Istana luar Shu An

Kereta telah sampai di depan pintu masuk utama Istana luar Shu An. Dengan tudung di kepalanya Li Yue An turun dari kereta di bantu Jenderal Lei Mingyu. Bisa di bilang Jenderal Lei Mingyu telah menjadi orang kepercayaan dari Kaisar terdahulu Yun Jin. Bahkan telah di anggap sebagai keponakan jauh.

"Terima kasih," ujar Li Yue An dengan senyuman kecil di wajahnya. Pria muda di depannya hanya mengangguk kecil. Tanpa menanggapi lebih lanjut. Gadis itu mengikuti setiap langkah pria muda di depannya. Pelayan Cui juga datang dengan penutup wajah berada di belakang Nona keduanya juga Jenderal Lei Mingyu. Ada pikiran tidak pantas terlintas di benak pelayan Cui yang merasa jika dua orang di depannya seperti pasangan muda yang datang ke kediaman keluarga setelah pernikahan.

Pelayan Cui dengan cepat menghilangkan pemikiran itu saat Nona keduanya melirik kearahnya.

Jenderal Lei Mingyu dan Li Yue An masuk ke salah satu halaman kediaman mewah. Taman kecil mengelilingi setiap jalur memutar. Danau cukup besar juga ada di sana dengan Paviliun berada di tengahnya. Tiga jalur jembatan membentang sebagai jalan menuju ke arah paviliun di tengah danau. Kaisar terdahulu Yun Jin juga sudah duduk santai menikmati ketenangan di paviliun itu. Mereka berdua berjalan mendekat. Sedangkan pelayan Cui berhenti di taman kecil.

"Ayah." Li Yue An memberikan hormatnya.

"Yang Mulia." Jenderal Lei Mingyu memberikan hormat.

Kaisar terdahulu Yun Jin bangkit pelan. "Qixia sudah datang. Bagiamana? Apa kamu menyukai penataan kediaman ini?" senyuman hangat membuat gadis di depannya merasa lebih tenang. "Jangan hanya berdiri. Kita duduk bersama. Mingyu kamu juga."

"Aku menyukainya." Li Yue An duduk di samping ayah angkatnya. "Ayah!" menatap ragu.

Kaisar terdahulu Yun Jin menatap lembut. "Iya. Katakan saja ayah tidak akan marah."

"Apakah boleh aku menanam buah anggur di sini?" Li Yue An masih tidak bisa melepaskan pohon anggur yang ia tanam di kediamannya.

Kaisar terdahulu tertawa. "Tentu. Kamu bisa melakukan apa pun yang kamu inginkan. Nanti aku akan meminta seseorang untuk membuatkan tempat di sini."

"Ayah tidak perlu. Aku akan mengaturnya sendiri. Akan lebih menyenangkan dan memuaskan saat semua aku kerjakan seorang diri," kata Li Yue An tanpa merasa segan lagi. Perlahan dia mulai terbiasa dengan kehangatan dari ayah angkatnya.

"Baik. Jika perlu sesuatu beritahu ayah." Kaisar terdahulu mengemong putri angkatnya dengan sangat baik. "Mingyu. Apa kamu benar-benar tidak ingin tinggal di ibu kota selama beberapa waktu lagi? Aku bisa mengalihkan tugas ini kepada Jenderal lainnya."

Jenderal Lie Mingyu menatap tegas. "Yang Mulia. Ini sudah menjadi tugas ku. Perbatasan sudah mulai goyang. Jika saya tidak segera pergi. Keadaan akan semakin buruk. Bangsa bar-bar juga telah berani menyusup di bagian selatan."

"Baiklah. Aku tidak bisa menahan mu lagi," saut Kaisar terdahulu Yun Jin.

Li Yue An justru menatap cemas setelah tahu Jenderal Lei Mingyu akan pergi beberapa hari lagi menuju perbatasan. Dia masih ingat betul berita ini menggemparkan seluruh negara. Karena Jenderal paling di takuti bisa terbunuh bahkan sebelum melakukan pertempuran di perbatasan.

"Qixia, ayah masih ada urusan dengan Kaisar. Tidak bisa menemani mu terlalu lama. Jenderal kamu bisa duduk sebentar menemani putri ku. Apa tidak masalah?" Kaisar terdahulu Yun Jin bangkit dari tempat duduknya.

"Tidak masalah," jawab Jenderal Lei Mingyu.

"Baiklah. Aku akan pergi. Kalian bisa mengobrol." Pria paruh baya itu pergi di ikuti para pelayan yang langsung berlari dari arah luar jembatan menghampirinya.

Kesunyian membuat suasana di paviliun semakin canggung. Li Yue An juga tidak tahu apa yang harus dia katakan. Setiap dia mengatakan satu kata pria muda di depannya hanya menjawab seperlunya. Setelah itu diam seperti patung yang tidak peduli keadaan di sekitarnya. Gadis itu menuangkan teh ke dalam cangkir. Kepulan uap panas dari teh menyebar perlahan lalu menghilang di udara. "Jenderal. Ada yang ingin aku sampaikan." Gadis itu membuyarkan keheningan. Jenderal Lei Mingyu menatapnya. "Bisakah aku tahu jalur mana yang akan jenderal lewati untuk bisa sampai di perbatasan." Dia sendiri tahu menanyakan hal ini adalah sebuah pantangan. Tapi dia tetap ingin mencoba.

Jenderal Lei Mingyu mengambil cangkir teh panas di depannya. Dia meniup pelan lalu meminum teh pada permukaan cangkir. "Aku pikir Tuan Putri tidak akan sebodoh itu menanyakan prihal militer dengan ku." Senyuman tipis namun dingin melintas di wajah tampannya.

"Saya tidak tahu telah melampaui batas. Maaf atas kebodohan dan ketidaktahuan saya ini," ujar Li Yue An memberikan alasan. Rasa cemas itu cukup kuat menekan pikiran juga hatinya. Bukan karena sebuah kata cinta tapi dia hanya tidak ingin ratusan ribu nyawa prajurit melayang begitu saja. Di masa lalu, Jenderal Lei Mingyu telah di cabut dari jabatannya dengan ketidakmampuan juga karena tidak kompeten dalam memimpin pasukan. Seluruh keluarga Lei di berikan hukuman penggal meskipun Jenderal Lei Mingyu juga telah terbunuh di pembantaian empat jalur itu sendiri. Setelah Li Yue An menjadi Permaisuri dia tidak sengaja melihat kembali dokumen. Dokumen yang menyatakan jika Jenderal Lei Mingyu mendapatkan kabar palsu dari tenggara. Dan mengubah jalur keberangkatan yang seharusnya menuju selatan kini di alihkan menuju tenggara. Setelah pembagian empat kelompok besar pasukan. Tanpa di duga semua di sergap dan di habis tanpa tersisa. Dan semua itu di lakukan dengan sangat rapi. Li Yue An meminum teh perlahan dan rasa pahit menyebar di mulutnya.

"Saya masih harus bertugas. Tuan Putri, saya pamit undur diri."

Jenderal Lei Mingyu pergi begitu saja meninggalkan Li Yue An seorang diri di paviliun kediamannya. Pelayan Cui datang menghampiri Nona keduanya. "Tuan putri." Dia telah mengganti panggilan untuk Nona mudanya lagi.

"Cui. Bawakan aku barang-barang yang aku simpan di kotak. Bawakan juga peralatan untuk menulis." Meskipun dia telah di tolak. Li Yue An masih tidak ingin diam saja setelah mengetahui akhir dari Jenderal paling kuat dan merupakan tangan kanan Kaisar Wen Quan juga Kaisar terdahulu Yun Jin. Jika Jenderal Lei Mingyu meninggal dalam empat jalur itu. Dapat di pastikan pemerintahan akan langsung di ambil alih Pangeran keempat Wen Ming. Dan akhir seperti ini bukan keinginan Li Yue An.

"Baik."

Setelah menunggu selama beberapa menit pelayan Cui datang dengan semua barang yang di maksudkan Nona keduanya.

Li Yue An mengambil sebuah gulungan kertas putih dan saat dia membukanya itu adalah peta negara yang ia buat. Ingatannya tidak pernah salah. Dia memberikan tanda di semua titik yang sangat berbahaya untuk di lalui. Bahkan memberikan semua perincian tentang beberapa titik yang bisa di lalui dengan aman. "Cui. Kita harus memberikan ini kepada Jenderal Lei Mingyu sebelum dia pergi ke perbatasan." Menggulung kembali kertas tidak lupa menyelipkan surat rahasia yang ia tulis sendiri.

"Tuan Putri, saya tadi tidak sengaja dengar Jenderal berbicara dengan seseorang. Mungkin dia bawahannya, mereka memastikan keberangkatan akan di lakukan sore ini."

"Apa!" Li Yue An bangkit dari tempat duduknya. "Ayo. Kita harus memberikannya sebelum terlambat." Gadis itu berlari sangat kencang.

"Tuan Putri tunggu." Pelayan Cui ikut berlari.

Lie Yue An memasang kembali tudung di kepalanya. "Bantu aku. Kereta hanya akan menghambat kecepatan."

"Baik." Pelayan Cui membantu melepaskan kuda yang terikat dengan kereta.

"Tunggu aku di kediaman. Aku akan segera kembali. Ciahh..." Li Yue An memacu kuda melaju sangat kencang menuju gerbang kota.

Terpopuler

Comments

Alan Banghadi

Alan Banghadi

Sekiga saja Li Yue an tidak terlambat memberikan petanya

2025-03-17

1

Shai'er

Shai'er

💪💪💪💪💪

2025-02-05

1

Shai'er

Shai'er

seperti itu🤧

2025-02-05

1

lihat semua
Episodes
1 Sebuah keajaiban
2 Pesta malam
3 Nona kedua Li Yue An
4 Kehangatan padang rumput
5 Siasat jahat
6 Festival lentera
7 Kejadian tidak terduga
8 Usaha tidak mengkhianati hasil
9 Berusaha membalikkan keadaan
10 Tuan Putri Yun Qixia
11 Perubahan sikap
12 Kejutan di pesta ulang tahun Nyonya Li
13 Istana luar Shu An
14 Surat rahasia Tuan Putri Yun Qixia
15 Mendekati hari bahagia keluarga Li
16 Hari pernikahan Pangeran keempat Wen Ming
17 Sebuah kisah yang tidak terduga
18 Perjalanan ke selatan
19 Pria yang berbahaya
20 Kisah ajaib gadis bodoh
21 Di bawah rintik hujan
22 Kota Changpu wilayah perbatasan selatan
23 Kasus besar
24 Perasaan yang tidak seharusnya
25 Festival Dewi Bulan
26 Eksekusi mati untuk penjahat
27 Eksekusi yang tertunda
28 Pengepungan kota Changpu
29 Tatapan lembut di bawah rembulan
30 Gadis biasa?
31 Kasus pembunuhan berantai telah berakhir
32 Hukuman yang layak
33 Kabar ibu kota
34 Garis keturunan Yun
35 Selir Li Huan
36 Rasa cemburu
37 Malam pertama Selir Li Huan
38 Perang telah berakhir sementara waktu
39 Anugerah pernikahan
40 Lamaran kedua
41 Niat tersembunyi
42 Rasa takut
43 Gadis yang aktif
44 Pertemuan singkat dua keluarga besar
45 Prosesi sakral pernikahan Tuan Putri Yun Qixia dan Jenderal Lei Mingyu
46 Sebagian takdir tidak bisa di ubah
47 Kekacauan di kediaman Li
48 Permaisuri pangeran Li Fei
49 Akhir Selir Li Huan
50 Berita kematian Selir Li Huan
51 Prosesi pemakaman
52 Sebuah pilihan
53 Buronan penting
54 Penyalahgunaan wewenang
55 Ruang penyiksaan
56 Kemurahan hati yang di salah gunakan
57 Keputusan yang sudah di tetapkan
58 Bocornya surat rahasia
59 Hari ke dua sebelum perang terjadi
60 Perebutan tahta kekaisaran
61 Perang dua pasukan besar
62 Tahun pertama masa pemerintahan Kaisar Yun Yuan
63 Kabar yang tidak mendasar
64 Jenderal wanita pertama
65 Mencari akademi yang pas
66 Guru baru
67 Kilasan masa lalu
68 Masalah datang lagi
69 Tempat kekuasaan Pangeran keenam
70 Tempat rahasia para bandit
71 Mencoba memulainya kembali
72 Wanita yang lancang
73 Menjadi seorang ayah
74 Kembali
75 Melihat sinar matahari pertama
76 Pengaturan baru
77 Identitas baru
78 Kamu milik ku
79 Kejamnya hati manusia
80 Kabar hilangnya Nona pertama Bai Feng Yin
81 Akhir yang telah di tetapkan
82 Keputusan akhir dari Pangeran keenam
83 Penyambutan kepulangan Tuan Putri Yun Qixia
84 Pernikahan kedua
85 Kebahagiaan tanpa akhir
86 Aku Mencintai Mu
87 Season 2 Prolog : Mencintai dalam kebencian
88 Season 2 : Panglima perang
89 Season 2 : Perbatasan tiga Negara
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Sebuah keajaiban
2
Pesta malam
3
Nona kedua Li Yue An
4
Kehangatan padang rumput
5
Siasat jahat
6
Festival lentera
7
Kejadian tidak terduga
8
Usaha tidak mengkhianati hasil
9
Berusaha membalikkan keadaan
10
Tuan Putri Yun Qixia
11
Perubahan sikap
12
Kejutan di pesta ulang tahun Nyonya Li
13
Istana luar Shu An
14
Surat rahasia Tuan Putri Yun Qixia
15
Mendekati hari bahagia keluarga Li
16
Hari pernikahan Pangeran keempat Wen Ming
17
Sebuah kisah yang tidak terduga
18
Perjalanan ke selatan
19
Pria yang berbahaya
20
Kisah ajaib gadis bodoh
21
Di bawah rintik hujan
22
Kota Changpu wilayah perbatasan selatan
23
Kasus besar
24
Perasaan yang tidak seharusnya
25
Festival Dewi Bulan
26
Eksekusi mati untuk penjahat
27
Eksekusi yang tertunda
28
Pengepungan kota Changpu
29
Tatapan lembut di bawah rembulan
30
Gadis biasa?
31
Kasus pembunuhan berantai telah berakhir
32
Hukuman yang layak
33
Kabar ibu kota
34
Garis keturunan Yun
35
Selir Li Huan
36
Rasa cemburu
37
Malam pertama Selir Li Huan
38
Perang telah berakhir sementara waktu
39
Anugerah pernikahan
40
Lamaran kedua
41
Niat tersembunyi
42
Rasa takut
43
Gadis yang aktif
44
Pertemuan singkat dua keluarga besar
45
Prosesi sakral pernikahan Tuan Putri Yun Qixia dan Jenderal Lei Mingyu
46
Sebagian takdir tidak bisa di ubah
47
Kekacauan di kediaman Li
48
Permaisuri pangeran Li Fei
49
Akhir Selir Li Huan
50
Berita kematian Selir Li Huan
51
Prosesi pemakaman
52
Sebuah pilihan
53
Buronan penting
54
Penyalahgunaan wewenang
55
Ruang penyiksaan
56
Kemurahan hati yang di salah gunakan
57
Keputusan yang sudah di tetapkan
58
Bocornya surat rahasia
59
Hari ke dua sebelum perang terjadi
60
Perebutan tahta kekaisaran
61
Perang dua pasukan besar
62
Tahun pertama masa pemerintahan Kaisar Yun Yuan
63
Kabar yang tidak mendasar
64
Jenderal wanita pertama
65
Mencari akademi yang pas
66
Guru baru
67
Kilasan masa lalu
68
Masalah datang lagi
69
Tempat kekuasaan Pangeran keenam
70
Tempat rahasia para bandit
71
Mencoba memulainya kembali
72
Wanita yang lancang
73
Menjadi seorang ayah
74
Kembali
75
Melihat sinar matahari pertama
76
Pengaturan baru
77
Identitas baru
78
Kamu milik ku
79
Kejamnya hati manusia
80
Kabar hilangnya Nona pertama Bai Feng Yin
81
Akhir yang telah di tetapkan
82
Keputusan akhir dari Pangeran keenam
83
Penyambutan kepulangan Tuan Putri Yun Qixia
84
Pernikahan kedua
85
Kebahagiaan tanpa akhir
86
Aku Mencintai Mu
87
Season 2 Prolog : Mencintai dalam kebencian
88
Season 2 : Panglima perang
89
Season 2 : Perbatasan tiga Negara

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!