Perubahan sikap

Li Yue An keluar dari kereta di sambut pelayannya Cui. "Nona kedua hati-hati."

Dari pintu utama Nona pertama Li Huan keluar dari kediaman dengan tatapan jijiknya. "Li Yue An. Di kediaman sedang sibuk menyiapkan banyak hal untuk pesta ulang tahun ibu. Tapi kamu justru kelayapan seperti ini." Gaun merah muda cukup pas dan sesuai dengan selera Nona pertama Li Huan. Pelayan setianya mengikuti di belakang. Dia melihat kereta yang baru saja membawa pulang adik keduanya. Dia mendekat namun langsung di hadang Li Yue An.

"Kakak perempuan." Li Yue An memberikan salam.

"Apa yang coba kamu sembunyikan?" Nona pertama Li Huan mencoba untuk menyela bahkan dia berusaha untuk lebih dekat. Dia ingin mengungkap kebusukan dari adik keduanya. Atau berusaha mencari setiap kesalahan dari adik keduanya.

Li Yue An masih berusaha untuk menahan. "Kakak perempuan. Jika kamu tidak menghentikan langkah mu." Maju mendekatkan dirinya kearah telinga kakak perempuannya. "Pemuda di jalan utara memang cukup tampan. Jika lidah ku sampai tidak sengaja mengatakan hal ini. Aku takut ayah dan ibu akan memberikan hukuman pada mu." Menatap tajam. Dia sudah terlalu muak dengan tingkah gila kakak perempuannya.

"Kamu." Wajah Nona pertama Li Huan merah padam. Dia tidak menyangka adik keduanya tahu hubungan gelapnya dengan kekasihnya. "Li Yue An. Sekalipun kamu berhasil mendapatkan kelemahan ku. Akan aku pastikan kamu di usir kembali ke perbatasan seperti ibu mu dulu, heh." Tatapan meremehkan sangat jelas. Nona pertama Li Huan pergi dengan kesal masuk kembali ke dalam kediaman.

Li Yue An menatap santai tidak terlalu menanggapi perkataan kakak perempuannya. Dia membalikkan tubuhnya memberikan salamnya sebelum masuk ke dalam kediaman.

Kereta melaju pergi meninggalkan kediaman Li. Orang yang ada di dalam kereta menyibak pelan penutup jendela. Tersenyum tipis lalu menutup kembali jendela kereta.

Baru saja masuk ke dalam kediaman Li Yue An sudah harus pergi ke dapur ikut menyiapkan makan malam. Keahlian memasaknya tidak bisa di ragukan lagi. Dulu ibunya selalu menjual kue juga makanan lainnya untuk menyambung hidup. Dan sekarang Li Yue An menguasai semua kehebatan ibunya di bidang makanan. Sekitar sepuluh pelayan wanita dan laki-laki ikut membantu Nona kedua menyiapkan semua masakan. Ada begitu banyak macam makanan yang harus di hidangkan sebelum semua tamu undangan datang.

Adik keempat Nona Li Fei dan Adik kelima Tuan muda Li Sui datang membantu.

"Kakak kedua, kami akan membantu. Masih banyak yang harus di kerjakan," Nona keempat terlihat berbeda dari biasanya. Dia yang selalu menghindari Li Yue An kini menawarkan bantuan.

Li Yue An menatap binggung. "Kenapa kalian di sini?" dia ingat betul bagaimana akhir yang ia berikan untuk kehidupan mereka di masa lalu. "Baju kalian akan kotor jika ikut membantu. Lebih baik diam di sana."

Tuan muda kelima Li Sui menghadang. "Kakak kedua. Aku tidak tahu kenapa tapi kakak sangat berbeda dari sebelumnya. Kakak juga menjadi lebih lembut saat mengatakan sesuatu. Tidak seperti beberapa waktu sebelumnya. Tapi aku dengan sungguh-sungguh ingin ikut membantu."

Mereka berdua anak dari selir ketiga yang terkadang juga ikut mendapatkan perlakuan tidak adil dari Nona pertama Li Huan.

"Apa aku semenakutkan itu?" Li Yue An tersenyum hangat.

"Em. Tatapan kakak kedua bahkan lebih menakutkan. Tapi beberapa waktu terakhir saat aku menyapa. Kakak memberikan tanggapan hangat juga tersenyum kepada ku. Sehingga aku ingin lebih dekat dengan kakak kedua." Tuan muda kelima Li Sui menatap polos. Anak laki-laki usia empat belas tahun itu sangat lincah juga selalu mengerti saat dia harus bersikap kekanakan atau tenang.

Li Yue An hanya bisa menghela nafas dalam. "Baik. Tapi ingat jangan mencampurkan sembarangan bahkan makanan. Harus seperti yang aku katakan."

"Tentu. Kami siap mengikuti instruksi kakak kedua." Tuan kelima Li Sui terlihat senang. Dia langsung menempatkan dirinya dengan sangat baik.

Nona keempat Li Fei juga menuruti semua yang di katakan kakak keduanya. Mereka bergandengan tangan saling membantu. Keriuhan di dapur terdengar cukup menyenangkan juga terasa lebih nyaman. Pada jam enam sore semua kue dan masakan telah siap. Hanya tinggal menunggu semua tamu undangan datang.

"Kalian sudah bekerja dengan baik. Sudah waktunya menerima tamu. Kalian harus pergi jangan membuat khawatir ibu selir ketiga." Li Yue An mengelap lembut wajah Li Fei yang penuh tepung terigu.

"Baik. Kakak kedua, kabarnya akan ada orang penting yang datang ke kediaman kita. Tapi sayang ibu tidak memberitahukannya siapa orang itu," ujar Li Sui.

Li Yue An membersihkan kedua tangan adik kelimanya. "Aku akan datang terlambat. Kalian bersenang-senang lah."

"Kakak kedua kami pergi dulu." Nona keempat Li Fei menarik adiknya untuk segera pergi. Jika mereka tidak segera mandi dan berganti pakaian. Ibunya pasti akan mengomel lagi.

Pelayan Cui mendekat. "Nona kedua." Memberikan sapu tangan basah untuk membersihkan wajah Li Yue An.

"Kita juga harus kembali." Li Yue An berjalan perlahan menuju ke halaman kediamannya. Setelah menunggu beberapa waktu. Tepat di jam tujuh akhirnya Li Yue An bisa menyegarkan tubuhnya di dalam bak mandi yang penuh air hangat. Pelayannya Cui menunggu di depan pintu kamar agar tidak ada orang yang masuk.

Kepulan asap memenuhi bak mandi. Li Yue An menenggelamkan tubuhnya di dalam air selama beberapa detik lalu kembali ke permukaan. Rasa segar memenuhi tubuhnya. Dia menyenderkan tubuhnya di bak mandi menatap samar kearah asap yang mengepul sebentar lalu hilang. "Dulu lewat tangan ini aku menghancurkan keluarga Li. Semua orang yang tidak bersalah ikut terlibat karena kebodohan ku. Setelah melewati satu kehidupan kini aku sadar. Betapa gilanya Li Yue An di masa itu. Membunuh setiap nyawa seperti membunuh hewan kecil yang tidak berdaya." Gadis itu bangkit. Seluruh tubuhnya penuh dengan tetesan air. Keindahan tubuhnya membuat siapa saja yang melihat akan memujinya. Pelayannya Cui bahkan selalu mengatakan hal yang sama. Jika dia sangat menyukai lekuk tubuh yang ia miliki. Karena tidak semua wanita bisa terlihat menawan dan anggun dengan bentuk tubuh proporsional juga menawan.

Li Yue An turun dari bak mandi mengelap setia air yang jatuh dari tubuhnya. Kini dirinya tanpa busana berjalan menuju ke arah tempat tidur untuk mengambil gaun yang sudah di siapkan pelayannya Cui. Gaun berwana biru seperti permata langka dengan campuran warna merah darah. Gaun itu ia beli saat dirinya mendapatkan uang tambahan dari ayahnya dua tahun lalu. Setelah gaun melekat indah di tubuhnya dia duduk di depan cermin. "Cui. Aku sudah selesai. Hanya tinggal ikatan rambut." Menyisir pelan rambut panjangnya.

Pelayannya Cui masuk ke dalam kamar membantu Li Yue An menata rambutnya. Ikatan rambut terlihat sangat sederhana namun penuh ketegasan di setiap ikatannya. Geraian rambut dalam jauh indah di pundak Li Yue An. Gadis itu pergi setelah selesai berdandan dengan riasan ringan. Dia datang saat semua tamu undangan telah datang. Ruangan di aula utama juga sudah penuh. Gadis itu mencari tempat yang pas untuk dirinya. Agar bisa melewati waktu tenang tanpa gangguan.

"Pangeran keempat Wen Ming telah tiba."

Semua orang bangkit memberikan hormat. Sedangkan Li Yue An terkejut melihat kedatangan mantan suaminya di kehidupan sebelumnya. Dia tidak menyangka akan bertemu kembali dengan orang yang paling ia benci. Dia bangkit namun tidak memberikan hormat. Lagi pula tidak akan ada yang memperhatikan keberadaan Li Yue An di ujung ruangan paling belakang.

Terpopuler

Comments

Shai'er

Shai'er

kekasih, tapi kok punya hubungan gelap 🤔🤔🤔

2025-02-05

1

Shai'er

Shai'er

ubur-ubur ikan lele
tercyduk kamu leeee 🤣🤣🤣

2025-02-05

1

Shai'er

Shai'er

sang masa lalu

2025-02-05

0

lihat semua
Episodes
1 Sebuah keajaiban
2 Pesta malam
3 Nona kedua Li Yue An
4 Kehangatan padang rumput
5 Siasat jahat
6 Festival lentera
7 Kejadian tidak terduga
8 Usaha tidak mengkhianati hasil
9 Berusaha membalikkan keadaan
10 Tuan Putri Yun Qixia
11 Perubahan sikap
12 Kejutan di pesta ulang tahun Nyonya Li
13 Istana luar Shu An
14 Surat rahasia Tuan Putri Yun Qixia
15 Mendekati hari bahagia keluarga Li
16 Hari pernikahan Pangeran keempat Wen Ming
17 Sebuah kisah yang tidak terduga
18 Perjalanan ke selatan
19 Pria yang berbahaya
20 Kisah ajaib gadis bodoh
21 Di bawah rintik hujan
22 Kota Changpu wilayah perbatasan selatan
23 Kasus besar
24 Perasaan yang tidak seharusnya
25 Festival Dewi Bulan
26 Eksekusi mati untuk penjahat
27 Eksekusi yang tertunda
28 Pengepungan kota Changpu
29 Tatapan lembut di bawah rembulan
30 Gadis biasa?
31 Kasus pembunuhan berantai telah berakhir
32 Hukuman yang layak
33 Kabar ibu kota
34 Garis keturunan Yun
35 Selir Li Huan
36 Rasa cemburu
37 Malam pertama Selir Li Huan
38 Perang telah berakhir sementara waktu
39 Anugerah pernikahan
40 Lamaran kedua
41 Niat tersembunyi
42 Rasa takut
43 Gadis yang aktif
44 Pertemuan singkat dua keluarga besar
45 Prosesi sakral pernikahan Tuan Putri Yun Qixia dan Jenderal Lei Mingyu
46 Sebagian takdir tidak bisa di ubah
47 Kekacauan di kediaman Li
48 Permaisuri pangeran Li Fei
49 Akhir Selir Li Huan
50 Berita kematian Selir Li Huan
51 Prosesi pemakaman
52 Sebuah pilihan
53 Buronan penting
54 Penyalahgunaan wewenang
55 Ruang penyiksaan
56 Kemurahan hati yang di salah gunakan
57 Keputusan yang sudah di tetapkan
58 Bocornya surat rahasia
59 Hari ke dua sebelum perang terjadi
60 Perebutan tahta kekaisaran
61 Perang dua pasukan besar
62 Tahun pertama masa pemerintahan Kaisar Yun Yuan
63 Kabar yang tidak mendasar
64 Jenderal wanita pertama
65 Mencari akademi yang pas
66 Guru baru
67 Kilasan masa lalu
68 Masalah datang lagi
69 Tempat kekuasaan Pangeran keenam
70 Tempat rahasia para bandit
71 Mencoba memulainya kembali
72 Wanita yang lancang
73 Menjadi seorang ayah
74 Kembali
75 Melihat sinar matahari pertama
76 Pengaturan baru
77 Identitas baru
78 Kamu milik ku
79 Kejamnya hati manusia
80 Kabar hilangnya Nona pertama Bai Feng Yin
81 Akhir yang telah di tetapkan
82 Keputusan akhir dari Pangeran keenam
83 Penyambutan kepulangan Tuan Putri Yun Qixia
84 Pernikahan kedua
85 Kebahagiaan tanpa akhir
86 Aku Mencintai Mu
87 Season 2 Prolog : Mencintai dalam kebencian
88 Season 2 : Panglima perang
89 Season 2 : Perbatasan tiga Negara
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Sebuah keajaiban
2
Pesta malam
3
Nona kedua Li Yue An
4
Kehangatan padang rumput
5
Siasat jahat
6
Festival lentera
7
Kejadian tidak terduga
8
Usaha tidak mengkhianati hasil
9
Berusaha membalikkan keadaan
10
Tuan Putri Yun Qixia
11
Perubahan sikap
12
Kejutan di pesta ulang tahun Nyonya Li
13
Istana luar Shu An
14
Surat rahasia Tuan Putri Yun Qixia
15
Mendekati hari bahagia keluarga Li
16
Hari pernikahan Pangeran keempat Wen Ming
17
Sebuah kisah yang tidak terduga
18
Perjalanan ke selatan
19
Pria yang berbahaya
20
Kisah ajaib gadis bodoh
21
Di bawah rintik hujan
22
Kota Changpu wilayah perbatasan selatan
23
Kasus besar
24
Perasaan yang tidak seharusnya
25
Festival Dewi Bulan
26
Eksekusi mati untuk penjahat
27
Eksekusi yang tertunda
28
Pengepungan kota Changpu
29
Tatapan lembut di bawah rembulan
30
Gadis biasa?
31
Kasus pembunuhan berantai telah berakhir
32
Hukuman yang layak
33
Kabar ibu kota
34
Garis keturunan Yun
35
Selir Li Huan
36
Rasa cemburu
37
Malam pertama Selir Li Huan
38
Perang telah berakhir sementara waktu
39
Anugerah pernikahan
40
Lamaran kedua
41
Niat tersembunyi
42
Rasa takut
43
Gadis yang aktif
44
Pertemuan singkat dua keluarga besar
45
Prosesi sakral pernikahan Tuan Putri Yun Qixia dan Jenderal Lei Mingyu
46
Sebagian takdir tidak bisa di ubah
47
Kekacauan di kediaman Li
48
Permaisuri pangeran Li Fei
49
Akhir Selir Li Huan
50
Berita kematian Selir Li Huan
51
Prosesi pemakaman
52
Sebuah pilihan
53
Buronan penting
54
Penyalahgunaan wewenang
55
Ruang penyiksaan
56
Kemurahan hati yang di salah gunakan
57
Keputusan yang sudah di tetapkan
58
Bocornya surat rahasia
59
Hari ke dua sebelum perang terjadi
60
Perebutan tahta kekaisaran
61
Perang dua pasukan besar
62
Tahun pertama masa pemerintahan Kaisar Yun Yuan
63
Kabar yang tidak mendasar
64
Jenderal wanita pertama
65
Mencari akademi yang pas
66
Guru baru
67
Kilasan masa lalu
68
Masalah datang lagi
69
Tempat kekuasaan Pangeran keenam
70
Tempat rahasia para bandit
71
Mencoba memulainya kembali
72
Wanita yang lancang
73
Menjadi seorang ayah
74
Kembali
75
Melihat sinar matahari pertama
76
Pengaturan baru
77
Identitas baru
78
Kamu milik ku
79
Kejamnya hati manusia
80
Kabar hilangnya Nona pertama Bai Feng Yin
81
Akhir yang telah di tetapkan
82
Keputusan akhir dari Pangeran keenam
83
Penyambutan kepulangan Tuan Putri Yun Qixia
84
Pernikahan kedua
85
Kebahagiaan tanpa akhir
86
Aku Mencintai Mu
87
Season 2 Prolog : Mencintai dalam kebencian
88
Season 2 : Panglima perang
89
Season 2 : Perbatasan tiga Negara

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!