Mendadak cemburu

Setelah mengucapkan kalimat terakhir, Kanaya membungkam mulut nya sendiri untuk bertanya lebih lanjut tentang Sheena. Padahal saat ini belum ada cinta di hati nya untuk Ryu, tapi tetap saja.. Ia merasa sakit hati saat milik nya malah menceritakan wanita lain nya..

Aneh bukan, padahal yang ingin tahu alasan nya dia sendiri, tapi dia juga yang berhenti bertanya karena rasa tak nyaman dalam hati nya.

Sepanjang perjalanan pulang, Kanaya benar-benar tidak membuka suara nya lagi. Mendadak ia kesal melihat Ryu. Setelah sampai di rumah ia langsung ke kamar untuk mandi air hangat. Bahkan Kanaya mengunci pintu nya dari dalam.

Ryu yang hendak masuk ke dalam kamar merasa aneh, kenapa Kanaya mengunci pintu nya. Beruntung ia punya kunci cadangan, hingga Ryu bisa masuk dengan mudah.

Cukup lama Kanaya berendam, sekitar setengah jam. Kanaya bersiap hendak keluar dari sana, dan Terkejut melihat Ryu duduk manis di tepi ranjang memainkan laptop nya.

“Kau bisa masuk?”

“Iya!” jawab Ryu tanpa tahu maksud Kanaya. Dan jawaban itu lah yang sukses membuat Kanaya hilang mood nya lagi. Ia masuk ke dalam ruangan ganti dengan menutup pintu nya agak kuat. Ryu mengerutkan kening nya, agak aneh sebenarnya melihat tingkah Kanaya barusan. Namun segera ia menaikkan bahu nya karena merasa tak melakukan kesalahan apapun.

Di dalam wadrobe, Kanaya mengganti pakaian nya dengan kasar sangking kesal nya. Ia mengumpat Ryu yang seeolah tak peka sebagai suami.

“Kami sudah menikah selama beberapa hari, dia sama sekali tidak berinisiatif untuk menyentuhku! membicarakan Sheena saja dia bersemangat, apa aku tidak menarik di mata nya?” kata Kanaya melihat tubuh dan wajah nya di cermin. Ia rasa kulit nya sudah tidak sekusam dulu.. Lalu kenapa Ryu tidak berinisiatif menyentuh nya lebih dulu..

Tidak seperti film-film romantis yang ia tonton, meskipun mereka menikah karena terpaksa, entah itu di jodohkan, aliansi atau semacam nya.. Kalau laki-laki nya memang mencintai wanita nya, setiap ada kesempatan pasti laki-laki itu akan curi-curi pandang dan perhatian.. Bahkan sampai mencium wanita nya di saat wanita itu sedang terlelap. Tapi Ryu? Laki-laki tua itu malah tidak berinisiatif sama sekali.

Setelah selesai berganti pakaian, Kanaya keluar dengan membuka pintu nya kasar. Membuat Ryu agak kaget di buat nya. Wanita berusia hampir 26 tahun itu berjalan dengan menghentakkan kaki nya kuat-kuat ke lantai. Hingga menimbulkan bunyi yang nyaring, Ryu kembali memperhatikan Kanaya dengan alis yang bertaut.

Wanita itu duduk di meja rias, mata nya kesal menatap Ryu yang seolah tak peduli.

Ryu yang mulai mengerti kalau Kanaya sedang marah pun mendekati nya.

“Kau kenapa, Nay? Sedang datang bulan?” tanya Ryu. Membuat Kanaya tambah kesal. Bisa-bisa nya Ryu menebak kalau diri nya sedang datang bulan. Apa dia tidak sadar kalau pembahasan tentang Sheena tadi lah yang membuat Kanaya marah?

“Siapa yang datang bulan?”

“Ya kamu kan... Masa aku?”

Buk!

Kanaya melempar wajah Ryu dengan kotak tissue yang elastis sangking kesal nya.

“Aku lagi gak datang bulan! kamu jadi laki-laki gak peka banget, kesel banget aku.. Kalau kamu gak tahu lebih baik kamu tutup mulut aja deh.. Dari pada buka suara tapi isi nya salah besar!” cerocos Ryu membuat nya tambah serba salah. Ia meneguk Saliva nya sendiri.. baru kali ini ia merasa tidak berdaya di marahi seorang perempuan. Dulu Nirmala bahkan tidak berani menyuarakan pendapat nya di depan diri nya. Tapi Kanaya??

Ingin sekali saat ini Ryu langsung menelpon Albert dan meminta bantuan nya untuk keluar dari situasi ini. Tapi bagaimana bisa? Albert sedang mengirim Mayang dan Ibra ke Afrika. Tempat yang sangat jauh sekali dari sini.

“Nay.. Aku bikin salah ? Sampai kamu semarah ini?” tanya Ryu dengan wajah polos seperti pantat bayi. Tidak merasa bersalah sama sekali.

“Kamu masih nanya, Banyu Ryu Anjasmara?” Ryu semakin bingung di buat nya. Nyata nya menghadapi wanita yang tantrum lebih membuat nya frustasi ketimbang musuh-musuh nya di luar sana.

“Nay.. Aku gak ngerti apa maksud kamu... kalau memang aku ada buat kesalahan, tolong jelaskan apa itu?”

Kanaya meremang, ia mengambil nafas dalam-dalam dan membuang nya dengan pelan, Kanaya baru sadar kalau sikap nya barusan itu salah. Kenapa ia jadi semarah itu hanya karena wanita yang tidak ia tahu wujud nya. Hanya mendengar namanya saja sudah membuat Kanaya panas. Bagaimana kalau dia bertemu langsung.

“Maaf!” Kanaya membalik badan lalu kembali duduk ke meja rias. Sedang Ryu masih dalam keadaan bingung dengan sikap istri nya. Ia kembali mengingat-ingat apa ada perkataan yang menyinggung istri kecil nya.

Seingat nya tidak ada yang aneh, terakhir mereka membahas soal Jacky dan... Sheena. Ya Sheena, apa Kanaya marah soal itu? Ia cemburu pada pada Sheena? Kanaya cemburu?? Benarkah?

Ryu menahan menyimpulkan senyum, lalu sesaat kemudian menahan nya. Jika benar Kanaya cemburu soal itu, arti nya Kanaya mulai mencintai nya kan?

“Nay, kamu cemburu pada Sheena?” tanya Ryu dengan hati-hati. Konon kata nya hati perempuan itu lembut.. Selembut sutra, kita harus hati-hati jika ingin membicarakan hal yang serius pada nya.

Mendengar itu, Kanaya langsung menoleh dan menatap Ryu dengan tatapan membunuh nya.

“Apa aku tidak boleh punya rasa cemburu seperti itu pada suami ku sendiri?”

“Tentu saja boleh.. Malah itu yang aku nantikan selama ini!”

“Maksud mu?”

“Aku sudah menunggu momen ini sangat lama.. bahkan saat kau masih menjadi istri nya Ibra! Kau tahu kenapa aku marah saat waktu itu kau mengatakan kelak akan memberikan aku hak sebagai suami, hanya karena tugas mu sebagai istri?” Ryu mengingat kan lagi momen saat ucapan nya di dalam mobil seusai kembali dari acara peresmian kantor baru nya Ibra.

“Kenapa? padahal aku mengatakan hal yang umum kan?”

“Iya tapi bukan seperti itu yang aku mau, Nay! Aku ingin kau juga bisa mencintai ku! mustahil memang kalau kau mencintai pria tua ini.. Harus nya aku tidak berharap begitu!”

Kanaya langsung menutup mulut Ryu dengan dua jari nya.

“Aku tidak tahu apa perasaan ini cinta atau tidak, tapi saat kau dengan bangga nya menyebut Sheena, aku marah dan benci, Ryu!”

“Itu artinya kau cemburu!”

“Aku tahu kalau aku cemburu!”

“Kalau cemburu itu tanda nya cinta!”

“Apa? Dari mana kau tahu?” tanya Kanaya, Ryu bergerak maju mendekati Kanaya, ia menarik pinggang istri nya agar mereka lebih dekat. Lalu mengambil tangan Kanaya dan meletakkannya di dada nya.

“Dari sini, Nay!”

Terpopuler

Comments

Nar Sih

Nar Sih

cemburu tanda nya cinta ya nay,lanjut kak dobel up yaa🙏

2024-09-29

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!