Bab 15. Ki Gendut Ireng dan Si Codet berusaha kabur lagi.

Juhro terus berlari, walaupun nyala api obornya hampir padam. Ia tahu, rombongan Pak RT sedang berada di sekitaran Pemakaman keramat. Deru nafasnya berpacu cepat dengan langkah kakinya. Dalam hatinya membatin, bahwa Ia tidak boleh terlambat. Ia harus sesegera mungkin untuk mengabari Pak RT, Juragan Basri dan Mang Darta.

Tidak berapa lama, Juhro sudah hampir sampai ke dataran yang agak tinggi. Namun, karena kencangnya angin malam, nyala obor Juhro mendadak padam. Kemudian ia meraba-raba saku celananya, untuk mengambil korek api mau menyalakan kembali api obornya.

"Siaaaal...!!" Gerutu Juhro. Ternyata korek apinya tidak ada di saku celananya.

Juhro berdiri sejenak. Pandangan nya disebarkan ke setiap arah. Hening dan gelap. Hanya sedikit remang-remang saja yang terlihat. Kemudian ia melanjutkan langkah nya dipercepat lagi, menyusuri jalan setapak.

******

Pak RT Sarjo, Mang Darta dan Juragan Basri masih bergumul saling tubruk. Mulut Pak RT dan Juragan Basri meracau dengan menyebut-nyebut 'setan', membuat Mang Darta semakin heran dan penasaran karena memang tidak melihat apa-apa.

Beberapa saat kemudian, Mang Darta akhirnya bisa terlepas dari 'pergumulan' itu. Ia langsung mendekati laki-laki yang katanya sedang duduk di atas batu besar.

"Tak ada siapa-siapa. Hmm dasar penakut. Katanya ada Setan. Bikin kaget Aku saja." Gerutu Mang Darta. Sambil berbalik lagi ke arah Pak RT dan Juragan Basri yang baru saja berdiri.

"Ehem...mencari siapa, Pak.?" Tiba-tiba Mang Darta mendengar suara tanya seorang perempuan. Dengan reflek Mang Darta menoleh ke belakang, asal sumber suara itu. Dan

"Deg deg deg deg srrrrr...srrrr... "

Seketika jantung Mang Darta berdegup sangat cepat. Badannya langsung merinding. Matanya melotot sempurna. Ia melihat dengan sangat jelas sosok wanita berpakaian kafan yang sudah kotor dan lusuh yang berambut panjang terurai menutupi sebagian wajahnya yang sangat menyeramkan lidahnya panjang terjulur.

"Hi...hi..hi..hi..hi..hi..hi..hi.."

Wanita menyeramkan itu tertawa cekikikan.

Badan Mang Darta mendadak kaku. Kedua kakinya mendadak berat untuk dilangkahkan. Ia berbalik dengan sekuat tenaga mau mengambil langkah seribu.

"Kkkuu...ku..ku..kun..kuntil..aaaa..anaaak...!!" Teriak Mang Darta. Akhirnya Ia bisa melangkahkan kakinya. Dan langsung tanpa ba bi bu lagi, Mang Darta berlari, namun naas, Ia menabrak Pak RT dan Juragan Basri yang baru saja berdiri, beruntung keduanya bisa mengendalikan keseimbangan nya. Mang Darta berlari melewati Pak RT dan Juragan Basri sambil berteriak 'kuntilanak'. Tanpa sengaja, Pak RT menoleh ke belakangnya lagi. Secepat kilat tangan Pak RT meraih dan menarik tangan Mang Darta yang hampir mendahuluinya.

Mang Darta kaget merasa tangannya ada yang menarik.

"A..a..a..a..ampuun Mbak Kun...eh Neng Kkuntiii..a..a..ampuuun. !" Teriak Mang Darta. Dalam benaknya yang menarik tangan nya itu adalah sosok wanita yang menyeramkan tadi.

"Ini saya, Mang Dartaaaa..!!" Ucap Pak RT. Sambil berlari berhasil mendahului Mang Darta. Mang Darta pun sadar. Ia kini ditinggalkan oleh Pak RT dan Juragan Basri yang entah kemana. Tanpa pikir panjang, akhirnya Mang Darta pun melesat menyusul Pak RT dan Juragan Basri. Beruntung sinar rembulan yang separuh itu tak terhalang gumpalan awan malam.

*****

"Brugh.."

"Aduuuh...!!" Juhro menjerit ketika ada seseorang yang tiba-tiba menabraknya. Badan nya terguling ke sawah kering. Berbarengan dengan yang menabraknya yang sama-sama terguling.

"Haduuuuh...haduuh.. pantatku.. haduuh..." Juhro meringis menahan rasa sakit di pantatnya yang menindih tanah kering.

"Juhrooo... kok kayak suara kamu...benarkah itu Juhro.!?" Juragan Basri bertanya. Nafasnya masih ngos ngosan turun naik. Ternyata yang menabrak Juhro adalah Juragan Basri yang paling pertama berlari meninggalkan Pak RT dan Mang Darta.

"Haduuuh...ternyata Juragan. Kenapa Juragan nabrak Saya.?" Gerutu Juhro yang langsung berdiri sambil mengusap-ngusap pantatnya, kemudian Ia menghampiri Juragan Basri yang sedang berselonjor mengistirahatkan badan nya.

Baru saja Juragan Basri mau menjawab pertanyaan Juhro, sekilas Ia melihat (walau remang-remang) ada dua orang laki-laki yang sedang lomba lari marathon mendekatinya.

"Pak RT, Mang Darta..!!" Teriak Juragan Basri. Setelah melihat jelas pada dua orang itu.

Tak lama. Pak RT dan Mang Darta sudah sampai di dekat Juragan Basri. Keduanya berhenti seraya mendudukan badan nya masing-masing ke tanah. Sementara waktu, beberapa saat kemudian. Pak RT dan Mang Darta sudah kembali mengatur nafasnya. Dan sedikit lebih tenang. Kemudian Pak RT bicara.

"Kenapa kamu ada di sini, Juhro?" Tanya Pak RT. Kemudian Juhro menceritakan apa yang terjadi dan sedang di alami oleh ketiga teman nya.

****

Walau dua lawan tiga. Namun bagi Ki Gendut Ireng dan Si Codet masih bertahan dalam melawan lawannya. Berbagai serangan dan pukulan dari kedua belah pihak yang sama kuatnya, semakin sengit saja pertarungan tersebut. Akhirnya Ki Gendut Ireng dan Si Codet sudah nekad akan menghabisi tiga orang warga kampung Lemburasri itu. Goloknya terhunus, membuat Kang Inon, Adun dan Subad mendadak terkejut seketika. Beruntung tiga warga kampung itu juga masing-masing membawa senjatanya.

Salut juga memang, ketika melihat Kang Inon, Adun dan Subad sebegitu gigihnya dalam menumpas kejahatan. Bahkan ketiganya seolah merasa tidak takut akan berbagai resikonya. Walau sampai nyawa yang menjadi taruhannya sekalipun.

"Jangan salahkan Kami, hai para warga. Jika ada sesuatu yang tidak diinginkan dan kami akan lebih nekad lagi..!"Ki Gendut Ireng mengancam Kang Inon dan temannya.

"Jangan banyak bacot luh. Bajingan..!!" Bentak Kang Inon pada Ki Gendut Ireng dan Si Codet.

Baru saja Ki Gendut Ireng mau melayangkan goloknya lagi. Tiba-tiba Pak RT dan teman-temanya muncul dan langsung mengepung Ki Gendut Ireng dan Si Codet yang nampak ingin melarikan diri.

Sadar akan bahaya yang mengintainya. Akhirnya Ki Gendut Ireng memutuskan untuk kabur dari pada bertahan, yang pastinya akan kalah karena kekuatan tidak berimbang.

Terpopuler

Comments

dede rohimah

dede rohimah

wah seruuuu yakiiin...

2024-09-17

0

Rina Mes

Rina Mes

aku juga cekikikan Thor hihihihihi

2024-09-14

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Komplotan Perampok Dimalam Hari
2 Bab 2. Mulai Menjalankan Aksi
3 Bab 3. Hampir Kepergok Tuanrumah
4 Bab 4. Rencana hampir gagal.
5 Bab 5. Berhasil Disekap
6 Bab 6. Lepas dari Sekapan Bandit
7 Bab 7. Di Pos Ronda
8 Bab 8. Kabur
9 Bab. 9. Suasana Lemburasri Rame dan Gaduh.
10 Bab 10. Pengejaran
11 Bab 11. Anan, Jadi Sasaran Amarah
12 Bab 12. Siaga Satu
13 Bab.13. Pertarungan lawan Warga.
14 Bab. 14. Malah Bertemu Siluman
15 Bab 15. Ki Gendut Ireng dan Si Codet berusaha kabur lagi.
16 Bab 16. Anan Ketangkap
17 Bab 17. Anan diboyong ke Rumah Juragan Basri
18 Bab. 18. Anan Dibawa Kepada Pihak Berwajib.
19 Bab.19. Pindah Markas
20 Bab. 20. Informasi di Kedai Kopi
21 Bab 20. Sobarna, Penjual Nasi Goreng
22 Bab 22. Bertemu Dengan Kawan Lama di Club.
23 Bab. 23. Bergabung
24 Bab. 24. Isi Celengan Sobarna
25 Bab. 25. Nggak Jadi Kirim Uang
26 Bab 26. Penjahat Dijahati
27 Bab 27. Ki Gendut Ireng dan si Codet Terlelap
28 Bab 28. "Mana Dompetku, Mir?"
29 Bab 29. Di Toko Perhiasan ( POV: Gardi ).
30 Bab. 30. Masih POV Gardi
31 Bab 31. Diajak Kerjasama
32 Bab. 32 Sebelas Duabelas.
33 Bab. 33. "Harus bisa Petak Umpet dengan Pihak Yang Berwajib.
34 Bab 34. Sistem Kerjasama dengan Kang Dudung
35 Bab 35. Aksi di Angkot
36 Bab 36. Serasa Makan Buah Simalakama
37 Bab 37. "Masa Preman ngebahas Sholat,!?".
38 Bab. 38. Lanjut Beraksi
39 Bab. 39. Firasat Seorang Isteri.
40 Bab. 40. Mimpi Buruk.
41 Bab. 41. AWAL PETAKA SOBARNA. ( Part. 1 )
42 Bab 42. AWAL PETAKA SOBARNA ( Part 2 ).
43 Bab 43. Malam yang Malang
44 Bab. 44. Bagi-bagi Hasil
45 Bab. 45. Ditolong Teman.
46 Bab. 46. Lapor Polisi, diantar Anan.
47 Bab. 47.
48 Bab. 48. Berniat Pulang Kampung.
49 Bab. 49. Pulang dengan Bimbang.
50 Bab. 50. Larsih, Sosok Isteri Penyabar.
51 Bab. 51. Desa Lemburasri, Desa Terpencil.
52 Bab. 52. Pengamanan Diperketat di Kampung Lemburasri.
53 Bab. 53. Gelagat Orang yang Mencurigakan
54 Bab. 54. Sobarna Dicurigai
55 Bab. 55 Hampir Jadi Korban Salah Tangkap.
56 Bab. 56 Pulang ke Rumah tengah Malam.
57 Bab 57. Bertemu Isteri
58 Bab. 58.
59 Bab. 59. Cari Solusi
60 Bab. 60. Kecopetan.
61 Bab. 61. Rencana Pinjam Uang ke Juragan Basri.
62 Bab. 62. Bertamu ke Rumah Juragan Basri
63 Bab. 63. Pinjaman Bersyarat.
64 Bab. 64. Syarat Di Luar Nalar.
65 Bab. 65. Sebuah Janji Suci Sobarna dan Larsih.
66 Bab. 66. Keraguan pada Sobarna.
67 Bab 67. Kekhawatiran Larsih
68 Bab. 68. Tamu Tak Diundang, Minta Jaminan
69 Bab. 69. Naluri Lintah Darat
70 Bab. 70. Codet Beraksi Lagi disambut dengan Perlawanan Sobarna
71 Bab. 71. Kekuatan Do'a Sang Isteri
72 Bab. 72. Mencoba Kabur, Cari Selamat.
73 Bab. 73. Si Codet Tertangkap.
74 Bab. 74. Bertemu Lagi dengan Anan.
75 Bab. 75. Akhirnya, Sertifikat Rumah Sebagai Jaminan.
76 Bab 76. Lapak Jualan Yang Terancam Gusuran
77 Bab. 77. Larsih Melahirkan
78 Bab. 78. Jatuh Tempo
79 Bab. 79. Sebuah Pertanda dalam Mimpi
80 Bab. 80. Nyi Sumarti Mulai Menagih.
81 Bab. 81. Mencari Solusi Lain.
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Bab 1 Komplotan Perampok Dimalam Hari
2
Bab 2. Mulai Menjalankan Aksi
3
Bab 3. Hampir Kepergok Tuanrumah
4
Bab 4. Rencana hampir gagal.
5
Bab 5. Berhasil Disekap
6
Bab 6. Lepas dari Sekapan Bandit
7
Bab 7. Di Pos Ronda
8
Bab 8. Kabur
9
Bab. 9. Suasana Lemburasri Rame dan Gaduh.
10
Bab 10. Pengejaran
11
Bab 11. Anan, Jadi Sasaran Amarah
12
Bab 12. Siaga Satu
13
Bab.13. Pertarungan lawan Warga.
14
Bab. 14. Malah Bertemu Siluman
15
Bab 15. Ki Gendut Ireng dan Si Codet berusaha kabur lagi.
16
Bab 16. Anan Ketangkap
17
Bab 17. Anan diboyong ke Rumah Juragan Basri
18
Bab. 18. Anan Dibawa Kepada Pihak Berwajib.
19
Bab.19. Pindah Markas
20
Bab. 20. Informasi di Kedai Kopi
21
Bab 20. Sobarna, Penjual Nasi Goreng
22
Bab 22. Bertemu Dengan Kawan Lama di Club.
23
Bab. 23. Bergabung
24
Bab. 24. Isi Celengan Sobarna
25
Bab. 25. Nggak Jadi Kirim Uang
26
Bab 26. Penjahat Dijahati
27
Bab 27. Ki Gendut Ireng dan si Codet Terlelap
28
Bab 28. "Mana Dompetku, Mir?"
29
Bab 29. Di Toko Perhiasan ( POV: Gardi ).
30
Bab. 30. Masih POV Gardi
31
Bab 31. Diajak Kerjasama
32
Bab. 32 Sebelas Duabelas.
33
Bab. 33. "Harus bisa Petak Umpet dengan Pihak Yang Berwajib.
34
Bab 34. Sistem Kerjasama dengan Kang Dudung
35
Bab 35. Aksi di Angkot
36
Bab 36. Serasa Makan Buah Simalakama
37
Bab 37. "Masa Preman ngebahas Sholat,!?".
38
Bab. 38. Lanjut Beraksi
39
Bab. 39. Firasat Seorang Isteri.
40
Bab. 40. Mimpi Buruk.
41
Bab. 41. AWAL PETAKA SOBARNA. ( Part. 1 )
42
Bab 42. AWAL PETAKA SOBARNA ( Part 2 ).
43
Bab 43. Malam yang Malang
44
Bab. 44. Bagi-bagi Hasil
45
Bab. 45. Ditolong Teman.
46
Bab. 46. Lapor Polisi, diantar Anan.
47
Bab. 47.
48
Bab. 48. Berniat Pulang Kampung.
49
Bab. 49. Pulang dengan Bimbang.
50
Bab. 50. Larsih, Sosok Isteri Penyabar.
51
Bab. 51. Desa Lemburasri, Desa Terpencil.
52
Bab. 52. Pengamanan Diperketat di Kampung Lemburasri.
53
Bab. 53. Gelagat Orang yang Mencurigakan
54
Bab. 54. Sobarna Dicurigai
55
Bab. 55 Hampir Jadi Korban Salah Tangkap.
56
Bab. 56 Pulang ke Rumah tengah Malam.
57
Bab 57. Bertemu Isteri
58
Bab. 58.
59
Bab. 59. Cari Solusi
60
Bab. 60. Kecopetan.
61
Bab. 61. Rencana Pinjam Uang ke Juragan Basri.
62
Bab. 62. Bertamu ke Rumah Juragan Basri
63
Bab. 63. Pinjaman Bersyarat.
64
Bab. 64. Syarat Di Luar Nalar.
65
Bab. 65. Sebuah Janji Suci Sobarna dan Larsih.
66
Bab. 66. Keraguan pada Sobarna.
67
Bab 67. Kekhawatiran Larsih
68
Bab. 68. Tamu Tak Diundang, Minta Jaminan
69
Bab. 69. Naluri Lintah Darat
70
Bab. 70. Codet Beraksi Lagi disambut dengan Perlawanan Sobarna
71
Bab. 71. Kekuatan Do'a Sang Isteri
72
Bab. 72. Mencoba Kabur, Cari Selamat.
73
Bab. 73. Si Codet Tertangkap.
74
Bab. 74. Bertemu Lagi dengan Anan.
75
Bab. 75. Akhirnya, Sertifikat Rumah Sebagai Jaminan.
76
Bab 76. Lapak Jualan Yang Terancam Gusuran
77
Bab. 77. Larsih Melahirkan
78
Bab. 78. Jatuh Tempo
79
Bab. 79. Sebuah Pertanda dalam Mimpi
80
Bab. 80. Nyi Sumarti Mulai Menagih.
81
Bab. 81. Mencari Solusi Lain.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!