Festival lentera

"Wah. Ini sangat indah. Selama ini aku tidak pernah benar-benar menikmati kehidupan dengan cara seperti ini," senyuman di wajah Li Yue An tidak pernah bisa pergi. Kedua matanya bercahaya setiap menatap keramaian juga tatanan pernak-pernik ibu kota di malam festival lentera. "Cui lihat itu."

Lentera di terbangkan memenuhi langit malam dengan petasan meluncur meledak di langit. Warna-warni menyebar dalam sekejap lalu menghilang.

"Nona kedua. Ini luar biasa," pelayan Cui juga sangat bahagia.

"Ayo," Li Yue An menarik tangan pelayannya agar tidak saling berpisah dalam kerumunan. "Kita ikut melewati jembatan itu," saking banyaknya kerumunan semua orang saling berdesakan. "Pegang kuat tangan ku. Jangan sampai kita berpisah."

"Baik."

Li Yue An berjalan dan berhenti di setiap satu langkah. Tapi dia sangat ingin melewati jembatan besar yang telah menjadi jalur penyebrangan membelah sungai di tengah kota. Kabarnya setiap orang yang telah melewati jembatan itu pada saat festival lentera akan di berkahi oleh para dewa. Meskipun semua ini hanyalah mitos belaka. Tetap saja Li Yue An ingin ikut dalam keramaian yang tidak dapat dia rasakan di kehidupan sebelumnya.

Membutuhkan waktu hampir setengah jam hanya untuk menyebrangi jembatan. Jika di hari-hari biasanya mereka hanya butuh beberapa menit saja untuk bisa sampai di seberang jembatan. "Huh. Akhirnya kita sampai," gadis itu menarik kembali pelayannya untuk melihat pertunjukan jalanan. Api berkobar saat seorang pria menyemburkan cairan dari mulutnya.

"Wah..."

"Hebat."

"Hahah... Luas biasa."

Suara tepuk tangan menggema dengan teriakan semua orang yang menikmati pertunjukan. Ratusan koin terlempar kearah tengah-tengah pertunjukan. Li Yue An juga memberikan sepuluh koin di sakunya karena merasa puas dengan pertunjukan yang mereka lakukan.

"Nona kedua. Kita harus segera kembali. Sudah semakin larut," pelayan Cui memperingatkan.

Li Yue An menatap menara tertinggi di ibu kota. "Kamu benar. Tapi hari ini tidak ada jam malam. Kita bisa pulang sebentar lagi. Cui, bagaimana jika kita kesana?" Menunjuk ke arah ujung menara.

"Nona kedua kita tidak bisa kesana. Akan membutuhkan banyak waktu untuk bisa sampai di atas menara. Di dalam keramaian seperti ini. Mungkin kita akan terjebak dua jam di tangga menuju ke atas," pelayan Cui masih berusaha untuk meyakinkan Nona keduanya.

"Jika begitu kita mendekat sebentar. Aku dengar ada penjual mie enak di bawah menara. Ayo, kita isi perut terlebih dulu baru pulang. Jangan menyia-nyiakan malam ini." Li Yue An menarik tangan pelayannya dengan kuat menuju ke arah menara tertinggi. Menara itu di beri nama menara langit. Mungkin karena sangat tinggi dan di ujung menara ada tempat untuk beribadah.

Tepat di depan pintu masuk menara langit ada tempat mie yang cukup ramai. Li Yue An dan Cui mencari tempat duduk yang masih tersisa. Setelah mendapatkan tempat duduk Cui memesan dua mie dengan tambahan daging.

Pintu masuk menara langit sangat penuh sesak bahkan orang-orang yang mengantri mengekor sangat panjang.

"Dua mie dengan tambahan daging," bos kedai datang memberikan dua mangkuk mie yang baru matang. "Tuan silakan."

Kepulan asap panas cukup kuat membuat hawa dingin perlahan menghilang. Kuah mie tidak cukup polos namun tercium banyak bumbu rempah melekat kuat di udara. Setelah meniup beberapa saat Li Yue An memakan sesuap demi sesuap mie. "Em. Memang enak," dia sangat menikmati mie itu bersama pelayannya.

"Bagiamana nona kedua bisa tahu ada penjual mie di sini? Kita bahkan tidak pernah datang ke tempat ini," pelayan Cui menatap penuh rasa ingin tahu.

Li Yue An tersenyum hangat, "Aku tidak sengaja mendengar ada orang yang pernah mengungkitnya," tempat ini menjadi tempat paling dia sukai di kehidupan sebelumnya. Setiap beberapa bulan sekali dia akan pergi menyamar menjadi pria hanya untuk menikmati setiap suapan mie yang nikmat.

Mereka menghabiskan satu jam untuk menunggu, makan, dan menghabiskan mie. Saat akan kembali waktu sudah menunjukkan pukul dua belas malam. Meski keramaian masih terasa tapi waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Di kedua tangan mereka sudah ada banyak bungkusan. Dari bungkusan makanan, buah kering, kue, juga perhiasan. Seperti halnya di saat berangkat mereka berdua harus melewati jalur kecil di pinggiran kota. Jalur itu akan membuat mereka lebih cepat bisa sampai di kediaman keluarga Li.

Di pertengahan jalan terdengar suara langkah kaki cepat. Ada begitu banyak langkah kaki yang membuat Li Yue An mulai waspada. "Ayo cepat masuk ke dalam semak belukar," dia menarik tangan pelayannya untuk masuk ke dalam semak belukar yang merambat di pinggiran jalur. "Iisstt... diam jangan bergerak."

Pelayan Cui tidak berani bergerak sembarangan.

Apa yang di takutkan Li Yue An benar-benar terjadi. Ada satu orang dengan kaki yang telah terluka berlari tidak tentu arah. Di bagian dadanya tertancap panah yang cukup dalam. Darah mengalir di sepanjang jalur dia berlari. Dari arah belakang ada segerombolan orang mengikuti. Mereka berpakaian serba hitam hanya kedua mata yang masih terlihat. Di tangan mereka ada yang membawa panah juga pedang.

"Kejar. Tangkap dia."

"Cepat. Jangan sampai lolos."

Pria itu terus berusaha untuk menghindar dari panah yang di tembakkan. Tapi tenaganya sudah habis. Panah melesat kembali menembus punggungnya.

Gerombolan orang-orang itu langsung pergi meninggalkan pria yang sudah di ujung nafasnya.

"Nona kedua."

Li Yue An keluar dari balik semak belukar untuk memeriksa apakah pria itu masih hidup atau sudah meninggal. Dengan sangat hati-hati dia mencoba memeriksa nadinya juga nafasnya. "Dia masih hidup. Tapi nafasnya sangat lemah."

Pelayan Cui mendekat membawa semua barang bawaan mereka. "Nona kedua kita harus segera pergi. Jika kita tetap di sini dan mereka datang lagi. Kita tidak akan bisa hidup."

"Cui, aku tahu kamu membawa obat di saku mu. Berikan pada ku," Li Yue An menatap pelayannya.

"Nona kedua yakin ingin menolongnya?"

Li Yue An mengangguk penuh keyakinan. "Ya. Aku harus menolongnya. Aku masih memiliki banyak penebusan yang harus aku lakukan."

Pelayan Cui memberikan obat yang ia simpan untuk Nona keduanya. Dia sendiri tidak akan pernah menyangka obat yang ia bawa akan di gunakan untuk menyelamatkan orang lain. "Nona kedua, panah menembus dadanya. Dia tidak bisa selamat."

"Aku akan mencobanya. Bantu aku," Li Yue An berusaha untuk menarik tubuh pria itu agar bisa duduk. Dengan begitu dia bisa menarik panah di tubuhnya. Ada dua panah yang menancap kuat. Obat di berikan agar bisa menghentikan pendarahan di bagian dalam juga luar. Li Yue An menggengam panah di bagian depan. "Kamu sudah siap?" Pelayan Cui mengangguk. Dengan sekuat tenaga panah di cabut dari tubuh pria itu. Dengan cepat Li Yue An menaburkan bubuk obat agar darah berhenti mengalir. Dia mengambil baju baru yang baru saja ia beli. Agar tidak ternoda kotoran untuk membalut luka di dada.

"Aaaa..." Pria itu masih dalam keadaan setengah sadar karena rasa sakit pada lukanya dia berteriak.

Li Yue An mengambil pisau yang ia ikat di kaki kirinya. Dia mematahkan bagian ujung panah yang menancap langsung ke bagian dada depan. Dia kembali menggenggam kuat panah bagian belakang agar bisa di tarik keluar. "Kamu sudah siap," pelayan Cui mengangguk. "Baik." Li Yue An menarik dalam sekali tarikan panah di dada pria itu.

"Aa..." Darah menyembur dari mulut pria itu.

Bubuk obat kembali di berikan pada luka kemudian di balut dengan baju bersih.

Pendarahan perlahan berhenti. Nafas pria itu juga mulai stabil kembali. Dari usianya pria itu berusia sekitar lima puluh tahunan. Bisa di bilang dia sama seperti ayahnya. "Kita harus membawanya kembali," Li Yue An memikirkan cara agar dia bisa membawa pria itu pergi dari tengah hutan kecil di pinggiran kota. Jalur yang sangat jarang di lalui orang.

"Nona kedua, saya akan mengambil kereta di kediaman. Tunggu saya kembali," pelayan Cui langsung berlari meninggalkan Nona keduanya bersama pria yang terluka.

Angin malam mulai terasa sangat kuat. Dan bisa di pastikan jika dia telah ada di sana selama hampir dua jam lamanya. Pria itu membuka kedua matanya. Dia seperti ingin berbicara sesuatu tapi tidak ada suara yang bisa di keluarkan.

"Tuan. Jangan khawatir saya hanya ingin menyelamatkan anda. Pelayan saya sebentar lagi akan ke kembali dengan kereta," Li Yue An duduk di samping pria yang tertidur di tanah. Dia menggunakan beberapa pakaian baru sebagai bantalan kepala pria itu. "Saya juga tidak sengaja melihat semua kejadian yang terjadi. Maaf tidak bisa membantu banyak."

Tidak selang lama pelayan Cui datang membawa kereta kuda. "Nona kedua," dia melompat turun dari kereta berlari mendekati Nona keduanya.

"Bantu aku," Li Yue An menggotong di bagian lengan tangan. Dan pelayan Cui di bagian kaki. Mereka sangat kesulitan karena tubuh pria itu yang tegap dan tinggi. Sedangkan mereka hanya gadis muda dengan tubuh kecil. Dengan susah payah mereka akhirnya bisa membawa pria itu masuk ke dalam kereta.

"Nona kedua kita tidak bisa membawanya pergi kekediaman."

"Cui, kita pergi ke rumah pinggiran kota milik ibu ku."

"Baik."

Kereta kembali melaju menembus kegelapan malam menuju pinggiran ibu kota bagian timur. Membutuhkan waktu dua jam untuk bisa sampai di sana.

Terpopuler

Comments

Shai'er

Shai'er

siapa🤔🤔🤔
sang Jendral tinggi kah 🤔🤔🤔

2025-02-05

1

forgetmenot87

forgetmenot87

apakah ayahnya sang jendral tinggi??kita baca bab selanjutnya.

2025-03-08

1

"Candy75

"Candy75

calon suami?

2025-02-26

1

lihat semua
Episodes
1 Sebuah keajaiban
2 Pesta malam
3 Nona kedua Li Yue An
4 Kehangatan padang rumput
5 Siasat jahat
6 Festival lentera
7 Kejadian tidak terduga
8 Usaha tidak mengkhianati hasil
9 Berusaha membalikkan keadaan
10 Tuan Putri Yun Qixia
11 Perubahan sikap
12 Kejutan di pesta ulang tahun Nyonya Li
13 Istana luar Shu An
14 Surat rahasia Tuan Putri Yun Qixia
15 Mendekati hari bahagia keluarga Li
16 Hari pernikahan Pangeran keempat Wen Ming
17 Sebuah kisah yang tidak terduga
18 Perjalanan ke selatan
19 Pria yang berbahaya
20 Kisah ajaib gadis bodoh
21 Di bawah rintik hujan
22 Kota Changpu wilayah perbatasan selatan
23 Kasus besar
24 Perasaan yang tidak seharusnya
25 Festival Dewi Bulan
26 Eksekusi mati untuk penjahat
27 Eksekusi yang tertunda
28 Pengepungan kota Changpu
29 Tatapan lembut di bawah rembulan
30 Gadis biasa?
31 Kasus pembunuhan berantai telah berakhir
32 Hukuman yang layak
33 Kabar ibu kota
34 Garis keturunan Yun
35 Selir Li Huan
36 Rasa cemburu
37 Malam pertama Selir Li Huan
38 Perang telah berakhir sementara waktu
39 Anugerah pernikahan
40 Lamaran kedua
41 Niat tersembunyi
42 Rasa takut
43 Gadis yang aktif
44 Pertemuan singkat dua keluarga besar
45 Prosesi sakral pernikahan Tuan Putri Yun Qixia dan Jenderal Lei Mingyu
46 Sebagian takdir tidak bisa di ubah
47 Kekacauan di kediaman Li
48 Permaisuri pangeran Li Fei
49 Akhir Selir Li Huan
50 Berita kematian Selir Li Huan
51 Prosesi pemakaman
52 Sebuah pilihan
53 Buronan penting
54 Penyalahgunaan wewenang
55 Ruang penyiksaan
56 Kemurahan hati yang di salah gunakan
57 Keputusan yang sudah di tetapkan
58 Bocornya surat rahasia
59 Hari ke dua sebelum perang terjadi
60 Perebutan tahta kekaisaran
61 Perang dua pasukan besar
62 Tahun pertama masa pemerintahan Kaisar Yun Yuan
63 Kabar yang tidak mendasar
64 Jenderal wanita pertama
65 Mencari akademi yang pas
66 Guru baru
67 Kilasan masa lalu
68 Masalah datang lagi
69 Tempat kekuasaan Pangeran keenam
70 Tempat rahasia para bandit
71 Mencoba memulainya kembali
72 Wanita yang lancang
73 Menjadi seorang ayah
74 Kembali
75 Melihat sinar matahari pertama
76 Pengaturan baru
77 Identitas baru
78 Kamu milik ku
79 Kejamnya hati manusia
80 Kabar hilangnya Nona pertama Bai Feng Yin
81 Akhir yang telah di tetapkan
82 Keputusan akhir dari Pangeran keenam
83 Penyambutan kepulangan Tuan Putri Yun Qixia
84 Pernikahan kedua
85 Kebahagiaan tanpa akhir
86 Aku Mencintai Mu
87 Season 2 Prolog : Mencintai dalam kebencian
88 Season 2 : Panglima perang
89 Season 2 : Perbatasan tiga Negara
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Sebuah keajaiban
2
Pesta malam
3
Nona kedua Li Yue An
4
Kehangatan padang rumput
5
Siasat jahat
6
Festival lentera
7
Kejadian tidak terduga
8
Usaha tidak mengkhianati hasil
9
Berusaha membalikkan keadaan
10
Tuan Putri Yun Qixia
11
Perubahan sikap
12
Kejutan di pesta ulang tahun Nyonya Li
13
Istana luar Shu An
14
Surat rahasia Tuan Putri Yun Qixia
15
Mendekati hari bahagia keluarga Li
16
Hari pernikahan Pangeran keempat Wen Ming
17
Sebuah kisah yang tidak terduga
18
Perjalanan ke selatan
19
Pria yang berbahaya
20
Kisah ajaib gadis bodoh
21
Di bawah rintik hujan
22
Kota Changpu wilayah perbatasan selatan
23
Kasus besar
24
Perasaan yang tidak seharusnya
25
Festival Dewi Bulan
26
Eksekusi mati untuk penjahat
27
Eksekusi yang tertunda
28
Pengepungan kota Changpu
29
Tatapan lembut di bawah rembulan
30
Gadis biasa?
31
Kasus pembunuhan berantai telah berakhir
32
Hukuman yang layak
33
Kabar ibu kota
34
Garis keturunan Yun
35
Selir Li Huan
36
Rasa cemburu
37
Malam pertama Selir Li Huan
38
Perang telah berakhir sementara waktu
39
Anugerah pernikahan
40
Lamaran kedua
41
Niat tersembunyi
42
Rasa takut
43
Gadis yang aktif
44
Pertemuan singkat dua keluarga besar
45
Prosesi sakral pernikahan Tuan Putri Yun Qixia dan Jenderal Lei Mingyu
46
Sebagian takdir tidak bisa di ubah
47
Kekacauan di kediaman Li
48
Permaisuri pangeran Li Fei
49
Akhir Selir Li Huan
50
Berita kematian Selir Li Huan
51
Prosesi pemakaman
52
Sebuah pilihan
53
Buronan penting
54
Penyalahgunaan wewenang
55
Ruang penyiksaan
56
Kemurahan hati yang di salah gunakan
57
Keputusan yang sudah di tetapkan
58
Bocornya surat rahasia
59
Hari ke dua sebelum perang terjadi
60
Perebutan tahta kekaisaran
61
Perang dua pasukan besar
62
Tahun pertama masa pemerintahan Kaisar Yun Yuan
63
Kabar yang tidak mendasar
64
Jenderal wanita pertama
65
Mencari akademi yang pas
66
Guru baru
67
Kilasan masa lalu
68
Masalah datang lagi
69
Tempat kekuasaan Pangeran keenam
70
Tempat rahasia para bandit
71
Mencoba memulainya kembali
72
Wanita yang lancang
73
Menjadi seorang ayah
74
Kembali
75
Melihat sinar matahari pertama
76
Pengaturan baru
77
Identitas baru
78
Kamu milik ku
79
Kejamnya hati manusia
80
Kabar hilangnya Nona pertama Bai Feng Yin
81
Akhir yang telah di tetapkan
82
Keputusan akhir dari Pangeran keenam
83
Penyambutan kepulangan Tuan Putri Yun Qixia
84
Pernikahan kedua
85
Kebahagiaan tanpa akhir
86
Aku Mencintai Mu
87
Season 2 Prolog : Mencintai dalam kebencian
88
Season 2 : Panglima perang
89
Season 2 : Perbatasan tiga Negara

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!