Suami Baru Cukup Perhatian

Matahari pagi perlahan naik di ufuk timur, sinarnya menembus jendela kamar yang masih sedikit tertutup tirai. Yan Zhi sudah lebih dulu terbangun.

Ia masih dalam posisi yang sama seperti tadi malam, memeluk istrinya yang tertidur pulas.

Tatapannya jatuh pada wajah Lin Momo yang terlihat damai dalam tidurnya. Beberapa helaian rambutnya jatuh di wajah, bibirnya sedikit terbuka, dan napasnya teratur.

Yan Zhi tersenyum tipis. Dengan hati-hati, ia menurunkan tangannya yang masih melingkar di pinggang istrinya, berusaha agar Lin Momo tidak terbangun.

Setelah berhasil melepaskan diri tanpa mengganggunya, Yan Zhi bangkit dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi.

Beberapa menit kemudian, ia sudah mengenakan pakaian kerjanya—kemeja biru tua yang terlihat rapi dan celana panjang hitam. Saat kembali ke kamar, ia melihat Lin Momo masih tertidur dengan posisi yang sudah berubah.

"Benar-benar gadis yang tidur tanpa aturan," pikirnya sambil tersenyum.

Ia melangkah ke meja rias kecil yang ada di sudut kamar. Mengambil selembar kertas, ia menulis pesan singkat:

Aku berangkat kerja. Jika lapar, ada ubi kukus di meja. Aku juga meninggalkan beberapa uang di sini untuk kebutuhanmu. Jika ada yang perlu, tunggu aku pulang.

Ia meletakkan kertas itu bersama beberapa lembar uang di meja rias.

Sebelum keluar dari kamar, ia kembali melirik ke arah Lin Momo. Kali ini, gadis itu tidur dengan posisi tangan dan kakinya tersebar ke segala arah.

Yan Zhi menahan tawa. "Dia benar-benar tidak sadar sama sekali tidur dengan posisi seperti itu."

Setelah menggelengkan kepala kecil, ia akhirnya keluar dari kamar.

Di luar rumah, seorang pria berpakaian rapi sudah menunggunya di samping mobil hitam yang terparkir.

"Selamat pagi, Tuan Yan," sapa pria itu dengan sopan. Ia adalah asisten pribadi sekaligus sopir Yan Zhi.

Yan Zhi mengangguk. "Bagaimana laporan hari ini?"

Asisten itu menyerahkan dokumen yang sudah disiapkan. "Ini laporan tentang pabrik sepatu. Ada beberapa masalah yang perlu Anda lihat sendiri."

Yan Zhi menerima dokumen itu, membacanya sekilas sebelum masuk ke dalam mobil.

Mobil itu melaju meninggalkan kediaman kecilnya.

Lin Momo menggeliat pelan di tempat tidur. Dengan mata masih terpejam, ia menggumam pelan, suaranya sedikit serak karena baru bangun tidur.

"Clara… sudah jam berapa ini? Kenapa kau tidak membangunkanku?"

Tidak ada jawaban.

Lin Momo menunggu beberapa detik, masih dalam posisi berbaring ditempat tidur dengan posisi yang tak elok, tapi tetap tidak ada suara balasan.

Perlahan, kesadarannya mulai kembali. Tubuhnya terasa sedikit kaku, dan ada aroma kayu yang khas di sekitarnya. Matanya akhirnya terbuka sedikit, melihat atap kayu sederhana di atasnya.

Lin Momo berkedip beberapa kali, lalu memiringkan tubuhnya untuk melihat ke sekeliling.

Tempat tidur ini bukan miliknya. Kamarnya juga tidak seperti kamar apartemen mewahnya di kehidupan pertama.

Baru saat itu kesadarannya pulih sepenuhnya.

"Oh… benar. Aku sudah melintasi waktu." desahnya panjang.

Ia menatap langit-langit dengan tatapan kosong selama beberapa detik sebelum akhirnya duduk di tempat tidur, rambutnya masih berantakan.

"Mana suami baruku?" tanya nya karena disebelahnya tidak ada seorangpun berada.

Mengambil napas dalam, ia melihat sekelilingnya dan melihat secarik kertas dan uang di meja rias dekat tempat tidurnya.

Lin Momo meraih kertas itu. Tulisan tangan yang rapi dan tegas terpampang di sana.

Aku berangkat kerja. Jika lapar, ada ubi kukus di meja. Aku juga meninggalkan beberapa uang di sini untuk kebutuhanmu. Jika ada yang perlu, tunggu aku pulang.

Lin Momo mengerjapkan mata, membaca pesan itu dua kali. Tatapannya lalu jatuh ke beberapa lembar uang yang tertata rapi di atas meja rias.

Ia menghela napas panjang.

"Ternyata suami baruku cukup perhatian juga, ya?" gumamnya pelan.

Lin Momo meregangkan tubuhnya sebelum akhirnya turun dari tempat tidur. Begitu kakinya menyentuh lantai dingin, barulah ia sadar kalau ia masih mengenakan kemeja Yan Zhi yang kedodoran di tubuhnya.

Ia tersenyum kecil. "Harusnya aku mencari pakaian baru hari ini."

Namun, senyumnya memudar saat perutnya berbunyi pelan, menuntut perhatian.

Krucuk....!

Dengan malas, ia bangkit dari tempat tidur dan meregangkan tubuhnya sebelum Berjalan ke luar kamar, tujuannya jelas, makanan.

Langkahnya sedikit lesu saat menuju meja makan. Ia membuka tudung saji dan melihat beberapa ubi kukus yang masih terasa hangat. Tanpa pikir panjang, ia mengambil satu dan mulai menggigitnya.

"Rasanya lumayan… setidaknya lebih baik daripada tidak ada makanan sama sekali," pikirnya.

Ia menghabiskan makanannya dalam diam, sesekali melirik ke sekeliling rumah kecil ini. Rumahnya dan Yan Zhi memang sederhana, tapi cukup nyaman. Ia bisa melihat dirinya tinggal di sini untuk sementara, meskipun ia harus melakukan banyak perubahan.

Setelah selesai makan, ia membersihkan meja makan dengan sigap, lalu menuju dapur untuk membuat air panas.

"Setidaknya mandi dengan air hangat akan membuatku merasa lebih segar," pikirnya sambil menuangkan air ke dalam panci besar.

Sambil menunggu air mendidih, Lin Momo pergi ke kamarnya, merapikan tempat tidur nya yang berantakan. Ia mendesah panjang, melihat tempat tidur itu yang sama dengan kehidupan pertamanya.

"Hah, ternyata... kebiasaan tidurku, tak pernah berubah. Tidur tak ada elok-eloknya." ucap nya.

"Eh, tapi sepertinya tadi malam aku nyaman tidur, tak seperti biasanya bukan? Biasanya aku tidur tak tenang. Apakah karena tidur dengan pria? Ah jika begitu, kenapa gak dari dulu saja aku minta ditemani tidur oleh pria." pikir Lin Momo.

"Ah tidak.. Tidak, ini hanya kebetulan saja." ucap Lin Momo sambil tetap membereskan tempat tidurnya hingga rapi.

Setelah selesai, ia pergi menuju dapur melihat air yang tadi ia masak.

Airnya sudah mendidih. Lin Momo menuangkan air itu ke dalam ember dan membawa ember berisi air panas itu ke kamar mandi kecil di dalam rumah. Menuangkan air itu ke dalam bak air dingin.

Ia melepaskan pakaian dan membasahi tubuhnya dengan air hangat, menikmati sensasi nyaman yang menyelimuti kulitnya.

Namun, begitu selesai, masalah lain muncul.

Ia melilitkan handuk di tubuhnya dan menyadari sesuatu. "Astaga, aku lupa membawa pakaian ganti!"

Matanya melirik pintu kamar mandi. Yan Zhi sudah pergi, jadi tidak ada yang melihatku keluar begini, kan?

Setelah memastikan rumah sepi, ia mengendap-endap menuju kamar dan langsung membuka lemari pakaian. Ia mulai mencari pakaian yang layak untuk dipakai keluar. Tapi…

"Oh, tidak… ini semua kuno sekali!"

Ia mengerutkan kening saat melihat koleksi pakaiannya yang penuh dengan motif bunga besar, polkadot, dan desain yang benar-benar mencerminkan mode tahun 1990-an.

Lin Momo mendesah panjang.

"Aku tidak bisa keluar dengan pakaian seperti ini… Aku butuh pakaian baru."

Ia menoleh ke meja kecil tempat Yan Zhi meninggalkan uang. Ia mengambilnya, lalu mengambil uang yang ia dapatkan dari mantan tunangannya, Wu Yuan.

Setelah menghitungnya, ia tersenyum puas. "Ini lebih dari cukup untuk membeli pakaian, makeup, obat jerawat, serta bahan untuk merawat kulitku agar kembali cerah."

Dengan cepat, ia mengenakan pakaian terbaik yang bisa ia temukan, meskipun tetap saja terlihat kuno di matanya.

"Baiklah, saatnya ke pasar!" pikirnya dengan penuh semangat.

Terpopuler

Comments

Bzaa

Bzaa

semangat🔛🔥

2025-03-28

0

Diyah Pamungkas Sari

Diyah Pamungkas Sari

yow!! semangat!

2025-02-14

0

panty sari

panty sari

lanjut thor yg banyak

2025-02-12

0

lihat semua
Episodes
1 Akhir Hidup Monika
2 Terjebak Di Tahun 1990
3 Nyonya Yan
4 Pindah Rumah
5 Apakah Punya Mu?
6 Pinjam Dulu Ya
7 Suami Baru Cukup Perhatian
8 Tak Sia-Sia Bakatnya
9 Tak Sebanding Dengan Suamiku
10 Masakan Pertama Lin Momo
11 Handukmu Hampir Melorot
12 Aku Lin Momo Tapi Berbeda
13 Tak Perlu Menungguku
14 Menyuapi Yan Zhi
15 Bertemu Nyonya Lie, Istri Direktur
16 Berbelanja Perlengkapan Rias
17 Menikmati Waktu di Restoran 1990
18 Yan Zhi Menungguku?
19 Kau Gugup Sekali
20 Benar-Benar Ujian
21 Mie Cinta Yang Gagal
22 Tiba-Tiba Adegan Slow Motion
23 Lin Momo Yang Tersangat Senang
24 Lin Momo Yang Menggemaskan
25 Pekerjaan Pertama Lin Momo
26 Jasa Merias Lin Momo
27 Tukang Onar Pasar
28 Cerita Lin Momo
29 Mengantar Yan Zhi Kerja
30 Tamu Negara Asing Datang
31 Kaki Lin Momo Berdarah
32 Rencana Licik Wu Yuan
33 Kemarahan Yan Zhi
34 KeKhawatiran Yan Zhi
35 Telepone Dari Ibu Mertua
36 Merasa Panas Bermain Api
37 Ungkapan Suka Yan Zhi
38 Godaan Lin Momo di Pagi Hari
39 Kedatangan Nyonya Besar
40 Kesalahpahaman
41 Aku Belum Bertemu
42 Kedatangan Ji Ru di Asrama
43 Salah Alamat
44 Ceraikan Saja Suami Mu
45 Identitas Pemilik Pabrik
46 Ibu Seret Kau Ke Semua Toko
47 Aku Mencintaimu, Lin Momo
48 Dibawah Tatapan Yan Zhi
49 Pagi yang Manis untuk Istri Tersayang
50 Suami Manja Lin Momo
51 Kejutan Istimewa
52 Terpesona Pria 1990
53 Malam Sebelum Pesta
54 Hari Pesta Pernikahan
55 Kabar Bahagia
56 Rencana Masa Depan
57 Pemeriksaan Lanjutan
58 Kejutan Tak Terduga 'Mereka'
59 Hadiah Terindah Dalam Hidup
60 Ada Yang Baru
Episodes

Updated 60 Episodes

1
Akhir Hidup Monika
2
Terjebak Di Tahun 1990
3
Nyonya Yan
4
Pindah Rumah
5
Apakah Punya Mu?
6
Pinjam Dulu Ya
7
Suami Baru Cukup Perhatian
8
Tak Sia-Sia Bakatnya
9
Tak Sebanding Dengan Suamiku
10
Masakan Pertama Lin Momo
11
Handukmu Hampir Melorot
12
Aku Lin Momo Tapi Berbeda
13
Tak Perlu Menungguku
14
Menyuapi Yan Zhi
15
Bertemu Nyonya Lie, Istri Direktur
16
Berbelanja Perlengkapan Rias
17
Menikmati Waktu di Restoran 1990
18
Yan Zhi Menungguku?
19
Kau Gugup Sekali
20
Benar-Benar Ujian
21
Mie Cinta Yang Gagal
22
Tiba-Tiba Adegan Slow Motion
23
Lin Momo Yang Tersangat Senang
24
Lin Momo Yang Menggemaskan
25
Pekerjaan Pertama Lin Momo
26
Jasa Merias Lin Momo
27
Tukang Onar Pasar
28
Cerita Lin Momo
29
Mengantar Yan Zhi Kerja
30
Tamu Negara Asing Datang
31
Kaki Lin Momo Berdarah
32
Rencana Licik Wu Yuan
33
Kemarahan Yan Zhi
34
KeKhawatiran Yan Zhi
35
Telepone Dari Ibu Mertua
36
Merasa Panas Bermain Api
37
Ungkapan Suka Yan Zhi
38
Godaan Lin Momo di Pagi Hari
39
Kedatangan Nyonya Besar
40
Kesalahpahaman
41
Aku Belum Bertemu
42
Kedatangan Ji Ru di Asrama
43
Salah Alamat
44
Ceraikan Saja Suami Mu
45
Identitas Pemilik Pabrik
46
Ibu Seret Kau Ke Semua Toko
47
Aku Mencintaimu, Lin Momo
48
Dibawah Tatapan Yan Zhi
49
Pagi yang Manis untuk Istri Tersayang
50
Suami Manja Lin Momo
51
Kejutan Istimewa
52
Terpesona Pria 1990
53
Malam Sebelum Pesta
54
Hari Pesta Pernikahan
55
Kabar Bahagia
56
Rencana Masa Depan
57
Pemeriksaan Lanjutan
58
Kejutan Tak Terduga 'Mereka'
59
Hadiah Terindah Dalam Hidup
60
Ada Yang Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!