Usaha tidak mengkhianati hasil

Di tepi sungai yang sangat dingin dengan air mengalir deras. Li Yue An menarik nafasnya dalam lalu menyeburkan dirinya sendiri kedalam arus air. Untung saja saat kecil dia selalu bermain di sungai bersama ibunya. Terkadang dia juga mengambil ikan untuk di jual. Keahliannya bahkan bisa dia gunakan dalam keadaan terdesak. Mengikuti arus air mengarah ke timur, Li Yue An harus berenang selama satu hari penuh. Jika dia berhenti akan lebih banyak waktu yang terbuang sia-sia. Saat menjelang malam hari. Arus air semakin lama semakin kuat. Gadis itu mencoba untuk bertahan dan harus sampai ke tempat yang lebih jauh. Dia memperkirakan pasukan Fengyin sudah sampai di perbatasan kota luar yang ada di bagian Timur. Hanya dengan berenang dia tidak perlu lagi berhenti untuk mengecek surat jalan di setiap jalur utama saat masuk kota.

Li Yue An memutuskan keluar dari air saat dia melihat ada perkemahan berjarak satu kilometer dari tempatnya berada. Dapat di pastikan dia telah mengejar pasukan Fengyin. Tubuhnya mengigil dengan hebat karena terendam air sungai sejak pagi hingga tengah malam. Dengan nafas yang tidak beraturan gadis itu berjalan mendekat ke perkemahan militer. Tubuhnya basah kuyup di tambah hawa dingin di malam hari yang sangat kuat.

Saat dia sampai di depan gerbang utama perkemahan militer gadis itu pingsan seketika. Prajurit mengabari Jenderal mereka baru berani membawa gadis itu masuk ke tenda. Dan memberinya selimut hangat. Semua orang di sana laki-laki tentu tidak ada yang berani mengganti pakaiannya.

Seorang pria muda masuk ke dalam tenda.

"Jenderal."

Pria itu menatap dingin kearah tabib militer yang tengah memeriksa denyut nadi gadis muda di atas tempat tidur.

Wakil Jenderal mendekat. "Tabib bagiamana keadaannya?"

"Wakil Wang. Ini!" memeriksanya kembali. "Gadis ini telah berenang selama belasan jam. Hawa dingin memasuki tubuhnya. Jika tidak segera mengganti baju juga memberinya lebih banyak kehangatan di ruangan ini. Saya khawatir dia tidak bisa selamat. Tubuhnya pada awalnya sudah lemah. Di tambah beban pikiran yang berat juga tenaga yang sudah terkuras habis," tabib militer memberikannya obat. "Setelah bangun dia harus minum obat ini lagi. Dan berikan lebih banyak tungku api."

Tabib pergi setelah memeriksa dan memberikan obat.

"Jenderal. Kita tidak bisa menunda keberangkatan hanya karena gadis ini." Wakil Jenderal Wang merasa tidak tega juga bimbang.

"Tidak perlu menunggu dia siuman. Sebelum pagi kita harus pergi dari tempat ini melanjutkan perjalanan," Jenderal Lie Mingyu berkata tegas.

"Huh." gadis itu terhentak kencang di tempat tidur. Dia langsung duduk memegang dadanya juga kakinya. Setelah mengetahui semua aman dia lega. Saat dia menoleh sudah ada dua pria asing di depannya. "Kalian?"

"Nona kami yang membantu mu memeriksa keadaan mu." Wakil Jenderal Wang mendekat. "Kamu gadis muda dengan tubuh kecil. Tapi cukup hebat dalam berenang."

Li Yue An berusaha untuk bangkit namun dia merasa sangat lemas.

"Lebih baik kamu istirahat." Jenderal Lie Mingyu menatap dingin.

"Tuan. Apa kalian dari pasukan Fengyin?" Li Yue An memberanikan diri bertanya. Keadaan sudah mendesak dia harus segera menemukan pasukan Fengyin.

Kedua orang di depannya menautkan alis mereka. Wakil Jenderal Wang menjawab, "Iya. Apa yang kamu inginkan?"

Li Yue An merasa sangat senang. Beban di pundaknya terasa terangkat seketika. "Izinkan aku menemui Jenderal tinggi Lei Mingyu. Ada hal yang harus aku sampaikan."

Pria tampan penuh karisma juga wibawa dan aura mematikan di tatapan matanya mendekat. "Aku Lei Mingyu. Ada perlu apa," ujarnya tanpa basa basi.

Li Yue An membuka rok bawahnya tanpa memikirkan dua orang pria di depannya. Dengan cepat kedua orang itu memalingkan wajahnya.

"Nona. Hal ini sangat tidak pantas di lakukan gadis muda seperti mu." Wakil Jenderal merasa aneh.

Gadis itu melepaskan dua ikatan di kakinya lalu membenarkan kembali bajunya. "Jenderal. Saya di berikan amanah oleh seseorang untuk memberikan tiga benda kekaisaran juga surat resmi pemerintah."

Jenderal Lei Mingyu menautkan alisnya dia menoleh. Saat dia melihat token giok juga pelakat resmi milik kaisar terdahulu ada di depannya. Dia berlutut di ikuti Wakil Jenderal Wang. "Semua benda ini bisa memutar balikkan kekaisaran. Bagiamana bisa ada di tangan Nona?" Jenderal Lei Mingyu mengambil token juga surat resmi.

"Jenderal. Saya tidak bisa mengatakan terlalu banyak. Tubuh saya cukup lemah untuk mengatakan banyak hal. Yang pasti istana sedang dalam masa bahaya. Kaisar terdahulu meminta saya untuk memberikan ini kepada anda," Li Yue An menahan tubuhnya dengan tangan kiri. Tapi tetap saja dia sangat lemah. Rasa dingin juga masuk ke dalam tubuhnya. "Ada satu benda lagi yang ada di tubuh ku. Saya harap anda dan Tuan Wang bisa keluar. Benda itu sangat berharga saya hanya bisa menyimpannya di." Memegang dadanya.

Jenderal Lei Mingyu mengangguk mengerti dia menelan perasaan malu.

Wakil Jenderal Wang juga keluar menjaga di luar.

Li Yue An melepas pakaiannya mengenakan pakaian baru yang ada di dekatnya. Pakaian itu sangat harum juga sangat longgar di tubuhnya. Sangat jelas itu pakaian pria. Li Yue An mengeluarkan benda lainya. "Jenderal anda bisa masuk."

Mengulurkan tangannya memberikan pelakat militer tingkat satu.

Jenderal Lie Mingyu semakin terkejut dia tidak menyangka seorang gadis muda mempertahankan hidupnya untuk keselamatan banyak orang. Bahkan dia bisa saja menjual kesetiaan untuk mendapatkan kemuliaan kepada lawan. Tapi gadis di depannya memilih untuk mengorbankan hidupnya sendiri. Menempuh resiko agar bisa memberikan semua benda berharga itu di tangannya. Dalam hitungan detik setelah semua benda ada di tangannya. Gadis itu pingsan kembali. Jenderal Lei Mingyu menahan kepalanya agar tidak terbentur lalu meletakkan di atas bantal dengan lembut. "Wang Ju."

Wakil Jenderal Wang masuk.

"Bawa semua pasukan kembali ke ibukota. Akan ada pertempuran mematikan. Kita harus sampai dalam waktu singkat. Yang Mulia menunggu kita," Jenderal Lei Mingyu menatap tajam kearah bara api di dalam tungku.

"Dia?"

"Siapkan kereta kuda. Berikan lebih banyak selimut tebal. Bagi empat pasukan di jalur berbeda. Segera berangkat malam ini juga," Jenderal Lei Mingyu menatap tajam.

"Baik."

Wakil Jenderal Wang menyiapkan semua pasukan membaginya menjadi empat pasukan agar bisa melewati jalur berbeda. Dengan begitu mereka tidak akan di curigai. Dan pasukan pemberontak tidak akan waspada.

Tepat di jam tiga pagi semua pasukan berangkat. Jenderal Lei Mingyu berada di dalam kereta menemani gadis muda yang telah bertaruh dengan hidupnya. Empat selimut tebal telah di berikan kepada gadis itu. Tapi kedua tangannya masih mengigil. Dengan menekan keenggannya Jenderal Lei Mingyu membiarkan tubuh gadis itu berada dalam pelukannya. Setidaknya gadis itu harus selamat terlebih dulu.

Li Yue An membuka kedua matanya perlahan. Tapi dia tidak bisa bergerak leluasa. Tubuhnya hampir tidak bisa diangkat. Dia ingin memberontak agar tidak berada dalam pelukan Jenderal Lei Mingyu. Namun dia tidak mampu melakukannya. "Jenderal. Maaf merepotkan anda."

"Diam. Jangan bersuara. Jika kamu mati, Kaisar terdahulu akan menyalahkan ku," ujar Jenderal Lie Mingyu dengan santai.

Gadis itu kembali diam lalu memejamkan kedua matanya. Rasa hangat itu membuatnya menjadi tenang.

Terpopuler

Comments

Alan Banghadi

Alan Banghadi

Akhirnya Libyue An selamat dan sampe tujuan hebat tetap semangat 👍🏻👍🏻

2025-03-17

1

Shai'er

Shai'er

Yue An, yang di air, aku kok ikut gigil 🤧🤧🤧

2025-02-05

1

Shai'er

Shai'er

berarti, kalo mereka lanjut, pada pindah alam semua 🤧

2025-02-05

0

lihat semua
Episodes
1 Sebuah keajaiban
2 Pesta malam
3 Nona kedua Li Yue An
4 Kehangatan padang rumput
5 Siasat jahat
6 Festival lentera
7 Kejadian tidak terduga
8 Usaha tidak mengkhianati hasil
9 Berusaha membalikkan keadaan
10 Tuan Putri Yun Qixia
11 Perubahan sikap
12 Kejutan di pesta ulang tahun Nyonya Li
13 Istana luar Shu An
14 Surat rahasia Tuan Putri Yun Qixia
15 Mendekati hari bahagia keluarga Li
16 Hari pernikahan Pangeran keempat Wen Ming
17 Sebuah kisah yang tidak terduga
18 Perjalanan ke selatan
19 Pria yang berbahaya
20 Kisah ajaib gadis bodoh
21 Di bawah rintik hujan
22 Kota Changpu wilayah perbatasan selatan
23 Kasus besar
24 Perasaan yang tidak seharusnya
25 Festival Dewi Bulan
26 Eksekusi mati untuk penjahat
27 Eksekusi yang tertunda
28 Pengepungan kota Changpu
29 Tatapan lembut di bawah rembulan
30 Gadis biasa?
31 Kasus pembunuhan berantai telah berakhir
32 Hukuman yang layak
33 Kabar ibu kota
34 Garis keturunan Yun
35 Selir Li Huan
36 Rasa cemburu
37 Malam pertama Selir Li Huan
38 Perang telah berakhir sementara waktu
39 Anugerah pernikahan
40 Lamaran kedua
41 Niat tersembunyi
42 Rasa takut
43 Gadis yang aktif
44 Pertemuan singkat dua keluarga besar
45 Prosesi sakral pernikahan Tuan Putri Yun Qixia dan Jenderal Lei Mingyu
46 Sebagian takdir tidak bisa di ubah
47 Kekacauan di kediaman Li
48 Permaisuri pangeran Li Fei
49 Akhir Selir Li Huan
50 Berita kematian Selir Li Huan
51 Prosesi pemakaman
52 Sebuah pilihan
53 Buronan penting
54 Penyalahgunaan wewenang
55 Ruang penyiksaan
56 Kemurahan hati yang di salah gunakan
57 Keputusan yang sudah di tetapkan
58 Bocornya surat rahasia
59 Hari ke dua sebelum perang terjadi
60 Perebutan tahta kekaisaran
61 Perang dua pasukan besar
62 Tahun pertama masa pemerintahan Kaisar Yun Yuan
63 Kabar yang tidak mendasar
64 Jenderal wanita pertama
65 Mencari akademi yang pas
66 Guru baru
67 Kilasan masa lalu
68 Masalah datang lagi
69 Tempat kekuasaan Pangeran keenam
70 Tempat rahasia para bandit
71 Mencoba memulainya kembali
72 Wanita yang lancang
73 Menjadi seorang ayah
74 Kembali
75 Melihat sinar matahari pertama
76 Pengaturan baru
77 Identitas baru
78 Kamu milik ku
79 Kejamnya hati manusia
80 Kabar hilangnya Nona pertama Bai Feng Yin
81 Akhir yang telah di tetapkan
82 Keputusan akhir dari Pangeran keenam
83 Penyambutan kepulangan Tuan Putri Yun Qixia
84 Pernikahan kedua
85 Kebahagiaan tanpa akhir
86 Aku Mencintai Mu
87 Season 2 Prolog : Mencintai dalam kebencian
88 Season 2 : Panglima perang
89 Season 2 : Perbatasan tiga Negara
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Sebuah keajaiban
2
Pesta malam
3
Nona kedua Li Yue An
4
Kehangatan padang rumput
5
Siasat jahat
6
Festival lentera
7
Kejadian tidak terduga
8
Usaha tidak mengkhianati hasil
9
Berusaha membalikkan keadaan
10
Tuan Putri Yun Qixia
11
Perubahan sikap
12
Kejutan di pesta ulang tahun Nyonya Li
13
Istana luar Shu An
14
Surat rahasia Tuan Putri Yun Qixia
15
Mendekati hari bahagia keluarga Li
16
Hari pernikahan Pangeran keempat Wen Ming
17
Sebuah kisah yang tidak terduga
18
Perjalanan ke selatan
19
Pria yang berbahaya
20
Kisah ajaib gadis bodoh
21
Di bawah rintik hujan
22
Kota Changpu wilayah perbatasan selatan
23
Kasus besar
24
Perasaan yang tidak seharusnya
25
Festival Dewi Bulan
26
Eksekusi mati untuk penjahat
27
Eksekusi yang tertunda
28
Pengepungan kota Changpu
29
Tatapan lembut di bawah rembulan
30
Gadis biasa?
31
Kasus pembunuhan berantai telah berakhir
32
Hukuman yang layak
33
Kabar ibu kota
34
Garis keturunan Yun
35
Selir Li Huan
36
Rasa cemburu
37
Malam pertama Selir Li Huan
38
Perang telah berakhir sementara waktu
39
Anugerah pernikahan
40
Lamaran kedua
41
Niat tersembunyi
42
Rasa takut
43
Gadis yang aktif
44
Pertemuan singkat dua keluarga besar
45
Prosesi sakral pernikahan Tuan Putri Yun Qixia dan Jenderal Lei Mingyu
46
Sebagian takdir tidak bisa di ubah
47
Kekacauan di kediaman Li
48
Permaisuri pangeran Li Fei
49
Akhir Selir Li Huan
50
Berita kematian Selir Li Huan
51
Prosesi pemakaman
52
Sebuah pilihan
53
Buronan penting
54
Penyalahgunaan wewenang
55
Ruang penyiksaan
56
Kemurahan hati yang di salah gunakan
57
Keputusan yang sudah di tetapkan
58
Bocornya surat rahasia
59
Hari ke dua sebelum perang terjadi
60
Perebutan tahta kekaisaran
61
Perang dua pasukan besar
62
Tahun pertama masa pemerintahan Kaisar Yun Yuan
63
Kabar yang tidak mendasar
64
Jenderal wanita pertama
65
Mencari akademi yang pas
66
Guru baru
67
Kilasan masa lalu
68
Masalah datang lagi
69
Tempat kekuasaan Pangeran keenam
70
Tempat rahasia para bandit
71
Mencoba memulainya kembali
72
Wanita yang lancang
73
Menjadi seorang ayah
74
Kembali
75
Melihat sinar matahari pertama
76
Pengaturan baru
77
Identitas baru
78
Kamu milik ku
79
Kejamnya hati manusia
80
Kabar hilangnya Nona pertama Bai Feng Yin
81
Akhir yang telah di tetapkan
82
Keputusan akhir dari Pangeran keenam
83
Penyambutan kepulangan Tuan Putri Yun Qixia
84
Pernikahan kedua
85
Kebahagiaan tanpa akhir
86
Aku Mencintai Mu
87
Season 2 Prolog : Mencintai dalam kebencian
88
Season 2 : Panglima perang
89
Season 2 : Perbatasan tiga Negara

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!