Pesta malam

Beberapa orang datang menuju ke halaman Utara tempat tinggal Nona kedua Li. Perempuan usia dua puluh tahun memimpin enam pelayan wanita bersamanya. Dia berhenti tepat di depan pintu kamar Nona kedua Li. "Adik kedua," suara ketukan pintu terdengar. Saat pintu di buka Nona pertama Li Huan menatap enggan. "Nanti malam akan ada pesta perayaan kedua. Kamu harus hadir. Semua orang akan datang. Bahkan teman-teman ku dari akademi juga datang," nada bicaranya terdengar kesal. Jika bukan karena mementingkan harga dirinya Nona pertama Li Huan tidak akan berbesar hati memohon.

Li Yue An menetap santai, "Kakak pertama, adik kedua ini tidak berpendidikan. Takut mengotori pandangan semua orang."

"Kamu!" Nona pertama Li Huan terlihat menahan amarahnya. "Asalkan kamu datang aku tidak peduli. Kamu hanya perlu menghindar di tempat tenang. Apa pun yang kamu lakukan aku tidak akan peduli," dia semakin tidak sabar. Tatapan mata adiknya sangat berbeda dari beberapa waktu lalu. Tapi sekarang tatapan itu sangat dingin juga jauh. Bulu kuduknya bahkan berdiri saat kedua matanya saling menatap.

"Baik. Seperti yang kakak pertama inginkan," Li Yue An tidak ingin berdebat terlalu banyak.

Tatapan merendahkan sangat jelas terlihat. "Aku ingin pergi berganti gaun baru. Kembali ke kamar," Nona pertama Li Huan berjalan pergi meninggalkan halaman Utara di ikuti semua pelayan di bawah kendalinya.

"Nona kedua, anda jelas-jelas tidak menyukai keramaian. Kenapa harus menyusahkan diri sendiri!" Cui menatap tidak tega.

"Cui. Aku juga harus berganti baju. Siapkan baju yang lebih sederhana." Li Yue An kembali duduk dan mengambil buku cerita yang ada di kamarnya. "Heheheh..." tawanya sesekali terdengar. "Cerita ini cukup menarik. Peran utama dalam cerita cukup mengenaskan."

Pelayan Cui datang membawa baju ganti sederhana. "Nona kedua. Saya juga pernah membaca buku cerita ini. Cerita di dalamnya cukup tragis. Tapi kenapa anda tertawa senang?"

Li Yue An menutup buku cerita meletakkannya di meja. "Aku menertawakan kebodohan wanita di dalam cerita. Dia berulang kali mengetahui keburukan suaminya tapi tetap membela juga membantunya. Pada akhirnya dia meninggal di tangan suaminya sendiri karena wanita baru," menyentuh gaun di tangan pelayannya Cui. Wanita di dalam cerita mengingatkan kebodohan dan kegilaannya akan kekuasaan, kemuliaan, kemewahan. Yang harus membuatnya menjadi kambing hitam dari kekejaman suaminya sendiri. "Gaun ini cukup sederhana. Tapi juga lebih nyaman saat di gunakan. Kain sangat ringan dan halus."

"Saya akan membantu Nona berganti."

"Baik."

Setelah berganti baju Li Yue An duduk di depan cermin. Wajah tanpa riasan masih terlihat segar dan penuh aura gadis muda. Hanya taburan ringan di wajah bahkan sama sekali tidak terlihat. Di tambah pewarna bibir yang cukup kalem. Membuat wajahnya menjadi jauh lebih segar. Dia ingat betul kejadian di malam ini pada kehidupan sebelumnya. Saat itu dia tidak terlalu mengerti banyak hal. Demi ingin tampil cantik dirinya merias wajahnya menjadi bahan tertawaan semua orang. Pakaian yang ia kenakan sangat mewah bahkan lebih mewah dari kakak pertamanya. Tatapan semua orang semakin merendahkan bahkan bisikan pelan mereka sangat menusuk telinganya.

"Nona kedua waktunya sudah tiba," pelayan Cui membuka pintu kamar.

Li Yue An berjalan keluar dengan langkah anggun juga sangat tenang. Gaun sederhana yang ada di tubuhnya justru semakin memperlihatkan aura gadis muda tenang dan sopan. Tusuk konde berbentuk teratai merah menggantung indah di kepalanya. Dia berjalan di ikuti pelayan setianya Cui menuju halaman depan. Saat sampai di halaman depan suasana terlihat sangat meriah. Lampion berwarna-warni dengan lima bentuk hewan berbeda. Kucing, kelinci, marmut, dan kupu-kupu tergantung memenuhi halaman depan. Sutra biru dan putih saling menyatu menggantung di setiap sudut bangunan. Orang-orang mulai berdatangan banyak dari mereka berpakaian mewah.

"Ayah, Ibu. Ibu selir, kakak pertama."

Li Yue An memberikan salam kepada semua orang.

"Aku sudah bilang. Baju yang aku pilihkan lebih baik. Kenapa kamu malah bersikeras memakai baju lusuh ini. Suami ku sekarang banyak orang dari kalangan pejabat datang," wanita dengan gaun kuning keemasan berjalan menarik suaminya yang terlibat tidak perduli. Dia Bibi kedua keluarga Li. Selalu ingin suaminya yaitu anak kedua keluarga Li, Li Mu Guang menjadi pejabat pemerintahan. Namun Li Mu Guang tidak pernah memiliki ambisi untuk maju menjadi pejabat.

Anak pertama keluarga Li, Li Qiang yaitu ayah Li Yue An menetap dingin. "Jika ingin ribut tidak perlu datang."

Bibi kedua Man Yi terdiam. Dia terus menyenggol lengan suaminya juga mencubitnya beberapa kali.

Anak ketiga keluarga Li, Li Qun datang bersama istrinya dan kedua anaknya.

Keadaan di halaman depan semakin ramai membuat Li Yue An sudah tidak bisa menahan rasa malasnya. "Ayah, Li Yue An ingin duduk di tempat yang lebih tenang."

Tuan Li Qiang tahu anak keduanya sangat tidak menyukai keramaian. "Em," bergumam kecil.

Li Yue An tentu mengerti maksud ayahnya. Setelah di berikan persetujuan dia pergi menuju ke salah satu tempat duduk yang cukup jauh dari keramaian. Di ujung halaman tempat terdekat dengan para pelayan. Dengan tenang Li Yue An menikmati waktunya.

Pelayan Cui menuangkan teh panas ke dalam cangkir kosong yang bersih lalu memberikannya kepada Nona keduanya. Dia mundur berdiri tepat di belakang Nona keduanya.

Ada begitu banyak orang yang datang di kediaman Li. Yang merupakan pejabat tingkat ke tiga menteri pembangunan. Para siswa dan siswi akademi juga telah datang untuk memberikan ucapan kepada Nona pertama Li Huan. Acara di mulai tepat pukul delapan malam. Semua orang duduk di tempat yang telah di siapkan. Acara berlangsung meriah di mulai dari pertunjukan jalanan, pembacaan puisi, permainan Qin (alat musik).

Beberapa siswa laki-laki selalu menatap kearah yang sama. Ketempat gadis muda yang tengah duduk tenang tanpa gangguan di ujung halaman.

"Dia siapa?"

"Sangat cantik. Kecantikan alami tanpa noda."

"Gaun sederhana itu membuat kecantikan tidak tenggelam."

"Dia gadis dari keluarga mana? Aku tidak pernah melihatnya."

Suara bisikkan saling bersautan.

Dari kelompok siswi akademi juga mulai menyadari kehebohan yang terjadi.

"Gadis itu memang sangat cantik."

"Benar. Sesama wanita aku juga merasa begitu."

"Nona pertama Li Huan, apa kamu tahu siapa dia?" Salah satu gadis menunjuk kearah ujung halaman yang sepi.

"Wajahnya di bawah sinar rembulan terlihat jernih juga indah."

Mendengar kegaduhan itu Nona pertama Li Huan merasa kesal. Semua perhatian bahkan sudah di rebut adik keduanya. "Dia adik kedua ku. Tidak bisa membaca ataupun menulis. Dia selalu menyendiri tidak suka keramaian."

"Apa keluarga terpandang juga tidak mengajari putri mereka menulis dan membaca?" seorang gadis muda berbicara cukup keras. Membuat semua orang mendengarnya dan memikirkan hal yang sama.

Nona pertama Li Huan ingin menelan kata-katanya kembali. Namun sudah terlambat, "Ibunya hanya seorang budak rendahan. Bahkan pernah melakukan kesalahan sehingga mereka berdua di asingkan. Baru lima tahun ini adik kedua di bawa kembali karena ibunya meninggal."

Nyonya Li langsung memelototi anak pertamanya. Semua rahasia keluarga bisa saja di bongkar habis oleh kebodohan anaknya itu. "Semuanya, sudah waktunya untuk menikmati pertunjukan selanjutnya."

Nona pertama Li Huan terdiam tidak berani mengatakan apa pun. Semua orang juga diam.

Sedangkan Li Yue An menikmati tehnya sembari memandang kearah rembulan tanpa gangguan.

Terpopuler

Comments

Shai'er

Shai'er

nah loh, diem aja pun, jadi pusat perhatian🤧

2025-02-05

1

Shai'er

Shai'er

disuruh datang tapi menghindar, gimana sih😭

2025-02-05

1

Shai'er

Shai'er

hadeuh

2025-02-05

1

lihat semua
Episodes
1 Sebuah keajaiban
2 Pesta malam
3 Nona kedua Li Yue An
4 Kehangatan padang rumput
5 Siasat jahat
6 Festival lentera
7 Kejadian tidak terduga
8 Usaha tidak mengkhianati hasil
9 Berusaha membalikkan keadaan
10 Tuan Putri Yun Qixia
11 Perubahan sikap
12 Kejutan di pesta ulang tahun Nyonya Li
13 Istana luar Shu An
14 Surat rahasia Tuan Putri Yun Qixia
15 Mendekati hari bahagia keluarga Li
16 Hari pernikahan Pangeran keempat Wen Ming
17 Sebuah kisah yang tidak terduga
18 Perjalanan ke selatan
19 Pria yang berbahaya
20 Kisah ajaib gadis bodoh
21 Di bawah rintik hujan
22 Kota Changpu wilayah perbatasan selatan
23 Kasus besar
24 Perasaan yang tidak seharusnya
25 Festival Dewi Bulan
26 Eksekusi mati untuk penjahat
27 Eksekusi yang tertunda
28 Pengepungan kota Changpu
29 Tatapan lembut di bawah rembulan
30 Gadis biasa?
31 Kasus pembunuhan berantai telah berakhir
32 Hukuman yang layak
33 Kabar ibu kota
34 Garis keturunan Yun
35 Selir Li Huan
36 Rasa cemburu
37 Malam pertama Selir Li Huan
38 Perang telah berakhir sementara waktu
39 Anugerah pernikahan
40 Lamaran kedua
41 Niat tersembunyi
42 Rasa takut
43 Gadis yang aktif
44 Pertemuan singkat dua keluarga besar
45 Prosesi sakral pernikahan Tuan Putri Yun Qixia dan Jenderal Lei Mingyu
46 Sebagian takdir tidak bisa di ubah
47 Kekacauan di kediaman Li
48 Permaisuri pangeran Li Fei
49 Akhir Selir Li Huan
50 Berita kematian Selir Li Huan
51 Prosesi pemakaman
52 Sebuah pilihan
53 Buronan penting
54 Penyalahgunaan wewenang
55 Ruang penyiksaan
56 Kemurahan hati yang di salah gunakan
57 Keputusan yang sudah di tetapkan
58 Bocornya surat rahasia
59 Hari ke dua sebelum perang terjadi
60 Perebutan tahta kekaisaran
61 Perang dua pasukan besar
62 Tahun pertama masa pemerintahan Kaisar Yun Yuan
63 Kabar yang tidak mendasar
64 Jenderal wanita pertama
65 Mencari akademi yang pas
66 Guru baru
67 Kilasan masa lalu
68 Masalah datang lagi
69 Tempat kekuasaan Pangeran keenam
70 Tempat rahasia para bandit
71 Mencoba memulainya kembali
72 Wanita yang lancang
73 Menjadi seorang ayah
74 Kembali
75 Melihat sinar matahari pertama
76 Pengaturan baru
77 Identitas baru
78 Kamu milik ku
79 Kejamnya hati manusia
80 Kabar hilangnya Nona pertama Bai Feng Yin
81 Akhir yang telah di tetapkan
82 Keputusan akhir dari Pangeran keenam
83 Penyambutan kepulangan Tuan Putri Yun Qixia
84 Pernikahan kedua
85 Kebahagiaan tanpa akhir
86 Aku Mencintai Mu
87 Season 2 Prolog : Mencintai dalam kebencian
88 Season 2 : Panglima perang
89 Season 2 : Perbatasan tiga Negara
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Sebuah keajaiban
2
Pesta malam
3
Nona kedua Li Yue An
4
Kehangatan padang rumput
5
Siasat jahat
6
Festival lentera
7
Kejadian tidak terduga
8
Usaha tidak mengkhianati hasil
9
Berusaha membalikkan keadaan
10
Tuan Putri Yun Qixia
11
Perubahan sikap
12
Kejutan di pesta ulang tahun Nyonya Li
13
Istana luar Shu An
14
Surat rahasia Tuan Putri Yun Qixia
15
Mendekati hari bahagia keluarga Li
16
Hari pernikahan Pangeran keempat Wen Ming
17
Sebuah kisah yang tidak terduga
18
Perjalanan ke selatan
19
Pria yang berbahaya
20
Kisah ajaib gadis bodoh
21
Di bawah rintik hujan
22
Kota Changpu wilayah perbatasan selatan
23
Kasus besar
24
Perasaan yang tidak seharusnya
25
Festival Dewi Bulan
26
Eksekusi mati untuk penjahat
27
Eksekusi yang tertunda
28
Pengepungan kota Changpu
29
Tatapan lembut di bawah rembulan
30
Gadis biasa?
31
Kasus pembunuhan berantai telah berakhir
32
Hukuman yang layak
33
Kabar ibu kota
34
Garis keturunan Yun
35
Selir Li Huan
36
Rasa cemburu
37
Malam pertama Selir Li Huan
38
Perang telah berakhir sementara waktu
39
Anugerah pernikahan
40
Lamaran kedua
41
Niat tersembunyi
42
Rasa takut
43
Gadis yang aktif
44
Pertemuan singkat dua keluarga besar
45
Prosesi sakral pernikahan Tuan Putri Yun Qixia dan Jenderal Lei Mingyu
46
Sebagian takdir tidak bisa di ubah
47
Kekacauan di kediaman Li
48
Permaisuri pangeran Li Fei
49
Akhir Selir Li Huan
50
Berita kematian Selir Li Huan
51
Prosesi pemakaman
52
Sebuah pilihan
53
Buronan penting
54
Penyalahgunaan wewenang
55
Ruang penyiksaan
56
Kemurahan hati yang di salah gunakan
57
Keputusan yang sudah di tetapkan
58
Bocornya surat rahasia
59
Hari ke dua sebelum perang terjadi
60
Perebutan tahta kekaisaran
61
Perang dua pasukan besar
62
Tahun pertama masa pemerintahan Kaisar Yun Yuan
63
Kabar yang tidak mendasar
64
Jenderal wanita pertama
65
Mencari akademi yang pas
66
Guru baru
67
Kilasan masa lalu
68
Masalah datang lagi
69
Tempat kekuasaan Pangeran keenam
70
Tempat rahasia para bandit
71
Mencoba memulainya kembali
72
Wanita yang lancang
73
Menjadi seorang ayah
74
Kembali
75
Melihat sinar matahari pertama
76
Pengaturan baru
77
Identitas baru
78
Kamu milik ku
79
Kejamnya hati manusia
80
Kabar hilangnya Nona pertama Bai Feng Yin
81
Akhir yang telah di tetapkan
82
Keputusan akhir dari Pangeran keenam
83
Penyambutan kepulangan Tuan Putri Yun Qixia
84
Pernikahan kedua
85
Kebahagiaan tanpa akhir
86
Aku Mencintai Mu
87
Season 2 Prolog : Mencintai dalam kebencian
88
Season 2 : Panglima perang
89
Season 2 : Perbatasan tiga Negara

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!