Bab 9. Tumbal kedua

Walau pun lelah tapi membawa uang tujuh puluh juta karena tadi dapat bonus dari bule yang menyewa nya, memang kalau orang dati luar akan sangat banyak membeli nya uang padahal tadi Andini sudah membeli nya harga mahal karena biasa hanya tiga puluh juta saja, tak lupa tadi dia mampir ketoko material untuk memsan barang yang sudah tukang katakan pada nya, Andini hanya membawa tulisan saja dan memberikan kepada Koko, setelah itu dia langsung pulang karena hari sudah semakin sore saja. akibat terlalu lama menghabiskan waktu dengan bule, Andini sampai lupa waktu dan sekarang sudah mau maghrib, mana dia juga hatus mencari salah satu teman nya Yogi yang dulu pernah memperkosa nya.

Andini sudah bertekad akan membunuh mereka semua agar mereka tahu sakit nya bagai mana, Yogi masih dalam pertimbangan karena hati Andini ada tidak tega nya, tidak tahu juga untuk kedepan nya nanti karena orang yang memperkosa Andini ada tujuh termasuk Yogi. setidak nya nyawa mereka cukup untuk tujuh tahun persediaan tumbal untuk genderuwo, Andini jadi tak perlu pusing atau merasa bersalah pada orang yang di jadikan tumbal karena mereka sudah memulai duluan. dendam Andini tidak akan habis, bila mereka tidak memperkosa nya maka dia tak akan masuk dalam lembah nestapa ini.

"Sudah mau maghrib ini kok Kakak baru pulang." tegur Salsa yang bersiap kemasjid.

"Tadi tuh kelamaan ngobrol sama teman, mana harus ketoko material juga dan milih nya lama to karena Kakak tidak tahu barang." alasan Andini.

"Ya sudah mandi sana, apa mau sholat bareng aku?" tawar Salsa.

"Lain kali saja, Kakak masih mau keluar lagi mengurus soal manggung besok." jawab Andini.

"Oke."

Salsa pergi sendiri menuju masjid, hati Andini begitu iba melihat adik nya yang satu ini. dia tidak banyak tingkah sejak dulu, bahkan bila mau minta uang maka bertanya dulu apa Kakak nya ada pegang uang apa tidak, beda dengan Yogi yang sangat kurang ajar itu. Salsa juga memasak untuk Kakak nya bila sedang tidak ada pekerjaan, Andini tidak mau cari pembantu walau punya uang untuk membayar nya karena dia takut pembantu akan bicara sembarangan pada orang dan rahasia nya bisa terkorek, belum lagi dia takut bila kelakuan buruk Yogi menyebar kemana mana walau pun semua orang juga tahu kalau Yogi adalah pemuda brandal.

"Andini, Ibu haus." pinta Bu Semah yang kehausan.

"Bentar ya, Bu." Andini sigap mengambilkan air untuk Ibu nya yang haus.

Dengan telaten dia meminumkan air kedalam mulut Ibu nya yang pucat, mungkin karena penyakit ini dia menjadi pucat begitu, padahal setiap pagi juga berjemur agar kena matahari pagi dan lebih sehat, walau harapan untuk berjalan sudah tidak ada lagi.

"Andini."

"Iya, Bu?"

"Maafkan Ibu ya sudah membuat mu susah." Bu Semah memegang tangan anak nya yang putih mulus itu.

"Ibu ini ngomong apa? sudah kewajiban ku untuk mengurus mu." jawab Andini.

Walau mulut nya berkata demikian, namun Andini masih saja kadang di hati nya heran dengan sang Ibu yang begitu membela Yogi. soal di perkosa oleh Yogi pun Bu Semah sudah tahu, namun dia sama sekali tidak pernah membahas nya dengan Andini, entah dia tidak mau menyakiti hati Andini atau memang dia tak suka membahas kesalahan putra nya.

Tak jarang pula dia mendengar perkataan Bu Semah bila sedang debat dengan Salsa, dia selalu mengatakan bahwa Yogi belum waktu nya dewasa sehingga tidak bisa berpikir jernih dan bersikap seenak nya saja. padahal usai dia hanya beda satu tahun dengan Andini, dan saat usia Andini tujuh belas tahun dia sudah mulai banting tulang mencari uang untuk sesuap nasi, itu pun bukan untuk diri nya saja melainkan untuk empat perut yang harus di beri nya makan.

Sebenar nya sebagai pria Yogi sudah bisa kerja bila hati nya ada tekad yang kuat, karena banyak anak anak umur segitu jadi kuli bangunan demi mencari uang untuk keluarga nya, namun dasar Yogi saja yang tak ada niat untuk cari uang karena dia lebih nyaman untuk minta saja kepada Kakak nya yang banting tulang tanpa kenal lelah atau pun capek.

...****************...

Reza yang sedang menunggu teman nya mendadak saja berbinar, Andini lewat menggunakan motor nya yang di dorong, dugaan Reza bahwa motor Andini pasti rusak atau habis minyak. maka dia bergegas menghampiri nya karena sangat tergiur melihat tubuh gadis ini yang sangat menawan di mata pria mana pun karena Andini memang sangat cantik sekali.

Postur tubuh nya yang ramping dengan bagian bokong nya berbentuk bak gitar spanyol, Reza pun segera berlari menghadang langkah nya Andini berharap bisa mencicipi tubuh gadis ini lagi karena dulu sempat mencicipi saat Yogi menjual nya dengan harga yang lumayan juga, sekarang tidak pernah lagi karena mereka sudah beruang.

"Hai Andini, kenapa motor nya?" sapa Reza tersenyum lebar.

"Ini kayak nya habis minyak, padahal tadi sudah ku isi." jawab Andini agak menunduk sehingga kaos nya turun.

Reza menalan ludah karena melihat buah semangka yang sangat mulus dan putih lembut, pasti bila di pegang sangat kenyal dan lembut membuat jari jemari Reza gemetaran karena sangking gemas nya. hingga dia tak tahan dengan nafsu setan itu dan menyentak tubuh Andini, melahap bibir Andini dengan rakus dan tangan nya meremas kuat sehingga Andini meringis kesakitan di buat nya.

"Hmmppp, lepaskan." Andini pura pura berontak karena ingin membuat Reza penasaran.

"Kau yang memancing ku duluan, berapa harga yang kau minta akan ku bayar." Reza membawa Andini kedalam semak.

"Aku tidak mau!" tolak Andini ingin kabur.

Reza mendorong Andini hingga jatuh telentang di atas rumput, setelah itu dia menyingkap rok yang Andini pakai sehingga kelihatan lah gunung yang ada dalam segi tiga berenda itu. tanpa ragu lagi Reza pun membuka segi tiga, membuka kaki Andini hingga lebar, Andini pura pura menutupi bagian itu agar Reza semakin penasaran.

Sleruuuppp.

Lidah Reza tanpa jijik menjilat kerang yang sudah terbuka, namun detik kemudian Reza mendelik dan tubuh nya tegang, ada sesuatu yang sangat kuat keluar dari kerang nya Andini dan menerobos masuk kedalam mulut tembus ketenggorokan nya, darah juga mulai keluar dari mulut Reza karena benda yang seperti akar itu terus menerobos masuk hingga tembus an*s pemuda ini, Andini tertawa melihat tumbal kedua nya yang mati begitu menyedihkan di tangan Seno sang genderuwo yang ada dalam susuk.

Terpopuler

Comments

V3

V3

hahahaha ... belum jg mulai genjot nya , tp si Reza dh mati duluan 🤣🤣🤣

2025-02-11

0

arniya

arniya

serem...

2024-10-31

1

Amcas Ganjur Amcas

Amcas Ganjur Amcas

lanjut

2024-10-12

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Andini
2 Bab 2. Kisah Andini
3 Bab 3. Susuk genderuwo
4 Bab 4. Mencoba
5 Bab 5. Seno nama nya
6 Bab 6. Tumbal pertama
7 Bab 7. Ribut
8 Bab 8. Pembelaan Bu Semah
9 Bab 9. Tumbal kedua
10 Bab 10. Bertengkar lagi
11 Bab 11. Mobil baru
12 Bab 12. Manggung
13 Bab 13. Perbuatan kotor Yogi CS
14 Bab 14. Tamu malam selasa
15 Bab 15. Siska sakit
16 Bab 16. Gosip tetangga
17 Bab 17. Laila hilang
18 Bab 18. Menemukan jasad Laila
19 Bab 19. Membelanjakan siska
20 Bab 20. Pertanyaan Ibu
21 Bab 21. daging blender
22 Bab 22. Debat dengan Ibu
23 Bab 23. Yogi pingsan
24 Bab 24. Tumbal kelima
25 Bab 25. Siska juga pasang
26 Bab 26. Tamu
27 Bab 27. Debat lagi
28 Bab 28. Pemuda yang datang
29 Bab 29. Tawaran istri muda
30 Bab 30. Kematian Mbah Karso
31 Bab 31. Ingin suami
32 Bab 32. Di usir
33 Bab 33. Ngobrol bersama Davin
34 Bab 34. Mencari Ibu
35 Bab 35. Panik semua
36 Bab 36. Bertemu Tian
37 Bab 37. Di temukan orang
38 Babb 38. Gosip
39 Bab 39. Bu RT datang
40 Bab 40. Merujak Bu RT.
41 Bab 41. Negosiasi dengan Seno
42 Bab 42. Mencari Sam
43 Bab 43. Tinggal di belakang gudang
44 Bab 44. Fakta Bu Semah
45 Bab 45. Gosip beredar
46 Bab 46. Tian minta maaf
47 Bab 47. Bau bangkai
48 Bab 48. Lautan nanah dan darah
49 Bab 49. Perut yang meledak
50 Bab 50. Salsa di teror
51 Bab 51. Davin mengusir mela
52 Bab 52. Kartu Yogi
53 Bab 53. Yogi ingin pergi
54 Bab 54. Andini terbuka
55 Bab 55. Debat Davin vs Ketua
56 Bab 56. Meminta member
57 Bab 57. Ingat kompor
58 Bab 58. Menemui Ayah
59 Bab 59. Salsa tantrum
60 Bab 60. Maharani tantrum
61 Bab. 61 serangan balik
62 Bab 62. Memohon iba
63 Bab 63. Luluh
64 Bab. 64 Tak jadi nyusul
65 Bab 65. Menghadang Yogi
66 Bab 66. Derita Yogi
67 Bab 67. tawaran
68 Bab 68. Andinmi pingsan
69 Bab 69. Siska di tuduh
70 Bab 70. Bertarung
71 Bab 71. Kodam Salsa
72 Bab 72. Seno dalam penjara
73 Bab 73. Pendarahan Andini
74 Bab 74. Bertemu Salsa
75 Bab 75. Yogi beruang
76 Bab 76. Rumah baru.
77 Bab 77. Siska juga kena
78 Bab 78. Dugaan jadi gosip
79 Bab 79. Landak merajuk
80 Bab 80. Siska tak terima
81 Bab 81. Di tendang
82 Bab 82. Patah tangan
83 Bab 83. Kelemahan
84 Bab 84. Juwita pingsan
85 Bab 85. Mulut membusuk
86 Bab 86. Buah gondo sewu
87 Bab 87. Gondo Sewu
88 Bab 88. Nyangkut di pohon
89 Bab 89. Setan berlumpur
90 Bab 90. Di bentak Yogi
91 Bab 91. Penjelasan Wira
92 Bab 92. Korban keluarga
93 Bab 93. Kematian dua orang
94 Bab 94. Mutiara naga
95 Bab 95. Di jambak
96 Bab 96. penggosip dan karma nya
97 Bab 97. Siska minta uang
98 Bab 98. tugas Seno beres
99 Bab 99. Selesai
100 Bab 100. end
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bab 1. Andini
2
Bab 2. Kisah Andini
3
Bab 3. Susuk genderuwo
4
Bab 4. Mencoba
5
Bab 5. Seno nama nya
6
Bab 6. Tumbal pertama
7
Bab 7. Ribut
8
Bab 8. Pembelaan Bu Semah
9
Bab 9. Tumbal kedua
10
Bab 10. Bertengkar lagi
11
Bab 11. Mobil baru
12
Bab 12. Manggung
13
Bab 13. Perbuatan kotor Yogi CS
14
Bab 14. Tamu malam selasa
15
Bab 15. Siska sakit
16
Bab 16. Gosip tetangga
17
Bab 17. Laila hilang
18
Bab 18. Menemukan jasad Laila
19
Bab 19. Membelanjakan siska
20
Bab 20. Pertanyaan Ibu
21
Bab 21. daging blender
22
Bab 22. Debat dengan Ibu
23
Bab 23. Yogi pingsan
24
Bab 24. Tumbal kelima
25
Bab 25. Siska juga pasang
26
Bab 26. Tamu
27
Bab 27. Debat lagi
28
Bab 28. Pemuda yang datang
29
Bab 29. Tawaran istri muda
30
Bab 30. Kematian Mbah Karso
31
Bab 31. Ingin suami
32
Bab 32. Di usir
33
Bab 33. Ngobrol bersama Davin
34
Bab 34. Mencari Ibu
35
Bab 35. Panik semua
36
Bab 36. Bertemu Tian
37
Bab 37. Di temukan orang
38
Babb 38. Gosip
39
Bab 39. Bu RT datang
40
Bab 40. Merujak Bu RT.
41
Bab 41. Negosiasi dengan Seno
42
Bab 42. Mencari Sam
43
Bab 43. Tinggal di belakang gudang
44
Bab 44. Fakta Bu Semah
45
Bab 45. Gosip beredar
46
Bab 46. Tian minta maaf
47
Bab 47. Bau bangkai
48
Bab 48. Lautan nanah dan darah
49
Bab 49. Perut yang meledak
50
Bab 50. Salsa di teror
51
Bab 51. Davin mengusir mela
52
Bab 52. Kartu Yogi
53
Bab 53. Yogi ingin pergi
54
Bab 54. Andini terbuka
55
Bab 55. Debat Davin vs Ketua
56
Bab 56. Meminta member
57
Bab 57. Ingat kompor
58
Bab 58. Menemui Ayah
59
Bab 59. Salsa tantrum
60
Bab 60. Maharani tantrum
61
Bab. 61 serangan balik
62
Bab 62. Memohon iba
63
Bab 63. Luluh
64
Bab. 64 Tak jadi nyusul
65
Bab 65. Menghadang Yogi
66
Bab 66. Derita Yogi
67
Bab 67. tawaran
68
Bab 68. Andinmi pingsan
69
Bab 69. Siska di tuduh
70
Bab 70. Bertarung
71
Bab 71. Kodam Salsa
72
Bab 72. Seno dalam penjara
73
Bab 73. Pendarahan Andini
74
Bab 74. Bertemu Salsa
75
Bab 75. Yogi beruang
76
Bab 76. Rumah baru.
77
Bab 77. Siska juga kena
78
Bab 78. Dugaan jadi gosip
79
Bab 79. Landak merajuk
80
Bab 80. Siska tak terima
81
Bab 81. Di tendang
82
Bab 82. Patah tangan
83
Bab 83. Kelemahan
84
Bab 84. Juwita pingsan
85
Bab 85. Mulut membusuk
86
Bab 86. Buah gondo sewu
87
Bab 87. Gondo Sewu
88
Bab 88. Nyangkut di pohon
89
Bab 89. Setan berlumpur
90
Bab 90. Di bentak Yogi
91
Bab 91. Penjelasan Wira
92
Bab 92. Korban keluarga
93
Bab 93. Kematian dua orang
94
Bab 94. Mutiara naga
95
Bab 95. Di jambak
96
Bab 96. penggosip dan karma nya
97
Bab 97. Siska minta uang
98
Bab 98. tugas Seno beres
99
Bab 99. Selesai
100
Bab 100. end

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!