Menjalankan Rencana

“Masalah nya seluruh surat-surat penting perusahaan ada pada nya, Mayang!”

“Apa?” Mayang kembali terlonjak saat tahu kalau seluruh aset perusahaan Ibra ada pada Kanaya dan bukan pada nya. Sia-sia saja kan kalau benar Kanaya kabur membawa semua nya?

“Kalian sudah menikah selama tiga tahun kan? Lalu kenapa sudah selama itu aset perusahaan masih ada pada nya?” tanya Mayang dengan suara tinggi dan melengking. Bik sumi yang mendengar semua nya dadi dapur langsung cemas. Ternyata wanita yang duduk di meja makan itu madu dari tuan nya. Pantas saja tingkah nya seperti tidak punya malu sama sekali.

“Iya karena hak itu permanen, Orang tua Kanaya tidak mengizinkan pembalikan nama atas alasan apapun.. Kecuali kalau Kanaya mati. Semua sudah tertera dengan jelas dalam surat wasiat yang di tulis papa nya sendiri dan ada pada pengacara keluarga nya!”

“Shit!!” Mayang langsung melempar roti yang ia pegang ke lantai dengan kesal. Semua rencana nya untuk mendapatkan harta Ibra sia-sia sudah. Ia sudah susah payah menggoda Ibra agar mau tidur dengan nya, ternyata nya hasil nya tidak sesuai dengan ekspektasi nya selama ini.

”Kenapa kamu marah?”

“Jelas aku marah, bagaimana kalau Kanaya mengambil semua nya dari kamu? Kita bakal jadi orang miskin gitu.. Aku gak mau mas!”

“Kamu sabar dulu dong.. dengarkan dulu rencana ku!” Ibra menyuruh Mayang untuk duduk.

“Rencana apa?”

Mayang yang tadi nya berdiri, langsung duduk kembali.. “Akan aku ceritakan nanti, tapi sekarang kamu mandi dan ganti baju dulu, ayo..”

“Aku mau sekarang!” kekeuh Mayang tak ingin meninggalkan Ibra sendirian di sana.

“Sabar lah.. Sekarang kamu turuti saja perintah ku!” Dengan kesal Mayang langsung bangkit menuju kamar tamu, diikuti dengan Ibra. Sementara itu Bik Sumi sudah bersiap ingin mendengar kan rencana jahat dari suami nyonya nya. Namun mereka malah memilih pergi ke kamar. Namun Bi Sumi tidak bodoh. Ia justru mengikuti kemana pergi nya dua orang yang sudah terang-terangan menyakiti Nyonya nya.

Bi Sumi mencoba mendengar kan di depan kamar, namun semua nya sia-sia.. tidak terdengar apapun di dalam sana. Membuat nya jadi kesal sendiri.

Setelah satu jam.. Ibra dan Mayang keluar dari kamar, saat ini Mayang sudah rapi tidak seperti tadi. Kini mereka kembali ke meja makan, sedang Bik Sumi hanya melihat nya saja dengan berpura-pura membersihkan meja kompor.

“Jadi Kanaya belum bisa di hubungi, mas?” tanya Mayang dan bisa di dengar dengan jelas oleh bik Sumi.

“Belum.. Aku bingung dia kemana!”

“Kalian mencari ku?” tiba-tiba suara Kanaya ada di depan ruang meja makan, dengan wajah kurus dan perut buncit nya. Mayang menyorot Kanaya dengan tajam, seolah ia sedang menunggu sesuatu.

“Kamu dari mana saja, Nay!” Ibra bangkit menyapa istri pertama nya, tentu dengan senyum merekah, seperti biasa yang ia lakukan Pada Kanaya sebelum diri nya membawa pulang Mayang ke rumah itu.

“Serius kamu nanya aku dari mana, mas?Apa kamu gak liat cctv.. ruangan kita ada cctv nya kan?” jawab Kanaya dengan raut wajah datar. Ibra nampak pias, kenapa dia sama sekali tidak ingat kalau di rumah itu ada cctv nya.

“Mulai hari ini, biar Rafael saja yang menggantikan mu untuk masuk ke kantor!” lanjut Kanaya lagi, tidak pernah dalam sejarah pernikahan mereka , Kanaya akan bicara dengan nada sombong seperti itu. Dan hari ini sedang ia lakukan pada Ibra.

“Apa maksud mu? kau ingin menggantikan posisi ku, jangan karena kau yang memegang surat kepemilikan perusahaan, lalu kau bisa semena-mena Kanaya! Ingat aku juga ikut andil dalam perusahaan itu selama tiga tahun ini..” bantah Ibra, jangan sampai Kanaya berhasil membuat nya pergi dari perusahaan yang ia banggakan itu.

“Kalau kau sudah tahu maksud ku, maka kau sudah bisa bersiap mulai sekarang, Ibra Wicaksana. Dalam hukum kepemilikan perusahaan, setiap CEO perusahaan memiliki hak penuh untuk memberhentikan atau memperkerjakan karyawan nya kan.. Jadi mulai sekarang, aku sebagai pemilik sah dari Royale , aku memecat mu mas.. jangan takut.. aku akan tetap memberi kan mu pesangon.. karena istri baru mu, seperti nya akan gelisah jika diajak hidup susah!”

“Jangan macam-macam kau Kanaya, kau berikan separuh dari kekayaan mu maka aku akan menuruti kemauan mu, membawa Mayang pergi dari sini.”

“Separuh? Kau gila?? Tidak akan pernah aku biarkan..”

“Kalau begitu aku tidak akan pergi dari sini..”

“Bunuh saja, mas!” sahut Mayang yang sudah menahan emosi sejak tadi.

Karena Ibra juga sudah emosi, ia datang mendekati Kanaya lalu membekap mulut nya. Tubuh mungil Kanaya sangat mudah di geret oleh kedua orang itu.

Berulang kali ia meronta, dan mencoba berteriak, tapi bik Sumi tidak mendengar nya. Kedua manusia tak tahu diri itu langsung menggeret Kanaya keluar dari rumah dan memasukkan nya ke dalam mobil. Ibra mengendarai mobil nya sedang Mayang yang berada di bangku belakang bersama Kanaya.

“Lepaskan aku, kalian berdua iblis!” maki Kanaya dalam mobil. Namun bukan nya mengindahkan ucapan nya, Mayang justru tersenyum jahat.

Plak!!

Satu tamparan keras mendarat di pipi Kanaya. ”Kau mengatakan apa barusan, Iblis?? Aku lebih dari itu Kanaya! Kau akan lihat seperti apa kami yang kau sebut iblis itu..” Berulang kali Mayang menampar pipi Kanaya hingga wanita dengan perut buncit itu langsung lemas.

Kesadarannya hampir habis, tapi dia masih berusaha untuk teriak.

“Katakan dimana surat-surat perusahaan?” Mayang bersuara lagi, sedang Ibra saat ini masih fokus menyetir. Rencana nya dengan Mayang akan terlaksana sebentar lagi. Dalam surat wasiat yang ditulis papa nya Kanaya, tidak ada alasan mengalihkan perusahaan atas nama suami nya sendiri kecuali kalau Kanaya Mati. Dan saat ini Ibra sedang melakukan nya, membuat Kanaya Mati. Hingga perusahaan itu akan otomatis jatuh ke tangan nya, sebagai salah satu ahli waris yang sah.

“Mau kalian siksa sampai aku mati pun, aku tidak akan pernah mengatakan nya dimana. Jangan harap kalian bisa memiliki harta yang bukan milik kalian!”

“Kau lupa kalau papa mu sendiri yang menulis wasiat, kalau seluruh aset bisa jatuh ke tangan ku, asal kau mati?”

“Lakukan saja jika kau bisa!” tangan Kanaya.

“Dia menantang kita mas!” Mayang geram dengan tingkah Kanaya yang tidak mempan dengan ancaman mereka.

“Biarkan saja! Kita sudah sampai...tutup mulut nya dulu, May.. Aku akan mengikat tangan dan kaki nya! Jadi dia tidak akan bisa kabur lagi! Biar saja dia membusuk disana.” Ibra menghentikan mobil nya tepat di depan sungai tepian jurang yang cukup curam. Lokasi nya sangat sulit di gapai orang karna ini jalan setapak.. Tidak ada orang lewat di sekitar sini selain orang yang akan pergi ke kebun.

ia langsung membuka pintu belakang dan membantu Mayang mengikat tangan dan kaki Kanaya. Wanita itu tidak lagi bisa melawan karena keadaan nya sudah lemas sekali.

Hingga akhir nya..

Byuurrr!

Kanaya di lempar ke sungai dengan aliran yang sangat deras di bawah sana.

Terpopuler

Comments

Omar Diba Alkatiri

Omar Diba Alkatiri

goblokkkkkkk Kanaya ...ga pinter bikin rencana ....ga punya self defense tapi lagaknya sok iya ...bisanya cuma gertak aja sekarang rasain 2 lawan 1

2024-10-06

0

Ira Sulastri

Ira Sulastri

Manusia2 berhati iblis dan serakah, Kanaya semoga terselamatkan ya

2024-09-02

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!