Bab 11. Mobil baru

Waktu terus berjalan tahun berganti tahun dan ini sudah tahun ketiga Andini memakai susuk genderuwo, semua nya berjalan baik dan hidup nya juga sangat meningkat pesat setelah memakai susuk ini, tidak ada sedikit pun rasa penyesalan di hati nya sekarang. justru Andini sangat senang karena dia juga bisa balas dendam pada rombongan pemuda yang sudah merudal nya paksa karena dia di jual oleh Yogi adik nya, satu persatu dari mereka semua sudah mati, tiga dari mereka sudah Andini jadikan tumbal. tersisa empat lagi termasuk Yogi, dia sengaja menyisakan Yogi untuk yang terakhir karena dia masih mempertimbangkan dulu, ada keraguan di hati Andini karena dia memang sangat baik.

"Sekolah yang bener ya, Sa." Andini di salimi oleh adik nya yang sudah kelas satu SMA.

Baru naik tahun ini dan Salsa menekuni sekolah nya dengan benar, Andini berulang kali mengatakan kepada nya agar jangan sampai putus sekolah apa pun yang sudah terjadi, pokok nya Salsa harus jadi orang sukses dan menjadi wanita baik baik. Andini tidak mau bila Salsa meniru jejak nya sebagai pelacur dan meniru jejak Yogi sebagai pria yang tak bertanggung jawab, setidak nya memang harus ada satu yang berhasil menjadi orang sukses agar keluarga mereka bisa senang dan bahagia.

"Nanti malam Mbak Rita akan menemani kalian ya." pesan Andini.

"Kakak lama kah keluar kota nya?" tanya Salsa.

"Tiga hari saja, setelah itu pulang dan bersama kalian lagi." jawab Andini.

"Baik lah, hati hati ya." Salsa segera pergi mengendarai motor.

Bila dulu dia jalan kaki yang jarak nya sangat jauh, kini Salsa sudah punya motor walau bekas nya Andini karena dia sekarang sudah beli mobil bagus. semua nya memang sudah bisa terbeli oleh Andini, rumah pun sangat besar dan desain nya mengalahkan orang kaya di kampung ini.

Meli yang tetangga dekat rumah menjadi sangat panas di buat nya, dia yang sebegai istri muda nya Juragan Mus saja tak ada di buatkan rumah sebesar itu, rasa iri dalam hati nya kian besar karena di ingin punya rumah seperti punya Andini. padahal rumah nya yang sekarang itu sudah bagus, dasar nya Meli saja yang penuh iri dengki bila melihat teman nya hidup enak.

"Mbak, nanti malam bisa kan menemani Salsa dan Ibu?" tanya Andini ingin memastikan ketika Rita dan Reni lewat.

"Bisa lah, kan kamu sudah bilang dari tiga hari yang lalu." jawab Rita.

"Jarang sekali kau kelihatan, Andini." Reni memang jarang bertemu gadis ini.

"Organ nya Bang Yakub laku keras, Kak! jadi aku jarang sekali di rumah, ini saja ada cateran untuk tiga hari." jawab Andini.

"Alhamdulilah, semoga berkah untuk keluarga." Reni berkata senang.

Memang orang yang hati nya penuh dengan rasa. Iri itu hanya Meli saja, bahkan dia segera bergegas mendatangi mereka yang sedang kumpul karena dia ingin mendengar ucapan yang keluar dari mulut nya Andini. siapa pun yang hidup nya lebih enak dari dia pasti akan sangat di iri memang luar biasa sekali manusia satu ini sifat iri dengki nya, itu tidak akan bisa sembuh sebelum dia mati, karena memang sudah jadi darah daging yang tidak bisa di pisahkan.

"Enak ya mendadak jadi orang kaya, tapi kok tidak pernah mengadakan syukuran?" Meli melipat tangan.

"Syukuran apa yang kau bicarakan ini, Meli?!" sentak Rita.

"Nama nya juga punya rumah baru, ya kan harus nya baca doa." sindir Meli.

"Kau saja yang dapat rumah baru dari suami orang juga tak pernah baca doa." Reni balas menyindir.

Tampak pula gelang emas di tangan nya Andini yang sangat besar itu, membuat mata Meli kian silau melihat nya dan rasa iri kian meronta ronta karena ingin punya juga yang seperti itu. pokok nya nanti dia akan bicara dengan suami nya, agar di belikan gelang yang bentuk nya sama.

"Jangan jangan kau pakai pesugihan ya, Andini?!" tuduh Meli.

"Iya! nanti kau adalah tumbal pertama nya, siap siap saja kau ya." jawab Andini.

Rita dan Reni tertawa mendengar jawaban nya Andini barusan, mereka senang melihat ekspresi nya Meli yang jadi sangat pucat karena takut di jadikan tumbal beneran oleh tetangga nya ini.

"Apa lagi kau sibuk mengatai ku, nanti ku suruh setan pesugihan ku merobek mulut mu dulu." ancam Andini.

"Kalian lihat lah, dia ini ku rasa memang ada pesugihan nya!" pekik Meli.

"Apa sih kau ini? maka nya jangan kebanyakan nonton film horor, lebih baik kau menonton azab perebut suami orang!" sengit Rita.

Kalah telak rasa nya Meli karena di lawan oleh mereka bertiga ini, padahal niat nya mau memojokan Andini agar tak ada yang mau berteman dengan nya lagi, namun malah di serang begitu oleh mereka sehingga Meli pun memutuskan untuk pergi saja dari pada menahan malu.

"Aku pulang dulu ya, kayak nya nanti sepupu ku mau datang." pamit Reni.

"Dari mana sepupu mu, Ren?" tanya Rita.

"Kampung ujung, dia mau melihat kebun kelapa nya Pak Desa." jawab Reni.

"Jam berapa dia datang, Kak? kalau sempat ayo jalan sebentar sama aku, anggap traktiran mobil baru." ajak Andini.

"Boleh lah kalau sekarang, dia datang nya nanti sekitar jam tiga atau dua sih." sahut Reni.

"Aku ganti baju dulu lah, tunggu ya." Rita juga bersorak senang.

Akhir nya mereka bertiga pun pergi untuk jalan sebentar karena Andini ingin mentraktir mereka, Bu Semah ada Yogi di rumah sehingga aman untuk di tinggal. satu hal yang bisa di bangga kan dati Yogi ialah, dia mau mengurus Ibu nya yang sedang sakit itu sehingga bila di tinggal berdua tak akan ada rasa cemas di hati Andini karena Bu Semah pasti di urus oleh putra kesayangan nya yang selalu di bela itu.

"Dari mana kamu belajar nyetir, An?" tanya Rita penasaran.

"Lah kemarin yang kursus itu kan aku belajar to, Mbak." sahut Andini.

"Oh yang sering ada mobil pelan pelan itu ya." Reni malahan yang ingat.

"Iya, dua bulan aku kursus dan baru beli mobil ini." jawab Andini.

"Alhamdulilah penghasilan mu makin besar ya, An." ujar Rita.

"Kan aku juga buka kerja sampingan, menjual baju baju itu dan juga jual kosmetik jadi alhamdulilah." angguk Andini.

Mereka percaya saja bahwa jadi biduan dan jual baju serta kosmetik uang nya bisa sebanyak ini, namun mau bagai mana lagi bila tidak percaya karena memang mereka tak tahu bahwa Andini jual diri.

Terpopuler

Comments

V3

V3

Andini msh aman dan tentram yaaa rahasianya ,, para pelanggannya gda yg lemes mulut nya , termasuk Juragan Mus , laki nya si Meli 🤣🤣

2025-02-11

0

Ds Phone

Ds Phone

kena lah tipu nak hidup

2024-10-12

1

Ray

Ray

Iya kan saja yg Andini bilang, agar gak jadi masalah, ntar ditumbalkan lagi🤔😱😊

2024-09-27

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Andini
2 Bab 2. Kisah Andini
3 Bab 3. Susuk genderuwo
4 Bab 4. Mencoba
5 Bab 5. Seno nama nya
6 Bab 6. Tumbal pertama
7 Bab 7. Ribut
8 Bab 8. Pembelaan Bu Semah
9 Bab 9. Tumbal kedua
10 Bab 10. Bertengkar lagi
11 Bab 11. Mobil baru
12 Bab 12. Manggung
13 Bab 13. Perbuatan kotor Yogi CS
14 Bab 14. Tamu malam selasa
15 Bab 15. Siska sakit
16 Bab 16. Gosip tetangga
17 Bab 17. Laila hilang
18 Bab 18. Menemukan jasad Laila
19 Bab 19. Membelanjakan siska
20 Bab 20. Pertanyaan Ibu
21 Bab 21. daging blender
22 Bab 22. Debat dengan Ibu
23 Bab 23. Yogi pingsan
24 Bab 24. Tumbal kelima
25 Bab 25. Siska juga pasang
26 Bab 26. Tamu
27 Bab 27. Debat lagi
28 Bab 28. Pemuda yang datang
29 Bab 29. Tawaran istri muda
30 Bab 30. Kematian Mbah Karso
31 Bab 31. Ingin suami
32 Bab 32. Di usir
33 Bab 33. Ngobrol bersama Davin
34 Bab 34. Mencari Ibu
35 Bab 35. Panik semua
36 Bab 36. Bertemu Tian
37 Bab 37. Di temukan orang
38 Babb 38. Gosip
39 Bab 39. Bu RT datang
40 Bab 40. Merujak Bu RT.
41 Bab 41. Negosiasi dengan Seno
42 Bab 42. Mencari Sam
43 Bab 43. Tinggal di belakang gudang
44 Bab 44. Fakta Bu Semah
45 Bab 45. Gosip beredar
46 Bab 46. Tian minta maaf
47 Bab 47. Bau bangkai
48 Bab 48. Lautan nanah dan darah
49 Bab 49. Perut yang meledak
50 Bab 50. Salsa di teror
51 Bab 51. Davin mengusir mela
52 Bab 52. Kartu Yogi
53 Bab 53. Yogi ingin pergi
54 Bab 54. Andini terbuka
55 Bab 55. Debat Davin vs Ketua
56 Bab 56. Meminta member
57 Bab 57. Ingat kompor
58 Bab 58. Menemui Ayah
59 Bab 59. Salsa tantrum
60 Bab 60. Maharani tantrum
61 Bab. 61 serangan balik
62 Bab 62. Memohon iba
63 Bab 63. Luluh
64 Bab. 64 Tak jadi nyusul
65 Bab 65. Menghadang Yogi
66 Bab 66. Derita Yogi
67 Bab 67. tawaran
68 Bab 68. Andinmi pingsan
69 Bab 69. Siska di tuduh
70 Bab 70. Bertarung
71 Bab 71. Kodam Salsa
72 Bab 72. Seno dalam penjara
73 Bab 73. Pendarahan Andini
74 Bab 74. Bertemu Salsa
75 Bab 75. Yogi beruang
76 Bab 76. Rumah baru.
77 Bab 77. Siska juga kena
78 Bab 78. Dugaan jadi gosip
79 Bab 79. Landak merajuk
80 Bab 80. Siska tak terima
81 Bab 81. Di tendang
82 Bab 82. Patah tangan
83 Bab 83. Kelemahan
84 Bab 84. Juwita pingsan
85 Bab 85. Mulut membusuk
86 Bab 86. Buah gondo sewu
87 Bab 87. Gondo Sewu
88 Bab 88. Nyangkut di pohon
89 Bab 89. Setan berlumpur
90 Bab 90. Di bentak Yogi
91 Bab 91. Penjelasan Wira
92 Bab 92. Korban keluarga
93 Bab 93. Kematian dua orang
94 Bab 94. Mutiara naga
95 Bab 95. Di jambak
96 Bab 96. penggosip dan karma nya
97 Bab 97. Siska minta uang
98 Bab 98. tugas Seno beres
99 Bab 99. Selesai
100 Bab 100. end
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bab 1. Andini
2
Bab 2. Kisah Andini
3
Bab 3. Susuk genderuwo
4
Bab 4. Mencoba
5
Bab 5. Seno nama nya
6
Bab 6. Tumbal pertama
7
Bab 7. Ribut
8
Bab 8. Pembelaan Bu Semah
9
Bab 9. Tumbal kedua
10
Bab 10. Bertengkar lagi
11
Bab 11. Mobil baru
12
Bab 12. Manggung
13
Bab 13. Perbuatan kotor Yogi CS
14
Bab 14. Tamu malam selasa
15
Bab 15. Siska sakit
16
Bab 16. Gosip tetangga
17
Bab 17. Laila hilang
18
Bab 18. Menemukan jasad Laila
19
Bab 19. Membelanjakan siska
20
Bab 20. Pertanyaan Ibu
21
Bab 21. daging blender
22
Bab 22. Debat dengan Ibu
23
Bab 23. Yogi pingsan
24
Bab 24. Tumbal kelima
25
Bab 25. Siska juga pasang
26
Bab 26. Tamu
27
Bab 27. Debat lagi
28
Bab 28. Pemuda yang datang
29
Bab 29. Tawaran istri muda
30
Bab 30. Kematian Mbah Karso
31
Bab 31. Ingin suami
32
Bab 32. Di usir
33
Bab 33. Ngobrol bersama Davin
34
Bab 34. Mencari Ibu
35
Bab 35. Panik semua
36
Bab 36. Bertemu Tian
37
Bab 37. Di temukan orang
38
Babb 38. Gosip
39
Bab 39. Bu RT datang
40
Bab 40. Merujak Bu RT.
41
Bab 41. Negosiasi dengan Seno
42
Bab 42. Mencari Sam
43
Bab 43. Tinggal di belakang gudang
44
Bab 44. Fakta Bu Semah
45
Bab 45. Gosip beredar
46
Bab 46. Tian minta maaf
47
Bab 47. Bau bangkai
48
Bab 48. Lautan nanah dan darah
49
Bab 49. Perut yang meledak
50
Bab 50. Salsa di teror
51
Bab 51. Davin mengusir mela
52
Bab 52. Kartu Yogi
53
Bab 53. Yogi ingin pergi
54
Bab 54. Andini terbuka
55
Bab 55. Debat Davin vs Ketua
56
Bab 56. Meminta member
57
Bab 57. Ingat kompor
58
Bab 58. Menemui Ayah
59
Bab 59. Salsa tantrum
60
Bab 60. Maharani tantrum
61
Bab. 61 serangan balik
62
Bab 62. Memohon iba
63
Bab 63. Luluh
64
Bab. 64 Tak jadi nyusul
65
Bab 65. Menghadang Yogi
66
Bab 66. Derita Yogi
67
Bab 67. tawaran
68
Bab 68. Andinmi pingsan
69
Bab 69. Siska di tuduh
70
Bab 70. Bertarung
71
Bab 71. Kodam Salsa
72
Bab 72. Seno dalam penjara
73
Bab 73. Pendarahan Andini
74
Bab 74. Bertemu Salsa
75
Bab 75. Yogi beruang
76
Bab 76. Rumah baru.
77
Bab 77. Siska juga kena
78
Bab 78. Dugaan jadi gosip
79
Bab 79. Landak merajuk
80
Bab 80. Siska tak terima
81
Bab 81. Di tendang
82
Bab 82. Patah tangan
83
Bab 83. Kelemahan
84
Bab 84. Juwita pingsan
85
Bab 85. Mulut membusuk
86
Bab 86. Buah gondo sewu
87
Bab 87. Gondo Sewu
88
Bab 88. Nyangkut di pohon
89
Bab 89. Setan berlumpur
90
Bab 90. Di bentak Yogi
91
Bab 91. Penjelasan Wira
92
Bab 92. Korban keluarga
93
Bab 93. Kematian dua orang
94
Bab 94. Mutiara naga
95
Bab 95. Di jambak
96
Bab 96. penggosip dan karma nya
97
Bab 97. Siska minta uang
98
Bab 98. tugas Seno beres
99
Bab 99. Selesai
100
Bab 100. end

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!