Setelah jam pelajaran selesai mereka ke kantin, setibanya di kantin mereka langsung duduk ditempat agak pojokan.
" Eh Div elo mau persen apa ? " Tanya Lani
" Gue bakso sama es Teh satu, udah itu aja. " Jawab Diva.
" Kalau kalian ? " Tanya Lani kepada Hera dan Jova yang sibuk memainkan ponsel masing-masing.
" Kita samain aja kayak punya Diva. " Jawab Jova, tanpa mengalihkan pandangannya dari ponselnya.
" Ckk... Kalian kalau udah di depan ponsel aja kek planet kalian di Mars aja, serasa hanya kalian yg tinggal di sana. " Ucap Lani kepada kedua sahabatnya itu yang hobinya stalking Ig orang, apalagi tu si Jova suka ngintip sosmed Arka.
" Udahlah Lan, kek nggak tau aja Lo sama mereka, buruan kita persen entar keburu masuk kita. Sahut Kiki.
Tak lama Lani dan Kiki datang disusul pak Maman penjaga kantin mengantar pesanan mereka.
Mereka sedang asyik makan, tiba-tiba seseorang datang menghampiri mereka, orang yang selama ini suka dengan Diva, namun Diva selalu mengacuhkannya.
" Div, pulang bareng gue yuk, gue liat lo nggak bawa motor. " Ucap Daffa yang sudah duduk di depan Diva.
Orang yang selama ini suka dengan Diva, bahkan Daffa pernah menyatakan persaan nya, tapi Diva menolak, alasannya dia malas buat pacaran.
" Nggak bisa gue, gue di jemput soalnya. " Jawab Diva.
" Tumben nggak bawah motor, motor lo rusak ? " Tanya Daffa
" Gue ada bengkel kenalan kerjanya bagus." Sambung Daffa.
" Motor gue nggak kenapa-kenapa Daf, tapi tadi gue bareng sepupu gue. " Jawab Diva.
" Oh... Kalau gitu gue cabut ya Div, dah..." Pamit Daffa langsung berlalu keluar kantin.
" Eh....Daf Lo nggak ngajak gue pulang bareng ? " Teriak Hera kepada Daffa namun Daffa sudah tidak terlihat.
Setelah mereka selesai makan mereka masuk kekelas, menunggu jam pelajaran selanjutnya.
Tiba-tiba ketua kelas mereka memberi Info kalau guru Mapel tidak masuk karna sakit.
Karena jam Mapel kosong dan tidak ada tugas, mereka hanya tinggal dalam kelas.
Emang dasar Diva bar-bar+jahil, Diva menjahili teman kelasnya dan membuat keributan, Diva melempari teman-teman kelasnya menggunakan kertas yang sudah Diva bentuk seperti bola, dan terjadilah Diva dan teman-teman sekelasnya saling kejar-kejaran sambil berperang gumpalan kertas.
" Eh Div, dari pada Lo ribut dikelas mending lo keluar aja deh, ganggu yang lain lagi belajar. " Sahut Vira juara kelas sekaligus ketua kelas di kelas Diva.
" Yeh....Elo tuh ya udah pintar, ngapain elu susah-susah belajar, mending lo gabung sama kita, elo nggak bosen apa liat buku mulu, gue aja bosen. " Sahut Diva tanpa menghiraukan ucapan Vira, dan melanjutkan peran kertas bersama teman-teman lelakinya.
" Yeh... waktunya pulang man-teman Jum kita pulang." Sahut Lani yang mendengar bel pulang sekolah.
Diva dan teman-temannya berlalu meninggalkan kelas.
" Sayang... Tungguin woi, panggil sahabat Diva sedari kecil, dan partner rusuh Diva saat disekolah, yang bernama Rafa.
Mereka jalan keparkiran saling beriringan sesekali mereka terdengar tertawa karna candaan Diva dan Rafa.
Diva dan Rafa jalan dan tangan Rafa merangkul pundak Diva, sedangkan Hera, Kiki, Lani,dan juga Jova di belakang mereka.
Diva tidak menyadari kalau sedari tadi Kenan melihatnya bersama Rafa yang begitu Akrab.
Saat Diva sampai di parkiran ia melihat mobil Kenan sudah berada depan gerbang sekolahnya.
Diva langsung pamit kepada teman-temannya yang mengambil kendaraannya masing-masing.
" Gue duluan ya, jemputan gue udah datang tu." Sahut Diva kepada sahabatnya, menujuk ke arah mobil Kenan.
Setelah sampai depan gerbang, disaat itu juga Rafa sampai di depan gerbang dan menghentikan motornya didekat mobil Kenan.
" Sayang jangan lupa besok ya. " Ucap Rafa dan segera melajukan motornya.
" Ok Say.... Teriak Diva dan mengacungkan jempolnya, karna Rafa sudah melajukan motornya kembali.
Diva langsung masuk kedalam mobil Kenan yang sedari tadi menunggunya. Kenan yang melihat interaksi Diva dan Rafa tadi, Kenan hanya diam dengan muka datar dan dinginnya.
Setelah Diva memasang seetbeltnya Kenan langsung menjalankan mobilnya tanpa berkata.
" Udah lama nunggunya ? " Tanya Diva memecahkan keheningan.
" Nggak juga, tadi itu teman-teman kamu semua ? " Tanya Kenan penuh selidik tanpa mengalihkan pandangannya, yang tetap fokus mengemudi.
" Iyya, yang cewek-cewek tadi semua sahabat gue. " Jawab Diva
" Oh... Kenan hanya ber Oh saja menanggapi ucapan Diva.
"Jadi yang cowok tadi pacarnya, pantes aja sayang-sayangan. " Batin Kenan.
Kenan mengira, kalau Rafa pacar Diva karna terlihatan sangat dekat apalagi saling pangilan sayang.
Diva dan Rafa memang sudah sangat akrab bahkan sudah sangat dekat, dan teman satu sekolahnya sudah menganggap mereka pasangan yang cocok atau couple goalsnya SMK Z, maka dari itu Diva dan Rafa sekalian mengubah panggilan mereka dengan sebutan sayang.
Lagian Rafa sudah memiliki kekasih dari sekolah lain.
Bersambung....
Maaf kalau alurnya masih kacau, maklum saja penulis pemula, dan masih amatir.
mohon kritik dan sarannya.
jangan lupa tetap dukung Author
Like
Coment
Vote
🤗🤗🤗🙏🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 368 Episodes
Comments
Susilawati Dewi
jadi di kira pacarya
2021-06-30
2
HaeriahA
hm..hm
2020-10-02
2