Kanaya menjeda ucapan nya. “Tujuan mu untuk menguasai harta mendiang orang tua ku belum berhasil, makanya kau membangun perusahaan baru kan? Licik sekali.” imbuh nya lagi.
Ibra terdiam, ia memang lupa, kalau saat kejadian, Kanaya sedang hamil besar. Dimana anak nya sekarang ini. Mungkin sudah meninggal.. mana mungkin anak itu selamat saat ibu nya jatuh dari ketinggian seperti itu. Pikir Ibra salam hati.
“Di mana kuburan anak ku? Jangan terus berpikiran buruk terhadap ku, Nay! Semua yang terjadi hanya salah paham. Kau sendiri yang membuat cerita bohong itu agar kau bisa menikah dengan Tuan Ryu kan.. Kau sudah lama menyukai nya? Kenapa kau tega menuduh ku seperti itu?” alih nya membuat tuduhan palsu.
“Kau masih mengelak, di saat semua bukti mengarah pada mu, hah?” Kanaya langsung menyerang Ibra dengan cepat, ia mencekik Ibra sampai laki-laki itu merah padam menahan nafas yang di putus paksa Kanaya.
“Le-pas, Nay!” ucap nya dengan terbata-bata. Mengharap Kanaya iba dan melepaskan dia.
”Kau bisa membunuh nya, Kanaya!” Mayang berteriak dengan histeris di saat Ibra hampir saja kehilangan nyawa nya. Cekikkan Kanaya benar-benar brutal dan kuat, luapan dari emosi nya yang selama 6 bulan ini ia tahan sekuat hati.
Namun bukan nya berhenti, Kanaya justru semakin menjadi-jadi. Ia mencekik Ibra tanpa ampun sedikitpun. Semakin lama cekikkan itu semakin kuat saja, Hingga akhir nya.. Laki-laki itu menyerah dan lemas, lalu.. Ia menutup mata nya. Saat itulah baru Kanaya melepaskan cekikkan nya. Semua orang yang ada di sana merekam kejadian itu, lalu saling membagikan nya di media sosial.
Dalam sekejap seluruh tempat kejadian menjadi ramai polisi, dan...
“Dia sudah membunuh suami ku! Dia pembunuh!!” kata-kata Mayang menggema di telinga nya.
“Nay!” Ryu menyentuh pundak Kanaya, dan Kanaya tersentak. Ia melihat kedepan, Ibra masih hidup. Kejadian barusan ternyata halusinasi nya saja. Tidak sungguhan terjadi. Jika benar.. mungkin saat ini ia sudah di tangkap polisi, dan Ibra sudah mati.
Tapi bagaimana dengan Keinginan yang masih bayi.. Akan kah ia hidup tanpa diri nya?
Ryu mendekati istri nya, ia tahu kalau saat ini Kanaya sedang memikirkan sesuatu.
“Apapun yang sedang kamu pikirkan, tahan lah emosi mu sedikit, Nay! Jika kau tidak mendengar kan aku, maka ingatlah wajah Kei.. Dia masih butuh kamu, jangan jadi orang jahat untuk membalas orang jahat.. Aku tak ingin kau sampai seperti itu!” bisik Ryu tepat di telinga Kanaya. Wanita itu menoleh dan menatap Ryu lama.
“Aku terbawa suasana, maafkan aku!”
“Dimana kuburan anak ku, Nay!” Ibra kembali mengulangi pertanyaan nya, ternyata sampai di sana perdebatan mereka tadi. Kanaya sudah menghayal sejauh mungkin.
“Jangan sok peduli pada nya.”
“Aku papa nya, jadi dia tanggung jawab ku! Di mana kuburan nya?”
“Cari tahu sendiri di mana dia!” setelah mengucapkan itu, Kanaya balik badan untuk pergi dari sana, bisa gila jika lama-lama ia berada di dekat Ibra.
Saat ingin melangkah kan kaki nya untuk pergi dari sana, Ia akan mengatakan sesuatu dulu pada mantan suami nya itu.
“Satu lagi.. Mulai sekarang, aku mengeluarkan mu dari Royale!” ucap Kanaya dengan tegas, “Dan untuk kalian yang masih ingin bertahan dengan Ibra, maka silahkan saja! Tapi aku juga akan memecat kalian dari Royale, segala bentuk kerja sama kita di sana, aku akhiri sampai disini! Dan kalian berdua.. ” Kanaya menunjuk Ibra dan Mayang.
“Jika selama ini terbukti keuangan mengalir ke rekening pribadi, maka aku akan menuntut kamu, Ibra Wicaksana!” Sambung Kanaya. Setelah itu.. Dia benar-benar melangkah pergi keluar dari sana, bersama dengan suami nya Ryu.
Keadaan senyap untuk beberapa detik, ancaman Kanaya terngiang-ngiang di kepala Ibra. Jika ancaman nya benar, maka... Dia akan jatuh miskin.
Mayang juga berpikir keras, jika sampai Kanaya sungguh-sungguh menuntut Ibra, maka sumber keuangan nya sudah habis. Masa depan nya akan suram seperti sebelum nya.
“Bagaimana ini, mas? Kau menerima ancaman nya.. Jika dia menceraikan mu secara sepihak, maka kamu bisa menuntut harta Gono gini kan?”
Ibra masih belum menjawab, ia bingung harus bagaimana. Mendadak otak nya buntu untuk di ajak berpikir.
Belum usai pemikiran Ibra, para karyawan mulai mendekati nya.
“Pak Ibra, maaf.. seperti nya perusahaan ini masih belum berdiri sendiri, bagaimana dengan masa depan kami, pak? Jika terus begini, lebih baik kami kembali saja ke perusahaan Bu Kanaya.” ucap salah satu karyawan Ibra.
“Iya benar pak, kami pikir setelah pindah ke sini, maka hidup kami akan sejahtera, tapi sepertinya kami salah, karena perusahaan ini juga masih sengketa. Lebih baik kami kembali ke perusahaan Royale saja.”
“Kami juga pak!”
“Kami juga pak!”
Satu persatu karyawan mulai meninggalkan Royale Two. Hingga tersisa beberapa investor yang masih tertarik dengan Royal two, dan salah satu nya adalah musuh besar Ryu.
“Lihat mas! semua karyawan kita, sudah pergi! Apa yang harus kita lakukan sekarang,”
“Diam lah, May!”
“Kamu bentak aku? Lihat mas.. Buka mata mu, semua orang pergi meninggalkan kita, bagaimana cara nya kita bisa selamat dari Kanaya sekarang?”
“Aku sedang berpikir, jadi tolong diam lah!” Ibra melihat kedepan, rupanya masih ada dua orang yang berdiri di sana menyaksikan ke hancuran diri nya. Betapa malu nya Ibra, karena dua investor itu, termasuk yang paling besar menginvestasikan harta mereka pada perusahaan nya.
“Kalian masih disini?”
“Jika kau ingin menghancurkan Ryu, maka kami akan tetap berada di samping mu, memberikan dukungan penuh untuk berdiri nya perusahaan ini.. Soal karyawan, gampang pak Ibra! Di luar sana, masih banyak ribuan orang yang ingin mendaftar.. Tuntut saja harta Gono gini pada Bu Kanaya, aku jamin dia akan memberikan separuh kekayaan nya untuk anda.” ucap Jacky.
“Menghancurkan Ryu? Tapi bagaimana cara nya? Dia bukan orang sembarangan untuk kita kan?”
“Ku lihat, dia begitu mengagumi mantan istri mu.. tatapan dan perlakuan nya sangat berbeda dari istri nya terdahulu. Jadi, kalau kau ingin menghancurkan Ryu, hancur kan wanita nya!”
“Terima saja, mas! Tinggal pak Jacky satu-satunya orang yang masih mendukung kita!” Mayang mendukung nya.
“Apa akan berhasil? Bagaimana kalau dia hanya membantu Kanaya saja untuk lepas dari ku, dan bukan mencintai nya.”
“Kita tidak akan tahu hasil nya sebelum mengerjakan nya lebih dulu!”
“Baik lah, jika menurut anda cara seperti itu cocok untuk saya lakukan, maka akan saya coba nanti nya.”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 22 Episodes
Comments
Nar Sih
lanjutt kakk👍
2024-09-19
1