Fakta nya?

“Mana bisa seperti itu! Mana bisa kau menikahi wanita yang masih menjadi istri ku! Kanaya.. ini semua gak benar kan? Katakan padaku, kalau Tuan Ryu memanfaatkan kamu, katakan sayang!” Ibra mencoba meraih tangan Kanaya, namun wanita itu segera menepis nya. Ia bahkan merasa jijik dengan sikap Ibra yang seolah tidak merasa bersalah sama sekali.

Melihat sikap Ibra yang demikian, Ryu langsung maju. “Jangan pernah mencoba menyentuh istri ku, Ibra Wicaksana! Jika kau tidak percaya kalau kalian sudah berpisah secara resmi, akan ku perlihatkan bukti nya.” Ryu mengambil ponsel dan mengotak Atik nya sebentar, setelah itu ia kembalikan pada saku nya. Tepat setelah itu, Jack datang membawa sebuah map.

Jack langsung membuka nya, dan memperlihatkan isi nya pada Ibra.Di sana terdapat surat perceraian yang sah. Ibra membaca nya dengan teliti. Meskipun Ibra tahu kalau Ryu tidak mungkin bermain-main tentang semua itu. Tapi... Bagaimana bisa dia menyetujui perceraian sementara dia tidak merasa menandatangani nya?

Dan juga.. Kanaya sekarang bertambah cantik, lebih terlihat berwibawa dibanding dulu. Rasanya ia tak rela kalau harus melepas Kanaya bersama laki-laki lain, terlebih bersama Ryu. Papa tiri nya Laura. Untuk sesaat ia melupakan kejahatan nya telah membuang Kanaya ke dalam sungai.. bahkan Ibra lupa kalau saat itu, Kanaya sedang dalam keadaan hamil.

“Kau sudah percaya? Jika kau tidak percaya juga.. Datang lah kepengadilan, yang mengadili perceraian kita berdua! Sudah cukup drama mu, Mas! Jangan bersikap seolah kau sangat takut kehilangan ku, padahal asli nya kau sangat menginginkan kematian ku.” Kanaya menatap Ibra dengan sorot mata mengejek , membuat Mayang bertambah kesal. Sedang Ibra sendiri sedikit tersentak.

“Mana mungkin aku membunuh istri ku sendiri! Ini hanya salah paham, Kanaya! ayolah.. Jangan marah padaku hanya karena aku menikahi Mayang waktu itu. Kita bisa hidup rukun dan damai kan.. Aku sudah membangun perusahaan baru untuk masa depan kita!” Ibra masih mencoba merayu Kanaya, mendengar Kanaya berucap tentang kematian nya, membuat Ibra sedikit sadar dengan perlakuan nya waktu itu. Jika sampai Kanaya melaporkan diri nya ke polisi, bisa hancur semua nya.

Lagi pula.. Dia belum menuntaskan pembangunan perusahaan nya yang baru. Uang yang mengalir dari sana, tentu nya berasal dari Royale. Jika sampai Kanaya mencabut fasilitas nya. Bisa jatuh miskin diri nya. Jadi Ibra mencoba berbagai cara agar Kanaya tak sampai melakukan semua itu, ia yakin.. Kanaya masih mencintai nya..

“Masa depan mu bersama Mayang, kan?” ejek Kanaya.. Namun Ryu segera menarik nya.

“Jack, kau bisa pergi.” titah Ryu, lalu pria matang itu menarik pinggang istri nya agar lebih dekat pada nya.

“Sayang, jangan habiskan tenaga mu untuk mendebat mereka.. seperti nya, aku tidak tertarik untuk berinvestasi disini, kita kembali saja ya?” bujuk Ryu sembari membenarkan anak rambut Kanaya.. Wanita itu hanya pasrah saja di perlakukan seperti itu oleh Ryu. Perasaan aneh langsung menjalari tubuh nya. Bahkan ia lupa kalau di sana ada Ibra dan Mayang. Juga para karyawan yang lain.

Ibra kesal bukan main, melihat kemesraan Ryu dan Kanaya. Tangan nya mengepal kuat ingin sekali menghajar Ryu. Tapi ia coba untuk menahan nya. Seperti nya cara nya untuk menarik Kanaya kembali tidak bisa ia lakukan seperti itu. Jika dia menuduh Kanaya selingkuh mungkin masih bisa menyelamatkan karir perusahaan nya.

“Lihat lah.. Apa pantas, seseorang yang masih bergelar istri ku yang sah, bermesraan dengan laki-laki lain?” Ibra mulai memprovokasi orang-orang yang berada di sana. Ia berharap dengan itu, bisa membuat Ryu dan Kanaya berasa malu.

“Tapi kalian sudah bercerai, Tuan Ryu juga sudah memberi bukti nya kan?” sahut salah satu mitra kerja nya.

“Apa bisa perceraian di lakukan sebelah pihak saja, aku tidak tahu sama sekali?” sahut Ibra lagi mencoba tetap membela diri nya.

“Benar! Kanaya dan mas Ibra masih suami istri.. Tapi, berani nya Tuan Ryu mengambil nya dari mas Ibra, juga Kanaya sendiri, bagaimana bisa dia menyerahkan diri nya dengan laki-laki lain sementara dia masih bersuami!”

“Jaga ucapan mu, Mayang! Kau pikir aku mau menikahi Tuan Ryu di saat aku masih menjadi istri suami mu? Kau pikir aku seperti mu, yang mau dinikahi laki-laki yang sudah beristri? Jangan mencoba untuk mendebat ku, kau akan melihat versi ku yang lain sekarang ini.” Kanaya mengacung kan telunjuk nya tepat di depan wajah Mayang. Dan sorot mata nya langsung berpindah pada Ibra.

“Dan untuk mu, Ibra Wicaksana! Kau pikir kau siapa berani sekali menghina harga diri ku. Kau dan istri kedua mu ini, sudah mencoba membunuh ku dengan menenggelamkan aku di sungai! Kau lupa dengan semua itu, hah!” teriak Kanaya dengan nada yang bergetar, padahal ia tak ingin langsung mengatakan nya seperti itu, tapi sakit hati nya sudah menumpuk terlalu banyak. Siapa yang tahan jika di pojokan seperti ini.

“Apa bukti nya kalau kami yang membunuh mu?” tantang Mayang.

“Jack!” Ryu memerintah kan Jack untuk memutarkan satu rekaman cctv , tapi bukan di monitor dan layar besar.. melainkan pada ponsel pribadi masingmasing dari semua orang yang berada di sana. Entah bagaimana, mendadak mereka mendapatkan pesan berisikan satu video berdurasi 10 menit. Video itu berisi penyiksaan yang di lakukan oleh Ibra dan juga Mayang, sesaat sebelum mereka membuang Kanaya ke sungai.

Dan terakhir.. Percakapan antara Ibra dan Mayang di dalam mobil, setelah mereka sudah berhasil membuang Kanaya. Entah bagaimana cara nya Albert mendapatkan rekaman itu, dan Ryu sangat berterimakasih pada nya.

Wajah Ibra dan dan Mayang menjadi pucat. Mendadak semua orang langsung menatap nya dengan geram, namun sebagian ada juga yang masih tidak percaya. Mereka masih berasumsi kalau Ryu berbohong soal ini.

“Semua itu bohong! Kalian jangan percaya dengan yang diucapkan Tuan Ryu ini. Zaman sekarang sudah maju, apapun bisa mereka lakukan menggunakan bantuan AI, bisa saja semua itu editan kan?” Ibra masih mencoba membela diri nya sendiri.

Kanaya tersenyum miring, di saat mereka semua Bahakan sudah menonton kekejaman itu, Ibra masih berdalih kalau dia tidak bersalah?

“Kau takut, mas? kau memang pengecut! Kau lupa kan kalau saat kejadian aku masih hamil anak mu?? Apa kau tidak penasaran sedikit pun dia selamat atau tidak?? Tunggu, bodoh nya aku! Mana mungkin kau peduli , iya kan?? Kalau kau peduli.. Kau tidak akan melempar ku jatuh ke dasar sungai itu, tapi sayang nya aku masih hidup!”

Terpopuler

Comments

Tarminah Tarminah

Tarminah Tarminah

harusnya ngasih bukti dgn bawa polisi kalo seprti itu precuma masih bisa debat ga ngaku sia2 bukti terkumpul

2024-09-19

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!