Bab 8. Kabur

Beberapa saat kemudian.

Pak RT dan Adun kini memasangkan kedua telinganya masing-masing, memastikan lagi suara orang yang berteriak meminta tolong. Dan ternyata...

"Toloooong.... maliiiing.... Rampooook... Tolooooong..."

Suara itu terdengar lagi.

"Pak RT... Kedengaran nggak, kini suaranya lebih jelas lagi. Ta...tapi siapa yah...?." Tanya Adun ke Pak RT.

"Bangunin orang yang sedang tidur di Pos Ronda, Dun.. disuruh jaga kok malah pada tidur. Nggak sekalian bawa kasur saja sama bantalnya.. !?" Pak RT menyuruh Adun membangunkan ke tiga orang temannya yang masih terlelap di Pos ronda. Raut wajahnya kelihatan murka. Karena ulah yang jadwal ronda malah tidur, dan bukannya berjaga.

"Baik Pak RT... Ini memang dasar orang-orang tak punya malu dan tidak bertanggung jawab...!! disuruh ronda malah dengkur. Untung saja, ada Saya Pak RT..!." Gerutu Adun di depan Pak RT, yang padahal, dianya juga baru bangun. Cuman gara-gara gangguan nyamuk dan suhu dingin yang terasa menusuk-nusuk, membuat Adun terbangun. ( sepertinya si Adun lagi carmuk di depan Presiden eh Pak RT yah, pemirsah..😁).

"Juhro... Mang Kinon, Subad bangun...banguuun oiyyy. Itu ada pak RT ke sini. Bangun. bangun...Molor mulu sih...!!" Adun membangunkan ketiga temannya yang masih tertidur. Tampak Juhro menggeliatkan badannya. Kedua matanya dikerjap-kerjapakan, kemudian melihat ke wajah Adun. Juhro nggak tahu keberadaan Pak RT yang dari tadi sudah ada di pos. Juhro malah menyandarkan badannya ke dinding pos ronda, matanya terpejam lagi.

Sedangkan Subad hanya bersuara "Hmmmm...brrrr... Hhuuuuh dinginnyaaaaa... Ngantuuuk...heeeaaauyyy", langsung menarik sarungnya yang sempet terbuka, dan meringkuk lagi membelakangi yang lainnya.

Sementara itu, Mang Kinon yang tidur di antara Juhro dan Subad, dengan secepat kilat dengan tiba-tiba loncat dari tempat tidurnya dan langsung memasang kuda-kuda, dengan posisi kedua tangan siap menyerang, tapi anehnya kedua mata Mang Kinon terpejam.

"Aaait... Ayo lawan Aku... Aku tidak takut. Apa kamu tidak tahu, Aku adalah Kinon Sisinga mangaraja. Jawara Pakidulan. Terima serangankuuu....Hiaaaat ..!!!. "

Mang Kinon melayangkan tangan kananya, kepal tinjunya siap mendarat sasaran. Dan...

"Bugh..!!."

Terasa, Pos Ronda serasa ada yang menggoyang bersamaan dengan suara tadi.

"Wadaaaaawww... Sakiiit..!!" Mang Kinon tiba-tiba menjerit. Kedua mata nya yang terpejam kini berubah melotot, ke arah tangan kanannya. Mang Kinon meringis menahan sakit di tangannya. Untung tidak berdarah, namun terlihat langsung memar.

Beberapa detik suasana hening. Namun.

"Huahahahahaha!!!" terdengar suara tertawa Adun terbahak.

Ternyata mang Kinon mengigau dalam tidurnya, sepertinya mimpi bertarung. Hingga tiang pos ronda yang jadi sasaran igauan nya.

"Astaghfirullohaladziiiiiiiiiim....ya Alloooooh...!!" Terdengar pekik Pak RT yang melihat tingah mang Kinon, ia juga nggak sanggup menahan ketawanya. Namun Pak RT hanya bisa memalingkan wajahnya. Dan diusap wajahnya secara kasar. Langsung mendekat ke Mang Kinon yang sudah duduk, sambil memegang tangannya.

*****

"Maliiiing ... Toloooong... Ada maliiing !!!" Juragan Basri terus-terusan berteriak di teras rumahnya.

Mendengar teriakan Juragan Basri, Ki Gendut Ireng dan Si Codet tanpa pikir panjang langsung menggunakan jurus langkah seribu keluar dari rumah Juragan Basri, lewat pintu depan. Anan pun melihat kedua Bandit melesat keluar rumah, ia langsung mengikuti Ki Gendut Ireng dan Si Codet.

Tiba di teras rumah. Juragan Basri secara reflek menyodorkan kaki kanannya, dan mengenai kaki Ki Gendut Ireng.

"Bruugh..."

"Aaarghh...brengsek.!!" Teriak Ki Gendut Ireng. Tapi tak berselang lama, ia langsung berdiri, Ki Gendut Ireng memakai jurus kijang loncatnya dan berhasil meloncati pagar depan.

Kini tinggal Si Codet dan Anan yang tadi berada di belakang Ki Gendut Ireng.

Juragan Basri bermaksud menyepak kaki Si Codet, namun dengan gerakan kilat Si Codet rupanya tahu apa yang akan dilakukan Juragan Basri padanya. Ia langsung meloncat di depan Juragan Basri, tanpa menyia-nyiakan kesempatan, tangan kiri Si Codet sudah siap pasang. Tangan kanannya masih erat membawa hasil curiannya.Dan.

"Plaaak.. Jbroood...!!"

Tangan Si Codet berhasil memukul pipi Juragan Basri dan bahkan kedua kalinya berhasil nonjok dagu Juragan Basri. Hingga Juragan Basri menjerit. Keseimbanganya mulai limbung.

Melihat keberhasilannya melumpuhkan lawan, Si Codet langsung mengikuti Ki Gendut Ireng menembus gelapnya malam. Hal yang sama pun dilakukan oleh Anan. Yang tak kalah gesit menggunakan jurus langkah seribu nya. Ia memastikan kalau sampai terlambat bisa diamuk masa.

Sementara itu, Juragan Basri masih merasakan panas di pipi dan didagunya. Akibat serangan dadakan dari si Si Codet. Pandangan matanya yang berkunang dan kepala yang terasa pusing. Beruntung ia tidak sampai tak sadarkan diri.

Terpopuler

Comments

dede rohimah

dede rohimah

pertarungannya seru euy...

bagus alur ceritanya

2024-09-14

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Komplotan Perampok Dimalam Hari
2 Bab 2. Mulai Menjalankan Aksi
3 Bab 3. Hampir Kepergok Tuanrumah
4 Bab 4. Rencana hampir gagal.
5 Bab 5. Berhasil Disekap
6 Bab 6. Lepas dari Sekapan Bandit
7 Bab 7. Di Pos Ronda
8 Bab 8. Kabur
9 Bab. 9. Suasana Lemburasri Rame dan Gaduh.
10 Bab 10. Pengejaran
11 Bab 11. Anan, Jadi Sasaran Amarah
12 Bab 12. Siaga Satu
13 Bab.13. Pertarungan lawan Warga.
14 Bab. 14. Malah Bertemu Siluman
15 Bab 15. Ki Gendut Ireng dan Si Codet berusaha kabur lagi.
16 Bab 16. Anan Ketangkap
17 Bab 17. Anan diboyong ke Rumah Juragan Basri
18 Bab. 18. Anan Dibawa Kepada Pihak Berwajib.
19 Bab.19. Pindah Markas
20 Bab. 20. Informasi di Kedai Kopi
21 Bab 20. Sobarna, Penjual Nasi Goreng
22 Bab 22. Bertemu Dengan Kawan Lama di Club.
23 Bab. 23. Bergabung
24 Bab. 24. Isi Celengan Sobarna
25 Bab. 25. Nggak Jadi Kirim Uang
26 Bab 26. Penjahat Dijahati
27 Bab 27. Ki Gendut Ireng dan si Codet Terlelap
28 Bab 28. "Mana Dompetku, Mir?"
29 Bab 29. Di Toko Perhiasan ( POV: Gardi ).
30 Bab. 30. Masih POV Gardi
31 Bab 31. Diajak Kerjasama
32 Bab. 32 Sebelas Duabelas.
33 Bab. 33. "Harus bisa Petak Umpet dengan Pihak Yang Berwajib.
34 Bab 34. Sistem Kerjasama dengan Kang Dudung
35 Bab 35. Aksi di Angkot
36 Bab 36. Serasa Makan Buah Simalakama
37 Bab 37. "Masa Preman ngebahas Sholat,!?".
38 Bab. 38. Lanjut Beraksi
39 Bab. 39. Firasat Seorang Isteri.
40 Bab. 40. Mimpi Buruk.
41 Bab. 41. AWAL PETAKA SOBARNA. ( Part. 1 )
42 Bab 42. AWAL PETAKA SOBARNA ( Part 2 ).
43 Bab 43. Malam yang Malang
44 Bab. 44. Bagi-bagi Hasil
45 Bab. 45. Ditolong Teman.
46 Bab. 46. Lapor Polisi, diantar Anan.
47 Bab. 47.
48 Bab. 48. Berniat Pulang Kampung.
49 Bab. 49. Pulang dengan Bimbang.
50 Bab. 50. Larsih, Sosok Isteri Penyabar.
51 Bab. 51. Desa Lemburasri, Desa Terpencil.
52 Bab. 52. Pengamanan Diperketat di Kampung Lemburasri.
53 Bab. 53. Gelagat Orang yang Mencurigakan
54 Bab. 54. Sobarna Dicurigai
55 Bab. 55 Hampir Jadi Korban Salah Tangkap.
56 Bab. 56 Pulang ke Rumah tengah Malam.
57 Bab 57. Bertemu Isteri
58 Bab. 58.
59 Bab. 59. Cari Solusi
60 Bab. 60. Kecopetan.
61 Bab. 61. Rencana Pinjam Uang ke Juragan Basri.
62 Bab. 62. Bertamu ke Rumah Juragan Basri
63 Bab. 63. Pinjaman Bersyarat.
64 Bab. 64. Syarat Di Luar Nalar.
65 Bab. 65. Sebuah Janji Suci Sobarna dan Larsih.
66 Bab. 66. Keraguan pada Sobarna.
67 Bab 67. Kekhawatiran Larsih
68 Bab. 68. Tamu Tak Diundang, Minta Jaminan
69 Bab. 69. Naluri Lintah Darat
70 Bab. 70. Codet Beraksi Lagi disambut dengan Perlawanan Sobarna
71 Bab. 71. Kekuatan Do'a Sang Isteri
72 Bab. 72. Mencoba Kabur, Cari Selamat.
73 Bab. 73. Si Codet Tertangkap.
74 Bab. 74. Bertemu Lagi dengan Anan.
75 Bab. 75. Akhirnya, Sertifikat Rumah Sebagai Jaminan.
76 Bab 76. Lapak Jualan Yang Terancam Gusuran
77 Bab. 77. Larsih Melahirkan
78 Bab. 78. Jatuh Tempo
79 Bab. 79. Sebuah Pertanda dalam Mimpi
80 Bab. 80. Nyi Sumarti Mulai Menagih.
81 Bab. 81. Mencari Solusi Lain.
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Bab 1 Komplotan Perampok Dimalam Hari
2
Bab 2. Mulai Menjalankan Aksi
3
Bab 3. Hampir Kepergok Tuanrumah
4
Bab 4. Rencana hampir gagal.
5
Bab 5. Berhasil Disekap
6
Bab 6. Lepas dari Sekapan Bandit
7
Bab 7. Di Pos Ronda
8
Bab 8. Kabur
9
Bab. 9. Suasana Lemburasri Rame dan Gaduh.
10
Bab 10. Pengejaran
11
Bab 11. Anan, Jadi Sasaran Amarah
12
Bab 12. Siaga Satu
13
Bab.13. Pertarungan lawan Warga.
14
Bab. 14. Malah Bertemu Siluman
15
Bab 15. Ki Gendut Ireng dan Si Codet berusaha kabur lagi.
16
Bab 16. Anan Ketangkap
17
Bab 17. Anan diboyong ke Rumah Juragan Basri
18
Bab. 18. Anan Dibawa Kepada Pihak Berwajib.
19
Bab.19. Pindah Markas
20
Bab. 20. Informasi di Kedai Kopi
21
Bab 20. Sobarna, Penjual Nasi Goreng
22
Bab 22. Bertemu Dengan Kawan Lama di Club.
23
Bab. 23. Bergabung
24
Bab. 24. Isi Celengan Sobarna
25
Bab. 25. Nggak Jadi Kirim Uang
26
Bab 26. Penjahat Dijahati
27
Bab 27. Ki Gendut Ireng dan si Codet Terlelap
28
Bab 28. "Mana Dompetku, Mir?"
29
Bab 29. Di Toko Perhiasan ( POV: Gardi ).
30
Bab. 30. Masih POV Gardi
31
Bab 31. Diajak Kerjasama
32
Bab. 32 Sebelas Duabelas.
33
Bab. 33. "Harus bisa Petak Umpet dengan Pihak Yang Berwajib.
34
Bab 34. Sistem Kerjasama dengan Kang Dudung
35
Bab 35. Aksi di Angkot
36
Bab 36. Serasa Makan Buah Simalakama
37
Bab 37. "Masa Preman ngebahas Sholat,!?".
38
Bab. 38. Lanjut Beraksi
39
Bab. 39. Firasat Seorang Isteri.
40
Bab. 40. Mimpi Buruk.
41
Bab. 41. AWAL PETAKA SOBARNA. ( Part. 1 )
42
Bab 42. AWAL PETAKA SOBARNA ( Part 2 ).
43
Bab 43. Malam yang Malang
44
Bab. 44. Bagi-bagi Hasil
45
Bab. 45. Ditolong Teman.
46
Bab. 46. Lapor Polisi, diantar Anan.
47
Bab. 47.
48
Bab. 48. Berniat Pulang Kampung.
49
Bab. 49. Pulang dengan Bimbang.
50
Bab. 50. Larsih, Sosok Isteri Penyabar.
51
Bab. 51. Desa Lemburasri, Desa Terpencil.
52
Bab. 52. Pengamanan Diperketat di Kampung Lemburasri.
53
Bab. 53. Gelagat Orang yang Mencurigakan
54
Bab. 54. Sobarna Dicurigai
55
Bab. 55 Hampir Jadi Korban Salah Tangkap.
56
Bab. 56 Pulang ke Rumah tengah Malam.
57
Bab 57. Bertemu Isteri
58
Bab. 58.
59
Bab. 59. Cari Solusi
60
Bab. 60. Kecopetan.
61
Bab. 61. Rencana Pinjam Uang ke Juragan Basri.
62
Bab. 62. Bertamu ke Rumah Juragan Basri
63
Bab. 63. Pinjaman Bersyarat.
64
Bab. 64. Syarat Di Luar Nalar.
65
Bab. 65. Sebuah Janji Suci Sobarna dan Larsih.
66
Bab. 66. Keraguan pada Sobarna.
67
Bab 67. Kekhawatiran Larsih
68
Bab. 68. Tamu Tak Diundang, Minta Jaminan
69
Bab. 69. Naluri Lintah Darat
70
Bab. 70. Codet Beraksi Lagi disambut dengan Perlawanan Sobarna
71
Bab. 71. Kekuatan Do'a Sang Isteri
72
Bab. 72. Mencoba Kabur, Cari Selamat.
73
Bab. 73. Si Codet Tertangkap.
74
Bab. 74. Bertemu Lagi dengan Anan.
75
Bab. 75. Akhirnya, Sertifikat Rumah Sebagai Jaminan.
76
Bab 76. Lapak Jualan Yang Terancam Gusuran
77
Bab. 77. Larsih Melahirkan
78
Bab. 78. Jatuh Tempo
79
Bab. 79. Sebuah Pertanda dalam Mimpi
80
Bab. 80. Nyi Sumarti Mulai Menagih.
81
Bab. 81. Mencari Solusi Lain.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!