Pria yang berbahaya

Keesokan paginya, Li Yue An bangun lebih awal agar bisa melanjutkan perjalanan. Namun di kota Du bagian ujung selatan di jaga ketat pasukan Fengyin. Karena pertempuran terus terjadi tanpa henti dua bulan terakhir.

"Afu kita bisa berangkat sekarang," ujar Li Yue An saat akan menuruni tangga. Dia berhenti tepat di tangga atas bagian dua. "Dia?"

Dari arah pintu masuk terlihat Pangeran keempat Wen Ming melangkah masuk. Dia melihat kesegala arah dan saat melihat orang yang dia inginkan. "Tangkap gadis itu. Jangan sakiti dia." Menatap tajam.

Srenggg...

Pedang dari pinggang Afu di keluarkan. Dia menghadang di hadapan dua wanita yang harus ia lindungi. Baru saja ia ingin turun dari tangga untuk melakukan perlawanan. Tangannya sudah di tarik pelayan Cui.

"Jangan melawan. Kita harus segera pergi," ujar Li Yue An yang langsung masuk ke dalam kamar menguncinya dengan kuat. "Tidak ada waktu lagi." Dia melompat di ikuti pelayan Cui dan pengawalnya. Untung saja mereka sudah siap jika ada hal tidak terduga. Mereka menempatkan tumpukan jerami di bagian belakang penginapan yang langsung mengarah ke jendela kamar.

Tiga kuda juga telah siap untuk mereka bawa pergi. Mereka melajukan kuda menembus hutan bagian ujung kota Khan. Dalam surat rahasia yang di terima dari kakeknya, Li Yue An mendapatkan kabar jika Pangeran keempat melakukan ekspedisi ke timur untuk membawa Raja kecil kembali ke ibukota. Raja kecil Wen Shing tinggal di perbatasan Timur selama sepuluh tahun terkahir. Namun mata-mata dari Kaisar terdahulu Yun Jin mendapati jika Pangeran keempat melakukan perjalanan keselatan.

Kaisar terdahulu Yun Jin selalu memiliki kekhawatiran berlebih terhadap Pangeran keempat yang selalu bertindak tidak terduga. Dia juga menemukan pemberontakan di istana ada kaitannya dengan Pangeran keempat. Namun keponakannya Kaisar Wen Quan tidak ingin mencurigai anaknya sendiri. Bagiamana pun juga Pangeran keempat Wen Ming adalah darah daging dari Kaisar Wen Quan. Orang bilang hubungan darah sangat kental tidak mungkin saling menyakiti.

Berkat surat rahasia itu. Li Yue An lebih waspada dengan banyak hal dan dapat terbebas dari bahaya. Prajurit yang di pimpin Pangeran keempat masih mengejar tanpa henti. Sehingga membuat Li Yue An memikirkan cara yang lebih berbahaya. Agar bisa segera terlepas dari pengejaran.

Mereka sampai di ujung jurang dalam dengan arus sungai deras di bawahnya. "Nona kedua yakin ingin melakukan ini?" pelayan Cui sangat cemas.

"Aku perenang yang hebat. Afu apa kamu bisa berenang?" Li Yue An menatap pengawalnya.

"Nona muda, saya yang terbaik dari yang baik."

"Baik. Kita lakukan adegan berbahaya ini," ujar Li Yue An tidak memiliki kekhawatiran lagi.

Pasukan berhasil mengejar dan menghadang membentuk garis pertahanan agar siapa saja tidak bisa kabur dalam perangkap. Pangeran keempat Wen Ming maju dengan kudanya lalu turun melangkah pelan melihat gadis di ujung jurang bersama pelayan dan pengawalnya. "Tuan Putri Yun Qixia. Aku tidak pernah menyangka akan salah mengira kamu sebagai kakak tertua mu yang menjijikkan itu."

Li Yue An tersenyum bahkan terdengar tawa ejekan dari dirinya. "Pangeran keempat tidak berpura-pura lagi dalam kesempurnaan laki-laki dengan jiwa seperti orang suci?"

"Kita hanya bertemu dua kali. Tapi setiap pertemuan aku selalu merasa kamu telah mengetahui semua yang ada dalam diri ku. Menyembunyikan kemunafikan tidak akan berguna lagi. Bukankah begitu?" Seringaian tajam terlintas di wajah Pangeran keempat. "Aku tahu siapa diri mu sebenarnya. Kamu cucu kandung dari kaisar terdahulu Yun Jin. Kesempatan seberharga ini bagaimana bisa aku lewatkan dengan mudah. Kamu hanya perlu melewati satu malam bersama ku. Setelah itu tidak ada lagi yang bisa menyatakan ketidaksetujuannya."

Li Yue An menatap jijik, "Bagaimana dengan kakak perempuan ku?"

"Dia. Aku hanya perlu sedikit menyayat bagian lehernya. Dengan begitu dia tidak akan merasa tersiksa lagi." Penjelasan dari pangeran keempat terdengar sangat kejam juga brutal.

"Pangeran keempat. Aku pikir tidak ada kesempatan untuk itu." Li Yue An menggenggam tangan pelayan Cui juga pengawalnya. Dia melompat ke jurang dalam begitu saja.

Pangeran keempat menatap santai. "Melompat ke jurang juga ada bagusnya. Dengan begitu aku bisa mengacaukan istana sekali lagi." Menatap kebawah jurang dengan sungai mengalir deras. "Pastikan mereka tidak bisa berenang menuju daratan. Hidup atau mati aku ingin melihatnya sendiri."

"Baik." Sebagian besar pasukan pergi untuk turun dari jurang menuju sungai di bawah jurang. Meraka semua mulai mengepung seluruh jalur sungai agar bisa menemukan Taun Putri Yun Qixia.

Pangeran keempat Wen Ming melajukan kudanya menuju ke salah satu penginapan untuk beristirahat. Pencarian di lakukan tanpa henti. Meskipun begitu masih tidak ada kabar yang bisa dia dengar.

Arus air sangat deras juga sangat dingin. Di tengah hujan lebat selama satu hari penuh tanpa henti membuat air menjadi semakin kuat.

"Tuan Putri, volume air semakin naik. Kita harus segera mencari tempat untuk naik ke daratan. Pelayan Cui juga sudah sangat lemah." Afu berteriak kuat agar suara derasnya hujan yang jatuh ke air tidak terlalu menyamarkan suaranya.

"Sebentar lagi. Jika sudah melewati hutan ini. Kita bisa naik ke daratan," saut Li Yue An. Mereka sudah terendam air selama satu hari penuh. Bahkan saat malam hari mereka masih ada di dalam air yang sangat dingin. "Afu." Menatap kearah depan. Dia melihat air terjun di depannya.

Afu menarik pelayan Cui ke dalam pelukannya. "Tuan Putri. Maaf." Dia juga menarik Li Yue An agar tidak terlepas dari pelukannya. Mereka bertiga jauh menuju ke bawah air terjun.

"Huh!" udara dapat kembali masuk ke dada saat naik ke permukaan. "Kita selamat." Li Yue An merasa lega.

Mereka langsung menuju ke darat untuk beristirahat. Namun tanpa di duga segerombolan prajurit menghadang dengan pedang dan tombak. Afu dengan sigap maju menghadangkan tubuhnya. Pedangnya sudah hilang dalam derasnya air sungai. Kini tidak ada lagi senjata di tubuhnya.

"Siapapun yang berani masuk ke area terlarang militer harus mati," ujar salah satu Ketua bagian empat di batalion tengah.

Li Yue An berusaha bangkit perlahan setelah meletakkan kepala pelayan Cui di tanah yang sudah tidak sadarkan diri lagi. "Aku mengenal Jenderal Tinggi Lei Mingyu. Kalian bisa mengatakan Nona kedua Li Yue An datang berkunjung."

Ketua bagian empat masih ragu-ragu. Namun hal ini adalah masalah yang tidak bisa dia putuskan sendiri. "Jaga mereka. Aku akan segera kembali."

Tidak selang salam Jenderal Lei Mingyu datang bersama Wakil Jenderal Wang. Mereka terkejut melihat keadaan dari Taun Putri Yun Qixia.

"Tuan putri." Jenderal Lei Mingyu memberikan hormat di ikuti semua orang. Dia menatap tanpa ekspresi, "Cara Taun Putri berkunjung cukup merubah pandangan ku," ujarnya di sertai ejekan.

Li Yue An tersenyum dengan tawa kecil. "Jenderal, aku juga tidak habis pikir selalu berkunjung dalam keadaan seperti ini."

"Wang." Jenderal Lie Mingyu menatap ke samping kiri.

"Baik. Aku akan segara mencarikan tempat terbaik. Dan tabib militer," ujar Wakil Jenderal Wang yang langsung meminta beberapa prajurit mengikutinya.

Afu mengangkat tubuh pelayan Cui yang masih tidak sadarkan diri. Mereka melangkah pergi mengikuti prajurit menuju barak militer. Sedangkan Li Yue An berjalan pelan di belakang di ikuti Jenderal Lei Mingyu. Jubah hangat Jenderal Lie Mingyu di berikan kepada Li Yue An yang terlihat sangat pucat.

Tubuh Li Yue An terasa semakin lemah bahkan langkahnya juga tidak bisa lebih cepat. Tanpa di duga Jenderal Lei Mingyu mengangkatnya dan menggendongnya dengan erat dalam pelukan. Wajah gadis itu kini hanya berjarak satu jengkal saja. Guratan emosi benar-benar tidak bisa terlihat di wajah tampan pria muda di depannya. Wajahnya sangat tegas juga penuh wibawa. Aura kesatria terlihat sangat menawan.

"Jika Tuan Putri terus menatapku seperti ini. Akan ada lubang di pipiku," ujar Jenderal Lei Mingyu yang langsung memalingkan wajahnya menatap gadis yang ada di gendongannya. Hingga hidung mancungnya tidak sengaja menempel di hidung Li Yue An. Dia juga tidak menyangka jarak mereka akan sedekat itu. Langkahnya langsung terhenti.

Jantung Li Yue An berdetak semakin kuat saat sentuhan hidung terasa hangat. Dia dengan cepat menyembunyikan wajahnya di pundak Jenderal Lei Mingyu dengan malu.

Jenderal Lei Mingyu melanjutkan langkahnya menuju barak militer. Menempatkan Tuan Putri Yun Qixia di kamar pribadinya.

Terpopuler

Comments

Shai'er

Shai'er

pasukan Jendral tinggi ternyata 👍👍👍

2025-02-06

1

panty sari

panty sari

lanjut ka

2025-03-14

1

lily

lily

jodohnya sudah ktmu

2025-02-27

1

lihat semua
Episodes
1 Sebuah keajaiban
2 Pesta malam
3 Nona kedua Li Yue An
4 Kehangatan padang rumput
5 Siasat jahat
6 Festival lentera
7 Kejadian tidak terduga
8 Usaha tidak mengkhianati hasil
9 Berusaha membalikkan keadaan
10 Tuan Putri Yun Qixia
11 Perubahan sikap
12 Kejutan di pesta ulang tahun Nyonya Li
13 Istana luar Shu An
14 Surat rahasia Tuan Putri Yun Qixia
15 Mendekati hari bahagia keluarga Li
16 Hari pernikahan Pangeran keempat Wen Ming
17 Sebuah kisah yang tidak terduga
18 Perjalanan ke selatan
19 Pria yang berbahaya
20 Kisah ajaib gadis bodoh
21 Di bawah rintik hujan
22 Kota Changpu wilayah perbatasan selatan
23 Kasus besar
24 Perasaan yang tidak seharusnya
25 Festival Dewi Bulan
26 Eksekusi mati untuk penjahat
27 Eksekusi yang tertunda
28 Pengepungan kota Changpu
29 Tatapan lembut di bawah rembulan
30 Gadis biasa?
31 Kasus pembunuhan berantai telah berakhir
32 Hukuman yang layak
33 Kabar ibu kota
34 Garis keturunan Yun
35 Selir Li Huan
36 Rasa cemburu
37 Malam pertama Selir Li Huan
38 Perang telah berakhir sementara waktu
39 Anugerah pernikahan
40 Lamaran kedua
41 Niat tersembunyi
42 Rasa takut
43 Gadis yang aktif
44 Pertemuan singkat dua keluarga besar
45 Prosesi sakral pernikahan Tuan Putri Yun Qixia dan Jenderal Lei Mingyu
46 Sebagian takdir tidak bisa di ubah
47 Kekacauan di kediaman Li
48 Permaisuri pangeran Li Fei
49 Akhir Selir Li Huan
50 Berita kematian Selir Li Huan
51 Prosesi pemakaman
52 Sebuah pilihan
53 Buronan penting
54 Penyalahgunaan wewenang
55 Ruang penyiksaan
56 Kemurahan hati yang di salah gunakan
57 Keputusan yang sudah di tetapkan
58 Bocornya surat rahasia
59 Hari ke dua sebelum perang terjadi
60 Perebutan tahta kekaisaran
61 Perang dua pasukan besar
62 Tahun pertama masa pemerintahan Kaisar Yun Yuan
63 Kabar yang tidak mendasar
64 Jenderal wanita pertama
65 Mencari akademi yang pas
66 Guru baru
67 Kilasan masa lalu
68 Masalah datang lagi
69 Tempat kekuasaan Pangeran keenam
70 Tempat rahasia para bandit
71 Mencoba memulainya kembali
72 Wanita yang lancang
73 Menjadi seorang ayah
74 Kembali
75 Melihat sinar matahari pertama
76 Pengaturan baru
77 Identitas baru
78 Kamu milik ku
79 Kejamnya hati manusia
80 Kabar hilangnya Nona pertama Bai Feng Yin
81 Akhir yang telah di tetapkan
82 Keputusan akhir dari Pangeran keenam
83 Penyambutan kepulangan Tuan Putri Yun Qixia
84 Pernikahan kedua
85 Kebahagiaan tanpa akhir
86 Aku Mencintai Mu
87 Season 2 Prolog : Mencintai dalam kebencian
88 Season 2 : Panglima perang
89 Season 2 : Perbatasan tiga Negara
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Sebuah keajaiban
2
Pesta malam
3
Nona kedua Li Yue An
4
Kehangatan padang rumput
5
Siasat jahat
6
Festival lentera
7
Kejadian tidak terduga
8
Usaha tidak mengkhianati hasil
9
Berusaha membalikkan keadaan
10
Tuan Putri Yun Qixia
11
Perubahan sikap
12
Kejutan di pesta ulang tahun Nyonya Li
13
Istana luar Shu An
14
Surat rahasia Tuan Putri Yun Qixia
15
Mendekati hari bahagia keluarga Li
16
Hari pernikahan Pangeran keempat Wen Ming
17
Sebuah kisah yang tidak terduga
18
Perjalanan ke selatan
19
Pria yang berbahaya
20
Kisah ajaib gadis bodoh
21
Di bawah rintik hujan
22
Kota Changpu wilayah perbatasan selatan
23
Kasus besar
24
Perasaan yang tidak seharusnya
25
Festival Dewi Bulan
26
Eksekusi mati untuk penjahat
27
Eksekusi yang tertunda
28
Pengepungan kota Changpu
29
Tatapan lembut di bawah rembulan
30
Gadis biasa?
31
Kasus pembunuhan berantai telah berakhir
32
Hukuman yang layak
33
Kabar ibu kota
34
Garis keturunan Yun
35
Selir Li Huan
36
Rasa cemburu
37
Malam pertama Selir Li Huan
38
Perang telah berakhir sementara waktu
39
Anugerah pernikahan
40
Lamaran kedua
41
Niat tersembunyi
42
Rasa takut
43
Gadis yang aktif
44
Pertemuan singkat dua keluarga besar
45
Prosesi sakral pernikahan Tuan Putri Yun Qixia dan Jenderal Lei Mingyu
46
Sebagian takdir tidak bisa di ubah
47
Kekacauan di kediaman Li
48
Permaisuri pangeran Li Fei
49
Akhir Selir Li Huan
50
Berita kematian Selir Li Huan
51
Prosesi pemakaman
52
Sebuah pilihan
53
Buronan penting
54
Penyalahgunaan wewenang
55
Ruang penyiksaan
56
Kemurahan hati yang di salah gunakan
57
Keputusan yang sudah di tetapkan
58
Bocornya surat rahasia
59
Hari ke dua sebelum perang terjadi
60
Perebutan tahta kekaisaran
61
Perang dua pasukan besar
62
Tahun pertama masa pemerintahan Kaisar Yun Yuan
63
Kabar yang tidak mendasar
64
Jenderal wanita pertama
65
Mencari akademi yang pas
66
Guru baru
67
Kilasan masa lalu
68
Masalah datang lagi
69
Tempat kekuasaan Pangeran keenam
70
Tempat rahasia para bandit
71
Mencoba memulainya kembali
72
Wanita yang lancang
73
Menjadi seorang ayah
74
Kembali
75
Melihat sinar matahari pertama
76
Pengaturan baru
77
Identitas baru
78
Kamu milik ku
79
Kejamnya hati manusia
80
Kabar hilangnya Nona pertama Bai Feng Yin
81
Akhir yang telah di tetapkan
82
Keputusan akhir dari Pangeran keenam
83
Penyambutan kepulangan Tuan Putri Yun Qixia
84
Pernikahan kedua
85
Kebahagiaan tanpa akhir
86
Aku Mencintai Mu
87
Season 2 Prolog : Mencintai dalam kebencian
88
Season 2 : Panglima perang
89
Season 2 : Perbatasan tiga Negara

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!