Kediaman keluarga Salman di kota Z
Keluarga Salman sudah hampir sebulan mereka tinggal di kota Z, dan dua hari lagi keluarga Salman akan kembali kekota Xx. Karena masa izin Kenan juga sudah habis.
Kenan sekolah di salah satu sekolah swasta terkemuka di kota Xx.
Di meja makan Ayah Salman dan Vivian istrinya menikmati sarapannya, dengan secangkir blackcoffe di depannya.
Ayah Salman yang tidak melihat putranya bingung, karna tidak biasanya Kenan melewatkan sarapannya.
" Bun, Kenan mana, tidak biasanya Kenan tidak ikut sarapan. ?" Tanya Ayah Salman.
" Anak kita sepertinya sudah menyukai calon mantu kita, Yah. " Sahut bunda Vivian dan tidak menjawab pertanyaan suaminya, lalu tersenyum kearah suaminya.
" Maksud Bunda apa sih ?" Tanya Ayah Salman tidak mengerti, karna istrinya juga tidak menjawab pertanyaan nya tadi.
" Kenan Pagi ini sarapan di rumah Mas Fikram, Yah, karna Hari ini Diva harus berangkat pagi-pagi di sekolahnya, Kenan tidak mau terlambat menjemput Diva, jadi tadi pagi-pagi sekali Kenan kesana. " Jelas bunda Vivian.
" Dulu aja sok-sokan nolak, nah sekarang, ngak mau jauh-jauh, anak kamu tuh Bun. "
Ucap pak Salman dan menyeruput kopinya.
" Anak kita Yah..." ucap Bunda Vivian.
Kediaman keluarga Fikram
Kenan duduk di ruang keluarga bersama Arka berbincang, karna Diva masih berada di kamarnya untuk bersiap-siap.
" Nan, kenapa kamu terimah perjodohan ini ?"
Tanya Arka.
" Dulu aku sempat nolak kak, karna itu juga percuma, karena ayah sama Bunda bersikeras untuk menjodohkan kami, lagian kami nikahnya masih lama masih ada beberapa tahun. " jawab Kenan.
"Apa lo tidak memiliki kekasih di kota Xx, gue nggak percaya orang seperti lu ini tidak memiliki kekasih. ?" Tanya Arka.
" Kalau aku boleh jujur, aku memiliki pacar, kami sudah pacaran 1 tahun terakhir ini. jawab Kenan jujur.
" Tapi kenapa lu terimah perjodohan ini, apa karna terpaksa ?" tanya Arka seketika mimik muka Arka berubah menjadi dingin dan datar, hal itu membuat Kenan sedikit bergidik.
Karna Arka tidak mau adik kesayangannya tersakiti.
Kenan terdiam, bingung mau jawab apa karena sebenarnya Kenan sudah tidak pernah lagi menghubungi atau menjawab setiap telfon, atau chat dari Sarla kekasih nya.
Arka melihat Kenan terdiam, dan melanjutkan ucapannya.
" Saya tidak mau adik saya merasa kecewa, dan saya tidak mau melihat adik saya satu-satunya di sakiti oleh siapa pun. Jadi aku mau, kamu harus bisa putuskan pilih yang siapa, tapi aku tidak mau kamu memilih adik saya karna paksaan. " Ucap Arka menegaskan kepada Kenan, dengan muka dingin dan datarnya.
Kenan hanya bisa diam dan memikirkan perasaannya yang sebenarnya, karna setiap kali dia berdekatan dengan Diva, Kenan merasa nyaman, dan jantungnya tidak berenti berdetak kencang, berbeda Jika dia sedang bersama Sarla, dia tidak merasakan jantungnya berdetak kencang, dan tidak nyaman seperti halnya kepada Diva.
" Tuh... Diva udah datang, sarapan dulu. " Ucap Kenan menepuk punggung Kenan, sontak membuat Kenan kaget dan sadar dari lamunannya.
Arka berjalan meninggalkan Kenan.
" I... iya kak. " Jawab Kenan kaget, langsung berdiri mengikuti langkah Arka menuju meja makan.
Setelah mereka sarapan Diva pamit kepada kedua orang tua dan kakaknya, untuk segera berangkat, karna ada tugas yang harus dikumpulkan secepatnya.
Setelah sampai di depan sekolah, Diva segera membuka pintu mobil, tapi sebelum diva membuka pintu, tiba-tiba Kenan menahan lengan Diva, sontak membuat Diva mengalihkan pandangannya ke arah Kenan.
" Hati-hati..." Ucap Kenan dan terus menatap wajah Diva.
" Iya...lu juga. " jawab Diva dan beranjak ingin turun dari mobil, dan menurunkan kakinya untuk turun dari mobil, tapi Kenan Kembali menahannya.
" Ada apa lagi sih...gue buru-buru ?" tanya Diva kesal.
" Nggak jadi, Nih....Salim dulu " Ucap Kenan menyodorkan tangannya kearah Diva.
" Ckk..." Decak Diva menerima uluran tangan Kenan, dan bersalaman.
" Aneh lu..." Sambung Diva dan berlalu meninggalkan Kenan.
Kenan melihat semua tingkah laku diva yang bar-bar, terlihat Diva menjahili salah satu siswi dan mengagetkan siswi itu yang berada depan gerbang, Ada pula kerah baju siswa yang ditarik oleh Diva sehingga membuat siswa itu melangkah mundur.
Setelah perlakuan Diva, Diva langsung pergi begitu saja tidak peduli umpatan teman siswa/siswi yang dijahilinya.
Kenan yang melihat kejahilan Diva, Kenan hanya menggelengkan kepalanya, dan melajukan mobilnya meninggalkan sekolah Diva.
" Dasar bar-bar. " Gumam Kenan.
Kenan terus memikirkan ucapan Arka tadi pagi.
Kenan sudah memutuskan kalau dia akan mengakhiri hubungannya dengan Sarla setelah Kenan pulang ke kota Xx.
Selesai mengumpulkan tugasnya di ruang guru Diva menuju ke kelasnya, langsung merebahkan dirinya di atas meja depan Hera dan Kiki.
" Buset dah ni anak, liat tuh rok lu naik sampai paha gitu." Sahut Kiki menunjuk arah rok Diva.
" Tuh laki Lo datang Div. " Ucap Jova yang melihat Rafa datang, Jova langsung menarik Diva bangun dan turun dari meja.
" Apaan si lu Jov narik-narik gue. " Sahut Diva. Setelah Diva ditarik turun dari atas meja, Diva naik kembali dan duduk di atas meja.
" Bar-bar banget sih bini elu, Raf. " Ucap Lani jengah melihat tingkah Diva.
" Kayak elu nggak aja, kalau dia Nggak bar-bar, nggak mungkin dia jadi bini gue di sekolah ini. " jawab Rafa.
" Iyya Nggak sayang ? " Tanya Rafa ke Diva sambil merangkul bahu Diva yang duduk di meja.
" Yoi..." Jawab Diva singkat.
" Benar-benar pasangan yang cocok, melebihi pasangan song song couple. " Kali ini Hera yang angkat bicara, dan membuat mereka tertawa.
Di sela-sela perbincangan mereka yang tak berfaedah, tiba-tiba Vira sang ketua kelas menginfokan kalau hari ini mereka pulang cepat, karna ada pertemuan wali murid, anak kelas X dan kelas XI.
" Hore..." Teriak Diva dan langsung turun dan mengambil tasnya.
" Giliran pulang cepat, girang banget lu Div ?" Ujar Vira sang ketua kelas.
" Ya iyalah, gue bosen belajar mulu, udah hampir 12tahun dari SD Sampai SMP gue belajar mulu, bosen gue. " Jawab Diva.
" Bagaimana kalau kita ke Cafe aja dulu, yang di pertigaan dekat sekolah kita, " Sahut Jova.
" Ok setuju " Jawab mereka serentak.
" Yuk sayang kita barengan, soalnya gue nggak bawa Motor " Ucap Diva sambil merangkul pundak.
Mereka berjalan beriringan dan jangan lupa tingkah laku Diva,Rafa, dan kali ini Lani juga ikutan menjahili setiap siswa yang lewat di dekat mereka.
seperti saat ini Rafa menjahili sala satu siswi.
" Hay kamu berenti, " Panggil Rafa kepada salah satu siswi yang lewat di dekatnya.
" Apa ?" tanya siswi itu saat sudh berhenti pas di depan Rafa.
" Itu ada sesuatu di mata kamu, " ucap Rafa pura-pura memperhatikan wajah siswa tersebut, dan membuat siswi itu malu-malu, karna di tatap Rafa.
Siapa sih yang nggak mau di tatap Rafa, salah satu siswa terkeren di sekolah.
Dengan malu-malu Siswi itu meraba mukanya,
" Oh itu belek lu tu di mata. " Ucap Rafa setelah siswi itu meraba-raba mukanya.
Setelah mengatakan itu, Rafa tanpa ada rasa bersalahnya meninggal kan siswi itu, tanpa menghiraukan umpatan Siswi tadi.
Setelah mereka sampai di parkiran dan mengambil kendaraan masing-masing, Diva berboncengan dengan Rafa, sedangkan Lani mengendarai motornya sendiri.
Hera dan Kiki ikut di mobil Jova.
dan mereka langsung berangkat menuju cafe yang di tuju.
Diva
Rafa
Bersambung...
Like, Coment, and Vote.
🤗🤗🤗🙏🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 368 Episodes
Comments
erni aurelia
visual diva nya kurang menarik
2022-01-10
0
Susilawati Dewi
cantik
2021-06-30
1
Fay Ajach
thorrr prasaan td si raffa visualnya jungkok deh....
ngspa jd berubah...🤭🤭🤭
2020-12-08
4