Kehangatan padang rumput

Li Yue An duduk di bawah pohon rindang dengan akar menyembul keluar. Meskipun dia tidak bisa melihat matahari terbit dari awal. Namun dia senang bisa menikmati waktu mudanya kembali. Dulu hatinya tertutup banyaknya rasa cemburu, kebencian dan ketidakrelaan. Sehingga membuatnya terlalu larut akan balas dendam. Jika di pikir kembali dia seperti gadis bodoh yang ingin melawan takdir. Gadis gila yang terus berusaha memperjuangkan keinginannya. Tapi justru lupa cara untuk bahagia.

Sekitar pukul enam pagi keadaan mulai cukup ramai oleh orang-orang yang membawa kuda mereka di padang rumput. Kuda melaju bahagia mengelilingi rerumputan luas. Meski ada kekang di tubuhnya kuda-kuda itu terlihat tidak keberatan. "Cui. Apa kamu menyukai ibu kota?"

"Selama ada Nona kedua saya akan suka."

"Gadis bodoh. Kenapa harus ada aku? Kamu bisa mencari kebahagiaan mu sendiri. Menemukan orang yang peduli dan mencintai mu. Hidup berdampingan menjalin keluarga kecil yang bahagia," ujar Li Yue An lembut dengan di iringi senyuman hangat.

Pelayan Cui memikirkan perkataan Nona keduanya. "Nona kedua. Saya tidak pernah memikirkan hal itu. Bagi kami seorang budak. Kebahagiaan seperti itu sangat jauh dari jangkauan."

"Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Cui, jika kamu ingin menikah aku pasti akan merestui mu. Setiap orang layak untuk bahagia." Li Yue An menatap kearah pelayannya. Melihat senyuman dari Cui dia merasa lebih tenang.

Gadis itu menikmati udara pagi di padang rumput selama hampir tiga jam. Saat mereka akan pergi ada segerombolan orang berdatangan menuju ke padang rumput. Mereka semua prajurit yang akan menjalankan misi perang. Li Yue An bangkit dari tempat duduknya. "Cui, kita harus kembali."

"Baik."

Li Yue An masuk ke dalam keretanya, dia seorang nona muda kediaman tidak bisa berbaur begitu saja dengan laki-laki. Apa lagi para prajurit yang akan berlatih. Jalur utama telah di blokir beberapa prajurit penjaga.

"Nona kedua, jalur utama keluar di blokir. Kita tidak bisa keluar sebelum semua prajurit selesai berlatih," pelayan Cui terdengar khawatir. "Aku akan meminta izin."

"Tidak usah. Kita pergi ke bagian utara saja. Tidak perlu menganggu pelatihan. Setelah pelatihan berakhir kita kembali," suara di dalam kereta terdengar tenang.

"Nona kedua pelatihan akan memakan waktu sangat lama. Bisa saja sampai tengah malam."

"Cui, kita tidak bisa pergi selama pelatihan berlangsung. Saat tempat ini di bersihkan kita tidak menyadarinya. Jika kita keluar saat ada pemblokiran berlangsung masalah hanya akan semakin besar. Jika ayah sampai mendengarnya kita tidak akan berakhir baik. Katakan kepada penjaga jalur pemblokiran jika kita akan menghindar ke arah utara. Tidak akan mengganggu selama pelatihan berlangsung," jelas Li Yue An.

"Baik." Pelayan Cui turun dari kereta berjalan menuju ke arah prajurit penjaga. Setelah menerima izin dia langsung pergi kembali. "Nona kedua. Kita sudah mendapati izin. Selama kita diam di ujung utara tidak akan menjadi masalah. Pelatih hanya akan berlangsung sampai jam enam malam."

"Iya."

Pelayan Cui naik kembali mengendari kereta kuda menuju ujung utara. Tempat itu sangat dekat dengan hutan pinggir kota. Tidak ada tempat untuk beristirahat hanya satu paviliun tua yang masih berdiri kokoh. Setelah kekuasaan berpindah tangan, Li Yue An meminta suaminya yaitu Kaisar Wen Ming merenovasi paviliun tua yang selalu ia gunakan untuk berdiam diri di pinggiran kota bagian utara. Setiap musim semi dia akan pergi ke paviliun itu untuk beristirahat dari kesibukan politik. Sekalipun dia tidak memegang kendali penuh tapi dirinya berada di balik kegelapan untuk membantu suaminya menstabilkan pemerintahan.

"Untung saja saya membawa perbekalan takut Nona kelaparan," pelayan Cui membawa dua keranjang besar di kedua tangannya. Meletakkannya di atas meja yang ada di tengah paviliun. Dia mengeluarkan buah anggur, apel, juga pir dan mangga.

"Kamu membawa semua ini?" Li Yue An hampir tidak percaya. Dia bahkan hampir lupa jika pelayannya ini sangat perhatian dan mendetail dalam segala hal.

Pelayan Cui tersenyum. Dia juga mengeluarkan mawar yang sangat di sukai Nona keduanya. Ada empat macam kue yang terlihat sangat enak terbungkus rapi.

Li Yue An hanya bisa tersenyum melihat semua kesiapan yang di lakukan pelayan setianya. "Kita tidak akan takut kelaparan lagi berkat kamu."

"Nona kedua ini sudah seharusnya. Semua ini akan sangat di butuhkan dalam keadaan darurat. Di dalam kereta juga masih ada air minum. Aku akan mengambilnya." Pelayan Cui terlihat menuangkan air minum dari bambu yang di potong pada bagian sisi ruas agar tidak ada celah sehingga dapat di gunakan sebagai tempat air. Air di tuangkan pada teko berukuran sedang. Setelah selesai dia pergi menuju ke arah Nona keduanya. Dia mengeluarkan cangkir bersih dari keranjang makanan ringan. Cangkir di bungkus kertas berwana coklat agar tidak terkena debu. Air di tuangkan lalu di berikan kepada Li Yue An. "Nona kedua."

"Terima kasih," meminum air dari cangkir. "Kamu juga harus istirahat. Kita masih memiliki banyak waktu berada di sini."

"Baik."

Mereka berdua menikmati waktu duduk di paviliun dengan makanan yang bisa di katakan lengkap. Waktu terasa berlalu lebih cepat. Mereka bahkan tidak menyadari telah berada di sana selama enam jam lamanya.

Di jalur utama pemblokiran Jenderal Tinggi telah datang bersama pasukan khususnya. Suara tapak kuda berdentum kuat di tanah bahkan terasa getaran kecil mengiringinya.

"Jenderal," semua orang memberikan hormat.

Wakil Jenderal maju bersama kudanya. "Bagiamana keadaan di padang rumput?"

Salah satu prajurit maju. "Semua telah terkendali. Hanya saja ada seorang gadis muda bersama satu pelayannya yang masih ada di dalam. Saat ini mereka beristirahat di ujung utara."

"Gadis muda?"

"Benar. Mereka dari keluarga Li," jelas prajurit itu.

Wakil Jenderal mundur menghampiri Jenderal Tinggi, "Jenderal. Nona kediaman keluarga Li ada di sini. Dia terjebak pemblokiran pelatihan prajurit. Jika kita membiarkannya di sini hal ini akan mempengaruhi nama baik gadis itu. Hanya anda yang bisa membuat keputusan ini."

"Biarkan mereka pergi setelah jam tiga sore," Jenderal tinggi langsung melajukan kudanya kembali menuju ke padang rumput. Saat ini pelatihan hanya berlangsung selama tiga hari dan prajurit akan pergi ke perbatasan untuk memulai perang.

Pasukan khusus mengikuti dari belakang. Hanya Wakil Jenderal yang masih tertinggal.

"Baik. Kamu kemari." Wakil Jenderal menyuruh prajurit tadi untuk mendekat.

Salah satu prajurit mengampiri Wakil Jenderal kembali.

"Mereka bisa pergi setelah jam tiga sore." Wakil Jenderal menjalankan kudanya lebih pelan menikmati udara segar padang rumput.

Prajurit itu tentu langsung menyampaikan perintah dari atasnya kepada dua wanita yang masih menunggu. Setelah kabar di berikan dia pergi lagi.

Li Yue An merasa lega dia bisa segera pergi dari tempat itu. Pelayannya Cui juga mulai menata semua peralatan agar bisa segera pergi saat waktunya tiba.

Terpopuler

Comments

"Candy75

"Candy75

terus ceria

2025-02-26

1

Shai'er

Shai'er

🥰🥰🥰🥰🥰

2025-02-05

1

Shai'er

Shai'er

😌😌😌😌😌

2025-02-05

1

lihat semua
Episodes
1 Sebuah keajaiban
2 Pesta malam
3 Nona kedua Li Yue An
4 Kehangatan padang rumput
5 Siasat jahat
6 Festival lentera
7 Kejadian tidak terduga
8 Usaha tidak mengkhianati hasil
9 Berusaha membalikkan keadaan
10 Tuan Putri Yun Qixia
11 Perubahan sikap
12 Kejutan di pesta ulang tahun Nyonya Li
13 Istana luar Shu An
14 Surat rahasia Tuan Putri Yun Qixia
15 Mendekati hari bahagia keluarga Li
16 Hari pernikahan Pangeran keempat Wen Ming
17 Sebuah kisah yang tidak terduga
18 Perjalanan ke selatan
19 Pria yang berbahaya
20 Kisah ajaib gadis bodoh
21 Di bawah rintik hujan
22 Kota Changpu wilayah perbatasan selatan
23 Kasus besar
24 Perasaan yang tidak seharusnya
25 Festival Dewi Bulan
26 Eksekusi mati untuk penjahat
27 Eksekusi yang tertunda
28 Pengepungan kota Changpu
29 Tatapan lembut di bawah rembulan
30 Gadis biasa?
31 Kasus pembunuhan berantai telah berakhir
32 Hukuman yang layak
33 Kabar ibu kota
34 Garis keturunan Yun
35 Selir Li Huan
36 Rasa cemburu
37 Malam pertama Selir Li Huan
38 Perang telah berakhir sementara waktu
39 Anugerah pernikahan
40 Lamaran kedua
41 Niat tersembunyi
42 Rasa takut
43 Gadis yang aktif
44 Pertemuan singkat dua keluarga besar
45 Prosesi sakral pernikahan Tuan Putri Yun Qixia dan Jenderal Lei Mingyu
46 Sebagian takdir tidak bisa di ubah
47 Kekacauan di kediaman Li
48 Permaisuri pangeran Li Fei
49 Akhir Selir Li Huan
50 Berita kematian Selir Li Huan
51 Prosesi pemakaman
52 Sebuah pilihan
53 Buronan penting
54 Penyalahgunaan wewenang
55 Ruang penyiksaan
56 Kemurahan hati yang di salah gunakan
57 Keputusan yang sudah di tetapkan
58 Bocornya surat rahasia
59 Hari ke dua sebelum perang terjadi
60 Perebutan tahta kekaisaran
61 Perang dua pasukan besar
62 Tahun pertama masa pemerintahan Kaisar Yun Yuan
63 Kabar yang tidak mendasar
64 Jenderal wanita pertama
65 Mencari akademi yang pas
66 Guru baru
67 Kilasan masa lalu
68 Masalah datang lagi
69 Tempat kekuasaan Pangeran keenam
70 Tempat rahasia para bandit
71 Mencoba memulainya kembali
72 Wanita yang lancang
73 Menjadi seorang ayah
74 Kembali
75 Melihat sinar matahari pertama
76 Pengaturan baru
77 Identitas baru
78 Kamu milik ku
79 Kejamnya hati manusia
80 Kabar hilangnya Nona pertama Bai Feng Yin
81 Akhir yang telah di tetapkan
82 Keputusan akhir dari Pangeran keenam
83 Penyambutan kepulangan Tuan Putri Yun Qixia
84 Pernikahan kedua
85 Kebahagiaan tanpa akhir
86 Aku Mencintai Mu
87 Season 2 Prolog : Mencintai dalam kebencian
88 Season 2 : Panglima perang
89 Season 2 : Perbatasan tiga Negara
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Sebuah keajaiban
2
Pesta malam
3
Nona kedua Li Yue An
4
Kehangatan padang rumput
5
Siasat jahat
6
Festival lentera
7
Kejadian tidak terduga
8
Usaha tidak mengkhianati hasil
9
Berusaha membalikkan keadaan
10
Tuan Putri Yun Qixia
11
Perubahan sikap
12
Kejutan di pesta ulang tahun Nyonya Li
13
Istana luar Shu An
14
Surat rahasia Tuan Putri Yun Qixia
15
Mendekati hari bahagia keluarga Li
16
Hari pernikahan Pangeran keempat Wen Ming
17
Sebuah kisah yang tidak terduga
18
Perjalanan ke selatan
19
Pria yang berbahaya
20
Kisah ajaib gadis bodoh
21
Di bawah rintik hujan
22
Kota Changpu wilayah perbatasan selatan
23
Kasus besar
24
Perasaan yang tidak seharusnya
25
Festival Dewi Bulan
26
Eksekusi mati untuk penjahat
27
Eksekusi yang tertunda
28
Pengepungan kota Changpu
29
Tatapan lembut di bawah rembulan
30
Gadis biasa?
31
Kasus pembunuhan berantai telah berakhir
32
Hukuman yang layak
33
Kabar ibu kota
34
Garis keturunan Yun
35
Selir Li Huan
36
Rasa cemburu
37
Malam pertama Selir Li Huan
38
Perang telah berakhir sementara waktu
39
Anugerah pernikahan
40
Lamaran kedua
41
Niat tersembunyi
42
Rasa takut
43
Gadis yang aktif
44
Pertemuan singkat dua keluarga besar
45
Prosesi sakral pernikahan Tuan Putri Yun Qixia dan Jenderal Lei Mingyu
46
Sebagian takdir tidak bisa di ubah
47
Kekacauan di kediaman Li
48
Permaisuri pangeran Li Fei
49
Akhir Selir Li Huan
50
Berita kematian Selir Li Huan
51
Prosesi pemakaman
52
Sebuah pilihan
53
Buronan penting
54
Penyalahgunaan wewenang
55
Ruang penyiksaan
56
Kemurahan hati yang di salah gunakan
57
Keputusan yang sudah di tetapkan
58
Bocornya surat rahasia
59
Hari ke dua sebelum perang terjadi
60
Perebutan tahta kekaisaran
61
Perang dua pasukan besar
62
Tahun pertama masa pemerintahan Kaisar Yun Yuan
63
Kabar yang tidak mendasar
64
Jenderal wanita pertama
65
Mencari akademi yang pas
66
Guru baru
67
Kilasan masa lalu
68
Masalah datang lagi
69
Tempat kekuasaan Pangeran keenam
70
Tempat rahasia para bandit
71
Mencoba memulainya kembali
72
Wanita yang lancang
73
Menjadi seorang ayah
74
Kembali
75
Melihat sinar matahari pertama
76
Pengaturan baru
77
Identitas baru
78
Kamu milik ku
79
Kejamnya hati manusia
80
Kabar hilangnya Nona pertama Bai Feng Yin
81
Akhir yang telah di tetapkan
82
Keputusan akhir dari Pangeran keenam
83
Penyambutan kepulangan Tuan Putri Yun Qixia
84
Pernikahan kedua
85
Kebahagiaan tanpa akhir
86
Aku Mencintai Mu
87
Season 2 Prolog : Mencintai dalam kebencian
88
Season 2 : Panglima perang
89
Season 2 : Perbatasan tiga Negara

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!