“Alhamdulillah,” ucapnya kala selesai menghitung lembaran uang kertas hasil dari panen getah minggu ini, wajahnya begitu sumringah.
Gegas ia menaiki sepeda ontel nya, ingin cepat sampai ke rumah lalu pergi ke kota kecamatan untuk membeli ikan laut kesukaan ibunya.
Dhien masih menggarap kebun karet milik abangnya, rencananya minggu depan baru berhenti dan mulai ikut Amala.
Tak seberapa lama, ia pun sampai di belakang rumahnya, sengaja tidak lewat jalan depan. Baru saja menyandarkan sepeda berwarna hitam itu ke pohon kelapa, sayup-sayup terdengar suara rintihan sang ibu.
“Dhi en … Dhi en ….”
DEG.
Dhien langsung berlari ke kamar mandi yang berada tak jauh dari bangunan rumah. Membuka cepat pintu terbuat dari seng, matanya langsung menemukan sosok renta tengah berusaha mengesot mencapai daun pintu.
“Emak!” Dhien segera mengangkat badan sang ibu yang bagian bawahnya basah. Wanita tua ini kencing di celana, bahkan bau tak sedap langsung menusuk indera penciuman.
‘Jahan nam kalian!’ rutuknya dalam hati, tahu betul semua ini perbuatan siapa, sekuat tenaga menahan emosi yang siap meledak.
“Tunggu sebentar di sini ya, Mak!” Dhien mendudukkan badan ibunya pada sofa di belakang rumah yang busanya sudah amblas.
Emak Inong hanya bisa merespon dengan anggukan. Akibat stroke ringan, dia kesusahan berbicara, sebelah tangannya pun tak lagi bisa digerakkan, sehari-hari lebih banyak rebahan di atas tilam.
Dhien mengecup pucuk kepala ibunya yang terasa panas dikarenakan terlalu lama terbakar sinar matahari, kamar mandi mereka tak seluruhnya tertutup atap.
Wanita berpakaian kemeja dan celana panjang itu mengeluarkan parang dari sarung yang terikat tali tambang di pinggang. Tatapannya begitu tajam penuh dendam, tak peduli bila yang mau dibantainya saudara kandungnya sendiri.
“Abang, geli ….” Indri tengah duduk di pangkuan sang suami, bagian atasnya diremas oleh Zulham. Mereka tak menyadari sosok yang sudah berdiri di belakang, siap menerkam.
“DASAR BINATANG!! MANUSIA SAMPAH! KALIAN APAKA…
AKU YANG KALIAN CAMPAKKAN
Chapter 54
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 120 Episodes
Comments
Patrick Khan
. dhien itu cwe apa cwo si .. 😬😁
2024-12-21
11
indrie_💖
bagus dhien.. hajar sj itu manusia tak ada otak.. knp tdk di bogem aja sekalian si kunti istri zulham itu.. sdh benalu di tambah gak punya malu pula.. geram kali jadinya
2025-02-08
1
Ciebungsu Bungadesa Ygtrsendir
klw tentang mak aku nangis othor, krn waktu mak ku sakit di perlakukan kurang baik sama sodara sodara di rumah krn posisi saat ini ada di Negri rantau🥺🥺🥺🥺
2024-12-21
1