Terjebak Di Tahun 1990

Suara burung berkicau terdengar sayup-sayup, bercampur dengan semilir angin yang berhembus melalui celah jendela. Monika membuka matanya perlahan, kepalanya terasa berat dan sedikit pusing. Ia mengerang pelan, mencoba mengumpulkan kesadaran.

Namun, saat melihat ke atas, ia langsung tertegun.

Langit-langit kayu? Ini bukan hotel mewah tempat ia menginap tadi malam. Aroma khas kayu tua memenuhi udara, membuatnya sadar bahwa ini bukan tempat yang familiar.

"Di mana aku?" pikirnya panik.

Monika segera bangkit, tapi tubuhnya terasa lemas. Ia menoleh ke samping dan langsung tersentak kaget.

Seorang pria tampan, bertelanjang dada berbaring di sebelahnya, masih tertidur. Wajahnya tampak damai, tetapi Monika tak peduli dengan ketampanannya. Yang ada di pikirannya sekarang adalah: Siapa dia? Dan kenapa mereka tidur di ranjang yang sama?!

Matanya membelalak, refleks ia meloncat mundur. "Astaga! Siapa kau?!" serunya dengan panik.

Pria itu tampaknya baru tersadar dari tidurnya, matanya masih setengah terbuka. Dengan suara serak, ia bergumam, "Hmm? Apa yang terjadi?"

Monika buru-buru menarik selimut untuk menutupi dirinya, meskipun ia masih mengenakan pakaian lengkap. Napasnya memburu, otaknya bekerja cepat mencoba mengingat kejadian terakhir sebelum ia kehilangan kesadaran.

"Tunggu… Aku di kamar mandi hotel… Kepleset… Lalu…"

Matanya menangkap sesuatu di meja kecil di dekat ranjang. Sebuah kalender usang dengan angka yang jelas terlihat:

1990

Jantung Monika nyaris berhenti. Matanya membulat. Itu tidak masuk akal. Terakhir kali ia ingat, ia ada di tahun 2024, menerima penghargaan sebagai aktris terbaik. Lalu bagaimana bisa ia berada di tahun 1990?!

"Tidak… Tidak mungkin…" Ia mengusap wajahnya, merasa ini semua seperti mimpi buruk.

Tiba-tiba, rasa sakit menusuk kepalanya. Kenangan asing mulai membanjiri pikirannya, seolah ada sesuatu yang berusaha masuk ke dalam otaknya.

Nama gadis yang tubuhnya kini ia tempati adalah Lin Momo. Ia seorang wanita desa yang bekerja keras di sawah setiap hari, banting tulang demi menghidupi dirinya dan… tunangannya, Wu Yuan.

Sayangnya, Wu Yuan diam-diam berselingkuh dengan seorang wanita bernama Xie Wen. Mereka berdua merencanakan sesuatu yang kejam.

Kenangan lain muncul. Malam sebelumnya, Wu Yuan mengajak Lin Momo makan malam di sebuah restoran kecil. Pria itu menyajikan makanan dengan senyum manis, tapi diam-diam mencampurkan obat bius dalam makanannya.

“Nikmati makananmu, sayang,” suara Wu Yuan terdengar dalam ingatannya.

Lin Momo tidak curiga sedikit pun. Ia memakan makanan itu, lalu semuanya menjadi gelap.

Mungkin karena dosisnya terlalu besar, tubuh asli Lin Momo tidak mampu bertahan dan akhirnya meninggal…

“Apa ini artinya… aku melintasi waktu?” gumam Monika dengan wajah serius.

"Brengsek! Jadi aku mati karena kepleset, tapi malah terjebak di tubuh orang lain pada tahun 1990?!" gumamnya kesal.

"Baiklah, kalau begitu sekarang namaku Lin Momo," gumamnya

Sementara itu, pria di sebelahnya sudah duduk tegak, mengusap wajahnya sendiri. "Aku… juga tidak tahu bagaimana aku bisa ada di sini."

Lin Momo menoleh tajam. "Siapa kau?" tanyanya penuh curiga.

Pria itu menghela napas, masih berusaha memahami situasi. "Namaku Yan Zhi, Aku adalah manajer baru di pabrik sepatu kota sebelah. Aku hanya ingat sedang makan malam di penginapan, lalu tiba-tiba merasa pusing dan… yah, bangun di sini."

Lin Momo menajamkan tatapannya. "Kau yakin hanya seorang manajer?"

Yan Zhi tersenyum tipis. "Tentu saja."

Lin Momo masih ragu, tapi sebelum ia bisa menggali lebih dalam, suara ketukan keras menggema di pintu.

DOR! DOR! DOR!

"Lin Momo! Kau ada di dalam, kan?! Keluar sekarang juga!" terdengar suara marah dari luar.

Lin Momo menghela napas panjang. "Sial, ini pasti jebakan tadi malam."

Yan Zhi menoleh ke arah pintu. "Apa yang harus kita lakukan?"

Lin Momo memutar otaknya cepat. Lalu, ia menatap pria tampan di depannya dan menyeringai. "Kau mau menikah denganku?"

Yan Zhi membelalak. "APA?!"

"Yah, kita sudah dipergoki, kan? Lebih baik kita nikah saja daripada harus menghadapi drama yang lebih besar," ucap Lin Momo santai.

Yan Zhi terdiam, lalu mengangkat alis. "Kau yakin?"

Lin Momo menunjuk dadanya yang telanjang. "Kau pasang bajumu dulu sebelum kita bicara lebih lanjut!"

Yan Zhi terkekeh dan segera mengenakan kemeja yang tergeletak di kursi. Namun, sebelum ia selesai mengancingkan bajunya…

BRAK!

Pintu kamar terbuka dengan keras.

Sekelompok orang masuk dengan wajah merah padam penuh amarah. Di barisan depan ada Wu Yuan, si tunangan brengsek, bersama Xie Wen yang berdiri di sisinya dengan ekspresi mengejek.

"Jadi ini kelakuanmu, Lin Momo?! Kau benar-benar menjijikkan!" Wu Yuan menunjuknya dengan marah.

Xie Wen menambahkan dengan nada mengejek, "Aku tidak menyangka kau akan serendah ini. Benar-benar memalukan!"

Lin Momo, yang sekarang menjadi Lin Momo, menyilangkan tangan dan memutar matanya. "Oh, jadi kalian datang ke sini untuk menuduhku? Bagus sekali, ya. Sudah puas menjebakku?"

Wu Yuan tersentak. "Apa maksudmu?!"

Lin Momo melipat tangan di dada. "Jangan pura-pura bodoh. Kalian pikir aku tidak tahu kalau kalian berdua yang menjebakku? Beri aku makanan dengan obat bius supaya aku terlihat seolah-olah berselingkuh?"

Kerumunan orang-orang mulai berbisik, beberapa dari mereka mulai curiga.

Xie Wen tersenyum sinis. "Jangan menuduh sembarangan, Lin Momo. Semua orang di desa tahu kau tergila-gila pada tunanganmu. Siapa yang percaya kau ditipu?"

Lin Momo mendengus. "Oh, aku memang gila karena dulu percaya pada bajingan seperti Wu Yuan."

Wu Yuan memerah. "Kau—!"

Sebelum ia bisa melanjutkan, Lin Momo melanjutkan dengan nada malas. "Sudahlah. Kau mau membatalkan pertunangan? Bagus! Aku setuju!"

Seluruh ruangan terdiam.

Wu Yuan yang tadinya penuh percaya diri langsung terkejut. "APA?"

Lin Momo tersenyum lebar. "Kita putus. Silakan nikahi Xie Wen, atau siapa pun yang mau menanggung bebanmu."

Kerumunan kembali berbisik. Beberapa wanita desa yang awalnya mencemooh kini terlihat berpikir ulang.

Xie Wen yang awalnya puas, tiba-tiba tampak panik. "Tunggu, Lin Momo! Kau tidak bisa menyerah begitu saja!"

Lin Momo menatapnya dengan tatapan penuh sindiran. "Oh, aku bisa dan aku akan."

Yan Zhi yang sejak tadi diam, akhirnya angkat bicara. "Jika pertunangan sudah dibatalkan, maka aku ingin mengumumkan sesuatu."

Semua mata tertuju padanya.

Yan Zhi meraih tangan Lin Momo dan menatapnya penuh keyakinan. "Aku akan menikahi Lin Momo."

Wu Yuan hampir tersedak. "APA?!"

Lin Momo tersenyum manis. "Nah, sekarang aku sudah punya pasangan baru. Kau puas, Wu Yuan?"

Wu Yuan dan Xie Wen tampak pucat. Sementara itu, para penduduk desa mulai bergumam dengan nada kagum.

"Yan Zhi memang pria baik…"

"Lin Momo akhirnya mendapatkan seseorang yang lebih baik dari Wu Yuan!"

Wu Yuan mengepalkan tangannya. "Kalian akan menyesal!"

Lin Momo tertawa kecil. "Aku hanya menyesal pernah menyia-nyiakan waktuku untuk pria payah sepertimu."

Wu Yuan dan Xie Wen akhirnya pergi dengan wajah merah padam.

Sementara itu, Lin Momo menoleh ke Yan Zhi dan berbisik, "Kau benar-benar ingin menikah denganku, atau itu hanya untuk menyelamatkan kita dari jebakan ini?"

Yan Zhi tersenyum penuh arti. "Siapa tahu? Kita lihat saja nanti."

Lin Momo mengangkat alis. "Kau sangat menarik."

Terpopuler

Comments

💞 NYAK ZEE 💞

💞 NYAK ZEE 💞

kembali ke 34 tahun yg lalu berarti ya, sudah jaman moderen dong....

2025-02-11

4

Hariyanti

Hariyanti

jadi bumerang kan...... mungkin wu Yuan dan selingkuhannya lupa bahwa di atas langit ada langit 🤗

2025-03-18

0

Sandisalbiah

Sandisalbiah

suka gayamu, Momo.... tipe perempuan badas yg gak mudah di tindas.. keren..

2025-03-06

0

lihat semua
Episodes
1 Akhir Hidup Monika
2 Terjebak Di Tahun 1990
3 Nyonya Yan
4 Pindah Rumah
5 Apakah Punya Mu?
6 Pinjam Dulu Ya
7 Suami Baru Cukup Perhatian
8 Tak Sia-Sia Bakatnya
9 Tak Sebanding Dengan Suamiku
10 Masakan Pertama Lin Momo
11 Handukmu Hampir Melorot
12 Aku Lin Momo Tapi Berbeda
13 Tak Perlu Menungguku
14 Menyuapi Yan Zhi
15 Bertemu Nyonya Lie, Istri Direktur
16 Berbelanja Perlengkapan Rias
17 Menikmati Waktu di Restoran 1990
18 Yan Zhi Menungguku?
19 Kau Gugup Sekali
20 Benar-Benar Ujian
21 Mie Cinta Yang Gagal
22 Tiba-Tiba Adegan Slow Motion
23 Lin Momo Yang Tersangat Senang
24 Lin Momo Yang Menggemaskan
25 Pekerjaan Pertama Lin Momo
26 Jasa Merias Lin Momo
27 Tukang Onar Pasar
28 Cerita Lin Momo
29 Mengantar Yan Zhi Kerja
30 Tamu Negara Asing Datang
31 Kaki Lin Momo Berdarah
32 Rencana Licik Wu Yuan
33 Kemarahan Yan Zhi
34 KeKhawatiran Yan Zhi
35 Telepone Dari Ibu Mertua
36 Merasa Panas Bermain Api
37 Ungkapan Suka Yan Zhi
38 Godaan Lin Momo di Pagi Hari
39 Kedatangan Nyonya Besar
40 Kesalahpahaman
41 Aku Belum Bertemu
42 Kedatangan Ji Ru di Asrama
43 Salah Alamat
44 Ceraikan Saja Suami Mu
45 Identitas Pemilik Pabrik
46 Ibu Seret Kau Ke Semua Toko
47 Aku Mencintaimu, Lin Momo
48 Dibawah Tatapan Yan Zhi
49 Pagi yang Manis untuk Istri Tersayang
50 Suami Manja Lin Momo
51 Kejutan Istimewa
52 Terpesona Pria 1990
53 Malam Sebelum Pesta
54 Hari Pesta Pernikahan
55 Kabar Bahagia
56 Rencana Masa Depan
57 Pemeriksaan Lanjutan
58 Kejutan Tak Terduga 'Mereka'
59 Hadiah Terindah Dalam Hidup
60 Ada Yang Baru
Episodes

Updated 60 Episodes

1
Akhir Hidup Monika
2
Terjebak Di Tahun 1990
3
Nyonya Yan
4
Pindah Rumah
5
Apakah Punya Mu?
6
Pinjam Dulu Ya
7
Suami Baru Cukup Perhatian
8
Tak Sia-Sia Bakatnya
9
Tak Sebanding Dengan Suamiku
10
Masakan Pertama Lin Momo
11
Handukmu Hampir Melorot
12
Aku Lin Momo Tapi Berbeda
13
Tak Perlu Menungguku
14
Menyuapi Yan Zhi
15
Bertemu Nyonya Lie, Istri Direktur
16
Berbelanja Perlengkapan Rias
17
Menikmati Waktu di Restoran 1990
18
Yan Zhi Menungguku?
19
Kau Gugup Sekali
20
Benar-Benar Ujian
21
Mie Cinta Yang Gagal
22
Tiba-Tiba Adegan Slow Motion
23
Lin Momo Yang Tersangat Senang
24
Lin Momo Yang Menggemaskan
25
Pekerjaan Pertama Lin Momo
26
Jasa Merias Lin Momo
27
Tukang Onar Pasar
28
Cerita Lin Momo
29
Mengantar Yan Zhi Kerja
30
Tamu Negara Asing Datang
31
Kaki Lin Momo Berdarah
32
Rencana Licik Wu Yuan
33
Kemarahan Yan Zhi
34
KeKhawatiran Yan Zhi
35
Telepone Dari Ibu Mertua
36
Merasa Panas Bermain Api
37
Ungkapan Suka Yan Zhi
38
Godaan Lin Momo di Pagi Hari
39
Kedatangan Nyonya Besar
40
Kesalahpahaman
41
Aku Belum Bertemu
42
Kedatangan Ji Ru di Asrama
43
Salah Alamat
44
Ceraikan Saja Suami Mu
45
Identitas Pemilik Pabrik
46
Ibu Seret Kau Ke Semua Toko
47
Aku Mencintaimu, Lin Momo
48
Dibawah Tatapan Yan Zhi
49
Pagi yang Manis untuk Istri Tersayang
50
Suami Manja Lin Momo
51
Kejutan Istimewa
52
Terpesona Pria 1990
53
Malam Sebelum Pesta
54
Hari Pesta Pernikahan
55
Kabar Bahagia
56
Rencana Masa Depan
57
Pemeriksaan Lanjutan
58
Kejutan Tak Terduga 'Mereka'
59
Hadiah Terindah Dalam Hidup
60
Ada Yang Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!