Setelah mereka sampai di Cafe mereka langsung masuk.
Mereka langsung memesan makanan mereka masing-masing
Diva, Lani, Kiki, dan juga Jova memesan minuman Milk shake.
Hera dan Rafa memesan Ice drink.
sedangkan makanannya para cewek cewek memesan Roti bakar.
Sedangkan Rafa memesan spaghetti karna dia belum sarapan di rumahnya.
Setelah beberapa menit, pesanan mereka pun datang, mereka langsung makan makanannya dengan candaan mereka, diva dan Lani emang dasarnya bar-bar selalu saja membuat lelucon, dan membuat sahabat nya tertawa, sedangkan Rafa Asik memakan makanannya, karna dia lapar sedari tadi.
tanpa Jova sadari karena sibuk dengan ponselnya Diva dan Lani memasukkan saos spaghetti Rafa kedalam minuman Jova, saat Jova meminum minumannya merasa aneh dan mengernyitkan dahinya, Lani yang melihat itu pura - pura tidak tau.
" Kenapa lu Jov, muka lu kok jelek banget gitu ?" Tanya Lani seperti tidak tau apa-apa.
" Kalian berduakan yang ngelakuin ini ?" Tuduh Jova kepada diva dan Lani.
" sorry...jangan marah dong, entar cantik lu ilang, kalau lu udah nggak cantik entar lu Nggak bisa dapat pacar lagi " Ucap Lani tanpa ada rasa bersalahnya.
" Kalian berdua tu, emang rese', " Sahut Jova sambil mengambil minuman Diva.
" Eh...Jova itu minuman gue, terus gue mau minum apa kalau Lu ambil " Sahut Diva saat melihat Jova menyeruput minumannya.
"Noh...sama laki lu..." Jawab Jova lanjut menyeruput minuman diva hingga hampir habis.
" A....yank...aa...sayang buka mulut lu gue suapin." Ucap Rafa sambil menyodorkan sendok penuh dengan spaghetti di depan Mulut Diva, Diva langsung melahap makanan yang disodorkan Rafa.
Sahabat Diva yang melihat Diva makan dan hampir menghabiskan separuh spaghetti Rafa, sahabat nya hanya mencebikkan bibir mereka, bagaimana tidak, karena Diva sudah menghabiskan roti bakarnya, dan mengatakan kalau dirinya sudah kenyang.
Tapi setelah Rafa memberi spaghetti nya seakan dia lupa kalau tadi dia sudah kenyang.
" Katanya udah kenyang, tapi hampir makanan Rafa elu yang habiskan. " Cebik Hera.
" Kata guru ngaji gue, katanya nggak boleh nolak rejeki, Jawab Diva.
" Ngeles aja lu kayak bajai..." Sahut Kiki.
" Bukannya gue ngeles, tapi masa gue mau nolak rejeki dari ayang bebeb gue, iya nggak yank, " Tanya Diva menyikut lengan Rafa yang berada di sampingnya.
" Iya in aja biar cepet. " Jawab Rafa tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel karena dia chattingngan dengan pacarnya.
" Yank, kayaknya gue tidak bisa ngantarin lu de, soalnya sisi minta jemput, nggak apa-apa kan. ?" Tanya Rafa dan menyimpan ponselnya disaku celananya.
" Iyya nggak apa-apa, gue mah gampang, ada yang jemput, bentar gue kirim pesan dulu. " Jawab Diva dan mengambil ponselnya di dalam tasnya, langsung mengirim pesan kepada Kenan.
• Diva
Nan...bisa jemput gue sekarang Nggak, di cafe green dekat pertigaan sekolah gue ??
• Kenan
Emangnya udah pulang, kamu bolos ya ??
• Diva
Nggak hari ini ada rapat, pertemuan para wali murid kelas X dan Xll.
• Kenan
Ok...kamu tunggu sayang 😊😊.
Diva yang melihat chat terakhir Kenan senyum-senyum sendiri.
Teman-teman Diva melihat tingkah Diva yang senyum-senyum sendiri sambil memainkan ponselnya, mereka merasa aneh.
" Div, jujur deh sama kita, itu yang sering ngantar jemput lu, bukan sepupu lu kan ?" Tanya Kiki penuh selidik.
" Iyya Div karna setau gue, lu Nggak punya sepupu laki-laki deh. " Ucap Hera menimpali ucapan Kiki.
Diva nampak terdiam karena ragu sekaligus malu untuk menceritakan semuanya. Diva kemudian menghembuskan nafas panjang dan mulai menceritakan kepada sahabat-sahabatnya soal perjodohannya, dan akan dinikahkan setelah mereka lulus kuliah, tapi dengan syarat Diva dan Kenan di haruskan untuk saling mengenal lebih dulu. Diva juga mengatakan kalau Kenan bukan dari kota Z dan dua hari lagi Kenan kembali kekota Xx.
Sahabat Diva kaget mendengar cerita Diva karena dia telah dijodohkan, tapi mereka merasa senang, karna Sahabatnya tidak dinikahkan secepatnya.
" Terus laki lu yang ini, lu taro mana yank ?" tanya Rafa sok memelas.
" Elu ke laut aja yank, lagian elu juga punya bini pertama, yank." Jawab Diva.
Seketika mereka tertawa mendengar ucapan absurd Diva dan Rafa.
Kenan yang sudah sampai depan cafe green, Kenan menunggu Diva di mobil dan mencoba mengirim pesan kepada Diva.
• Kenan
Aku udah ada di depan.
• Diva
Masuk aja dulu.
• Kenan
Kamu sebelah mana ??
• Diva
Pintu masuk, pas pojok kanan.
• Kenan
👌👌
Setelah Kenan memasukkan ponselnya ke dalam sakunya, Kenan segera masuk kedalam cafe, Semua mata pengunjung di cafe melihat kearah Kenan, seakan Kenan makanan enak yang siap di santap, mungkin karna Kenan menghalangi pintu masuk, sambil mengedarkan pandangannya, atau karna Kenan memiliki wajah yang tampan.
Kenan yang melihat Diva dan teman-temannya berjalan menghampiri meja Diva, belum sampai Kenan di meja Diva, Kenan menghentikan langkahnya, karena melihat Rafa membersikan bibir Diva menggunakan ibu jarinya.
Kenan yang melihat kejadian itu membuat dirinya sakit hati, karena Kenan telah menyadari perasaannya terhadap Diva.
Diva yang tidak menyadari kedatangan Kenan biasa-biasa saja diperlakukan seperti itu oleh Rafa, karena itu memang sering terjadi di antara mereka, begitupun dengan Hera, tapi Hera lebih sering berprilaku dingin kapada Rafa, karna Hera tidak mau semakin mencintai Rafa karna perlakuan manis Rafa dan membuat persahabatan mereka hancur. Maka dari itu Rafa juga sudah terlihat cuek kepada Hera, tapi persahabatan Rafa dan diva memang sedari kecil, berbeda dengan Hera mereka bersahabat setelah mereka baru masuk di bangku SMP.
Rafa sangat perhatian dan menyayangi Diva seperti saudaranya sendiri, begitupun dengan Diva kepada Rafa.
Kenan kembali melangkah yang sempat terhenti sejenak, langsung menghampiri meja dimana diva dan teman-temannya berada.
Teman-teman Diva yang melihat kedatangan Kenan terbengong melihat wajah tampan Kenan, kecuali Lani dan Rafa yang terlihat cuek.
" Hai, Div..." Sapa Kenan menepuk punggung Diva dari belakang.
" Eh...kenan, dari tadi ?" Jawab diva kaget kemudian kembali bertanya, karena Diva tidak menyadari kedatangan Kenan.
" Kaget ya..., kamu tidak sadar aku datang, soalnya kamu sibuk mesra-mesraan dari tadi." Ucap Kenan sambil menatap kearah Rafa dengan tatapan dingin
Rafa yang melihat tatapan dingin Kenan kearahnya, mengerti kalau Kenan melihat perlakuannya tadi terhadap diva, dan Rafa tau kalau Kenan tengah cemburu kepadanya.
" Nan, kenalin merekalah teman-teman gue " Sahut Diva menunjuk kearah teman-temannya yang berada di depannya, dan Kenan berpikir kalau yang cewek-cewek, memang teman diva, tapi kalau Rafa Kenan Masi mengira kalau Diva dan Rafa ada hubungan spesial.
Kenan mengulurkan tangannya ke arah teman-teman Diva.
" Kenan..."
" Gue Lani..." jawab Lani agak bar-bar
" Kenan..."
" Kiki..."
" Kenan..."
" Hera..."
" Kenan..."
" Gue Jova, kalau kamu mau panggil aku ayank beb juga nggak apa-apa, " Jawab Jova centilnya mode on.
Kenan hanya tersenyum menanggapi ucapan Jova.
Jova yang melihat kenan tersenyun, Jova semakin gemes
" kamu kok ganteng banget sih, kamu dikasi makan apa sama calon mama mertua yank. " Ucap Jova tambah menjadi-jadi.
" Dikasi makanan basi " Jawab Diva karna jengah melihat kelakuan Jova yang kecentilan.
Rafa menyambut uluran tangan Kenan, yang telah Kenan ulurkan kedepan Rafa.
" Hai, bro... Gue Rafa, lakinya Diva. " Ucap Rafa sengaja memanas-manasi Kenan, dan itu berhasil, terlihat dari muka Kenan yang kini memerah menahan kesal.
" Kenan..." Ucap Kenan kepada Rafa dengan tatapan dingin dan datar.
" sayang, aku pulang duluan ya, udah ditungguin soalnya. " Sahut Rafa merangkul pundak Diva dan mengedipkan sebelah matanya.
Diva yang di perlakuan seperti itu cuek-cuek saja.
" Bro gue cabut dulu ya, jagain diva..." Ucap Rafa menepuk punggung Rafa dan berlalu meninggalkan cafe tersebut.
" Raf, kamu hati-hati nanti aku chat soal yang tadi. " Teriak Diva dan hanya dibalas acungan jempol oleh Rafa tanpa membalikkan badannya.
" Giliran sama tuh orang, Aku-Kamu, giliran ke gue, elo-gue. " Gumam Kenan dan masih bisa didengar oleh diva namun tidak jelas.
" lu bilang apa, Nan ?" Tanya Diva.
" Ngakak ada apa-apa kok, yuk pulang . " Jawab Kenan dan mengajak Diva pulang.
Diva pamit kepada para sahabatnya, karena Kenan sudah jalan keluar cafe.
" Div, Kayaknya Kenan cemburu liat lu, Ama laki lu. " Ucap Kiki yang sedari tadi memperhatikan Kenan.
" CK...nggak tau gue, gue cabut dulu ya, bay...." Diva hanya berdecak menanggapi perkataan Kiki, dan berlalu meninggalkan para sahabatnya.
Sesampainya di mobil Diva langsung masuk. Selama perjalanan mereka, hanya keheningan yang terjadi di dalam mobil Kenan, Kenan yang merasa cemburu dan kesal melihat kedekatan Diva dan Rafa.
Kenan benar-benar salah paham, mengira Diva dan Rafa sepasang kekasih, karna mendengar ucapan Rafa, saat memperkenalkan diri.
Dua puluh menit perjalanan, mereka sudah sampai depan rumah Diva, Diva yang ingin segera turun lengannya di tahan oleh Kenan.
" Besok malam kita jalan yuk, besok kan malam Minggu, lagian besok, malam terakhir aku dikota Z, dan aku nggak tau kapan lagi akan kesini. itung-itung malam perpisahan kita sebelum kita nggak tau kapan akan ketemu lagi.
" Mau kemana...? Tanya Diva.
" Terserah kamu " Jawab Kenan
" Ok..."
" Jam 7 aku jemput..." ucap Kenan.
Diva mengagukkan kepalanya lalu bergegas masuk kerumahnya, setelah Diva benar-benar sudah masuk kerumahnya, Kenan melajukan mobilnya untuk segera pulang.
Like
coment
Vote
🤗🤗🤗🙏🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 368 Episodes
Comments
Susilawati Dewi
knp hrs blng lakiya dia emang udh nikah
2021-06-30
0
Siti Suhaerah
baca novel ini berasa ABG lagi Thor
2021-04-21
1
Anggita Azwina
aku mampir lagi nih thor bawa like... liat pesanan rafa jd ngikler....
salam manis dari gadis bermata bening itu istriku.
2020-12-08
0