Selama berminggu-minggu, mengunjugi guru Zhou, Lin Lin tidak mendapat pelatihan apapun.
Ia hanya disuruh menyapu dan menyapu tanpa henti. Selain menyapu ia juga disuruh untuk memasak dan memanggang makanan.
Terkadang mereka juga mencari herbal dan membunuh hewan spirit tingkah rendah
Guru Zhou juga memberikan daun pada Lin Lin untuk ditumbuk. Penggunaan daun itu dengan cara diminum atau di oles. Diminum untuk menambah energi sedangkan dioles untuk mengobati luka.
Lin Lin pernah bertanya mengenai daun itu. Guru Zhou hanya menjawab bahwa nama daun itu adalah daun Yongyao.
Daun itu berguna untuk menambah energi dan memulihkan luka. Menambah energi dengan cara diminum. Sedangkan untuk memulihkan luka luar dengan cara dioles. Selama berminggu-minggu ini tidak ada kejadian aneh di kediaman Jendral Su.
Hanya saja si selir dan anaknya itu semakin berulah dengan membully Lin Lin saat kakaknya tidak ada. Lin Lin bukannya tidak melawan, tentunya dia membalas.
Lin Lin membalas Su Qing Yu dengan cara menampar atau menceburkan nya ke kolam. Kesempatan ini sangat bagus di pikiran Lin Lin. Karena ayahnya tak ada dan kakak nya sedang mengurus sesuatu, ia tentu harus berubah menjadi kejam.
Lin Lin juga pernah mengusili Su Qing Yu dengan cara menggunting dan merobek pakaian Su Qing Yu yang akan dia gunakan untuk pertemuan dengan para gadis muda bangsawan. Akhirnya Su Qing Yu marah besar dan menuduh Lin Lin.
Saat itu, Su Liu Jin yang melihat nya langsung membela Lin Lin adik kandungnya. Karena itulah, Lin Lin jadi terlihat tidak bersalah.
Sedangkan Weiwei yang tau kebenaran dari semua perilaku nona nya itu hanya menggelengkan kepala nya pusing.
Nona nya terlalu licik, pikir Weiwei.
Tepat seminggu lagi, Jendral Su akan pulang dari pekerjaannya. Selir Xiao sudah menyiapkan banyak hal untuk menyambut suaminya.
"Padahal masih ada waktu seminggu kok buru buru banget sih tu Kunti," gumam Lin Lin pelan.
Weiwei yang saat ini tengah memperhatikan nona nya bingung.
"Nona mengucapkan sesuatu?" Tanya Weiwei.
"Apakah harus mempersiapkan kepulangan ayah mulai dari sekarang?" Tanya Lin Lin.
"Tentu nona, nyonya selir mungkin ingin melakukan yang terbaik agar dapat mendapatkan perhatian tuan," ucap Weiwei sambil berfikir.
"Hm, kau benar, mereka tukang cari perhatian," ucap Lin Lin menyetujui perkataan Weiwei.
Weiwei hanya diam tanpa membalas perkataan Lin Lin. Ia sudah terbiasa melihat junjungannya yang suka menyindir orang lain.
Selama berminggu-minggu ini juga Lin Lin bukannya tidak ada perkembangan. Tingkat kultivasi nya saat ini meningkat hingga ke tingkat pendekar level 5. Padahal selama ini Lin Lin tidak terlalu sering berkultivasi. Bahkan Lin Lin pergi ke ruang dimensi nya hanya untuk makan.
"Wei, sekarang kakak ku sedang apa?" Tanya Lin Lin tiba-tiba teringat tentang kakaknya yang sibuk itu.
"Tuan muda saat ini sedang berada di istana untuk membahas beberapa hal dengan pejabat lainnya. Itu yang saya tau saat ini nona," ucap Weiwei.
Saat ini Lin Lin dan Weiwei sedang berada di halaman depan paviliun nya. Lin Lin sedang duduk bersantai sambil memakan camilan yang terletak di meja di sampingnya.
"Aku sangat bosan Wei," ucap Lin Lin sambil mengambil camilan di piring dan memasukkan nya ke dalam mulut.
"Nona ingin melakukan sesuatu?" Tanya Weiwei.
"Ya, aku ingin menampar dan menyiksa orang," ucap Lin Lin.
Weiwei yang mendengar ucapan nona nya saat ini menegang. Keinginan apa ini? Terlalu mengerikan.
Bahkan pelayan yang tidak sengaja lewat dan penjaga di depan paviliun Lin Lin yang mendengar itu pun langsung gemetar ketakutan.
'haish lihatlah sifat random ku sedang muncul,' batin Lin Lin.
Lin Lin yang menyadari bahwa dirinya sedang ditatap banyak orang dan suasana yang tiba-tiba menghening langsung menoleh.
"Hahaha aku hanya bercanda. Lanjutkan perkejaan kalian," ucap Lin Lin.
Para pelayan dan penjaga yang mendengar itu kembali tersadar kemudian sedikit membungkukkan tubuh mereka lalu melanjutkan pekerjaan mereka.
"Wei," panggil Lin Lin.
"Ya nona?" Balas Weiwei.
"Kalau selama ini aku membohongimu apa kau akan marah ketika tahu kenyataannya?" Tanya Lin Lin lirih.
"Nona menyembunyikan sesuatu dari saya?" Bukannya menjawab Weiwei malah berbalik bertanya pada Lin Lin.
"Aku sedang bertanya Wei," ucap Lin Lin sedikit menaikkan nada bicara nya.
"Nona, bila anda menyembunyikan sesuatu dari saya, tentu saya tidak akan marah. Hanya saja saya akan kecewa," ucap Weiwei.
"Tentu saja, kau akan kecewa padaku," ucap Lin Lin lirih.
"Bukan nona, saya tidak akan pernah kecewa pada nona," ucapan Weiwei membuat Lin Lin menatap Weiwei dengan raut wajah rumit.
"Apa maksudmu Wei?" Tanya Lin Lin.
"Say kecewa pada diri saya nona. Saya kecewa pada diri saya karena nona masih menyembunyikan sesuatu dari saya. Yang berarti jika saya masih tidak cukup baik untuk mendapatkan kepercayaan nona," jelas Weiwei.
Lin Lin yang mendengar itu membuat matanya yang indah berkaca-kaca dan tidak tahu harus berkata apa. Weiwei benar benar setia padanya.
Sayangnya ia salah mengira jika Lin Lin yang berada di depan nya ini merupakan Lin Lin yang selama ini dia layani.
"Memang benar Wei, aku menyembunyikan sesuatu dari mu," ucap Lin Lin.
"Maka berkenankah nona memberitahukan hal itu pada saya?" Ucap Weiwei.
"Aku akan memberitahumu tapi setelah kau menjawab pertanyaan ku," ucap Lin Lin.
"Tentu nona,"
"Misalkan kau berada dalam kondisi dimana kau disuruh memilih antara nyawa mu atau kesetiaan mu. Manakah yang akan kau pilih Wei?" Tanya Lin Lin.
Lin Lin sudah siap untuk memberitahukan segalanya kepada Weiwei. Menanggung beban sendirian tidaklah mudah.
"Saya akan memilih untuk tetap setia pada nona meski harus mengorbankan nyawa saya," ucap Weiwei.
"Lalu bagaimana jika taruhannya merupakan nyawa keluarga mu atau nyawa orang yang kau cintai?" Tanya Lin Lin.
"Saya bersumpah saya hanya akan setia kepada nona tidak peduli dengan taruhan apapun baik dengan nyawa saya atau nyawa orang lain," ucap Weiwei dengan raut wajah serius.
Tiba-tiba di atas langit petir menyambar dan muncul sinar menerangi Weiwei dan Lin Lin. Itu berarti sumpah yang Weiwei ucapkan tersampaikan kepada yang diatas dengan bumi dan langit sebagai saksinya.
_-----------------------------------------------------------------------_
maaf yang kali ini agak singkat soalnya author sibuk nugas 😭
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 454 Episodes
Comments
PHSNR👾
😂😂😂
2024-12-24
0
Frando Kanan
apakh weiwei orgtua udh meninggal atau apa ya??? sampai2 blg sumpah yg mengerikan
2022-03-22
0
⭐Lilia◽sherly⭐
kunti oh kunti wkwk padahal visualnya cntik bgt tpi dipanggil mbak kunti apa krna senyumannya kyk kunti wkwk
2021-10-02
3