Benar-Benar Ujian

Pagi itu, Yan Zhi terbangun lebih awal dari biasanya. Ia membuka matanya perlahan, membiarkan dirinya beradaptasi dengan cahaya matahari yang mulai merayap masuk ke dalam kamar melalui celah tirai. Saat ia menoleh ke samping, pandangannya langsung tertuju pada sosok Lin Momo yang masih terlelap pulas.

Matanya sedikit melebar saat memperhatikan wajah istrinya. Ia baru sadar bahwa kulit wajah Lin Momo tampak lebih cerah dan lembap dibandingkan beberapa hari lalu. Bahkan, jerawat kecil yang sebelumnya ada di pipinya sudah hilang.

Yan Zhi mengernyitkan dahi. "Jadi, produk yang ia totol di wajahnya itu benar-benar ampuh? Padahal baru beberapa hari, kok bisa secepat ini hilang?" gumamnya dalam hati.

Mata pria itu terus menelusuri wajah Lin Momo. Sekali lagi, ia mengakui bahwa istrinya memang cantik. Wajahnya terlihat begitu damai saat tidur, bibirnya sedikit terbuka, dan napasnya teratur.

Setelah beberapa saat, Yan Zhi memutuskan untuk membangunkannya. Ia tidak ingin Lin Momo bangun kesiangan.

"Lin Momo..." panggilnya lembut.

Namun, tidak ada respons.

Yan Zhi menghela napas, lalu mencoba menepuk bahu istrinya dengan pelan. "Lin Momo, sudah pagi. Bangun."

Lin Momo masih tidak merespons, hanya mengerang pelan. "Jam berapa?" tanyanya dengan suara serak khas orang yang baru bangun tidur.

"Sudah hampir jam tujuh," jawab Yan Zhi.

Bukannya bangun, Lin Momo malah mengubah posisinya menghadap ke arahnya. Tanpa sadar, kaki kirinya terangkat dan mendarat tepat di atas paha Yan Zhi. Pria itu langsung membeku di tempat.

Mata Yan Zhi perlahan melotot saat melihat paha mulus istrinya yang kini berada tepat di depannya. Celana tidur yang dikenakan Lin Momo sangat pendek, membuatnya bisa melihat dengan jelas kulitnya yang cerah dan sehat.

"Astaga..." Yan Zhi menelan ludah.

Ia sudah mulai terbiasa dengan kejadian semacam ini, tapi sebelumnya itu hanya terjadi saat malam hari, dalam keadaan lampu mati. Sekarang? Ini pagi hari! Cahaya matahari terang benderang dan semuanya terlihat jelas tanpa halangan!

Yan Zhi buru-buru menarik selimut dan menutup kaki Lin Momo. Ia menghela napas panjang, berusaha mengendalikan pikirannya yang mulai melayang entah ke mana.

Ia mencoba membangunkannya lagi. "Lin Momo, ayo bangun. Ini sudah pagi."

Namun, bukannya bangun, Lin Momo malah menggeliat sebentar.

"Jangan ganggu aku, ini masih terlalu pagi," ucap Lin Momo, lalu berbalik badan, memunggungi Yan Zhi.

Parahnya, selimut yang tadi menutupi tubuhnya ikut tersingkap, membuat semua tubuhnya terlihat jelas di hadapan Yan Zhi.

Punggung Lin Momo yang halus tanpa tertutup rambut panjangnya terlihat begitu jelas, baju tidurnya sedikit terangkat hingga bagian pinggangnya terbuka. Ditambah lagi, kaki jenjangnya yang begitu indah semakin menambah ujian pagi bagi Yan Zhi.

Yan Zhi menelan ludahnya, buru-buru mengalihkan pandangan. Yan Zhi langsung menegakkan punggungnya. Dalam hati, ia berteriak, "Ini bahaya!"

Ia mencoba mengendalikan dirinya dan menarik selimut kembali menutupi tubuh Lin Momo.

Yan Zhi menghela napas panjang. Kenapa setiap pagi aku harus diuji seperti ini?

Demi menjaga kewarasannya, ia segera bangkit dari ranjang. “Aku akan mandi dan bersiap untuk bekerja,” katanya dengan suara sedikit serak.

Lin Momo hanya menggumam pelan sebagai jawaban. "Hmm..."

Yan Zhi menggelengkan kepala sambil melirik sekilas ke arah istrinya yang masih tertidur pulas.

"Aish, kalau begini terus, aku bisa gila!" pikirnya sebelum melangkah cepat menuju kamar mandi.

Yan Zhi cepat-cepat bangkit dan masuk ke kamar mandi.

Di dalam, ia meraih air dingin dan membasuh wajahnya.

"Pagi ini benar-benar ujian," gumamnya sambil mengusap wajahnya dengan tangan.

Yan Zhi tahu, tinggal serumah dengan Lin Momo akan terus memberikan kejutan-kejutan yang membuatnya gila.

Lin Momo menggeliat pelan di tempat tidurnya. Sinar matahari yang terik menerobos masuk melalui celah tirai, menyilaukan matanya. Ia mengerjapkan mata beberapa kali, lalu mendesah pelan.

"Astaga, aku kesiangan..." gumamnya sambil cepat-cepat bangun dari tempat tidur.

Tanpa menunggu lebih lama, ia segera menuju kamar mandi untuk mandi dan menyegarkan tubuhnya. Air hangat yang mengalir membantu mengusir rasa kantuknya, membuatnya lebih siap untuk menjalani hari.

Setelah selesai, ia mengenakan pakaian santai dan mulai membersihkan kamar tidurnya. Ia merapikan selimut yang berantakan, menyapu lantai, dan memastikan semuanya terlihat rapi sebelum keluar dari kamar.

"Baiklah, sekarang waktunya memasak," ucapnya pada diri sendiri.

Ia melangkah ke dapur, menyiapkan bahan-bahan yang akan digunakan. Setelah berpikir sebentar, ia memutuskan untuk membuat sarapan sederhana.

Sambil memasak, pikirannya melayang ke rencana hari ini.

"Aku harus mencari gedung kosong untuk memulai karir nya menjadi perias profesional," pikirnya.

Dengan pengalaman yang dimilikinya sebagai artis di kehidupan sebelumnya, ia yakin bisa membuat bisnis ini sukses.

Lin Momo tersenyum kecil, semangat membayangkan bagaimana nantinya toko itu akan berdiri dan dipenuhi pelanggan. Hari ini adalah langkah pertama menuju impiannya.

Setelah selesai makan, Lin Momo bersiap dengan tas kecilnya. Ia menatap pantulan dirinya di cermin sebentar, memastikan penampilannya rapi sebelum keluar rumah. Dengan penuh semangat, ia melangkah ke luar, menuju kawasan ruko-ruko untuk mencari tempat yang bisa dijadikan toko riasnya.

"Hari ini aku pasti menemukan tempat yang cocok!" katanya penuh semangat sambil mengepalkan tangannya.

Namun, setelah berjam-jam berjalan, mengitari satu blok ke blok lain, ia belum juga menemukan gedung kosong yang sesuai.

"Hah… bagaimana mungkin tidak ada satu pun yang kosong?" keluhnya sambil menepuk dahinya pelan.

Ia sudah bertanya ke beberapa pemilik toko, tetapi semua tempat sudah disewa atau terlalu mahal untuknya. Harapannya mulai pudar sedikit demi sedikit.

Lin Momo berhenti di depan sebuah bangunan dengan tampilan klasik. Ia menatapnya sejenak, membayangkan bagaimana jika toko riasnya ada di tempat itu.

"Seandainya tempat ini kosong… pasti cocok sekali," ucapnya pelan.

Namun, saat ia bertanya kepada pemiliknya, jawaban yang diterima tetap sama.

"Maaf, tempat ini sudah ada penyewanya," kata pria paruh baya itu sambil tersenyum ramah.

Lin Momo menghela napas panjang.

"Sepertinya aku hanya bisa menjadi perias keliling dulu deh," gumamnya sambil berjalan menuju taman kota.

Ia duduk di salah satu bangku taman, menatap lalu lalang orang-orang yang sibuk dengan aktivitas mereka. Beberapa pekerja tampak berjalan cepat dengan setelan rapi, anak-anak berlarian di area bermain, dan beberapa pedagang kaki lima sibuk melayani pelanggan.

"Kalau tidak bisa membuka toko rias, mungkin aku harus mencoba karir lain?" pikirnya sambil menopang dagu.

Ia berpikir keras.

"Menjadi koki? Tapi aku belum pernah memasak di restoran besar. Hmm… atau aku mulai karir sebagai model? Aku memang pernah jadi artis, tapi apakah industri di tahun 1990 sama seperti di zamanku dulu?"

Ia menggigit bibirnya, bimbang dengan pilihan yang ada.

Tiba-tiba, seorang anak kecil yang sedang berlari tersandung dan jatuh di dekatnya. Lin Momo segera berjongkok dan membantunya bangun.

"Kamu tidak apa-apa?" tanyanya lembut.

Anak itu mengangguk, lalu tersenyum lebar sebelum berlari kembali ke arah ibunya.

Lin Momo tersenyum kecil melihatnya.

"Aku juga harus seperti anak kecil itu, jatuh bukan berarti menyerah. Aku hanya perlu mencoba cara lain," ucapnya dalam hati.

Ia menarik napas dalam-dalam, lalu berdiri dari bangku taman.

"Baiklah! Kalau belum bisa punya toko, aku akan mulai dari bawah dulu. Aku bisa jadi perias keliling sambil menabung. Suatu saat nanti, aku pasti bisa punya toko sendiri!"

Dengan semangat yang kembali menyala, Lin Momo melangkah pergi, pulang ke rumah.

Terpopuler

Comments

Cha Sumuk

Cha Sumuk

ayolah thor buat mereka merasakan cinta dn mlm pertama biar tmbh menarik thor ceritanya hehehe jgn sm2 kaku lah

2025-02-14

1

Hariyanti

Hariyanti

tuan Yan.... mau sampai kapan anda tdk menyentuh istrimu?? apa tunggu kalian berdua jatuh cinta dulu???🤗🤗🤗

2025-03-18

0

Sribundanya Gifran

Sribundanya Gifran

thor malam pertamanya kpn? kasian tu yan zhi menahan godaan padahal udah sah.
lanjut up lagi thor💪💪💪💪

2025-02-16

0

lihat semua
Episodes
1 Akhir Hidup Monika
2 Terjebak Di Tahun 1990
3 Nyonya Yan
4 Pindah Rumah
5 Apakah Punya Mu?
6 Pinjam Dulu Ya
7 Suami Baru Cukup Perhatian
8 Tak Sia-Sia Bakatnya
9 Tak Sebanding Dengan Suamiku
10 Masakan Pertama Lin Momo
11 Handukmu Hampir Melorot
12 Aku Lin Momo Tapi Berbeda
13 Tak Perlu Menungguku
14 Menyuapi Yan Zhi
15 Bertemu Nyonya Lie, Istri Direktur
16 Berbelanja Perlengkapan Rias
17 Menikmati Waktu di Restoran 1990
18 Yan Zhi Menungguku?
19 Kau Gugup Sekali
20 Benar-Benar Ujian
21 Mie Cinta Yang Gagal
22 Tiba-Tiba Adegan Slow Motion
23 Lin Momo Yang Tersangat Senang
24 Lin Momo Yang Menggemaskan
25 Pekerjaan Pertama Lin Momo
26 Jasa Merias Lin Momo
27 Tukang Onar Pasar
28 Cerita Lin Momo
29 Mengantar Yan Zhi Kerja
30 Tamu Negara Asing Datang
31 Kaki Lin Momo Berdarah
32 Rencana Licik Wu Yuan
33 Kemarahan Yan Zhi
34 KeKhawatiran Yan Zhi
35 Telepone Dari Ibu Mertua
36 Merasa Panas Bermain Api
37 Ungkapan Suka Yan Zhi
38 Godaan Lin Momo di Pagi Hari
39 Kedatangan Nyonya Besar
40 Kesalahpahaman
41 Aku Belum Bertemu
42 Kedatangan Ji Ru di Asrama
43 Salah Alamat
44 Ceraikan Saja Suami Mu
45 Identitas Pemilik Pabrik
46 Ibu Seret Kau Ke Semua Toko
47 Aku Mencintaimu, Lin Momo
48 Dibawah Tatapan Yan Zhi
49 Pagi yang Manis untuk Istri Tersayang
50 Suami Manja Lin Momo
51 Kejutan Istimewa
52 Terpesona Pria 1990
53 Malam Sebelum Pesta
54 Hari Pesta Pernikahan
55 Kabar Bahagia
56 Rencana Masa Depan
57 Pemeriksaan Lanjutan
58 Kejutan Tak Terduga 'Mereka'
59 Hadiah Terindah Dalam Hidup
60 Ada Yang Baru
Episodes

Updated 60 Episodes

1
Akhir Hidup Monika
2
Terjebak Di Tahun 1990
3
Nyonya Yan
4
Pindah Rumah
5
Apakah Punya Mu?
6
Pinjam Dulu Ya
7
Suami Baru Cukup Perhatian
8
Tak Sia-Sia Bakatnya
9
Tak Sebanding Dengan Suamiku
10
Masakan Pertama Lin Momo
11
Handukmu Hampir Melorot
12
Aku Lin Momo Tapi Berbeda
13
Tak Perlu Menungguku
14
Menyuapi Yan Zhi
15
Bertemu Nyonya Lie, Istri Direktur
16
Berbelanja Perlengkapan Rias
17
Menikmati Waktu di Restoran 1990
18
Yan Zhi Menungguku?
19
Kau Gugup Sekali
20
Benar-Benar Ujian
21
Mie Cinta Yang Gagal
22
Tiba-Tiba Adegan Slow Motion
23
Lin Momo Yang Tersangat Senang
24
Lin Momo Yang Menggemaskan
25
Pekerjaan Pertama Lin Momo
26
Jasa Merias Lin Momo
27
Tukang Onar Pasar
28
Cerita Lin Momo
29
Mengantar Yan Zhi Kerja
30
Tamu Negara Asing Datang
31
Kaki Lin Momo Berdarah
32
Rencana Licik Wu Yuan
33
Kemarahan Yan Zhi
34
KeKhawatiran Yan Zhi
35
Telepone Dari Ibu Mertua
36
Merasa Panas Bermain Api
37
Ungkapan Suka Yan Zhi
38
Godaan Lin Momo di Pagi Hari
39
Kedatangan Nyonya Besar
40
Kesalahpahaman
41
Aku Belum Bertemu
42
Kedatangan Ji Ru di Asrama
43
Salah Alamat
44
Ceraikan Saja Suami Mu
45
Identitas Pemilik Pabrik
46
Ibu Seret Kau Ke Semua Toko
47
Aku Mencintaimu, Lin Momo
48
Dibawah Tatapan Yan Zhi
49
Pagi yang Manis untuk Istri Tersayang
50
Suami Manja Lin Momo
51
Kejutan Istimewa
52
Terpesona Pria 1990
53
Malam Sebelum Pesta
54
Hari Pesta Pernikahan
55
Kabar Bahagia
56
Rencana Masa Depan
57
Pemeriksaan Lanjutan
58
Kejutan Tak Terduga 'Mereka'
59
Hadiah Terindah Dalam Hidup
60
Ada Yang Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!