva berada di depannya.
" Udah " Jawab Diva dan melangkah menuju tempat tidur bersiap untuk tidur.
" Kamu udah mau tidur ?" tanya Kenan karna melihat Diva beranjak naik ketempat tidur, dan memperbaiki posisi bantalnya.
" Udah, gue capek banget. " Jawab diva merebahkan tubuhnya yang terasa sangat lelah, dan menarik selimut sampai kelehernya.
" Nanti kalau udah selesai, kalau udah mau tidur tolong lampunya lu matikan, soalnya gue tidak bisa tidur kalau ada sinar lampu. " sambung Diva saat melihat Kenan mengambil pakaian tidurnya di lemari. Diva merubah posisinya membelakangi sisi tempat tidur Kenan.
Sepuluh menit kemudian Kenan keluar dari kamar mandi, karena sudah merasa sangat lelah, langsung merebahkan tubuhnya di samping Diva.
beberapa saat, Kenan bangun kembali, karna lupa untuk mematikan lampu, seperti yang di ucapkan Diva, dan kembali merebahkan tubuh di samping Diva, Kenan yang belum bisa tidur, Kenan menatap langit-langit kamar yang hanya di terangi lampu tidur yang menyala di atas nakas di sampingnya, karna lampu tidur disamping Diva, sudah Diva matikan, hanya lampu tidur yang disamping Kenan yang menyala, karna itu tidak membuat silau disisi Diva.
" Gue tidak pernah menduga, gue sekarang seorang suami, diumur gue yang masih belasan tahun, bahkan belum memiliki ijazah tingkat SMA, apakah gue bisa bertanggung jawab kepada istriku kelak. " Batin Kenan memiringkan badannya menghadap punggung Diva, dengan guling di tengah-tengah mereka, yang disimpan Diva sebelum Diva tidur.
" Apa kamu bisa menerima ku sebagai suami kamu, Apakah kamu akan meninggalkan kekasih kamu, hanya demi aku ?" gumam Kenan yang menatap nanar punggung Diva.
Setelah Kenan berucap seperti itu, diaencoba untuk tidur karena dia juga sudah merasa sangat lelah karena acara pernikahan nya tadi pagi hingga larut malam, tanpa merubah posisi tidurnya yang menghadap arah punggung Diva yang tengah membelakangi nya.
" pacar, pacar gue, siapa yang dia maksud pacar gue, apa selama ini iya benar mengira kalau Rafa pacar gue beneran. ?" Batin Diva saat ini Diva terbangun karna merasakan pergerakan Kenan yang naik ketempat tidur, dan berbaring di sampingnya, Diva tersenyum mendengar perkataan Kenan barusan.
Diva pun memejamkan matanya kembali, tak lama Diva terlelap.
" Allahuakbar....Allaaaaahu Akbar...." Terdengar suara Adzan subuh dari masjid kompleks perumahan mereka yang sedang berkumandang, pertanda waktu sholat subuh.
Kenan yang mendengar suara adzan subuh, segera bangun menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu untuk menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim.
setelah beberapa menit Kenan keluar, dan mendapati Diva menggeliat di tempat tidur, Kenan sengaja tidak menyalakan lampu karena takut Diva terganggu. namun Diva sudah terbangun.
Kenan tidak menghiraukan Diva yang sedang merenggangkan otot-otot Nya yang terasa kaku karena baru bangun tidur, dengan gerakan tangannya di angkat di atas kepala.
Kenan masih canggung untuk menyuruh Diva.
" Kamu udah mau sholat, terus kenapa lampunya tidak kau nyalakan. " tanya Diva heran karena melihat Kenan tidak menyalakan lampu di kamarnya, hanya terlihat lampu tidur disisi tempat tidur Kenan.
" Iya, aku mau sholat, dan soal lampu aku sengaja tidak menyalakan takut kamu keganggu tidurnya, " Jawab Kenan
" Kamu tidak sholat ?" tanya Kenan.
" Sholat, biarpun kamu tidak menyalakan lampunya aku akan tetap terbangun, karena aku mau sholat subuh, tunggu, aku ambil wudhu dulu kita sholatnya barengan. " pinta Diva kepada Kenan untuk sholat jama'ah.
Kenan yang mendengar ucapan Diva yang mau sholat jama'ah, Kenan senyum-senyum sendiri, karena tidak menduga kalau dia akan mengimami istrinya.
Tak lama kemudian Diva keluar dari kamar mandi, dan bergegas untuk siap-siap untuk sholat subuh jama'ah dengan Kenan.
Diva menghampiri Kenan yang tengah duduk di sofa sambil bershalawat menunggu Diva siap-siap.
" Ayo aku udah siap. " Ucap Diva saat sudah berada di depan Kenan yang sudah siap dengan mukenahnya.
Kenan menghentikan sholawat nya bergegas untuk memulai sholat subuh jama'ah perdana mereka.
Kenan sangat bahagia begitupun dengan Diva, walau mereka tidak pernah menduga Pernikahan nya secepat ini, dari waktu yang pernah orang tua mereka tentukan sebelumnya.
" Assalamualaikum warahmatullaah..."
" Assalamualaikum warahmatullah...." Ucap Kenan nengok kanan dan kiri di akhir sholat subuh mereka, dan melanjutkan dengan doa.
setelah do'a Kenan membalikkan badannya ke arah Diva, untuk bersalaman.
Diva pun menerima uluran tangan Kenan dan mencium punggung tangan Kenan, Begitupun dengan Kenan langsung mencium kening Diva lama.
" Aku akan berusaha menjadi suami yang baik dan bertanggungjawab terhadapmu, Aku menyayangi mu, Aku akan menunggu kamu, sampai kamu benar-benar menerima ku sebagai suamimu. " Ucap Kenan dengan bibirnya masih berada depan kening Diva dengan jarak yang sangat dekat.
Kenan kembali mengecup kening Diva, lalu ia berdiri untuk merapikan sajadahnya.
" Aku akan berusaha untuk menerima mu sebagai suami ku dengan ikhlas. " Ucap Diva setelah beberapa saat terdiam karena mendengar ucapan Kenan.
Kenan yang mendengar ucapn Diva, seketika menghentikan aktivitas nya yang sibuk merapikan sajadahnya, dan sarung yang sedang dia lipat untuk dia taruh kembali di lemari khusus untuk pakaian sholat.
" Terimakasih karena sudah mau menerima ku. " Ucap Kenan lansung memegang pundak Diva, kemudian memeluknya.
" Tapi....tapi.... " Ucap Diva ragu untuk melanjutkan ucapannya.
" Tapi apa ?" Tanya Kenan penasaran
" Aku, belum siap untuk itu. " jawab Diva malu malu
" Siap untuk apa ?" Tanya Kenan karena tidak mengerti dengan ucapan Diva.
" Aku belum siap buat bener-bener jadi istri kamu sepenuhnya. " Jawab Diva,
Kenan yang sudah mengerti kemana arah pembicaraan Diva, tersenyum dan tambah mempererat pelukannya, dan berniat untuk menggoda Diva.
" Tapi aku maunya Sekarang. " ucap Kenan
Diva yang mendengar ucapan Kenan, langsung mendorong Kenan, jauh darinya.
Diva segera merapikan mukenah yang iya kenakan tadi, dan segera melangkah ke arah tempat tidur, dan segera merebahkan dirinya, membelakangi posisi tempat tidur Kenan dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
Kenan yang melihat tingkah Diva, ikut merebahkan tubuhnya di samping Diva.
" Kamu sudah mau tidur lagi ? " tanya Kenan
Diva yang pura-pura tidur tidak menjawab pertanyaan Kenan.
Kenan yang tidak mendapat jawaban, ikut masuk kedalam selimut dan memeluk Diva dari arah belakang.
Diva yang merasakan itu, langsung membalikkan badannya menghadap Kenan, membuat jarak antara wajah mereka sangat dekat, membuat pandangan mereka bertemu.
" Ka...kamu mau ng.. ngapain ?" tanya Diva langsung menidurkan tubuhnya.
Kenan yang melihat wajah Diva memerah karena Kenan belum mematikan lampu yang dia nyalakan tadi saat sholat.
Kenan berniat menggodanya dan terus memajukan tubuhnya ke arah Diva, hingga saat ini wajah mereka sangat dekat, sehingga mereka merasakan nafas mereka masing-masing.
Kenan yang melihat Diva memejamkan matanya, tersenyum puas karena sudah menggoda Diva.
" Ada sesuatu di wajah kamu. " Ucap Kenan pura-pura mengambil sesuatu di wajah Diva.
Seketika Diva membuka matanya, mendengar ucapan Kenan.
" Ish... Harusnya kamu bilang, tidak perlu seperti itu. " kesal diva langsung mendorong Kenan menjauh, dan segera berbaring membelakangi Kenan.
" Tadi kamu emang lagi mikirin apa, kenapa kamu memejamkan mata kamu sampai seperti itu ?" Tanya Kenan masih saja menggoda Diva.
Diva yang mendengar pertanyaan Kenan merasa sangat malu, karena Diva pikir Kenan akan menciumnya.
Diva tidak menanggapi ucapan Kenan.
Kenan bangun kembali untuk mematikan lampu, yang masih menyala, dan lanjut untuk berbaring kembali di samping Diva.
" Apa aku boleh memelukmu ?" Tanya Kenan setelah berbaring dan menghadap ke arah Diva yang sedang memunggunginya.
" Emmm.... Tapi kamu jangan macam-macam, kalau kamu masih sayang dengan tangan kamu itu. " Sahut Diva
Kenan segera memeluk Diva dari belakang dan membenamkan kepalanya di celuruk leher Diva, dan itu membuat Diva kegelian.
" Emang apa yang akan terjadi kalau aku macam-macam ?" Tanya Kenan.
Diva yang tambah kegelian karena Kenan berbicara dekat dengan lehernya, dan merasakan hembusan nafas Kenan, tapi Diva berusaha tetap menahannya.
" Aku bisa patahin tangan kamu itu, sampai tak berbentuk. " Jawab Diva.
" Sadis juga kamu yank...Kamu mau punya suami tangannya pengkor. ?" tanya Kenan.
Diva mendengar kata Yank, membuat dia deg-degan,
" Apa aku ada riwayat penyakit jantung, kok jantung gue, kayak lari maraton ya ?" Batin Diva memegang dadanya.
" Yank....kamu belum jawab pertanyaan aku, kamu mau punya suami tangannya pengkor. " Tanya Kenan lagi.
" Gampang Aku tinggal nikah lagi aja. " Jawab Diva.
" Udah kamu tidur gih, aku ngantuk. " Ucap Diva lagi.
" Tapi masak kamu nikah lagi. ?" Tanya Kenan lagi.
Dan itu membuat Diva kesal.
" Mau tidur Nggak, kalau nggak, keluar dan pindah kamu dari sini, kamu tidur di kat kak Arka aja, aku ngantuk banget KENAN. " Ucap Diva kesal dan menekankan kata terakhir.
" Tapi... " Ucap Kenan lagi dan itu membuat Diva bertambah kesal.
" KENAN...." geram diva karena sudah merasa sangat kesal.
" Iyya...iyya... Aku tidur, selamat tidur sayang, semoga mimpi indah. " ucap Kenan namun tak digubris oleh Diva.
Kenan pun memejamkan matanya, karena sudah tidak lagi mendapat jawaban dari Diva, tidak lama mereka pun tertidur lelap, dengan posisi kenan memeluk Diva dari belakang.
Jangan lupa
like
komen, dan
vote
terimah kasih readers, mohon dukungannya salam kenal dari Author yang masih amatir 🙏🙏🙏🙏
🤗🤗🤗🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 368 Episodes
Comments
Susilawati Dewi
lucu juga ya pasangan ini
2021-06-30
0