Tak terasa waktu bergerak sangat cepat, sudah 5 bulan.. Dan kini keadaan Kanaya benar-benar pulih. Anak nya sendiri, Kei.. Juga sudah mulai menunjukan perkembangan yang sempurna seperti anak-anak lain yang lahir secara normal.
Selama itu pula, Kanaya benar-benar menghilang dari khalayak ramai, hingga asumsi tentang diri nya yang meninggal semakin kuat saja.
Semua itu ia lakukan, demi untuk menyempurnakan balas dendam nya pada laki-laki seperti Ibra. Kini ia sudah siap untuk menunjukkan diri nya setelah perubahan drastis ia lakukan selama ini. Wajah cantik nya kembali mempesona siapapun yang melihat nya, tubuh nya sudah kembali ideal seperti dulu. Membuat Ryu semakin gila di buat nya.. Tapi sampai saat itu laki-laki garang itu bahkan belum berani mengatakan perasaan nya pada sang pujaan hati.
“Surat perceraian ku sudah selesai, Om?” Tanya Kanaya pada Ryu di sela-sela makan malam. Hanya ada Kanaya dan Ryu di sana. Laura dan Albert sedang keluar untuk melihat keadaan Kei, karena anak Kanaya untuk saat ini belum tinggal bersama dengan nya, masih dalam pantauan Laura di rumah sakit.
“Sudah, Albert sudah menyelesaikan semua nya, meminta persetujuan Ibra tidak sesulit dugaan mu, semua berjalan lancar sesuai kemauan mu, Kanaya!”
“Syukurlah.. Bagaimana kabar perusahaan ku, Om?”
“Perusahaan mu seperti nya sedang mengalami sedikit krisis, keuangan nya lumayan amburadul, semua itu karena Ibra mencoba membuka perusahaan sendiri, menggunakan uang mu! sampai sejauh ini aku belum melakukan apa-apa.. Karena semua hak itu ada padamu.”
“Jadi dia ingin punya perusahaan sendiri?”
“Ya.. Bahkan seluruh karyawan sedikit demi sedikit mulai pindah ke perusahaan nya, dalih nya.. perusahaan Ibra yang baru , cabang dari Royale!” jawab Ryu lagi.
Kanaya meremas garpu di tangan nya, namun setelah itu dia kembali normal seperti biasa nya. Ryu bisa membaca dengan jelas ekspresi wajah nya yang menahan marah setelah sekian lama.
“Bagaimana menurut om? Mula-mula aku harus bagaimana membuat mantan suami ku itu menerima kejutan ku?”
“Mudah sekali Kanaya! Kemari lah..” Ryu memberi kode pada Kanaya untuk mendekati nya. Pria matang itu langsung berbisik ke telinga Kanaya, membuat gadis itu sedikit meremang, hembusan nafas Ryu membuat nya lupa kalau laki-laki yang ada di dekat nya saat ini papa dari sahabat nya.
Karena gelisah memikirkan apa yang terjadi pada nya, membuat Kanaya salah tingkah. Ia kurang konsentrasi mendengar kan ide yang Ryu berikan pada nya. Tatapan mereka bertemu.. Untuk sesaat Ryu hampir saja hilang kendali karena merasa gemas dengan Kanaya.
“Kau mendengar ku ?” ucap Ryu memecah kegelisahan di antara mereka. Wanita yang usia nya sama dengan Laura itu pun langsung merasa kikuk. Ia mengusap-usap tengkuk nya sendiri karena merasa Ryu bisa merasakan keresahan di dalam hati nya.
Siapa yang tidak cinta dengan Banyu Ryu Anjasmara. Pria tua yang keren menurut Kanaya. Sayang sekali dia papa nya Laura. Kalau tidak Kanaya bertekad untuk mendekati nya, pesona papa dari sahabat nya itu baru terlihat setelah 6 bulan terakhir ini mereka menghabiskan waktu hampir setiap saat bersama. Konon ada yang mengatakan kalau cinta ada karena terbiasa. Begitulah yang Kanaya rasakan saat ini..
Sah-sah saja jika hati nya mulai membuka lembaran baru kan? Terlepas dari masalah Kei yang belum bisa di ajak tinggal bersama.
“Nay..” panggil Ryu lembut, baru kali ini Kanaya mendengar suara Ryu selembut itu, biasa nya dia akan bicara dingin, acuh dan arogan.
“Maaf, Om! Tadi om mengatakan apa?”
Ryu yang tadi nya melihat Kanaya dengan tatapan biasa ,kini mulai mengerutkan kening nya hingga kedua alis nya hampir bertemu. Kenapa dia merasa kalau Kanaya sedang salah tingkah pada nya.
Namun Ryu sadar.. Siapa diri nya dan berapa usia nya, sangat tidak mungkin kalau Kanaya betul-betul ada perasaan pada nya meski hanya sedikit.
“Rencana mu, sudah bisa di mulai besok! Mulai lah dengan mendatangi pengacara keluarga mu, Kanaya! Aku akan ikut!”
“Tapi ada satu rencana yang belum kita laksanakan, om!”
“Apa?”
“Pernikahan kita! Apa om lupa kalau om akan menikahi ku untuk membantu ku membalaskan dendam pada Ibra?” Ryu menelan Saliva nya kuat-kuat, agar ekspresi nya tidak terbaca oleh Kanaya. Memang rencana pernikahan itu sudah mereka atur sejak beberapa bulan terakhir ini. Kanaya setuju karena bagi nya, akan sulit untuk jatuh cinta lagi. Kebahagiaan yang nya saat ini adalah hanya melihat kehancuran papa nya Kei. YAitu Ibra Wicaksana.
Jadi tidak ada salah nya jika dia menerima tawaran Ryu untuk menikah.
Ryu menegakkan tubuh nya, ia menangkupkan kedua tangan nya dan menatap Kanaya dengan sepenuh hati, namun Kanaya melihat nya seperti Ryu ingin memakan nya saja.
“Aku tidak lupa Kanaya! Albert sudah mengurus berkas nya.. Jadi kau jangan khawatir kan soal itu.. ”
“Benarkah?”
“Iya!”
*
*
Pagi hari nya, ternyata ucapan Ryu benar.. Mereka benar-benar menikah hanya di saksikan oleh saksi yang di tunjuk juga beberapa orang lain nya, termasuk Laura dan Albert.
Tak butuh waktu lama.. Kini Kanaya sudah sah menjadi nyonya Banyu Ryu Anjasmara. Hati nya merasa tenang, karena Ryu berada di samping nya saat ini.
Mereka saling menautkan cincin pernikahan satu sama lain, “Cincin ini tidak akan pernah lepas dari tangan mu, Nay! Dan siapapun yang berani melepas nya dari tangan mu, maka akan ku potong tangan nya!” ucap Ryu menatap jari lentik Kanaya yang kini sudah di hiasi dengan cincin pernikahan dadi Ryu. Bukan dari Ibra lagi.
“Memang nya siapa yang berani melepas nya dari tangan ku? Aku rasa orang-orang yang mendengar kalau aku istri mu.. Orang itu akan berpikir dua kali, Tuan Ryu!” jawab Kanaya dengan berani, kini ia menatap Ryu dengan takjub. Namun Kanaya tak ingin Ryu tahu kalau diam-diam diri nya memuja laki-laki yang sudah Sah menjadi suami nya itu.
“Kalau begitu setelah ini, kita akan berangkat menjumpai pengacara keluarga mu lebih dulu.” sambung Ryu, ia tak ingin larut dalam kemesraan yang di ciptakan Kanaya. Karena ini belum saat nya. Jika di tanya apa kah dia bahagia menikah dengan Kanaya? Tentu saja Iya.. Wanita yang selalu mengganggu tidur nya, bahkan senyuman nya mampu bertahan dalam pikiran Ryu berhari-hari. Bagaimana ia tidak bahagia jika bisa menikahi wanita impiannya, meski hanya di atas nama 'Kesepakatan!' Namun belum saat nya untuk bersuka cita seperti itu, karena balas dendam Kanaya akan segera di mulai dari sekarang!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 22 Episodes
Comments
Nar Sih
rencana yg bagus kanaya ,dan selamat untuk mu dan ryu ya moga bahagia
2024-09-12
0