Kalian tidak lupa kan?

“Kau.. Masih mengenaliku?” Kanaya melepas kaca mata yang tadi ia kenakan, pandangan nya langsung menatap Mayang dengan tatapan yang sulit di artikan. Ryu langsung melepaskan dekapan tangan nya, karena sekarang saat nya Kanaya beraksi, memulai pertarungan nya.

Mayang menelan Saliva nya dengan susah payah, mendadak, tenggorokan nya serasa di cekik oleh kenyataan tentang Kanaya yang masih berdiri tegak di hadapan nya.

'Bagaimana bisa wanita ini bisa selamat! Padahal waktu itu, tangan ku sendiri yang melempar nya ke bawah sana.' bisik Mayang dalam hati. Ia melirik ke belakang, berharap Ibra akan segera datang untuk menyelamatkan nya dari Kanaya.

“Kamu sungguh Kanaya?” Mayang bertanya ulang untuk memastikan , meskipun ia tahu seribu pertanyaan pun jawaban nya akan selalu sama, Wanita di hadapan nya ini adalah Kanaya Adiputra, pemilik sah dari perusahaan Royale.

“Apa kau punya masalah dengan mata mu?” Kanaya melempar pertanyaan lain pada Mayang.

“Mata ku masih sehat,”

“Kalau begitu kenapa kau bertanya terus aku Kanaya atau bukan?”

“Tapi.. bukan nya...”

“Kau sudah membuang ku ke dalam sungai, begitu kan?” Kanaya melangkah maju, dan kini jarak antara diri nya dan Mayang hanya tinggal 30 centi saja. Sedang Mayang melihat nya dari bawah sampai atas. Penampilan Kanaya saat ini jauh sekali beda nya. Dulu.. Kanaya paling tidak suka berpenampilan modis dan lumayan terbuka.. Tapi saat ini.. Belahan dress yang di pakai nya melewati paha nya.

‘Sialan, dia benar-benar cantik sekarang! Kau dimana , mas!’ Mayang mengumpati Ibra yang sejak tadi tak kunjung datang kesana, untuk menyelamatkan dia dari kondisi sial ini.

“Huuu Kanaya!! ternyata kau masih hidup!! Syukurlah... Mas Ibra pasti senang kalau kau masih hidup!” tiba-tiba Mayang langsung menubruk Kanaya dan menangis senggugukan di sana. Para karyawan langsung ikut terharu menyaksikan semua itu, Mayang selaku istri kedua ternyata begitu sangat perhatian pada Kanaya. Tidak seperti istri kedua kebanyakan.

Ibra yang sudah diberi tahu Karyawan nya ,kalau saat ini Tuan Ryu sudah tiba pun segera menghampiri Ryu. Undangannya pada Ryu ternyata di setujui.. Ibra merasa bersyukur Ryu akan ikut berinvestasi di dalam perusahaan nya yang baru. Dengan begitu Royale yang didirikan papa nya Kanaya, perlahan akan pailit dan seluruh aset nya akan jatuh ke dalam perusahaan nya. Begitu lah gambaran rencana nya kira-kira.

“Selamat datang Tuan Ryu!” Ibra memberi nya sapaan hangat menyapa Ryu yang sedang asyik menyaksikan drama yang di suguhkan Mayang.

Mendengar suara suami nya, Mayang langsung merangkul Kanaya dan ingin di bawa pergi dari sana, namun.. Ryu yang paham situasi nya langsung menghentikan niat Mayang.

“Maaf nyonya Ibra.. Kau ingin membawa istri ku kemana?” sentak Ryu dengan suara berat nya.

“Istri?” Mayang dan Ibra berucap bersamaan, Sontak saja pelukan Mayang terhadap Kanaya terlepas. Dan saat itulah Ibra tahu kalau istri yang di maksud Ryu adalah Kanaya, istri pertama nya.

“Ka-na-ya!” Ibra tergagap, bagaimana bisa wanita yang sudah ia buang ke sungai deras bisa berdiri sehat di hadapan nya? Ibra mencubit lengan nya sendiri, ia masih sadar dan bukan halusinasi.

Kanaya berbalik badan untuk menatap Ibra. Wajah tampan yang dulu ia puja kini menjadi sangat menjijikkan bagi nya. Terlebih saat dia ingat waktu mereka membuang nya dengan tanpa perasaan ke dalam sungai. Jika hari itu, Ibra tidak memikirkan bagaimana keadaan nya.. Tidak kah dia merasa kasihan pada bayi yang sedang di kandung Kanaya??

Rasa emosi Kanaya tiba-tiba naik, saat membayang nya tubuh mungil anak nya yang kini sedang terbaring di rumah sakit menunggu kepulihan nya. Anak yang masih sangat kecil dan belum bisa melakukan apapun. Anak yang di dalam tubuh nya mengalir darah nya juga..Bagaimana bisa manusia seperti nya tidak memiliki rasa iba sedikit pun!

‘Biadab!! Kau manusia biadab, Ibra Wicaksana!! Ku pastikan kau akan menderita seumur hidup mu! Kau mengajariku ketidakmanusiawian kan? Maka kau akan menerima bagaimana rasa nya di tidak manusia kan!’ Kanaya memandang Ibra dengan mata kemerahan menahan tangis dan marah sekaligus. Tangan nya mengepal sempurna dan dada nya serasa terbakar. Namun Ryu segera menggenggam tangan mungil yang menahan getar emosi itu.

“Kau masih hidup, Sayang!” Ibra hendak memeluk Kanaya, ia bahkan lupa kalau tadi Ryu mengatakan istri pada Kanaya. Ia harus bersikap semanis mungkin di hadapan para Karyawan, agar citra nya sebagai suami idaman tidak tercoreng.

Begitu Ibra mendekat, Ryu langsung menghalangi nya dengan berdiri di hadapan Kanaya.

“Kau mengatakan apa, Tuan Ibra?? Sayang.. Kau memanggil istri ku, dengan sebutan sayang?” Ryu sengaja menekankan kata istri, agar Ibra sadar siapa Kanaya saat ini.

“Istri?? Apa-apaan ini, Nay! Berbulan-bulan aku menanti mu, tapi kau menikah dengan Tuan Ryu? Bagaimana bisa kau menikah lagi sementara kau masih sah menjadi istriku??”

“Kita sudah bercerai 4 bulan yang lalu Mas Ibra! jangan playing victim, Apa kau lupa kalau kau dan istri keduamu ini sudah membuangku ke dalam sungai saat aku masih mengandung anakmu?? kau tidak lupa dengan kejadian itu kan??” Bisik Kanaya pelan, namun menusuk ke dalam telinga Ibra.

Ia masih mencerna setiap kalimat yang Kanaya lontarkan, dia bilang kalau mereka sudah bercerai secara sah empat bulan yang lalu?? Bagaimana bisa? Ibra tidak pernah merasa menyetujui perceraian apapun.

“Kau masih tidak percaya kalau kita sudah bercerai?” Kanaya mengeluarkan bukti surat perceraian nya.. Tanda kalau diri nya memang sudah bercerai secara sah di pengadilan.

“Tapi aku tidak pernah menandatangani persetujuan itu! Nay.. Apa menghilang nya kau di sungai waktu itu, sengaja kau lakukan, agar kau bisa menikah dengan pria tua ini? Kau mempermainkan aku, Nay?? Kau ingin balas dendam karena aku menikahi Mayang??” racau Ibra tak karuan, kabar pernikahan Kanaya dan Ryu membuat ide baru untuk nya berontak. Apalagi memang dia tidak pernah merasa menandatangani surat apapun yang menyangkut perceraian nya. Keadaan ini akan menguntungkan bagi nya.

“Aku memang menikahi Kanaya, dan itu terjadi baru pagi tadi.. Soal menghilang nya Kanaya di sungai.. Kenapa kau tidak mempertanyakan nya pada mu sendiri dan istri kedua mu itu?”

“Apa maksud nya?? Kau menuduh ku menenggelamkan Kanaya di atas sungai sana? Jangan ngaco!”

“Iya.. jangan asal menuduh, Tuan! Nanti jatuh nya fitnah!” sahut Mayang yang mendukung suami nya.

“Baiklah, silahkan kalian berdebat soal itu! inti nya saat ini aku dan Kanaya sudah menikah! Hak mu atas nya sudah habis!”

Terpopuler

Comments

Yuliana Tunru

Yuliana Tunru

mah busa ngeles kyk bajai benar2 biadab tunggu z pembosan kanaya

2024-09-16

0

Nar Sih

Nar Sih

sipp kanaya,lanjut kan misi bls dendam mu👍

2024-09-16

0

Ira Sulastri

Ira Sulastri

Cakep Kanaya, hayuuuuuk hempaskan pasangan selingkuh itu dr perusahaan dan ambil alih perusahaan yg baru saja mereka dirikan

2024-09-16

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!