Di kediaman keluarga Fikram
Pak Fikram sedang khawatir karena sudah hampir tengah malam Diva tak kunjung pulang.
Bunda Hani nampak menelfon keluarga Salman dengan perasaan yang tak kalah khawatir dari Pak Fikram, sehingga Bunda Hani tak menyadari kalau telfonnya sudah tersambung.
" Assalamualaikum,,, halo..." Ucap seseorang di seberang telepon yang sudah dari tadi tersambung.
" Ehh... walaikumsalam Vi', maaf menganggu di tengah malam seperti ini, aku cuma mau nanya, apa Kenan sudah pulang, soalnya diva belum pulang sedari tadi. ?" Tanya bunda Hani dengan perasaan cemas.
" Belum, ini kami juga sangat mengkhawatirkannya, ini sudah jam 11 Malam dia belum pulang juga " jawab Bunda Vivian tak kalah cemas, karena tidak biasanya putranya belum pulang sampai selarut ini.
" apa kamu sudah menghubungi nya karena sedari tadi kami menghubungi Diva, ponselnya tidak ada yang jawab.?" tanya bunda Hani.
" Kenan juga tidak bisa dihubungi, sedari tadi kami terus menghubungi nya, tapi tidak ada jawaban. " Jawab bunda Vivian.
" Apa sebaiknya kami keluar mencarinya ya, Han, karena kami sudah sangat mengkhawatirkan mereka, jangan sampai terjadi sesuatu sama mereka. " Ucap Bunda Vivian sudah berfikiran tidak-tidak dengan putranya, takut putranya terjadi sesuatu yang menimpanya.
" Baiklah kami tunggu dirumah, kita keluar barengan aja. " sahut Bunda Hani tambah khawatir.
Bunda Hani segera mengakhiri telfonnya dengan Vivian, dan bergegas ke kamar Arka, untuk membantunya mencari diva, sedangkan Arka yang berada di kamarnya sedang berpikir keras kemana adiknya itu pergi, karna sebar-bar nya Diva, dia tidak pernah pulang selarut ini.
" Kak... Kita cari adikmu diluar, bunda khawatir jangan sampai terjadi sesuatu sama mereka, karna kata Vivian Kenan juga belum pulang. " Ucap Bunda Hani kepada putranya.
" iya Bun, Arka juga khawatir, ayo kita langsung aja berangkatnya. " Ajak Arka mengajak bundanya keluar setelah mengambil jaket di lemari.
Keluarga Fikram sudah berada di depan rumah, bertepatan keluarga Fikram keluar rumah, keluarga Salman juga sudah berada di depan rumah keluarga Fikram.
" Kita cari mereka di mana Fik ?" tanya Salman setelah keluar dari mobil.
" Bagaimana kalau kita ketempat teman-teman Diva biasa nongkrong, Yah...." sahut Arka sebelum Fikram menjawab pertanyaan Salman.
" Ya udah kamu coba telfon Rafa dulu, kenapa aku bisa sampai melupakan Rafa." Ucap fikram.
Setelah sambungan telepon nya tersambung Arka langsung menanyakan keberadaan adiknya.
" Halo, Raf apa Diva ada di situ, maksudnya ditempat kalian biasa ngumpul ?" Tanya Arka to the poin.
" Iya tadi Diva ada, dia sama Kenan. " Jawab Rafa.
" Lo dimana sekarang ?" Tanya Arka.
" Di rumah, tadi pas Diva datang di tempat biasa, tidak lama gue langsung cabut buat jemput sisi, saat Diva masih berada di sana, setelah itu gue tidak balik lagi ke sana.
" Ok, Raf thanks yah, " Ucap Arka langsung mematikan sambungan telepon nya.
" Yah...Bun...kita coba cari ketempat Diva biasa ngumpul, kata Rafa, tadi Diva kesana bareng Kenan. " ucap Arka langsung masuk kedalam mobil, dan melajukan mobilnya di ikuti mobil Salman dari belakang.
Setelah 30 menit perjalanan mereka sampai di tempat tersebut, dan melihat tinggal beberapa teman-teman Diva berada di sana.
setelah mereka turun dari mobil masing-masing, pak Salman dan Vivian istrinya melihat mobil Kenan berada di sana.
" Yah, Bukannya itu mobil Kenan ?" Tanya bunda Vivian saat melihat mobil putranya.
" Iya, Bun ini memang mobil Kenan, " jawab pak Salman.
Reza yang melihat keluarga Diva dan kebetulan satu kampus dengan Arka, karena kebetulan Arka adalah seniornya di kampus, langsung menghampiri Arka.
" Kak Arka, masuk Kak, Om, Tante. " ucap Raza menyalami tangan pak fikram dan bunda Hani, serta pak Salman dan Vivian.
" Apa Diva ada di sini ?" Tanya pak fikram.
" Ada om, langsung masuk aja, mereka sedang dikamar, Diva...."
Reza belum sempat meneruskan ucapannya keluarga Fikram dan Salman langsung masuk, tanpa mendengar ucapan Reza selanjutnya.
Mereka panik karna di pikiran mereka langsung ke arah yang tidak-tidak, karena mendengar kata kamar.
Sementara dikamar
Di sana terlihat Diva yang sudah tersadar sementara Kenan duduk disamping kasur dimana Diva sedang berbaring.
" Kenapa kamu hanya memakai pakaian seperti itu ?" tanya Diva melupakan apa yang telah terjadi tadi karena setengah sadar.
" Apa kamu lupa apa yang telah terjadi ?" tanya Kenan sedikit kesal.
seketika Diva mengingat kalau tadi dirinya muntah, dan mengenai baju Diva, karna Diva muntah saat Kenan sedang duduk di dekatnya.
Karna asam lambung Diva, naik setelah makan makanan pedas tadi.
jadilah Kenan saat ini hanya mengenakan tanktop putih, begitupun dengan diva yang belum memakai Auternya.
" Maaf sesal Diva, dengan muka memelas.
Kenan memeriksa suhu badan Diva kembali, yang sedari tadi dia kompres.
karena merasa suhu tubuh Diva sudah turun Kenan membuka kain yang dari tadi dia pake untuk mengompres Diva.
Kenan berniat meletakkan kain kecil itu di atas nakas yang agak jauh dari posisinya sekarang dimana iya duduk. Jadilah kenan sedikit memajukan badannya agar tangannya bisa sampai di nakas tersebut. posisi Kenan sekarang seperti dia sedan berciuman dengan dengan diva, karna mereka sama-sama hanya mengenakan tanktop dan penampilan sedikit berantakan, siapa saja yang melihat bisa saja membuat orang salah paham.
Di saat itu pula keluarga mereka masuk Kenan maupun Diva masih tidak menyadari keberadaan keluarga nya. namun Kenan masih berusaha menyimpan kain itu di atas nakas.
" Apa yang kalian lakukan ?" tanya mereka hampir bersamaan.
Kenan maupun Diva langsung memperbaiki posisi mereka, langsung menoleh kearah arah pintu kamar, dimana keluarga mereka ada di sana.
" apa yang kalian liat, tidak seperti apa yang kalian pikirkan. " Ucap Kenan langsung berdiri.
" Ka...kami sa...sama sekali tidak melakukan apa-apa, Kalian salah paham, " Sahut Diva gugup.
" kalau memang tidak melakukan apa-apa, tapi kenapa kamu gugup, Div. " tanya Arka melihat adiknya gugup.
" pokoknya kalian hanya salah paham " Tegas Diva.
" Udah ketangkap basa masih saja mengelak, ucap pak Fikram dengan tatapan dingin dan datar,
" Tapi yah, kalian hanya salah paham saja..." sahut Diva.
" Iya Om, kalian hanya salah paham.
sambung Kenan.
" pokoknya kalian harus segera di nikahkan, " Ucap pak Salman dengan kekecewaan di mukanya, dia tidak menyangka anaknya yang selama ini iya didik dengan baik sedari kecil bisa melakukan hal melakukan hal seperti ini.
" Tapi yah ka...." ucapn Kenan terhenti karna bentakan Salman.
" Tidak ada tapi-tapian pokoknya kalian harus nikah, kalau perlu saat ini juga, " bentak Salman kepada putranya.
semua orang kaget melihat kemarahan Salman, mereka belum pernah melihat Salman semarah itu.
" Nan, jelasin kalau kita memang tidak melak..." ucapan diva kembali terpotong karna Salman
" Kami sudah tidak butuh penjelasan kalian, kami sengaja menunda pernikahan kalian sampai kalian menyelesaikan studinya kalian diperguruan tinggi, karena kalian menolak menikah mudah, tapi apa yang kalian lakukan ini, apa ini yang kalian inginkan Ha..." Ucap Salman marah sampai baru kali ini dia membentak anaknya seperti itu...
Diva dan Kenan melihat kemarahan Salman sudah tidak bisa lagi membantah, mereka sudah pasrah dengan keputusan ortu mereka.
setelah semua sudah sampai di rumah keluarga Fikram, baik dari keluarga Fikram maupun Salman, segera memutuskan hari pernikahan mereka yang akan dilangsungkan satu bulan lagi dari sekarang, saat libur semester mereka.
ke esokan harinya keluarga Salman kembali kekota xx.
setelah menempuh perjalanan selama 9 jam lamanya akhirnya mereka sampai dikediaman mereka di kota xx tersebut.
Kenan sudah merasa cukup istirahat, Kenan bergegas mandi, karna hari ini dia berencana menemui Sarla, dan bicara secara baik-baik dan memutuskan hubungan mereka, karna sebelum orang tuanya memutuskan untuk menikahkan Kenan dan Diva, Kenan sudah memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Sarla.
setelah Kenan siap, Kenan langsung menghubungi Sarla, dan mengajak Sarla ketemuan.
Si saat bersamaan saat Kenan sampai di cafe tempat mereka janjian, Sarla juga baru sampai, mereka sama-sama masuk dan langsung memesan makanan.
" Sar, ada yang pengen aku omongin. " sahut Kenan.
" Sarla sebelumnya aku minta maaf, karna kita tidak mungkin melanjutkan hubungan kita, karna orang tuaku juga tidak merestui hubungan kita, selain itu, aku juga di jodohkan dengan gadis dari kota Z, sebenarnya kepergian aku di kota Z untuk menjalin kedekatan kami supaya saling mengenal, dan Pernikahan kami akan di adakan satu bulan lagi. " jelas Kenan sambil menatap Sarla, dengan tatapan rasa bersalahnya, karena sudah menyakiti perasaan Sarla, karena bagaimanapun Kenan pernah menyayangi perempuan yang ada di depannya saat ini, tapi hanya sebatas sayang, bukan karena dia mencintai nya.
" Apa karena gadis itu kamu tidak pernah membalas dan menghubungiku. ?" tanya Sarla masih berusaha menahan tangisnya.
" Iya, karena aku telah jatuh Cinta dengan Gadis itu " Jawab Kenan.
Sarla yang mendengar Ucapan Kenan sudah tidak bisa lagi menahan tangisnya.
Kenan yang melihat Sarla menangis karena nya, merasa sangat bersalah, tapi dia juga tidak bisa memaksakan perasaannya, dan kini Kenan sudah sangat menyayangi dan mencintai Diva.
" Maafkan aku Sar..." Ucap Kenan.
Sarla mendengar permintaan maaf Kenan, hanya bisa mengagukkan kepalanya, karena air matanya tidak bisa ia bendung lagi.
setelah Sarla merasa lebih tenang. Sarla hanya bisa memberi selamat buat Kenan.
" Selamat ya, Nan, semoga kalian bahagia, selamat tinggal. " Ucap Sarla langsung meninggalkan Kenan dengan perasaan yang hancur, tanpa memakan makanannya yang sebelumnya ia pesan.
Flashback off
Saat Sarla menangis saat Mendengar penjelasan Kenan.
Kenan menatap Sarla dengan rasa bersalah
Anggap ini Kenan berada di cafe duduk di depan Sarla.
jangan hiraukan gambar di samping nya. 😁😁😁😁😁🙏🙏🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 368 Episodes
Comments