Beberapa saat kemudian.
Pak RT dan Adun kini memasangkan kedua telinganya masing-masing, memastikan lagi suara orang yang berteriak meminta tolong. Dan ternyata...
"Toloooong.... maliiiing.... Rampooook... Tolooooong..."
Suara itu terdengar lagi.
"Pak RT... Kedengaran nggak, kini suaranya lebih jelas lagi. Ta...tapi siapa yah...?." Tanya Adun ke Pak RT.
"Bangunin orang yang sedang tidur di Pos Ronda, Dun.. disuruh jaga kok malah pada tidur. Nggak sekalian bawa kasur saja sama bantalnya.. !?" Pak RT menyuruh Adun membangunkan ke tiga orang temannya yang masih terlelap di Pos ronda. Raut wajahnya kelihatan murka. Karena ulah yang jadwal ronda malah tidur, dan bukannya berjaga.
"Baik Pak RT... Ini memang dasar orang-orang tak punya malu dan tidak bertanggung jawab...!! disuruh ronda malah dengkur. Untung saja, ada Saya Pak RT..!." Gerutu Adun di depan Pak RT, yang padahal, dianya juga baru bangun. Cuman gara-gara gangguan nyamuk dan suhu dingin yang terasa menusuk-nusuk, membuat Adun terbangun. ( sepertinya si Adun lagi carmuk di depan Presiden eh Pak RT yah, pemirsah..😁).
"Juhro... Mang Kinon, Subad bangun...banguuun oiyyy. Itu ada pak RT ke sini. Bangun. bangun...Molor mulu sih...!!" Adun membangunkan ketiga temannya yang masih tertidur. Tampak Juhro menggeliatkan badannya. Kedua matanya dikerjap-kerjapakan, kemudian melihat ke wajah Adun. Juhro nggak tahu keberadaan Pak RT yang dari tadi sudah ada di pos. Juhro malah menyandarkan badannya ke dinding pos ronda, matanya terpejam lagi.
Sedangkan Subad hanya bersuara "Hmmmm...brrrr... Hhuuuuh dinginnyaaaaa... Ngantuuuk...heeeaaauyyy", langsung menarik sarungnya yang sempet terbuka, dan meringkuk lagi membelakangi yang lainnya.
Sementara itu, Mang Kinon yang tidur di antara Juhro dan Subad, dengan secepat kilat dengan tiba-tiba loncat dari tempat tidurnya dan langsung memasang kuda-kuda, dengan posisi kedua tangan siap menyerang, tapi anehnya kedua mata Mang Kinon terpejam.
"Aaait... Ayo lawan Aku... Aku tidak takut. Apa kamu tidak tahu, Aku adalah Kinon Sisinga mangaraja. Jawara Pakidulan. Terima serangankuuu....Hiaaaat ..!!!. "
Mang Kinon melayangkan tangan kananya, kepal tinjunya siap mendarat sasaran. Dan...
"Bugh..!!."
Terasa, Pos Ronda serasa ada yang menggoyang bersamaan dengan suara tadi.
"Wadaaaaawww... Sakiiit..!!" Mang Kinon tiba-tiba menjerit. Kedua mata nya yang terpejam kini berubah melotot, ke arah tangan kanannya. Mang Kinon meringis menahan sakit di tangannya. Untung tidak berdarah, namun terlihat langsung memar.
Beberapa detik suasana hening. Namun.
"Huahahahahaha!!!" terdengar suara tertawa Adun terbahak.
Ternyata mang Kinon mengigau dalam tidurnya, sepertinya mimpi bertarung. Hingga tiang pos ronda yang jadi sasaran igauan nya.
"Astaghfirullohaladziiiiiiiiiim....ya Alloooooh...!!" Terdengar pekik Pak RT yang melihat tingah mang Kinon, ia juga nggak sanggup menahan ketawanya. Namun Pak RT hanya bisa memalingkan wajahnya. Dan diusap wajahnya secara kasar. Langsung mendekat ke Mang Kinon yang sudah duduk, sambil memegang tangannya.
*****
"Maliiiing ... Toloooong... Ada maliiing !!!" Juragan Basri terus-terusan berteriak di teras rumahnya.
Mendengar teriakan Juragan Basri, Ki Gendut Ireng dan Si Codet tanpa pikir panjang langsung menggunakan jurus langkah seribu keluar dari rumah Juragan Basri, lewat pintu depan. Anan pun melihat kedua Bandit melesat keluar rumah, ia langsung mengikuti Ki Gendut Ireng dan Si Codet.
Tiba di teras rumah. Juragan Basri secara reflek menyodorkan kaki kanannya, dan mengenai kaki Ki Gendut Ireng.
"Bruugh..."
"Aaarghh...brengsek.!!" Teriak Ki Gendut Ireng. Tapi tak berselang lama, ia langsung berdiri, Ki Gendut Ireng memakai jurus kijang loncatnya dan berhasil meloncati pagar depan.
Kini tinggal Si Codet dan Anan yang tadi berada di belakang Ki Gendut Ireng.
Juragan Basri bermaksud menyepak kaki Si Codet, namun dengan gerakan kilat Si Codet rupanya tahu apa yang akan dilakukan Juragan Basri padanya. Ia langsung meloncat di depan Juragan Basri, tanpa menyia-nyiakan kesempatan, tangan kiri Si Codet sudah siap pasang. Tangan kanannya masih erat membawa hasil curiannya.Dan.
"Plaaak.. Jbroood...!!"
Tangan Si Codet berhasil memukul pipi Juragan Basri dan bahkan kedua kalinya berhasil nonjok dagu Juragan Basri. Hingga Juragan Basri menjerit. Keseimbanganya mulai limbung.
Melihat keberhasilannya melumpuhkan lawan, Si Codet langsung mengikuti Ki Gendut Ireng menembus gelapnya malam. Hal yang sama pun dilakukan oleh Anan. Yang tak kalah gesit menggunakan jurus langkah seribu nya. Ia memastikan kalau sampai terlambat bisa diamuk masa.
Sementara itu, Juragan Basri masih merasakan panas di pipi dan didagunya. Akibat serangan dadakan dari si Si Codet. Pandangan matanya yang berkunang dan kepala yang terasa pusing. Beruntung ia tidak sampai tak sadarkan diri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
dede rohimah
pertarungannya seru euy...
bagus alur ceritanya
2024-09-14
0