Menyuapi Yan Zhi

Saat ayam berkokok, fajar mulai menyingsing. Cahaya matahari perlahan masuk melalui celah jendela, menerangi kamar yang masih diselimuti kehangatan malam.

Di atas ranjang, Lin Momo mulai bergerak. Tangan dan kakinya yang tadi melilit Yan Zhi akhirnya berpindah ke arah lain.

Yan Zhi, yang sejak tadi masih berusaha tidur, langsung merasa lega. Ia membuka matanya sejenak, memastikan Lin Momo benar-benar tidak lagi menempel padanya.

"Akhirnya…" gumamnya pelan sambil menghela napas.

Dengan hati-hati, ia bangun dan membenarkan posisi Lin Momo, menarik selimut untuk menutupinya agar tetap hangat.

Setelah itu, ia membalikkan badan, memunggungi istrinya. Tak peduli lagi, ia hanya ingin tidur meskipun sebentar.

Sementara itu, Lin Momo mulai terusik oleh sinar matahari yang mengenai wajahnya. Kelopak matanya bergerak, lalu perlahan terbuka.

Ia mengerjap beberapa kali, lalu melihat jam kecil di meja samping tempat tidur. Masih terlalu pagi.

Ia menghela napas kecil dan menoleh ke samping, mendapati Yan Zhi tidur membelakanginya.

Dalam hati, ia bergumam, "Katanya mau memeluk, tapi malah hadap sana!"

Ia sempat ingin menjahilinya, tapi akhirnya hanya mendengus pelan. "Ah, sudahlah."

Lin Momo pun bangkit, meregangkan tubuh sebentar sebelum berjalan ke lemari dan mengambil baju ganti. Ia menaruhnya di kursi, lalu keluar dari kamar dengan langkah ringan.

Di dapur, ia mulai menyiapkan sarapan untuk mereka berdua. Tangannya cekatan memotong bahan-bahan, sementara pikirannya melayang ke kejadian semalam.

"Apa tadi malam ia merasa terganggu kepadaku, waktu tidur?" Lin Momo merenung sambil mengaduk sup di panci.

Tapi, setelah mengingat bagaimana nyamannya ia tidur dalam pelukan Yan Zhi, pipinya sedikit memerah.

"Sudahlah, yang penting aku tidur nyenyak." Ia tersenyum kecil, lalu kembali fokus memasak.

Setelah selesai memasak, Lin Momo menuang air panas ke dalam teko dan menyiapkannya di sudut meja. Ia menatap makanan yang sudah tersaji di meja makan dengan puas, lalu menutupnya dengan tudung saji agar tetap hangat.

"Hmm, sepertinya cukup untuk sarapan nanti," gumamnya sambil mengangguk kecil.

Setelah memastikan semuanya beres, ia mengambil panci kosong dan mulai merebus air lagi. Kali ini untuk mandi.

Saat air mulai mendidih, ia tak lupa menyiapkan air panas tambahan untuk Yan Zhi.

"Kalau dia bangun nanti, setidaknya air panasnya sudah siap."

Setelah semuanya beres, Lin Momo membawa air panas ke kamar mandi dan menyiapkan bak mandinya.

Ia melepas pakaiannya satu per satu, merasakan suhu ruangan yang sedikit dingin sebelum akhirnya masuk ke dalam air hangat yang nyaman.

"Ahh… ini baru segar."

Ia menikmati kehangatan air, dengan cepat, ia mengambil sabun dan mulai membersihkan tubuhnya, bersiap untuk menghadapi hari baru.

Setelah selesai mandi dan mengenakan pakaiannya, Lin Momo segera pergi ke dapur. Ia menuangkan air panas ke dalam bak di kamar mandi agar suaminya bisa mandi dengan nyaman.

Setelah semuanya siap, ia berjalan ke kamar dan melihat Yan Zhi masih tidur dengan posisi memunggunginya.

"Yan Zhi, bangun. Air panasnya sudah siap. Waktunya bekerja," katanya sambil menepuk pelan bahu suaminya.

Yan Zhi hanya bergumam pelan, menggeliat sebentar sebelum akhirnya membuka mata dengan malas. "Hn… sebentar lagi…"

Lin Momo mendecak. "Kalau kau tidak bangun sekarang, airnya akan dingin, dan kau pasti menyesal."

Mendengar itu, Yan Zhi akhirnya menyeret dirinya bangun. Dengan mata yang masih setengah tertutup, ia mengambil pakaian kerjanya lalu berjalan menuju kamar mandi dengan langkah yang sedikit goyah.

"Kenapa terlihat seperti orang setengah sadar?" Lin Momo bergumam sambil mengamati tingkah suaminya.

Di kamar mandi, Yan Zhi mandi dengan cepat, sesekali matanya masih tertutup, bahkan hampir ketiduran saat membilas rambutnya. Setelah selesai, ia mengenakan pakaiannya dengan gerakan lambat, terkadang tanpa sadar matanya kembali terpejam.

Ketika akhirnya ia sampai di meja makan, ia duduk dengan tatapan kosong, matanya terlihat sedikit lebih sadar tetapi masih mengantuk.

Lin Momo yang melihatnya hanya bisa mengernyitkan dahi. "Ada apa denganmu? Kau tidak tidur tadi malam?"

Yan Zhi menguap kecil sebelum menjawab, "Aku tidur… hanya saja masih mengantuk."

Lin Momo menghela napas, lalu mengambil nasi dan lauk untuk suaminya. Melihat Yan Zhi yang masih tampak setengah sadar, ia menyodorkan sumpit ke arahnya.

"Apakah kau perlu aku suapi?" tanyanya dengan nada menggoda.

Yan Zhi, tanpa berpikir panjang, langsung menjawab, "Boleh."

Lin Momo terdiam sejenak, tidak menyangka Yan Zhi akan benar-benar menerima tawarannya. Namun, tanpa banyak protes, ia mengambil sumpit Yan Zhi dan mulai menyuapinya satu per satu.

Yan Zhi menerima suapan itu dengan santai, menikmati setiap gigitan.

"Masakan istriku sangat enak." katanya sambil tersenyum.

Lin Momo yang sedang mengambilkan makanan baru saja akan menyuapkan lagi, tetapi tiba-tiba tangannya berhenti di udara.

"Apa? Kau bilang apa tadi?" tanyanya memastikan.

Yan Zhi menatapnya dengan bingung. "Apa?"

Lin Momo menyipitkan matanya, "Kau tadi memanggilku apa?"

Yan Zhi sambil mengunyah makanannya dengan mata sedikit tertutup. "Tidak tahu."

Lin Momo masih menatapnya curiga, tetapi akhirnya memilih mengabaikannya. "Hmph, baiklah. Makan lagi, kau ini benar-benar aneh pagi ini."

Yan Zhi hanya tersenyum kecil dan membuka mulutnya lagi, menunggu suapan berikutnya.

Setelah selesai menyuapi Yan Zhi, Lin Momo mulai makan bagiannya. Sesekali, ia melirik ke arah suaminya yang kini menaruh kepalanya di tembok dengan mata terpejam.

Melihat itu, Lin Momo hanya bisa menggelengkan kepala.

"Dasar, sepertinya dia benar-benar kurang tidur," gumamnya dalam hati.

Setelah menyelesaikan makanannya, ia merapikan meja sebentar, lalu menepuk bahu Yan Zhi. "Hei, jangan tidur di situ. Bangun!"

Yan Zhi tersentak, membuka matanya dengan sedikit bingung.

"Hn… sudah selesai?" tanyanya dengan suara serak mengantuk.

Lin Momo menghela napas. "Aku pergi dulu."

Yan Zhi mengangguk pelan.

"Hati-hati," ucapnya masih dengan suara malas.

Namun, sebelum Lin Momo pergi, ia kembali mengingatkan, "Jangan tertidur lagi, cuci muka dulu sebelum berangkat. Nanti kau telat bekerja."

Yan Zhi yang masih setengah sadar akhirnya mengangkat kepalanya dan tersenyum tipis.

"Baiklah, Lin Momo. Hati-hati di jalan," ucapnya sambil perlahan beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju kamar mandi.

Lin Momo menatapnya sejenak sebelum akhirnya mengambil tasnya dan pergi meninggalkan rumah, sementara Yan Zhi dengan langkah malas mulai mencuci mukanya agar bisa sepenuhnya sadar sebelum berangkat kerja.

Di halaman luar, Lin Momo melihat seorang pria berdiri di dekat sebuah mobil. Ia memperhatikan kendaraan itu dengan saksama, lalu matanya sedikit membulat.

"Bukankah ini mobil yang sama saat aku dan Yan Zhi meninggalkan rumahku untuk tinggal bersama?" pikirnya.

Merasa penasaran, Lin Momo melangkah maju dan bertanya pada pria di depannya. "Maaf, Anda ingin bertemu siapa?"

Pria itu menoleh, tampak sedikit terkejut sebelum akhirnya tersenyum.

"Ah, aku… aku asisten..." ia terdiam sejenak, lalu segera meralat.

"Maksudku, aku sopir pemilik pabrik sepatu. Aku juga teman Yan Zhi. Namaku Zhou Qie." lanjut nya.

Lin Momo mengangguk kecil. "Ah, begitu. Salam kenal, Tuan Zhou Qie. Kebetulan, Yan Zhi ada di dalam. Silakan masuk saja."

Zhou Qie tersenyum sopan. "Terima kasih."

"Kalau begitu, aku pergi dulu." ucapnya sebelum melangkah meninggalkan halaman, sementara Zhou Qie berjalan menuju rumah untuk menemui Yan Zhi.

Terpopuler

Comments

Ajeng Sri Pramudya

Ajeng Sri Pramudya

ternyata matamu tidak salah lin momo
yanzhi worang kaya..
kayaknya yanzhi lagi menyamar jadi karyawan biasa

2025-02-12

0

Sribundanya Gifran

Sribundanya Gifran

lanjut

2025-02-12

0

RJ 💜🐑

RJ 💜🐑

semangat Lin Momo 💪🏻💪🏻💪🏻😍😍

2025-02-12

0

lihat semua
Episodes
1 Akhir Hidup Monika
2 Terjebak Di Tahun 1990
3 Nyonya Yan
4 Pindah Rumah
5 Apakah Punya Mu?
6 Pinjam Dulu Ya
7 Suami Baru Cukup Perhatian
8 Tak Sia-Sia Bakatnya
9 Tak Sebanding Dengan Suamiku
10 Masakan Pertama Lin Momo
11 Handukmu Hampir Melorot
12 Aku Lin Momo Tapi Berbeda
13 Tak Perlu Menungguku
14 Menyuapi Yan Zhi
15 Bertemu Nyonya Lie, Istri Direktur
16 Berbelanja Perlengkapan Rias
17 Menikmati Waktu di Restoran 1990
18 Yan Zhi Menungguku?
19 Kau Gugup Sekali
20 Benar-Benar Ujian
21 Mie Cinta Yang Gagal
22 Tiba-Tiba Adegan Slow Motion
23 Lin Momo Yang Tersangat Senang
24 Lin Momo Yang Menggemaskan
25 Pekerjaan Pertama Lin Momo
26 Jasa Merias Lin Momo
27 Tukang Onar Pasar
28 Cerita Lin Momo
29 Mengantar Yan Zhi Kerja
30 Tamu Negara Asing Datang
31 Kaki Lin Momo Berdarah
32 Rencana Licik Wu Yuan
33 Kemarahan Yan Zhi
34 KeKhawatiran Yan Zhi
35 Telepone Dari Ibu Mertua
36 Merasa Panas Bermain Api
37 Ungkapan Suka Yan Zhi
38 Godaan Lin Momo di Pagi Hari
39 Kedatangan Nyonya Besar
40 Kesalahpahaman
41 Aku Belum Bertemu
42 Kedatangan Ji Ru di Asrama
43 Salah Alamat
44 Ceraikan Saja Suami Mu
45 Identitas Pemilik Pabrik
46 Ibu Seret Kau Ke Semua Toko
47 Aku Mencintaimu, Lin Momo
48 Dibawah Tatapan Yan Zhi
49 Pagi yang Manis untuk Istri Tersayang
50 Suami Manja Lin Momo
51 Kejutan Istimewa
52 Terpesona Pria 1990
53 Malam Sebelum Pesta
54 Hari Pesta Pernikahan
55 Kabar Bahagia
56 Rencana Masa Depan
57 Pemeriksaan Lanjutan
58 Kejutan Tak Terduga 'Mereka'
59 Hadiah Terindah Dalam Hidup
60 Ada Yang Baru
Episodes

Updated 60 Episodes

1
Akhir Hidup Monika
2
Terjebak Di Tahun 1990
3
Nyonya Yan
4
Pindah Rumah
5
Apakah Punya Mu?
6
Pinjam Dulu Ya
7
Suami Baru Cukup Perhatian
8
Tak Sia-Sia Bakatnya
9
Tak Sebanding Dengan Suamiku
10
Masakan Pertama Lin Momo
11
Handukmu Hampir Melorot
12
Aku Lin Momo Tapi Berbeda
13
Tak Perlu Menungguku
14
Menyuapi Yan Zhi
15
Bertemu Nyonya Lie, Istri Direktur
16
Berbelanja Perlengkapan Rias
17
Menikmati Waktu di Restoran 1990
18
Yan Zhi Menungguku?
19
Kau Gugup Sekali
20
Benar-Benar Ujian
21
Mie Cinta Yang Gagal
22
Tiba-Tiba Adegan Slow Motion
23
Lin Momo Yang Tersangat Senang
24
Lin Momo Yang Menggemaskan
25
Pekerjaan Pertama Lin Momo
26
Jasa Merias Lin Momo
27
Tukang Onar Pasar
28
Cerita Lin Momo
29
Mengantar Yan Zhi Kerja
30
Tamu Negara Asing Datang
31
Kaki Lin Momo Berdarah
32
Rencana Licik Wu Yuan
33
Kemarahan Yan Zhi
34
KeKhawatiran Yan Zhi
35
Telepone Dari Ibu Mertua
36
Merasa Panas Bermain Api
37
Ungkapan Suka Yan Zhi
38
Godaan Lin Momo di Pagi Hari
39
Kedatangan Nyonya Besar
40
Kesalahpahaman
41
Aku Belum Bertemu
42
Kedatangan Ji Ru di Asrama
43
Salah Alamat
44
Ceraikan Saja Suami Mu
45
Identitas Pemilik Pabrik
46
Ibu Seret Kau Ke Semua Toko
47
Aku Mencintaimu, Lin Momo
48
Dibawah Tatapan Yan Zhi
49
Pagi yang Manis untuk Istri Tersayang
50
Suami Manja Lin Momo
51
Kejutan Istimewa
52
Terpesona Pria 1990
53
Malam Sebelum Pesta
54
Hari Pesta Pernikahan
55
Kabar Bahagia
56
Rencana Masa Depan
57
Pemeriksaan Lanjutan
58
Kejutan Tak Terduga 'Mereka'
59
Hadiah Terindah Dalam Hidup
60
Ada Yang Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!