Chapter 10 : Dua Bunga

Di taman belakang istana, Ferisu menghela napas panjang, berusaha mengabaikan perdebatan yang semakin memanas antara Licia dan Erica. Namun, tiba-tiba ia merasakan sebuah tangan menyentuh pundaknya dari belakang.

"Apa yang sedang terjadi di sini?" Suara lembut namun penuh rasa ingin tahu terdengar. Itu Verina, kakak perempuan Ferisu, yang tampaknya tertarik dengan suara gaduh dari halaman.

Ferisu menoleh malas. "Huft~ Kau bisa lihat sendiri, kan?"

Verina tersenyum kecil, jelas menikmati kekacauan kecil itu. "Hee~ Apa mungkin Erica-chan sedang cemburu?" godanya dengan nada menggoda.

"Hah? Cewek kasar dan bermulut pedas itu cemburu? Lucu sekali," balas Ferisu, memutar matanya dengan kesal.

Tiba-tiba hawa dingin menusuk terasa di sekitar mereka. Erica, yang mendengar ucapan itu, tersenyum dengan tatapan tajam. "Siapa yang kau sebut kasar dan bermulut pedas?" suaranya tegas, penuh amarah yang terpendam.

Ferisu melirik ke arahnya dengan malas. "Siapa lagi kalau bukan kau?" jawabnya datar, menunjukkan bahwa ia sama sekali tidak peduli dengan kemarahan Erica.

Verina tertawa canggung, mencoba mencairkan suasana yang semakin memanas. "Haha... sudah, sudah. Kalian ini selalu seperti anak-anak. Bagaimana kalau kalian pergi jalan-jalan di kota? Sekalian menghirup udara segar."

Licia, yang sejak tadi diam sambil mengamati interaksi antara Ferisu dan Erica, tiba-tiba berseri-seri. "Kupikir itu ide yang bagus! Aku juga ingin melihat-lihat ibu kota kerajaan ini," katanya penuh semangat.

Erica memalingkan wajah, mencoba menyembunyikan rasa tidak nyaman yang muncul. "Terserah. Aku hanya tidak mau membiarkan gadis polos seperti dia sendirian dengan pangeran sampah sepertimu," ujarnya dengan nada tajam.

Verina menahan tawa, lalu menatap Ferisu dengan senyum yang terasa penuh tekanan. "Kalau begitu, Ferisu, kau harus menemani mereka. Anggap saja sebagai latihan menjadi tuan rumah yang baik."

Ferisu hanya bisa menghela napas panjang. "Baiklah, baiklah. Kalau ini bisa membuat kalian diam, aku akan ikut." Meski jelas tampak bahwa ia merasa sangat terpaksa.

Verina menepuk pundak Ferisu. "Itu baru semangat, adikku!" katanya sambil tertawa kecil.

Ferisu berdiri, berjalan menuju pintu taman dengan langkah malas, sementara Licia tampak sangat antusias dan Erica berjalan di belakangnya dengan sikap angkuh. Suasana canggung tampaknya tidak akan mudah hilang dari perjalanan ini.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...----------------...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Di Kota...

Ferisu berjalan di antara jalanan sibuk dengan Licia menggandeng lengannya erat, senyumnya berseri-seri seperti mawar yang mekar sempurna. Di sisi lain, Erica tampak berjalan dengan jarak sedikit lebih jauh, tatapannya dingin, dan aura canggung terasa di udara. Dua pengawal berjalan mengawasi dari belakang dengan sikap tegas namun tetap menjaga jarak yang sopan.

Licia tampak sangat nyaman, memeluk lengan Ferisu seolah mereka adalah sepasang kekasih yang telah lama bersama. Sementara Erica, meski berusaha menjaga wibawa, tak dapat menyembunyikan tatapan sesekali yang mengarah tajam kepada Licia.

"Kenapa gadis ini begitu lengket dengan Pangeran Sampah ini?" gumam Erica lirih, cukup pelan namun tetap tertangkap oleh telinga Ferisu.

Alih-alih membalas, Ferisu hanya mendesah pelan, memilih untuk mengabaikan kata-kata Erica agar tidak memperkeruh suasana yang sudah cukup tegang.

Namun tiba-tiba, suara hangat seorang pria memecah konsentrasi mereka.

"Ferisu-sama! Wah, Anda berkunjung ke kota lagi hari ini!"

Ferisu menoleh dan mengenali pria itu—pemilik kedai sate yang sering ia datangi. Senyum hangat pria itu begitu khas, menambah kesan ramahnya yang tulus.

"Pagi, Paman," sapa Ferisu, wajahnya berubah lebih santai. Ia melangkah mendekat, meninggalkan dua gadis di belakang yang kini memandang penasaran.

"Wah, wah! Jarang sekali melihat Anda keluar seperti ini, apalagi ditemani gadis-gadis secantik mereka," ujar Paman sambil melirik ke arah Licia dan Erica.

Ferisu menggaruk kepalanya, tampak sedikit canggung, tapi sebelum ia sempat menjawab, Licia sudah mengambil langkah lebih dulu.

"Perkenalkan, saya Licia Elvengarden. Saya adalah tunangan Ferisu-sama," ujar Licia sambil membungkukkan badan sedikit, senyumnya penuh keanggunan seorang putri.

Erica, yang merasa terprovokasi oleh sikap Licia, langsung menyusul. "Erica Astrea. Saya juga tunangan Ferisu," katanya dengan nada datar namun diselipkan rasa jengkel.

Ekspresi Paman berubah seketika. Mulutnya sedikit menganga, dan suara pelan yang tidak sengaja terucap, "T-tunangan...? Dua?"

Reaksi Paman ternyata menular ke warga sekitar yang mendengar percakapan tersebut. Dalam sekejap, orang-orang mulai berkumpul. Suasana yang tadinya tenang berubah menjadi riuh penuh antusiasme.

"Wah! Selamat ya, Ferisu-sama!"

"Seperti yang diharapkan dari Ferisu-sama, selalu mengejutkan kami!"

"Punya dua gadis cantik di sisi Anda, benar-benar membuat iri!"

"Ayo, ayo! Berikan hadiah untuk Ferisu-sama dan para tunangannya!"

Dalam waktu singkat, berbagai hadiah mulai berdatangan. Ada yang memberikan buah segar, roti hangat, bunga, bahkan kain sutra yang indah. Licia tersenyum lebar melihat sambutan hangat dari warga, sementara Erica tampak kebingungan, jelas tidak mengerti bagaimana Pangeran yang ia anggap “sampah” ini bisa begitu dihormati oleh rakyatnya.

"Apa yang terjadi?" gumam Erica dengan nada bingung, matanya melirik ke arah Ferisu yang terlihat cukup santai menerima semua perhatian itu. Dalam hatinya, ia bertanya-tanya, "Kenapa Pangeran Sampah dan Pemalas seperti dia benar-benar disukai oleh rakyat?"

Ferisu hanya bisa menghela napas panjang, berusaha menghadapi situasi yang tidak kunjung berhenti menambah dramanya. "Hidup tenang? Hah, itu hanya mimpi," pikirnya sambil melirik ke arah dua gadis yang kini mulai menerima hadiah dari warga dengan cara yang bertolak belakang. Licia dengan senyum lembut, Erica dengan sikap dingin tapi tetap menerima.

.

.

.

Setelah menghabiskan waktu berjalan-jalan santai mengelilingi kota, menikmati suasana ramai dan mengunjungi beberapa toko, mereka memutuskan untuk kembali ke istana saat siang mulai menjelang. Namun, langkah mereka terhenti ketika Ferisu tiba-tiba berbicara.

"Maaf, tapi aku tidak ingin kembali ke istana sekarang," ujar Ferisu dengan nada datar. Ia menunjuk ke sebuah restoran kecil di ujung jalan.

Licia dan Erica memandang ke arah yang ditunjuk. Restoran itu sederhana, dengan papan nama kayu yang bertuliskan "Restoran Arlen". Bangunannya tidak mewah, namun terlihat nyaman dan ramai dengan pelanggan yang keluar masuk.

"Kita makan di sana saja," lanjut Ferisu.

Licia mengangguk dengan semangat. "Tentu saja! Aku ingin mencoba makanan khas di sini."

Erica, meskipun tampak tidak terlalu antusias, tidak punya alasan untuk menolak. "Terserah, asalkan cepat," katanya dengan nada dingin.

Ferisu melangkah menuju restoran tersebut, diikuti oleh dua gadis dan para pengawal mereka. Saat mereka masuk, aroma makanan yang menggugah selera langsung menyambut.

"Selamat datang!" suara seorang wanita terdengar dari arah dapur. Seorang gadis muda keluar, mengenakan apron dan membawa nampan berisi makanan. Dia memiliki rambut cokelat keemasan yang diikat rapi, mata hijau cerah, dan senyum hangat yang memancar dari wajahnya.

"Ferisu-sama!" serunya dengan antusias. Gadis itu adalah Melia, anak pemilik restoran yang lebih muda empat tahun dari Ferisu.

Melia segera mendekat dengan langkah ringan. "Sudah lama tidak melihat Anda di sini! Apa Anda baik-baik saja?" tanyanya sambil tersenyum lebar.

Ferisu mengangguk pelan. "Aku baik. Tempat ini masih sama seperti biasanya, ya."

"Ya, Ayah dan Ibu masih menjalankan restoran seperti biasa. Tapi tunggu, siapa mereka?" Melia melirik Licia dan Erica yang berdiri di samping Ferisu.

Sebelum Ferisu sempat menjawab, Licia dengan senyum penuh percaya diri segera memperkenalkan diri. "Saya Licia Elvengarden, tunangan Ferisu-sama."

Erica yang sudah mulai merasa terbiasa dengan situasi seperti ini menambahkan, meskipun nadanya terdengar agak malas, "Erica Astrea. Tunangannya juga."

Melia terdiam sejenak, matanya membesar. "T-tunangan? Dua?!" Suaranya cukup keras sehingga beberapa pelanggan menoleh.

Ferisu menutup wajah dengan tangannya. "Tolong jangan buat keributan," gumamnya, merasa situasi seperti ini akan terus terulang di mana pun ia pergi.

Melia terkekeh kecil, lalu menggoda Ferisu. "Seperti biasanya, Anda selalu membuat kejutan, Ferisu-sama."

"Lupakan itu. Apa ada meja kosong di sini?" tanya Ferisu, mencoba mengalihkan pembicaraan.

"Tentu saja! Ikuti aku," kata Melia, lalu memimpin mereka ke meja di sudut yang cukup tenang.

Saat mereka duduk, Melia kembali dengan senyum ceria. "Aku akan memberikan menu spesial untuk kalian. Tunggu sebentar, ya!"

Ferisu hanya mengangguk lelah, sementara Licia tampak bersemangat melihat suasana restoran, dan Erica... yah, dia hanya mengamati Melia dengan tatapan tajam. "Gadis ini tampaknya terlalu akrab dengan Ferisu," pikir Erica dalam hati.

Terpopuler

Comments

Z Uli

Z Uli

Erica tipikal cewek yang benci jadi cinta

2025-02-08

1

Quinnela Estesa

Quinnela Estesa

bangsa Elf di dunia sana gimana sih? orang-orang sudah terbiasa kah sama bangsa Elf?

2025-03-28

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Akhir Dan Awal Yang Baru
2 Chapter 2 : Upacara Kontrak
3 Chapter 3 : Menyelinap
4 Chapter 4 : Pertunangan
5 Chapter 5 : Ramalan
6 Chapter 6 : Pertemuan Di Hutan
7 Chapter 7 : Ah, Merepotkan...
8 Chapter 8 : Ini Tidak Masuk Akal!
9 Chapter 9 : Kenapa Hari Ini Jadi Penuh Drama?
10 Chapter 10 : Dua Bunga
11 Chapter 11 : Sisi Lain Pangeran Sampah
12 Chapter 12 : Kecurigaan
13 Chapter 13 : Galau
14 Chapter 14 : Akademi Astralis
15 Chapter 15 : Hari Pertama
16 Chapter 16 : Aku Menantangmu Duel!
17 Chapter 17 : Tak Tahu Malu
18 Chapter 18 : Acara Bulanan
19 Chapter 19 : Kelas 1-D VS Kelas 1-B
20 Chapter 20 : Percakapan Antara Dua Laki-laki
21 Chapter 21 : Pertandingan Yang Berat
22 Chapter 22 : Kalian Sudah Berusaha
23 Chapter 23 : Kenangan Masa Lalu Yang Muncul
24 Chapter 24 : Mau Dipikir Bagaimanapun Itu Tidak Masuk Akal
25 Chapter 25 : Keributan Di Perpustakaan
26 Chapter 26 : Pangeran Sampah Meminta Maaf?
27 Chapter 27 : Praktik Dungeon
28 Chapter 28 : Hal Yang Tak Terduga
29 Chapter 29 : Lantai Yang Belum Diketahui
30 Chapter 30 : Kemampuan Asli Sang Pangeran
31 Chapter 31 : Manticore
32 Chapter 32 : Kali Ini Saja... Aku Akan Menggunakan Sihir
33 Chapter 33 : Rahasiakan Ini...
34 Chapter 34 : Sesuatu Berubah?
35 Chapter 35 : Percakapan Di Taman
36 Chapter 36 : Kunjungan Dadakan
37 Chapter 37 : Sepertinya Ada Pesaing Yang Mulai Serius
38 Chapter 38 : Orang Bodoh Mana Yang Mau Menyerang Raja-nya Sendiri?
39 Chapter 39 : Kencan
40 Chapter 40 : Kencan #2
41 Chapter 41 : Kamu Sangat Menginginkan Kekuatan?
42 Chapter 42 : Senjata Roh
43 Chapter 43 : Membolos
44 Chapter 44 : Masih Berpikir Kau Benar-benar Mengerti Sihir?
45 Chapter 45 : Pangeran Sampah Dengan Sihirnya
46 Chapter 46 : Sepertinya Aku Dalam Bahaya Besar
47 Chapter 47 : Pengusiran!?
48 Chapter 48 : Latihan
49 Chapter 49 : Mimpi Buruk
50 Chapter 50 : Energi Yang Menjijikkan
51 Chapter 51 : Sesuatu Mulai Bergerak
52 Chapter 52 : Hari Festival
53 Chapter 53 : Kekacauan
54 Chapter 54 : Mengamuk
55 Chapter 55 : Sosok Yang Dikenal
56 Chapter 56 : Roh Dalam Legenda
57 Chapter 57 : Sudah Kubilang, kan? Kau Tak Akan Bisa Membunuhku
58 Chapter 58 : Aku Mencintaimu...
59 Side Story Eliza : Gadis Dari Daerah Kumuh
60 Side Story Eliza : Istana
61 Side Story Eliza : Berbakat!
62 Side Story Eliza : Menjadi Kuat
63 Side Story Eliza : Menyelinap
64 Side Story Eliza : Garis Depan Medan Perang
65 Side Story Eliza : Kebangkitan Dan Kehilangan
66 Season 2 : Prolog
67 [Season 2] Chapter 1 : Pengusiran Pangeran
Episodes

Updated 67 Episodes

1
Chapter 1 : Akhir Dan Awal Yang Baru
2
Chapter 2 : Upacara Kontrak
3
Chapter 3 : Menyelinap
4
Chapter 4 : Pertunangan
5
Chapter 5 : Ramalan
6
Chapter 6 : Pertemuan Di Hutan
7
Chapter 7 : Ah, Merepotkan...
8
Chapter 8 : Ini Tidak Masuk Akal!
9
Chapter 9 : Kenapa Hari Ini Jadi Penuh Drama?
10
Chapter 10 : Dua Bunga
11
Chapter 11 : Sisi Lain Pangeran Sampah
12
Chapter 12 : Kecurigaan
13
Chapter 13 : Galau
14
Chapter 14 : Akademi Astralis
15
Chapter 15 : Hari Pertama
16
Chapter 16 : Aku Menantangmu Duel!
17
Chapter 17 : Tak Tahu Malu
18
Chapter 18 : Acara Bulanan
19
Chapter 19 : Kelas 1-D VS Kelas 1-B
20
Chapter 20 : Percakapan Antara Dua Laki-laki
21
Chapter 21 : Pertandingan Yang Berat
22
Chapter 22 : Kalian Sudah Berusaha
23
Chapter 23 : Kenangan Masa Lalu Yang Muncul
24
Chapter 24 : Mau Dipikir Bagaimanapun Itu Tidak Masuk Akal
25
Chapter 25 : Keributan Di Perpustakaan
26
Chapter 26 : Pangeran Sampah Meminta Maaf?
27
Chapter 27 : Praktik Dungeon
28
Chapter 28 : Hal Yang Tak Terduga
29
Chapter 29 : Lantai Yang Belum Diketahui
30
Chapter 30 : Kemampuan Asli Sang Pangeran
31
Chapter 31 : Manticore
32
Chapter 32 : Kali Ini Saja... Aku Akan Menggunakan Sihir
33
Chapter 33 : Rahasiakan Ini...
34
Chapter 34 : Sesuatu Berubah?
35
Chapter 35 : Percakapan Di Taman
36
Chapter 36 : Kunjungan Dadakan
37
Chapter 37 : Sepertinya Ada Pesaing Yang Mulai Serius
38
Chapter 38 : Orang Bodoh Mana Yang Mau Menyerang Raja-nya Sendiri?
39
Chapter 39 : Kencan
40
Chapter 40 : Kencan #2
41
Chapter 41 : Kamu Sangat Menginginkan Kekuatan?
42
Chapter 42 : Senjata Roh
43
Chapter 43 : Membolos
44
Chapter 44 : Masih Berpikir Kau Benar-benar Mengerti Sihir?
45
Chapter 45 : Pangeran Sampah Dengan Sihirnya
46
Chapter 46 : Sepertinya Aku Dalam Bahaya Besar
47
Chapter 47 : Pengusiran!?
48
Chapter 48 : Latihan
49
Chapter 49 : Mimpi Buruk
50
Chapter 50 : Energi Yang Menjijikkan
51
Chapter 51 : Sesuatu Mulai Bergerak
52
Chapter 52 : Hari Festival
53
Chapter 53 : Kekacauan
54
Chapter 54 : Mengamuk
55
Chapter 55 : Sosok Yang Dikenal
56
Chapter 56 : Roh Dalam Legenda
57
Chapter 57 : Sudah Kubilang, kan? Kau Tak Akan Bisa Membunuhku
58
Chapter 58 : Aku Mencintaimu...
59
Side Story Eliza : Gadis Dari Daerah Kumuh
60
Side Story Eliza : Istana
61
Side Story Eliza : Berbakat!
62
Side Story Eliza : Menjadi Kuat
63
Side Story Eliza : Menyelinap
64
Side Story Eliza : Garis Depan Medan Perang
65
Side Story Eliza : Kebangkitan Dan Kehilangan
66
Season 2 : Prolog
67
[Season 2] Chapter 1 : Pengusiran Pangeran

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!