Siapa Sheena

“Baik Bos!” Albert mengeluarkan kedua jempol tangan nya pada Ryu. Ibra masih merintih kesakitan, lidah nya keluh untuk sekedar protes dengan keadaan. Apa lagi yang bisa ia lakukan.

“Ku kira kau akan sungguhan menyuntikan virus itu.” kata Kanaya, memang ia Iba melihat keadaan papa nya Kei seperti itu. Tapi mau bagaimana lagi, hukum tabur tuai itu kan nyata. Apa yang kita tanam itu juga yang akan kita petik nanti nya. Jika bukan di hukum manusia, mama Tuhan yang akan menghukum nya nanti.

“Mau bagaimana pun, dia papa nya Kei, Nay! Aku tak ingin suatu hari nanti, Kei akan membenci ku karena itu.”

“Kau memikirkan nya sampai sejauh itu? Bagaimana jika dia tahu kalau papa nya kau kirim ke Afrika sana?”

“Aku akan menjelaskan kondisi yang sesungguhnya jika Kei mempertanyakan nya suatu hari nanti. Ayo kita pulang!” ajak Ryu, Albert sudah membawa Ibra dan Mayang masuk ke dalam mobil. Karena saat Kanaya melihat kebelakang, mereka berdua sudah tidak ada.

“Tapi aku ingat sesuatu, tadi mereka tidak hanya berdua saja.. Ada orang lain yang mendukung mereka untuk menculik ku!”

“Jacky?” Ryu menebak nya tepat sasaran.

“Kau sudah tahu?”

“Tentu aku tahu, Jack dan Jacky itu kakak beradik Kanaya! Jacky sudah memusuhiku sejak lama, apalagi saat Jack bergabung dengan ku, dan memilih menjadi anak buah ku. Dia lebih gila lagi membenci ku.” kata Ryu lagi.

“Kau tidak marah?”

“Marah itu fitrah nya manusia, tentu aku marah.. Apalagi dulu mereka berdua orang kepercayaan ku, karena suatu hal, Jacky menjauhi ku. Dulu, dia juga sering mengganggu mama nya Laura. Tapi aku tidak terlalu menggubris semua itu, kalau sekarang, jika dia berani menyentuh mu, maka aku tidak akan bisa sabar lagi. Dia sungguh-sungguh mengajak ku berduel kalau begitu.” kata nya dengan sorot mata yang tajam, saat menghadapi Ibra tadi, tatapan Ryu tidak semengerikan seperti saat ini. Kenapa dia marah di saat ada orang yang ingin menyakiti Kanaya? Ryu langsung menarik tangan Kanaya agar istri nya itu segera masuk ke dalam mobil. Laura sudah pergi duluan karena dia juga membawa mobil sendiri. Jadi kini mereka hanya berdua saja di dalam mobil, tanpa supir ataupun Albert.

Begitu tiba di dalam mobil, Kanaya memandang Ryu dengan sejuta pertanyaan, pertama soal bagaimana masalah antara diri nya dan Jacky bermula, kedua tentang Laura dan Mayang yang ternyata saudara seAyah.

“Jangan memandang ku seperti itu, Nay! Nanti kau jatuh cinta.” ucap Ryu tanpa melihat kearah Kanaya sama sekali, ia langsung me stater mobil nya dan mulai mengemudi kan nya. Jack dan anak buah nya yang lain ikut Albert membereskan Ibra dan Mayang. Jadi dia mengendarai mobil nya sendiri.

“Memang nya kenapa jika aku jatuh cinta dengan suami ku sendiri!”

Deg!

Mendadak jantung Ryu seperti berhenti, niat awal hanya ingin menggoda Kanaya, malah diri nya yang kena goda balik. Perasaan itu semakin lama semakin menjadi saja. Ingin rasanya Ryu memaki hati nya sendiri yang gampang luluh jika Kanaya sudah begini. 'Sial! Aku yang ingin menggoda nya, malah sekarang aku yang mati kutu!' umpat nya.

“Kau ini bicara apa?”

“Apa tidak boleh jika aku mencintai suami sendiri?”

“Boleh lah, tentu boleh.. tapi..”

“Kalau begitu, kenapa kamu malu, sayang!” Kanaya mendekat kan wajah nya ke samping tubuh Ryu yang sedang mengemudi. Tangan nya mulai bergeliya dengan liar di atas paha Ryu dan leher nya. Entah apa yang membuat Kanaya jadi seagresif itu pada nya. Kanaya mencium lembut pipi Ryu dari samping, membuat laki-laki itu langsung meremang.

“Nay! Ini di mo_” suara Ryu terhenti saat ia menyadari kalau semua hanya halusinasi nya saja. Sikap Kanaya yang barusan hanya mimpi belaka bagi nya dan bukan kenyataan.

“Kenapa? Kamu ingin Bicara apa?” sentak Kanaya karena merasa kaget dengan ucapan Ryu yang agak spontan menurut nya.

“Apa?? Memang nya aku ingin bicara apa?” elak Ryu, berharap Kanaya akan lupa dengan ucapan nya barusan dan mengganti topik pembicaraan. Ia masih merasa malu dengan diri nya sendiri yang membayang kan Kanaya berbuat seerotis itu.

'Ayolah Ryu, selama hampir 40 tahun kau tahan bermain solo.. kenapa sekarang kau justru membayangkan hal-hal yang aneh?'

“Oke.. Boleh aku bertanya?”

“Tentang?”

“Ada dua hal.. pertama? apa masalah yang membuat dirimu dan Jacky jadi berbeda tujuan, maksud ku.. Kalian tidak sejalan lagi itu karena apa? Dan yang kedua.. soal Mayang dan Laura yang kakak beradik, apa kau tahu dengan semua itu?”

Ryu menatap lurus kedepan, tadi ia sempat melihat ke arah Kanaya, namun sejurus kemudian pandangan nya berubah menjadi fokus ke jalanan.

”Kau sungguh ingin tahu masalah nya apa?” mendadak Ryu jadi bertanya balik, kisah silam yang tak semestinya terungkap, kini seperti nya harus ia buka di hadapan Kanaya. Bisa kah Kanaya menerima nya?

“Iya! Itu pun jika kau tidak keberatan.. Kita ini suami istri, rasanya janggal sekali kalau aku tidak tahu apapun tentang masalah mu, kan?”

Ryu bungkam, bukan ia tak ingin menjawab, tapi ia sedang menyiapkan kalimat yang bisa saja menyinggung perasaan Kanaya, atau diri nya sendiri.

“Kenapa diam? Kau tidak ingin menjawab nya?”

“Jacky mengambil wanita yang aku cintai!”

“Maksud nya, dia membunuh kekasih mu dulu?”

“Bukan membunuh, tapi Jacky juga mencintai wanita itu, Sheena nama nya! Wanita yang saat itu hampir membuat aku gila!”

“Sheena? Nama nya cantik sekali, pasti orang nya juga cantik kan?”

“Dia sangat cantik!” jawab Ryu mantap, entah kenapa saat mendengar Ryu menyebut nama wanita lain, hati nya bergetar.. Seolah tak rela jika saat ini, laki-laki yang bergelar menjadi suami nya itu kembali menyebut nama wanita lain.

Terlebih saat Ryu mengucap nya dengan penuh cinta, Kanaya bisa merasakan kalau ada Rindu di mata Ryu saat ini.

“Jadi Sheena di bunuh oleh Jack, atau?”

“Dia tidak di bunuh atau semacam nya, Nay! Sheena menikah dengan Jacky!! Saat ini anak mereka bahkan sudah memasuki usia awal semester di tempat kuliah nya.”

“Jadi Sheena masih hidup? Aku kira dia sudah...”

Ryu menyimpulkan senyum nya, “Dia tidak mati semudah itu, Aku juga membekali nya dengan ilmu bela diri.. Tapi sayang sekali..justru mendapat kan jodoh Jacky yang seperti itu..”

“Kalian pernah bertemu?”

“Maksud mu aku dan Sheena?”

“Iya!”

“Pernah.. tapi bukan pertemuan yang gimana -mana, karena saat itu, Jack sedang terluka parah karna inciden, sebab itu aku datang melihat nya.. Dan di situ juga lah aku bertemu dengan Sheena!”

Terpopuler

Comments

Nar Sih

Nar Sih

hukuman yg pantas buat mu irfan dan mayang ,

2024-09-26

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!