“Ada apa denganmu Laura? kenapa kau terlihat sangat marah?” tanya Kanaya yang baru saja keluar dau kamar rawat anak nya bersama dengan seorang suster yang diutus Ryu untuk menemani nya.
“Tidak ada , sebaiknya mulai sekarang kau harus merencanakan apa yang ingin kau capai di masa depan, Kanaya! kau tahu? suamimu itu saat ini sedang asyik menyentuh istri keduanya, madumu Kanaya! setelah dia meliris berita bohong kepada seluruh karyawan di perusahaanmu , atas kematian mu.. Sekarang dia sedang menikmati kemenangan nya dengan Mayang.” tutur Laura, iya tahu dalam masalah saat ini Kanaya lah yang lebih berhak untuk menghakimi dua manusia bejat itu, tapi bukannya mereka bisa satu tujuan? jika mereka melakukannya bersama semua akan terasa lebih mudah dan menyenangkan bukan?
“Aku tahu, setelah aku kembali dari rumah sakit bisakah papa mu membantuku Laura?” Kanaya meminta bantuan pada Ryu. Kanaya sadar betul kalau satu-satunya tempat yang bisa ia jadikan sandaran hidup adalah tuan Banyu Ryu Anjasmara. jangankan Ibra, bahkan sekelas penjahat kelas kakap pun sanggup di hadapi Ryu sendiri.
“Tanpa Kau minta aku sudah siap sedia untuk membantumu Kanaya!” sahut Ryu dari arah samping, sejak tadi Kanaya tidak melihat kalau di sana sudah ada Ryu. Ia bahkan lupa kalau saat pergi ke ruang anak nya tadi, sudah bersama dengan papa tiri dari sahabatnya itu.
“Terima kasih banyak Om!” Ryu hanya membalas nya dengan senyum simpul..
Setelah memastikan kalau anak Kanaya baik-baik saja, Laura berpamitan pada papanya dan juga Kanaya untuk pergi sebentar keluar, iya harus segera melancarkan aksinya memberi pelajaran kecil kepada Mayang dan juga Ibra.
Laura sudah menyimpan sesuatu di dalam sakunya untuk mengerjai dua manusia laknat itu. tak butuh waktu lama untuknya sampai di kediaman Kanaya, karena akses dan seluruh keamanan sudah dipercayakan kepada Laura, jadi gadis 25 tahun itu bisa bebas masuk melalui pintu mana saja yang ia mau. Pertama-tama ia harus mengecek CCTV lebih dulu ada di mana 2 Durjana sialan itu berada.
Laura harus tahu keberadaan dua orang yang akan jadi korban keisengan nya siang ini. rupanya dua manusia itu masih belum selesai melakukan pertempurannya di atas ranjang. Terlihat sekali wajah menjijikan Mayang dan juga Ibra yang sedang bersenang-senang di dalam sana .. bertambah geram pula dirinya saat membayangkan bagaimana jika dirinya yang ada di posisi Kanaya saat ini.
Laura langsung masuk ke dalam kamar tamu yang saat ini mereka gunakan untuk mereguk indahnya surga dunia, rupanya dua manusia itu masih tahu diri untuk pindah tempat , dan tidak di ruang tamu lagi. dan di sanalah mereka berada saat ini.. di kamar tamu. Dua menit kemudian permainan mereka baru selesai, Ibra dan Mayang masuk ke dalam kamar mandi dan inilah waktunya Laura beraksi. Tingkah konyol, usil dan juga jail nya itu ia dapat dari Albert, sahabat papa tiri nya yang sangat baik sekali padanya dan juga ibunya dulu.
Laura langsung membuka lemari dan mengambil pakaian dalam milik Mayang dan juga Ibra, tidak sulit untuk mencari kedua barang itu karena memang mereka meletakkannya di tempat yang mudah sekali dijangkau. Tanpa banyak basa-basi Laura langsung mengambil semua pakaian itu dan meletakkannya di lantai, setelah itu Laura langsung menaburkan bubuk yang ia bawa di saku kemeja dokternya.
“Setelah bercinta harusnya saat ini kalian bersenang-senang kan, tapi aku akan membuat kesenangan kalian berubah jadi main gitar di bawah sana!” ucap Laura dengan terkekeh sendiri tanpa suara, ia sudah merasa lucu sendiri melihat aksi Mayang dan juga Ibra yang merasakan kemaluannya seperti terbakar dan juga gatal karena pengaruh dari obat yang ia bawa tadi.
Benar saja tak lama setelah itu Mayang juga Ibra keluar dari kamar mandi, mereka langsung mengambil pakaian dalam yang sudah diberi taburan bubuk gatal oleh Laura tadi. Tanpa curiga sedikitpun mereka berdua langsung mengenakan pakaian dalam mereka dan segera berganti pakaian.
Saat hendak memakai baju, Mayang sudah merasakan area kemaluannya yang terasa sangat gatal sekali, begitu juga dengan Ibra ia sudah merasakan kalau di dalam celana dalamnya ini ada yang aneh.
“Duh duh kok gatal banget sih..” ucap mayang pada Ibra.
“Iya, Aku juga sama, May! ini kenapa ya apa Bik Sumi nggak bersih nyucinya?” cerocos Ibra.
“Please jangan begitulah Mas, kamu tahu sendiri kan aku di sini baru dua hari, bukan Bik Sumi yang nyuci!”
“Terus ini kenapa bisa Gatal banget, May!”
“Ya aku gak tau lah.. Aduh aku gak tahan, mas! mau ke kamar mandi!” Mayang langsung menabrak Ibra begitu saja dan lekas lari ke kamar mandi untuk membasuh alat vital nya agar tidak gatal lagi. Ibra juga langsung menyusul.. Karena diri nya juga merasa sangat gatal dan tidak tahan lagi.
Setelah selesai, mereka kembali di wadrobe dan memakai celana dalam yang lain, namun beberapa saat kemudian, mereka merasa gatal kembali. Dan kali ini lebih hebat dari pertama.. gatal nya semakin lama semakin menyiksa mereka berdua.
“Astaga ini kenapa, sih!” Mayang mulai panik, karena area dalam nya sudah kemerahan sebab garukan nya mulai menguat.
“Kamu gak salah bawa baju kan, May! nanti baju-baju kotor lagi yang kamu bawa!” Ibra protes menyuarakan pendapat sekaligus kekesalan nya pada istri kedua nya ini. Pikiran nya sudah aneh-aneh tentang Mayang yang membawa penyakit dan menularkan nya.
”Jaga bicara mu mas! Ini pakaian masih bersih, sebelum kita berangkat ke sini, aku sudah lebih dulu meloundry kan nya!”
“Lalu ini apa?”
“Aku gak tahu!”
Akhir nya mereka kembali ke kamar mandi, kejadian itu berulang terus sampai beberapa kali. Hingga mereka berdua tak tahan, lalu memutuskan pergi ke rumah sakit untuk memeriksa kan diri.
“Mam*us kan? Itu masih sebagian kecil dari Peringatan ku.. belum Kanaya yang turun tangan langsung! bisa jadi perkedel kalian berdua.. Liat aja!” Laura tersenyum Smirk. Menampakkan senyum jahat nya di balik wajah nya yang cantik.
*
Beberapa Minggu kemudian, akhir nya Kanaya mulai pulih.. perkembangan anak nya juga bisa di bilang sangat bagus karena Laura sendiri yang mengambil alih untuk menangani anak Kanaya. Semangat hidup nya sangat kuat, sama seperti ibu nya yang saat ini sudah di penuhi dengan amarah.
Kanaya Pulang kerumah Ryu dan Laura, sementara anak nya masih di rumah sakit menunggu pemulihan nya. Kanaya belum memberi nya nama, sebab saat ini menurut nya.. Ia harus merahasiakan dulu keberadaan anak nya dari sekumpulan orang-orang, termasuk Ibra..
“Kau sudah siap Kanaya..” tanya Ryu.
“Siap, Om!”
Kanaya mulai belajar ilmu bela diri, dari mulai yang ringan karena diri nya baru selesai operasi, dan beberapa bulan kemudian barulah dia mempelajari ilmu bela diri yang mulai berat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 22 Episodes
Comments
Sanayaa Irany
padahal bab 10 sudah meluncur dari tadi malam, tapi kenapa belum ada ya?
2024-09-12
0
Nar Sih
rasain blsan sedikit dari laura buat kamu ibra danmayang emg enak di kerjain dan itu bru awal 🤣🤣
2024-09-10
0
Yuliana Tunru
indah bgt tuh obat rasain kan sama2 gatalll
2024-09-10
0