Bab 5. Berhasil Disekap

"Deg.."

Si Codet kaget saat mendengar Nyi Sumarti berkata 'maling'.

"Hah... Apa gue ketahuan yah. Kok perempuan itu ngatain 'maling'!!?" Gumam Si Codet.

"Hust...hust... sana pergi...!" Bentak Nyi Sumarti lagi. Membuat ketiga kawanan perampok itu semakin gemetar. Apalagi Ki Gendut Ireng, ia sudah menduga pasti Si Codet ketahuan.

"Wah bisa celaka kalau begini mah. Dasar ceroboh...!!" Gerutu Ki Gendut Ireng, matanya memerah menandakan kemarahan pada Si Codet, anak buahnya itu.

"Ngeeeong...!!" tiba-tiba ada suara kucing dengan nyaringnya. Membuat ketiga kawanan perampok itu sedikit lega, ternyata yang memecahkan gelas itu hanya seekor kucing yang sedang mengejar tikus.

"Huhhft... Kirain..Si Codet... untung Gue bisa nahan emosi." Gumam Ki Gendut Ireng ketika melihat Nyi Sumarti menjinjing pundak kepala Kucing dan berjalan ke ruangan depan lalu membuka kunci pintu depan.rumah.

Pintu depan terbuka. Nyi Sumarti lalu melemparkan Kucing keluar.

"Sana pergi...!! Dasar kucing menjijikan. Lama-lama perabotan dapurku bisa habis. Mending kalau hasil dapat mangsa.!" Gerutu Nyi Sumarti yang sangat terdengar jelas oleh Anan yang masih berdiam diri di balik kursi sofa.

"Blugh..cklek.. cklek..."

Suara pintu depan ditutup kembali dan terdengar dikunci lagi.

"Ada apa Mah...malam-malam begini menggerutu sendiri..!!?"

Terdengar oleh Anan dengan sangat jelas suara laki-laki paruh baya dari dalam kamar. Begitu pula Ki Gendut Ireng dan Si Codet, keduanya mendengar suara laki-laki dari dalam kamar.

"Waduh... Rupanya Juragan Basri terbangun. Bagaimana ini..?" Batin Anan.

"Astagaaa... Si Juragan terbangun. Apa yang Gue lakukan sekarang, apa langsung membekapnya apa dibiarkan saja untuk sementara.!!"?

Ki Gendut Ireng berfikir keras.

"Ini, Pah. Kucing tetangga memecahkan gelas lagi.. Bikin kaget saja. Papah terbangun..!?" Nyi Sumarti menjawab tanya suaminya.

"He ehm. !" Hanya itu yang terdengar dari mulut Juragan Basri, menit kemudian suasana kembali hening.

Rupanya, Juragan Basri tertidur kembali. Nyi Sumarti melangkahkan masuk ke kamarnya. Tapi baru saja membuka handle pintu, Nyi Sumarti berbalik lagi. Dan memandang ke arah pintu belakang.

"tap...tap..tap." suara sandal japit Nyi Sumarti terdengar. Ki Gendut Ireng mengira Nyi Sumarti balik lagi ke pintu belakang. Dan perkiraan Gendut ireng benar. Nyi Sumarti baru ingat. Pintu belakangnya belum terkunci.

"Terpaksa harus melakukan cara yang kedua. Walau Si Codet dan si Anan belum tahu. Biar Gue bergerak sendiri dari pada rencana bisa gagal." Gumam Ki Gendut Ireng. Dadanya mulai bergemuruh disiapkannya segala peralatan. Pisau belati yang terselip di pinggangnya kini sudah berada digenggaman tangan kanan nya.

Nyi Sumarti semakin mendekat ke arah pintu belakang dan kini tangannya memegang handle.

"Wah kok kuncinya bisa nggak berfungsi yah.. padahal kemarin juga masih bagus. sepertinya ada bekas menc.... Huft...ep..pepppphft!!"

Nyi Sumarti bicara sendiri dan detik kemudian mulutnya ada yang membekap dari belakang.

"Berteriak, berarti mati, Nyonyaaa...!!" Bentak Ki Gendut Ireng yang sudah mebekap Nyi Sumarti dari belakang. Ujung pisau belatiny ditempelkan pada leher perempuan paruh baya itu. Bahkan sudah melukainya sedikit, hingga Nyi Sumarti meringis kesakitan.

Nyi Sumarti tidak bisa bicara apa-apa. Hanya deru nafasnya yang tak beraturan. Apalagi dengan tiba-tiba ada tangan kekar yang membekapnya dan pisau belati yang berkilau tersinar lampu dari ruang makan.

Secepat kilat, Ki Gendut Ireng mengeluarkan lakban dan langsung membekap mulut Nyi Sumarti dengan lakban. Kedua tangannya ditarik kebelakang. Lengkap lah sudah rasa sakit juga rasa takut yang hampir jantungan.

Melihat kejadian seperti itu, tanpa nunggu perintah, Si Codet langsung keluar dari tempat persembunyiannya dan menghampiri Ki Gendut Ireng dan Nyi Sumarti.

Segera Ki Gendut Ireng ngasih aba-aba. Agar mengikat kedua tangan Nyi Sumarti.

Si Codet faham, langsung mengeluarkan tali tambang dan langsung mengikat kedua tangan Nyi Sumarti.

Nyi Sumarti hanya bisa meronta. Namun tak bersuara. Mulutnya yang ditutupi lakban hitam, dan juga kedua tangan yang diikat dengan kencangnya membuat ia rasa percuma saja. Apalagi ia mendengar dengkuran suaminya yang kembali terlelap. Nyi Sumarti hanya bisa pasrah. Hatinya menjerit. Batinnya terasa teriris. Air mata nya sudah membasahi kedua pipi putihnya.

Ki Gendut Ireng merasa puas dengan kerjaanya. Ia lalu menyeret tubuh Nyi Sumarti yang sudah melemah lemas akibat syok ke arah pojok ruangan makan.

Menit kemudian, Ki Gendut Ireng bergegas kedepan. Ke ruangan tamu, yang mana Anan bersembunyi. Ki Gendut Ireng menoleh ke arah pojok, ekor matanya melihat Anan yang masih terpaku.

"Nan... Anan..!!" Bisik Ki Gendut Ireng perlahan namun terdengar jelas.

Anan keluar dari persembunyiannya. Ia melihat Ki Gendut Ireng sedang berdiri di depan pintu kamar Juragan Basri. Anan mendekati Ki Gendut Ireng.

"Ayooo.. Mulai jalankan aksi...!" Bisik Ki Gendut Ireng di telinga Anan. Anan terkesiap. Ketika ekor matanya melihat seorang wanita paruhbaya terikat dengan mulut ditutup di pojok ruang makan.

"Pasti itu Nyi Sumarti, isterinya Juragan Basri. Kasihan sekali. Mudah-mudahan si Gendut keparat itu tidak melukainya." Anan membatin. Ia merasa iba dengan yang dialami Nyi Sumarti.

Menit kemudian.

Pintu kamar Juragan Basri terbuka. Tanpa Anan sadari, ternyata Ki Gendut Ireng sudah membukanya dengan perlahan dan tanpa ada suara.

Kedua tangan Ki Gendut Ireng setengah mendorong tubuh Anan, agar masuk ke kamar Juragan Basri yang tampak masih terlelap.

.

..

Terpopuler

Comments

Fathiya Fitri

Fathiya Fitri

cerita nya makin seru

2024-09-17

0

Aji Wandi

Aji Wandi

lanjut thooor ceritanya ngalur banget. salut deh

2024-08-24

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Komplotan Perampok Dimalam Hari
2 Bab 2. Mulai Menjalankan Aksi
3 Bab 3. Hampir Kepergok Tuanrumah
4 Bab 4. Rencana hampir gagal.
5 Bab 5. Berhasil Disekap
6 Bab 6. Lepas dari Sekapan Bandit
7 Bab 7. Di Pos Ronda
8 Bab 8. Kabur
9 Bab. 9. Suasana Lemburasri Rame dan Gaduh.
10 Bab 10. Pengejaran
11 Bab 11. Anan, Jadi Sasaran Amarah
12 Bab 12. Siaga Satu
13 Bab.13. Pertarungan lawan Warga.
14 Bab. 14. Malah Bertemu Siluman
15 Bab 15. Ki Gendut Ireng dan Si Codet berusaha kabur lagi.
16 Bab 16. Anan Ketangkap
17 Bab 17. Anan diboyong ke Rumah Juragan Basri
18 Bab. 18. Anan Dibawa Kepada Pihak Berwajib.
19 Bab.19. Pindah Markas
20 Bab. 20. Informasi di Kedai Kopi
21 Bab 20. Sobarna, Penjual Nasi Goreng
22 Bab 22. Bertemu Dengan Kawan Lama di Club.
23 Bab. 23. Bergabung
24 Bab. 24. Isi Celengan Sobarna
25 Bab. 25. Nggak Jadi Kirim Uang
26 Bab 26. Penjahat Dijahati
27 Bab 27. Ki Gendut Ireng dan si Codet Terlelap
28 Bab 28. "Mana Dompetku, Mir?"
29 Bab 29. Di Toko Perhiasan ( POV: Gardi ).
30 Bab. 30. Masih POV Gardi
31 Bab 31. Diajak Kerjasama
32 Bab. 32 Sebelas Duabelas.
33 Bab. 33. "Harus bisa Petak Umpet dengan Pihak Yang Berwajib.
34 Bab 34. Sistem Kerjasama dengan Kang Dudung
35 Bab 35. Aksi di Angkot
36 Bab 36. Serasa Makan Buah Simalakama
37 Bab 37. "Masa Preman ngebahas Sholat,!?".
38 Bab. 38. Lanjut Beraksi
39 Bab. 39. Firasat Seorang Isteri.
40 Bab. 40. Mimpi Buruk.
41 Bab. 41. AWAL PETAKA SOBARNA. ( Part. 1 )
42 Bab 42. AWAL PETAKA SOBARNA ( Part 2 ).
43 Bab 43. Malam yang Malang
44 Bab. 44. Bagi-bagi Hasil
45 Bab. 45. Ditolong Teman.
46 Bab. 46. Lapor Polisi, diantar Anan.
47 Bab. 47.
48 Bab. 48. Berniat Pulang Kampung.
49 Bab. 49. Pulang dengan Bimbang.
50 Bab. 50. Larsih, Sosok Isteri Penyabar.
51 Bab. 51. Desa Lemburasri, Desa Terpencil.
52 Bab. 52. Pengamanan Diperketat di Kampung Lemburasri.
53 Bab. 53. Gelagat Orang yang Mencurigakan
54 Bab. 54. Sobarna Dicurigai
55 Bab. 55 Hampir Jadi Korban Salah Tangkap.
56 Bab. 56 Pulang ke Rumah tengah Malam.
57 Bab 57. Bertemu Isteri
58 Bab. 58.
59 Bab. 59. Cari Solusi
60 Bab. 60. Kecopetan.
61 Bab. 61. Rencana Pinjam Uang ke Juragan Basri.
62 Bab. 62. Bertamu ke Rumah Juragan Basri
63 Bab. 63. Pinjaman Bersyarat.
64 Bab. 64. Syarat Di Luar Nalar.
65 Bab. 65. Sebuah Janji Suci Sobarna dan Larsih.
66 Bab. 66. Keraguan pada Sobarna.
67 Bab 67. Kekhawatiran Larsih
68 Bab. 68. Tamu Tak Diundang, Minta Jaminan
69 Bab. 69. Naluri Lintah Darat
70 Bab. 70. Codet Beraksi Lagi disambut dengan Perlawanan Sobarna
71 Bab. 71. Kekuatan Do'a Sang Isteri
72 Bab. 72. Mencoba Kabur, Cari Selamat.
73 Bab. 73. Si Codet Tertangkap.
74 Bab. 74. Bertemu Lagi dengan Anan.
75 Bab. 75. Akhirnya, Sertifikat Rumah Sebagai Jaminan.
76 Bab 76. Lapak Jualan Yang Terancam Gusuran
77 Bab. 77. Larsih Melahirkan
78 Bab. 78. Jatuh Tempo
79 Bab. 79. Sebuah Pertanda dalam Mimpi
80 Bab. 80. Nyi Sumarti Mulai Menagih.
81 Bab. 81. Mencari Solusi Lain.
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Bab 1 Komplotan Perampok Dimalam Hari
2
Bab 2. Mulai Menjalankan Aksi
3
Bab 3. Hampir Kepergok Tuanrumah
4
Bab 4. Rencana hampir gagal.
5
Bab 5. Berhasil Disekap
6
Bab 6. Lepas dari Sekapan Bandit
7
Bab 7. Di Pos Ronda
8
Bab 8. Kabur
9
Bab. 9. Suasana Lemburasri Rame dan Gaduh.
10
Bab 10. Pengejaran
11
Bab 11. Anan, Jadi Sasaran Amarah
12
Bab 12. Siaga Satu
13
Bab.13. Pertarungan lawan Warga.
14
Bab. 14. Malah Bertemu Siluman
15
Bab 15. Ki Gendut Ireng dan Si Codet berusaha kabur lagi.
16
Bab 16. Anan Ketangkap
17
Bab 17. Anan diboyong ke Rumah Juragan Basri
18
Bab. 18. Anan Dibawa Kepada Pihak Berwajib.
19
Bab.19. Pindah Markas
20
Bab. 20. Informasi di Kedai Kopi
21
Bab 20. Sobarna, Penjual Nasi Goreng
22
Bab 22. Bertemu Dengan Kawan Lama di Club.
23
Bab. 23. Bergabung
24
Bab. 24. Isi Celengan Sobarna
25
Bab. 25. Nggak Jadi Kirim Uang
26
Bab 26. Penjahat Dijahati
27
Bab 27. Ki Gendut Ireng dan si Codet Terlelap
28
Bab 28. "Mana Dompetku, Mir?"
29
Bab 29. Di Toko Perhiasan ( POV: Gardi ).
30
Bab. 30. Masih POV Gardi
31
Bab 31. Diajak Kerjasama
32
Bab. 32 Sebelas Duabelas.
33
Bab. 33. "Harus bisa Petak Umpet dengan Pihak Yang Berwajib.
34
Bab 34. Sistem Kerjasama dengan Kang Dudung
35
Bab 35. Aksi di Angkot
36
Bab 36. Serasa Makan Buah Simalakama
37
Bab 37. "Masa Preman ngebahas Sholat,!?".
38
Bab. 38. Lanjut Beraksi
39
Bab. 39. Firasat Seorang Isteri.
40
Bab. 40. Mimpi Buruk.
41
Bab. 41. AWAL PETAKA SOBARNA. ( Part. 1 )
42
Bab 42. AWAL PETAKA SOBARNA ( Part 2 ).
43
Bab 43. Malam yang Malang
44
Bab. 44. Bagi-bagi Hasil
45
Bab. 45. Ditolong Teman.
46
Bab. 46. Lapor Polisi, diantar Anan.
47
Bab. 47.
48
Bab. 48. Berniat Pulang Kampung.
49
Bab. 49. Pulang dengan Bimbang.
50
Bab. 50. Larsih, Sosok Isteri Penyabar.
51
Bab. 51. Desa Lemburasri, Desa Terpencil.
52
Bab. 52. Pengamanan Diperketat di Kampung Lemburasri.
53
Bab. 53. Gelagat Orang yang Mencurigakan
54
Bab. 54. Sobarna Dicurigai
55
Bab. 55 Hampir Jadi Korban Salah Tangkap.
56
Bab. 56 Pulang ke Rumah tengah Malam.
57
Bab 57. Bertemu Isteri
58
Bab. 58.
59
Bab. 59. Cari Solusi
60
Bab. 60. Kecopetan.
61
Bab. 61. Rencana Pinjam Uang ke Juragan Basri.
62
Bab. 62. Bertamu ke Rumah Juragan Basri
63
Bab. 63. Pinjaman Bersyarat.
64
Bab. 64. Syarat Di Luar Nalar.
65
Bab. 65. Sebuah Janji Suci Sobarna dan Larsih.
66
Bab. 66. Keraguan pada Sobarna.
67
Bab 67. Kekhawatiran Larsih
68
Bab. 68. Tamu Tak Diundang, Minta Jaminan
69
Bab. 69. Naluri Lintah Darat
70
Bab. 70. Codet Beraksi Lagi disambut dengan Perlawanan Sobarna
71
Bab. 71. Kekuatan Do'a Sang Isteri
72
Bab. 72. Mencoba Kabur, Cari Selamat.
73
Bab. 73. Si Codet Tertangkap.
74
Bab. 74. Bertemu Lagi dengan Anan.
75
Bab. 75. Akhirnya, Sertifikat Rumah Sebagai Jaminan.
76
Bab 76. Lapak Jualan Yang Terancam Gusuran
77
Bab. 77. Larsih Melahirkan
78
Bab. 78. Jatuh Tempo
79
Bab. 79. Sebuah Pertanda dalam Mimpi
80
Bab. 80. Nyi Sumarti Mulai Menagih.
81
Bab. 81. Mencari Solusi Lain.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!