Chapter 8 : Ini Tidak Masuk Akal!

Di dalam ruangan megah dengan dekorasi kerajaan yang elegan, Raja Velmoria duduk di kursi utama, tampak santai dengan secangkir teh di tangannya. Raja Elf, yang memancarkan aura tenang namun penuh otoritas, duduk di depannya. Licia duduk di samping ayahnya, sesekali melirik Ferisu yang duduk dengan wajah tegang di ujung meja.

Pembicaraan dimulai dengan Raja Elf memberikan salam hormat atas keramah-tamahan yang telah diberikan selama kunjungannya, dia sudah sampai lebih dahulu ke kerajaan Velmoria dan menginap di tempat kerabatnya yang merupakan menteri luar negeri. Namun, suasana perlahan berubah serius ketika Licia mulai menceritakan peristiwa yang menimpanya di perjalanan.

“Kami hampir sampai di ibu kota ketika disergap oleh para bandit,” ucap Licia dengan nada tegas.

Raja Velmoria menyipitkan matanya. “Bandit? Di wilayah kita?”

Licia mengangguk. “Para kesatria penjaga kami segera melawan mereka, tapi ada satu orang yang berbeda. Dia mengenakan jubah hitam dengan wajah tertutup topeng putih. Orang itu memanggil Red Wolf menggunakan lingkaran sihir besar berwarna merah.”

Ferisu menyandarkan punggungnya ke kursi, mendengarkan cerita dengan malas, meski rasa penasaran mulai muncul di benaknya.

“Saat itu, energi sihirku habis setelah bertarung terlalu lama. Aku mencoba memancing beberapa Red Wolf menjauh dari para kesatria agar mereka bisa fokus melawan bandit,” lanjut Licia. “Saat itulah aku bertemu Ferisu-sama.”

Licia melirik Ferisu dengan wajah yang sedikit memerah, lalu melanjutkan, “Dia melawan semua Red Wolf dengan sangat luar biasa. Bahkan tanpa bantuan sihir atau roh kontrak, dia mengalahkan mereka hanya dengan pedang biasa. Caranya bertarung... sangat anggun dan mematikan.”

Ruangan hening sejenak. Semua mata tertuju pada Ferisu yang tampak berusaha menghindari tatapan mereka.

“Huh, aku tidak tahu kalau keahlian berpedangmu sehebat itu,” komentar Raja Velmoria sambil melirik anaknya.

“Sudah kubilang, Ayah. Mungkin dia salah orang. Aku tidak pandai menggunakan pedang, Ayah tahu itu,” jawab Ferisu, berusaha mengelak.

Namun, Licia langsung menyela. “Aku tidak mungkin salah orang! Aku ingat dengan jelas siapa yang menyelamatkanku!”

Raja Elf, yang sejak tadi mendengarkan dengan tenang, mengamati putrinya. Ia melihat kaki Licia yang bergerak-gerak kecil, tanda khas bahwa putrinya menginginkan sesuatu. “Licia,” panggil Raja Elf. “Apa yang sebenarnya kau inginkan?”

Licia terkejut, wajahnya memerah, dan telinganya yang runcing tampak berwarna merah muda. Dengan suara yang hampir berbisik, ia menjawab, “A-aku ingin... menikahi Ferisu-sama!”

Ruangan langsung terasa seperti membeku. Ferisu membelalakkan matanya, sementara Raja Velmoria meletakkan cangkir tehnya dengan tenang.

Raja Elf tersenyum tipis. “Begitu rupanya. Jika itu keinginanmu, Ayah akan mendukungnya.”

“Tunggu sebentar!” Ferisu memotong dengan nada panik. “Apa maksudnya ini? Aku baru saja bertunangan dengan Erica, dan sekarang bertunangan lagi? Ini tidak masuk akal!”

Raja Velmoria hanya tersenyum tenang. “Kenapa harus ribut? Sebagai bangsawan, memiliki dua atau lebih istri itu hal yang wajar. Apalagi gadis ini jelas sangat menyukaimu.”

“Bohong...” Ferisu menggumam pelan, tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Wajahnya penuh keterkejutan, sementara Licia tampak semakin malu namun juga senang dengan dukungan ayahnya.

“Bagaimana, Ferisu?” tanya Raja Elf dengan nada serius. “Apakah kau akan menerima putriku?”

Ferisu mengalihkan pandangannya, menghela napas panjang, merasa semakin terperangkap dalam situasi yang tidak ia inginkan. “Aku... aku butuh waktu untuk memikirkannya...” jawabnya akhirnya, sebelum berdiri dari kursinya.

“Kalau begitu, kami tunggu keputusanmu,” ujar Raja Elf, sambil tersenyum penuh arti.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Setelah itu Ferisu langsung pergi menuju kamarnya dengan perasaan kesal. Ia menghempaskan tubuhnya ke kasur dengan desahan panjang, menatap langit-langit kamar yang terasa menyesakkan. Selimutnya ditarik hingga menutupi wajahnya. "Kenapa harus jadi begini? Aku cuma ingin hidup tenang... Apa salahku?" gumamnya pada diri sendiri.

Ia mengingat kembali kejadian di hutan, bagaimana instingnya mendorongnya untuk membantu gadis elf itu. "Kenapa aku harus menolong dia? Kalau tahu begini, aku pasti hanya pura-pura tidak melihat," tambahnya sambil memejamkan mata. Meski begitu, jauh di dalam hati, ada sedikit rasa lega karena Licia selamat.

Tiba-tiba terdengar ketukan pelan di pintu kamarnya. Ferisu mendengus kecil, memutuskan untuk mengabaikannya. "Siapapun itu, pergi saja... aku sedang tidur," gumamnya, menarik selimut lebih erat.

...----------------...

Di luar kamar Ferisu

"Dia pasti pura-pura tidur," ujar Verina, kakak perempuan Ferisu, dengan nada kesal namun penuh pengertian. Ia mengetuk pintu lagi, kali ini lebih keras, tapi tetap tidak ada jawaban.

Licia, yang berdiri di sebelah Verina, tampak bingung. "Apa dia benar-benar seperti itu? Padahal dia terlihat sangat hebat di hutan," katanya, mengingat sosok Ferisu yang dengan mudah mengalahkan Red Wolf.

Verina mendesah panjang sambil melipat tangan. "Yah, adikku itu memang seperti itu. Pemalas, selalu mencari alasan untuk tidur, dan menghindari tanggung jawab. Kalau tidak ada yang menarik selimutnya, dia bisa tidur seharian," jelasnya.

Licia tampak ragu sejenak sebelum bergumam pelan, "Apa mungkin dia sengaja menyembunyikan kemampuannya?"

Verina mengangkat alis, melihat Licia menggumamkan sesuatu, meskipun ia tak bisa mendengarnya. "Oh, benar juga, aku dengar kau ingin menikah dengan adikku ini? Apa yang membuatmu berpikir begitu?" tanyanya langsung.

Wajah Licia seketika memerah, telinganya yang runcing ikut memerah seperti ceri. "I-itu karena... dia menyelamatkan saya. Setelah itu... saya tak bisa berhenti memikirkannya. Rasanya dada saya sesak setiap kali mengingatnya..."

Verina tersenyum kecil, lalu menepuk bahu Licia dengan lembut. "Hah, jadi cinta pada pandangan pertama, ya? Lucu juga mendengar seseorang jatuh cinta pada si pemalas ini."

Tanpa basa-basi, Verina langsung membuka pintu kamar Ferisu tanpa izin. Matanya menyapu ruangan, dan seperti dugaannya, Ferisu meringkuk di balik selimut. Ia menghela napas panjang sebelum menarik selimut itu dengan paksa.

"Bangun sekarang, Ferisu! Jangan pura-pura tidur!" serunya dengan nada tegas.

Ferisu meringis kesal, membuka matanya dengan berat hati. "Apa sih? Aku sudah terlalu banyak diganggu hari ini!" gerutunya, menatap Verina dengan wajah lelah. Tapi matanya segera tertuju pada Licia yang berdiri canggung di samping kakaknya.

"A-anu... maafkan saya," ucap Licia dengan nada penuh rasa bersalah. "Saya terlalu mendadak saat mengatakan hal itu di ruang pertemuan tadi."

Ferisu menghela napas panjang, berusaha menenangkan dirinya yang masih kesal. "Huft~ Tidak apa-apa. Aku sudah melupakannya," balasnya datar.

Namun, Licia tiba-tiba menatap Ferisu dengan mata berbinar, penuh harap. "Kalau begitu... Apa Anda menerima pertunangan ini?" tanyanya dengan nada penuh keyakinan, meskipun wajahnya sedikit memerah.

"Ugh..." Ferisu tampak terkejut dengan pertanyaan langsung itu. Ia menggaruk kepalanya, mencoba mencari jawaban. Akhirnya, dengan nada pasrah, ia berkata, "Ya, ya... terserah. Tapi nanti jangan menyesal kalau kau muak denganku dan ingin membatalkannya."

Wajah Licia langsung berbinar penuh kebahagiaan. Dengan senyum manis yang membuat ruangan terasa lebih cerah, ia berkata, "Saya tak mungkin merasa muak dengan Anda, Ferisu-sama."

Terpopuler

Comments

Quinnela Estesa

Quinnela Estesa

kok bisa segampang itu ya pengen nikahin orang😐

2025-03-22

0

Frando Wijaya

Frando Wijaya

fix! dtg lg mslh bru

2025-02-12

0

dark_bluemoon

dark_bluemoon

chapter 8 udah 2 istri 😶

2025-03-02

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Akhir Dan Awal Yang Baru
2 Chapter 2 : Upacara Kontrak
3 Chapter 3 : Menyelinap
4 Chapter 4 : Pertunangan
5 Chapter 5 : Ramalan
6 Chapter 6 : Pertemuan Di Hutan
7 Chapter 7 : Ah, Merepotkan...
8 Chapter 8 : Ini Tidak Masuk Akal!
9 Chapter 9 : Kenapa Hari Ini Jadi Penuh Drama?
10 Chapter 10 : Dua Bunga
11 Chapter 11 : Sisi Lain Pangeran Sampah
12 Chapter 12 : Kecurigaan
13 Chapter 13 : Galau
14 Chapter 14 : Akademi Astralis
15 Chapter 15 : Hari Pertama
16 Chapter 16 : Aku Menantangmu Duel!
17 Chapter 17 : Tak Tahu Malu
18 Chapter 18 : Acara Bulanan
19 Chapter 19 : Kelas 1-D VS Kelas 1-B
20 Chapter 20 : Percakapan Antara Dua Laki-laki
21 Chapter 21 : Pertandingan Yang Berat
22 Chapter 22 : Kalian Sudah Berusaha
23 Chapter 23 : Kenangan Masa Lalu Yang Muncul
24 Chapter 24 : Mau Dipikir Bagaimanapun Itu Tidak Masuk Akal
25 Chapter 25 : Keributan Di Perpustakaan
26 Chapter 26 : Pangeran Sampah Meminta Maaf?
27 Chapter 27 : Praktik Dungeon
28 Chapter 28 : Hal Yang Tak Terduga
29 Chapter 29 : Lantai Yang Belum Diketahui
30 Chapter 30 : Kemampuan Asli Sang Pangeran
31 Chapter 31 : Manticore
32 Chapter 32 : Kali Ini Saja... Aku Akan Menggunakan Sihir
33 Chapter 33 : Rahasiakan Ini...
34 Chapter 34 : Sesuatu Berubah?
35 Chapter 35 : Percakapan Di Taman
36 Chapter 36 : Kunjungan Dadakan
37 Chapter 37 : Sepertinya Ada Pesaing Yang Mulai Serius
38 Chapter 38 : Orang Bodoh Mana Yang Mau Menyerang Raja-nya Sendiri?
39 Chapter 39 : Kencan
40 Chapter 40 : Kencan #2
41 Chapter 41 : Kamu Sangat Menginginkan Kekuatan?
42 Chapter 42 : Senjata Roh
43 Chapter 43 : Membolos
44 Chapter 44 : Masih Berpikir Kau Benar-benar Mengerti Sihir?
45 Chapter 45 : Pangeran Sampah Dengan Sihirnya
46 Chapter 46 : Sepertinya Aku Dalam Bahaya Besar
47 Chapter 47 : Pengusiran!?
48 Chapter 48 : Latihan
49 Chapter 49 : Mimpi Buruk
50 Chapter 50 : Energi Yang Menjijikkan
51 Chapter 51 : Sesuatu Mulai Bergerak
52 Chapter 52 : Hari Festival
53 Chapter 53 : Kekacauan
54 Chapter 54 : Mengamuk
55 Chapter 55 : Sosok Yang Dikenal
56 Chapter 56 : Roh Dalam Legenda
57 Chapter 57 : Sudah Kubilang, kan? Kau Tak Akan Bisa Membunuhku
58 Chapter 58 : Aku Mencintaimu...
59 Side Story Eliza : Gadis Dari Daerah Kumuh
60 Side Story Eliza : Istana
61 Side Story Eliza : Berbakat!
62 Side Story Eliza : Menjadi Kuat
63 Side Story Eliza : Menyelinap
64 Side Story Eliza : Garis Depan Medan Perang
65 Side Story Eliza : Kebangkitan Dan Kehilangan
66 Season 2 : Prolog
67 [Season 2] Chapter 1 : Pengusiran Pangeran
Episodes

Updated 67 Episodes

1
Chapter 1 : Akhir Dan Awal Yang Baru
2
Chapter 2 : Upacara Kontrak
3
Chapter 3 : Menyelinap
4
Chapter 4 : Pertunangan
5
Chapter 5 : Ramalan
6
Chapter 6 : Pertemuan Di Hutan
7
Chapter 7 : Ah, Merepotkan...
8
Chapter 8 : Ini Tidak Masuk Akal!
9
Chapter 9 : Kenapa Hari Ini Jadi Penuh Drama?
10
Chapter 10 : Dua Bunga
11
Chapter 11 : Sisi Lain Pangeran Sampah
12
Chapter 12 : Kecurigaan
13
Chapter 13 : Galau
14
Chapter 14 : Akademi Astralis
15
Chapter 15 : Hari Pertama
16
Chapter 16 : Aku Menantangmu Duel!
17
Chapter 17 : Tak Tahu Malu
18
Chapter 18 : Acara Bulanan
19
Chapter 19 : Kelas 1-D VS Kelas 1-B
20
Chapter 20 : Percakapan Antara Dua Laki-laki
21
Chapter 21 : Pertandingan Yang Berat
22
Chapter 22 : Kalian Sudah Berusaha
23
Chapter 23 : Kenangan Masa Lalu Yang Muncul
24
Chapter 24 : Mau Dipikir Bagaimanapun Itu Tidak Masuk Akal
25
Chapter 25 : Keributan Di Perpustakaan
26
Chapter 26 : Pangeran Sampah Meminta Maaf?
27
Chapter 27 : Praktik Dungeon
28
Chapter 28 : Hal Yang Tak Terduga
29
Chapter 29 : Lantai Yang Belum Diketahui
30
Chapter 30 : Kemampuan Asli Sang Pangeran
31
Chapter 31 : Manticore
32
Chapter 32 : Kali Ini Saja... Aku Akan Menggunakan Sihir
33
Chapter 33 : Rahasiakan Ini...
34
Chapter 34 : Sesuatu Berubah?
35
Chapter 35 : Percakapan Di Taman
36
Chapter 36 : Kunjungan Dadakan
37
Chapter 37 : Sepertinya Ada Pesaing Yang Mulai Serius
38
Chapter 38 : Orang Bodoh Mana Yang Mau Menyerang Raja-nya Sendiri?
39
Chapter 39 : Kencan
40
Chapter 40 : Kencan #2
41
Chapter 41 : Kamu Sangat Menginginkan Kekuatan?
42
Chapter 42 : Senjata Roh
43
Chapter 43 : Membolos
44
Chapter 44 : Masih Berpikir Kau Benar-benar Mengerti Sihir?
45
Chapter 45 : Pangeran Sampah Dengan Sihirnya
46
Chapter 46 : Sepertinya Aku Dalam Bahaya Besar
47
Chapter 47 : Pengusiran!?
48
Chapter 48 : Latihan
49
Chapter 49 : Mimpi Buruk
50
Chapter 50 : Energi Yang Menjijikkan
51
Chapter 51 : Sesuatu Mulai Bergerak
52
Chapter 52 : Hari Festival
53
Chapter 53 : Kekacauan
54
Chapter 54 : Mengamuk
55
Chapter 55 : Sosok Yang Dikenal
56
Chapter 56 : Roh Dalam Legenda
57
Chapter 57 : Sudah Kubilang, kan? Kau Tak Akan Bisa Membunuhku
58
Chapter 58 : Aku Mencintaimu...
59
Side Story Eliza : Gadis Dari Daerah Kumuh
60
Side Story Eliza : Istana
61
Side Story Eliza : Berbakat!
62
Side Story Eliza : Menjadi Kuat
63
Side Story Eliza : Menyelinap
64
Side Story Eliza : Garis Depan Medan Perang
65
Side Story Eliza : Kebangkitan Dan Kehilangan
66
Season 2 : Prolog
67
[Season 2] Chapter 1 : Pengusiran Pangeran

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!