" Pagi....Yah,Bun, kakakku yang gantengnya nggak seberapa jones lagi, " Sapa Diva pada semua yang berada di meja makan.
" Ckk...Kamu tu ya dek, harusnya kamu kalem dikit kek, entar kalau calon suami kamu liat kamu bar-bar kayak gini, bisa-bisa kamu di pecat jadi calon istri." Ucap Arka pada adiknya.
" Sudah-sudah jangan pada ribut, cepat makan entar pada telat," Sahut ayah Fikram karna melihat Diva akan berujar lagi apa yang dikatakan kakaknya itu.
" Iya Yah. " Jawab Arka dan Diva bersamaan, dan mereka langsung sarapan dengan tenang.
Karenarna jika Ayah Fikram sudah angkat bicara tidak ada lagi yang bisa membantahnya.
Setelah menyelesaikan sarapannya Diva pamit kesekolah kepada kedua orang tuanya dan juga kepada kakaknya.
"Yah,Bun,kak... Diva berangkat dulu ya." Pamit Diva sambil menciumi tangan kedua orang tuanya beserta kakaknya.
" Bukannya Kenan yang antar kamu ya dek ?" Tanya Arka kepada diva.
Kemarin malam setelah mereka makan, Kenan di minta Ayah Salman untuk mengantar jemput Diva ke sekolah selama mereka berada di kota Z.
Tak lama terdengar suara bel rumah
"Ting... Tong.... Ting.... Tong...."
Anggap itu suara bel rumah keluarga Fikram.
" Biar Diva yang buka Bun." Ujar Diva kepada bundanya, karena Diva melihat akan berdiri dari duduknya, yang masih sarapan.
Diva berjalan menuju pintu utama rumahnya langsung membuka pintu, dan ternyata Kenan benar-benar menjeputnya.
" Eh.... Silakan masuk." Ucap Diva sedikit menyingkir kedekat pintu dan memberi jalan untuk Kenan masuk.
" Iya, Terima kasih." Sahut Kenan datar sambil melangkah masuk menghampiri kedua orang tua Diva yang kebetulan sudah berada di ruang tamu, karna bunda Hani ingin mengantar suaminya ke depan yang hendak berangkat ke kantor.
" Assalamualaikum, Om, Tante." Ucap salam Kenan sambil mencium punggung tangan orang tua Diva.
" Mau jemput Diva ya Nak." Tanya Bunda Hani.
" Iy....iya Tante." Jawab Kenan sedikit canggung.
" Tidak usah manggil Tante, panggil Bunda aja, sama seperti Diva." Ucap Bunda Hani sambil mengusap punggung Kenan.
" Iyya Tan,,,Eh... maksudnya Bunda.
Diva hanya memperhatikan mereka dari dekat pintu.
"Giliran sama Bunda, Ayah Eh....baik banget, kalau sama gue boro-boro nyapa senyum aja enggak." Batin Diva.
Setelah itu Ayah Fikram pamit kepada istrinya untuk berangkat ke kantor.
tak lama Arka juga keluar memakai stelan formalnya, hari ini Arka ke kantor, karna banyak pekerjaan yang secepatnya harus di selesaikan.
"Eh...Ada calon adik ipar, dari tadi Nan ?" Sahut Arka saat melihat Kenan, kemudian bertanya.
" Enggak juga kak." Jawab Kenan mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
" Kak Arka ngantor ?" Tanya Kenan saat bersalaman dengan Arka.
" Iyya hari ini mata kuliah lagi kosong, jadi ke kantor buat bantuin ayah. " Jawab Arka.
Setelah berbasa-basi kepada Kenan, Arka pamit ke kantor, Arka berangkat sendiri menggunakan mobil kesayangan, karna pak Fikram sudah berangkat duluan.
" Ya udah kalian berangkat juga gih nanti terlambat sekolahnya." Pinta Bunda Hani kepada Kenan dan juga Diva.
Sementara Diva masuk untuk mengambil tasnya, setelah itu mereka pamit kepada bunda Hani lalu bergegas menuju mobil Kenan.
" Silahkan masuk." ucap Kenan sambil membuka pintu mobilnya.
Diva yang diperlukan seperti itu sedikit mengangkat sudut bibirnya membentuk senyuman, Diva pikir kalau Kenan ini cuek dan dingin.
" Tunggu ada yang kelupaan." Ucap Diva dan berlalu keluar.
Kenan yang memperhatikan Diva dari dalam mobil, heran ketika melihat Diva mengendarai motor sport hijau masuk kedalam garasi rumahnya. Kenan berpikir motor itu milik Arka.
Tak lama Diva kembali dan langsung masuk ke dalam mobil Kenan.
" Yuk.... Berangkat." Sahut Diva.
" Itu....motor kamu ?" Tanya Kenan.
" Iya, motor siapa lagi." Jawab Diva enteng.
" Yok jalan." Ujar Diva saat melihat Kenan tak kunjung menjalankan mobilnya.
Dalam perjalanan Kenan sesekali melirik Diva yang tengah memainkan ponselnya.
" Sekolah kamu dimana ?" Tanya Kenan memecahkan keheningan.
" Setelah perempatan lurus, terus belok kanan, terus yang paling ujung sebelah kiri." Jawab Diva memberi arahan.
" Kamu pulang jam berapa ?" Tanya Kenan saat sudah sampai didepan gerbang sekolah.
" Jam duaan." Jawab Diva sambil membuka pintu mobil dan langsung turun.
" Kamu tunggu ya." Pinta kenan, sedikit membukukan badannya untuk melihat Diva yang sudah berada diluar mobilnya.
" Ok... Jawab Diva dan menyatukan jempol dan jari telunjuknya pertanda setuju.
Diva yang baru masuk gerbang sekolah sudah dihadang ke empat sahabat nya. Diva memiliki 4 sahabat cewek yaitu: Hera, Kiki, Lani, dan Jova.
" Div, tumben elu nggak bareng soulmate lu, lagi ngambek ya, alias mogok ?" tanya Kiki heran karna tidak biasanya diva di antar kecuali kalau motor kesayangannya mogok. Soulmate yang dimaksud Kiki adalah motor Diva.
" Iya Div, trus elo tadi diantar siapa ?" Tanya Hera.
" Itu juga bukan mobilnya kak Arka sayangnya gue kan ?" Tanya Jova memperlihatkan wajah polos,sok imutnya.
" Ih... PD banget lu Jov bilang kak Arka sayang." cebik Lani kepada sahabatnya itu karena selalu menganggap Arka pacarnya.
" Oh...it..itu...Sepupu gue dari luar kota, dan hari ini soulmate gue lagi diam baek dirumah." Jawab Diva dan langsung berlalu meninggalkan sahabatnya.
mendengar ucapan diva teman-temannya merasa curiga, karna setahu mereka Diva tidak memiliki sepupu laki-laki, karna pak Fikram anak tunggal, sedangkan sepupu dari Bunda Hani cewek semua.
" Gue curiga nih..." Ucap Kiki mengatuk-ngatukan jari telunjuk di keningnya.
" Iyya, gue juga..." Jawab Hera, Lani bersamaan.
" Lagian nggak biasanya Diva kepisah sama si soulmate nya, kecuali kalau si soulmatenya itu lagi ngambek alias mogok. " Sambung Jova.
Merekapun menyusul diva kekelas karna sebentar lagi bel masuk berbunyi.
Tak lama mereka sampai dikelas bel masuk pun berbunyi.
Jam Mapel pertama adalah matematika, membuat Diva ngantuk dan dia tertidur di kelas sampai jam Mapel selesai, karna Diva dipojok paling belakang, jadi tidak ada yang menyadari kalau Diva tertidur, kecuali teman temannya yang duduk di dekatnya.
Bersambung....
jangan lupa tinggalkan jejak
dukung author dengan
Like
Coment
Vote
🤗🤗🤗🤗🙏🙏🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 368 Episodes
Comments
Susilawati Dewi
hahahaaaaa sekolah kok tidur
2021-06-30
1
Dinda Natalisa
Hai author aku mampir nih kasih like jangan lupa mampir di novel ku "menyimpan perasaan" mari saling mendukung.
2021-03-05
3