Dia pasti selamat

Albert memegang pundak Ryu. Tak ada yang tahu dengan takdir Tuhan kan? Sekuat apapun manusia mencoba bertahan, jika memang sudah waktu nya dia untuk kembali , pasti akan kembali juga.

Ryu kembali menatap Albert dengan tatapan tidak mungkin! Ada air mata di sudut mata nya yang coba ia sembunyikan. Tapi Albert tahu betul bagaimana karakter Ryu. Dia di takuti banyak orang bahkan para musuh nya sekaligus. Siapa yang tak kenal dengan Banyu Ryu Anjasmara. Pengusaha sukses yang bahkan di segani oleh para pengusaha lain. Kekayaan nya tidak main-main. Selain itu.. Sisi lain dari Ryu ialah, ia seorang yang haus darah jika sudah berhadapan dengan musuh.

“Aku akan membuat Kanaya selamat! Meski semua itu harus ku tukar dengan nyawa ku sendiri. Dan Ibra juga perempuan gila itu akan siksa sampai dia enggan untuk hidup lagi!” Tangan Ryu mengepal dengan kuat. Wajah tampan nya langsung berubah menjadi merah padam.

“Sekuat apapun kau berusaha, tapi kita tidak bisa mengalah kan takdir Tuhan, Ryu!”

“Aku tahu! Tapi aku akan berusaha untuk itu!” Ryu langsung mengambil ponsel nya, Dan menghubungi Jack sebagai kepala dari para anak buah nya.

“Awasi dua manusia sialan itu, terus berikan aku kabar ada perkembangan apa di luar sana!”

Albert kembali bungkam, seperti nya misi nya untuk membalas perbuatan Ibra sudah di mulai. Dalam hati Albert juga berdoa, semoga Kanaya bisa selamat agar Ryu bisa menemukan kembali hidup nya.

Tak lama setelah itu, Laura keluar dari ruangan operasi , bertepatan dengan itu para perawat langsung membawa keluar bayi mungil dan belum cukup umur untuk di lahir kan itu.

“Anak Kanaya sudah lahir, pa? tapi dalam keadaan prematur.. Sedang Kanaya sendiri masih belum sadarkan diri.” ucap Laura. Terlihat ada rasa sedih di sana.

“Benarkah.. ”

“Iya.. anak itu laki-laki.. Papa bisa lihat keadaan nya!”

Ryu dan Albert langsung menoleh pada box inkubator yang baru saja melewati mereka, Laura meminta pada perawat untuk berhenti sebentar.

Ryu menatap nya dengan penuh kasih sayang. Ia mengusap inkubator nya dengan perlahan, sembari berkata “Hei jagoan.. laki-laki gak boleh lemah! Tunjukan pada ibu mu kalau kau kuat!” kata Ryu dengan nada pelan. Tidak di pungkiri Albert bisa melihat kasih sayang di mata Ryu untuk bayi mungil itu. Meskipun anak itu bukan anak kandung nya. Tapi Ryu bersikap seolah dia adalah anak kandung nya sendiri..

Bayi kecil itu seolah paham.. Dia mengeluarkan suara nya meski pelan.

Lalu para perawat langsung membawa bayi itu keruangan yang semestinya, Ryu hanya melihat nya sampai mereka tidak terlihat lagi.

“Laura.. Apa kondisi Kanaya begitu memprihatinkan?”

“Kepala Kanaya terbentur kuat , Pa! Benturan itu yang membuat dia belum sadarkan diri.. Selain itu Kanaya juga kehilangan banyak darah. Kebetulan golongan darah ku sama dengan nya, jadi aku berniat ingin mendonorkan darah ku juga!”

“Baiklah, menurut mu.. Bagaimana kemampuan dokter disini, Laura? Jika tidak ada kemajuan dalam beberapa jam nanti, aku akan menghubungi dokter Frans dari Perancis! Dia ahli dalam masalah yang di hadapi Kanaya! Aku tidak ingin ada masalah apapun jika sudah menyangkut dengan Kanaya!”

Laura dan Albert saling pandang satu sama lain. Seolah kedua nya saling bertanya dalam hati mereka, apa yang terjadi dengan Banyu Ryu ini.

“Pa.. dokter juga sedang menunggu perkembangan Kanaya! Lagi pula.. Rumah sakit ini yang terbaik disini kan, kemampuan dokter nya juga tidak main-main, Pa! Kami para dokter disini juga belajar dari luar.”

“Tapi kalau hanya menunggu siapapun bisa melakukan nya, Laura! Tapi hasil kerja nya kita tidak tahu kan? Bisa saja mereka menganggap sepele masalah Kanaya ini.” jawab Ryu, Albert dan Laura kembali saling pandang lagi.

“Baiklah, jika Kanaya sampai tidak sadar dalam waktu 2 jam kedepan.. Maka pihak rumah sakit juga akan memberangkatkan Kanaya ke Singapura.”

“Dua jam itu lama, Laura! Kalau dia sampai tidak sadar dalam kurun waktu satu jam lagi.. Maka biar aku sendiri yang membawa nya ke sana!” Ryu langsung duduk setelah mengatakan kalimat tadi.

“Sudah jangan mendebat dia dalam keadaan begini! Kau tau seperti apa papa mu itu.” sahut Albert, membuat Kanaya langsung tersenyum. Melihat ekspresi Ryu yang begitu khawatir pada Kanaya membuat nya jadi berandai-andai sendiri. Andai saja perlakuan papa nya begitu pada Ibu nya dulu.. mungkin saat ini keluarga nya Laura akan jadi keluarga yang paling bahagia sedunia.

“Kau melamunkan apa?” Albert menyinggung pundak Laura, hingga gadis seusia Kanaya itu terbangun dari angan dan mimpi nya.

“Enggak kok! cuma berandai-andai sedikit..”

“Berandai-andai apa?” tanya Albert ingin tahu.

“Terlihat jelas kalau Papa begitu mencintai Kanaya kan! Andai saja tatapan itu dia berikan pada mama.. Mungkin mama tidak akan memendam apapun sendirian, dan mungkin saja saat ini dia masih ada di sini.. bersama dengan ku.”

”Jangan begitu! Kau tahu betul bagaimana kondisi rumah tangga papa mu, Kan? Ryu menikahi Nirmala karena dia merasa kasihan dengan keadaan kalian waktu itu. Mama mu sakit sejak masih bersama dengan papa kandung mu Laura!”

“Aku tahu om Albert! jangan mengingatkan aku soal itu. Kau berpikir apa rupa nya.. kau pikir aku akan cemburu pada Kanaya begitu?? Mana mungkin, selain dia.. tidak ada yang pure mau berteman dengan ku.. hanya karna aku jadi anak nya papa Ryu, mereka semua langsung berubah jadi baik, berbeda dengan Kanaya, yang mau berteman dengan ku tanpa melihat status keluarga ku seperti apa! jadi mana mungkin aku cemburu pada Kanaya, om! Jika dia bisa jadi istri papa.. Maka aku orang pertama yang akan setuju soal itu.”

“Izinkan kali ini dia menggapai cinta nya setelah rela mengalah selama tiga tahun ini, Laura.. Kita berdua akan jadi saksi bagaimana Ryu membentuk kepribadian Kanaya menjadi lebih berani nanti nya.. Kau yakin lewat tangan Kanaya, Mantan suami serta mantan madu nya itu akan menderita dan tersiksa selama hidup nya.. Dan lama kelamaan mereka akan mati dengan cara yang mengenaskan.” Laura menyunggingkan senyum nya.. Ia juga teringat bagaimana Ryu mengajari nya ilmu bela diri yang menjadi benteng pertahanan nya saat teman-teman nya membully Dirinya.

“Dan sampai saat itu tiba, maka tugas ku tidak akan selesai!”

“Kau bosan kerja dengan papa mu, Laura!! Ryu.. Laura capek kerja dengan mu,,” Albert berteriak sembari mengejek Laura.

“Apaan sih om.. gak asyik ah!” Rajuk Laura tak terima.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Halo Gaes, maaf untuk keterlambatan up nya.. Malam ini satu bab dulu , karena sibuk pake banget di dunia nyata...

Besok pagi double 3 bab yee..

Tiimakacih❤️❤️

Terpopuler

Comments

Nar Sih

Nar Sih

abian dan andari mohon dilanjut juga ya kak ,klau bisa jgn putus di tgh jln🙏

2024-09-04

1

Nar Sih

Nar Sih

cerita yg bagus kakk ,semagat dan lanjuttt👍💪

2024-09-04

0

Yuliana Tunru

Yuliana Tunru

ryu mmg the best dlm mencintai smoga baby biy kuat ya

2024-09-04

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!