Bab 4. Rencana hampir gagal.

"Praaank.... !!"

Tiba-tiba terdengar suara gelas pecah dari arah ruang makan. Membuat Nyi Sumarti sangat kaget dan langsung beranjak ke sana untuk mengeceknya.

"Brengsek tuh si Codet dasar ceroboh...!!" Gerutu Ki Gendut Ireng tiba-tiba. Ia sudah mengira gelas pecah itu ulah dari pada Si Codet, yang bersembunyi di bawah meja makan.

"Bisa gagal nih rencana. Awas saja kamu Codet...!! Kalau saja rencana kita sampai gagal gara-gara kamu. Rasakan hukuman dari gue luh..!! Dasar anak buah tidak berguna...!!" Gerutu Ki Gendut Ireng lagi sambil mendengus geram. Kretak giginya terdengar menandakan Ki Gendut Ireng marah besar akibat kelalaian Si Codet.

"Gue harus cari cara lain lagi, nih. Huhh...!" Umpatnya lagi. Kedua matanya terfokus pada wanita paruh baya itu yang sedang mendekat ke arah suara gelas pecah. Tangan kanannya mengepal seolah tidak sabar menghajar Si Codet yang dianggap sudah ceroboh.

Dalam waktu yang bersamaan. Tampak Si Codet mendadak tubuhnya membatu. Spontan telapak tangan kirinya ditutupkan pada mulutnya yang tiba-tiba menganga. Pikirannya sangat semrawut. Bagaimana tidak. Gara-gara gelas pecah itu pastinya si pemilik rumah akan mengetahui keberadaannya dan pastinya akan menjerit serta membangunkan siapa saja yang masih terlelap. Termasuk Juragan Basri yang tentunya akan terbangun. Begitulah kecamuknya pikiran Si Codet saat itu.

Adapun yang membuat Si Codet kaget, karena ia juga tidak tahu kok tiba-tiba ada suara gelas pecah. Beruntung jaraknya tidak terlalu dekat. Hanya suaranya saja yang terdengar jelas dan nyaring karena memang suasana sunyinya malam.

Beberapa detik kemudian.

"Huuuuuh... Kamu yaaaah... Dasaaar kebiasaan...!!" Tiba-tiba terdengar umpatan Nyi Sumarti sangat jelas terdengar oleh ketiga kawanan perampok tersebut.

Ki Gendut Ireng terus menajamkan mata dan telinganya lagi. Ingin lebih jelas mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan umpatan Nyi Sumarti barusan ditujukan pada siapa.

Di ruang depan. Anan juga dalam kondisi yang sama. Rasa takut dan cemas menjalari tubuhnya sedari tadi. Mungkin dari ujung rambut sampai ujung kakinya. Hingga membuat pakaian pemuda itu sudah dibasahi keringat panas dingin. Deru nafasnya yang turun naik serta pikiran nya yang kacau balau.

"Waduh... Gawat nih... Rencana gue bisa gatot kalau begini.. huuuh!!!. Bagaimana kalau saja tuan rumah terbangun. Dan berteriak membangunkan warga sekitar. Terus mengepung aku hingga jadi bulan-bulanan warga... Iiiiiih... Takuuut...tidaaaaak..!!" Anan membatin sambil bergidik ngeri. Terbayang oleh Anan kalau sampai tuan rumah terbangun dan meminta bantuan warga sekitar dan dirinya serta kedua temannya menjadi sasaran amukan massa, belum lagi kalau ada warga yang main hakim sendiri dengan cara membakarnya.hidup-hidup.

"Tidaaaaak... Aku tidak mau mati konyol. Aku belum bertaubat dan berbuat baiiik.. Tuhaaaan... Tolonglah hamba Mu yang bergelimang dosa ini..selamatkan lah aku Tuhaaan...!!" Gumamnya lagi. Tanpa terasa kedua pipinya basah oleh anak sungai yang mulai keluar dari kelopak matanya.

Kedua lutut Anan terasa bergetar hebat hingga membuat kekuatan nya semakin berkurang. Beruntung dia masih kuat untuk bertahan.

****

Sementara itu di pos ronda.

Hembusan angin malam terasa semakin dingin. Hawanya terasa menusuk-nusuk tulang rusuk, membuat ke empat orang yang sedang tugas ronda itu semakin mengeratkan pelukannya satu sama lain yang hampir bertumpuk di pos ronda dengan berbalut kain sarung masing-masing. Rasa dingin dan juga rasa kantuk akibat pengaruh obat tidur yang dikasihkan si Codet kedalam Termos air. Boro-boro membuat ke empat ronda berfikir pada keamanan sekitar. Apalagi berkeinginan untuk keliling kampung. Pikiran mereka seolah sama. Di kampungnya tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, karena memang tidak ada ceritanya kampung mereka ada yang merasa kecolongan. Entah itu berupa harta apalagi berupa hewan ternak.

Mereka berfikir hanya menjalankan tugas saja. Tugas dari kepala desa. Sebagai warga masyarakat harus patuh dengan aturan-aturan desa atau kampung agar jatah raskin atau BLT nya tidak dicabut.

Begitulah kiranya yang ada dalam benak keempat orang yang sedang kebagian jadwal ronda. Mereka sangat ketakutan jika tidak patuh pada aturan, maka tidak akan kebagian Raskin dan BLT lagi.

( Hahahaha... Aya aya waeee...!! /

Ada ada sajah...)

keadaan pos ronda saat itu tidak lagi ramai dengan celotehan-celotehan dan candaan orang-orang yang bertugas. Melainkan ramai dengan suara dengkuran yang saling bersahutan seperti perlombaan paduan suara ketika perayaan agustusan.

( hehehehe... Payah atuh ini mah. )

Tidak lama kemudian, tampak salah satu petugas ronda yang tertidur di paling sisi menggeliatkan badanya. Dibukanya kedua mata dan dikerjap-kerjapkan. Kemudian ia bangun dari tidurnya. Dan..

"Plaaak.!!.. Plaak !!"

Suara telapak tangan ronda itu memukul betis sebelah kirinya.

"Dasar nyamuk sialan... Ganggu kenikmatan orang saja kerjaanya..!" Gerutunya.

"Wah, hampir jam 2... " Gumamnya lagi. kemudian ia turun dari tempat tidurnya

( pos ronda dengan gaya seperti rumah panggung).

Dan melangkahkan kakinya mendekati perapian yang hampir padam tertiup angin malam, langsung dinyalakan kembali, perutnya terasa bernyanyi. Makanya ia memanfaatkan singkong untuk sedikit membungkam teriakan dari perutnya itu.

***

"Ngeooong.... Ngeooong... Ngeooong..!!"

Raut muka Nyi Sumarti tampak kesel dengan ulah kucing tetangganya yang sudah langganan menginap di rumahnya itu. Awalnya, Nyi Sumarti merasa senang juga dengan keberadaan kucing tersebut, Karena bisa menjaga tumpukan karung padinya dari tikus-tikus yang mulai berkeliaran di sekitar ruangan gudang yang bersebelahan dengan ruangan dapur.

Tapi lama kelamaan, dibuat gerah dan geram juga dengan banyaknya jumlah gelas yang pecah kesenggol oleh kucing tetangganya disaat mengejar tikus.

"Mengejar maling sih mengejar maling, tapi jangan merusak perabotan rumah.!!"

Gerutunya sambil membersihkan pecahan kaca dari gelas yang terjatuh oleh kucing tetangganya.

Terpopuler

Comments

Freddy fantasy

Freddy fantasy

meeooongg

2024-11-01

0

dede rohimah

dede rohimah

hahahaha kuciiiiiing

2024-09-14

0

Reyy Petualang

Reyy Petualang

mantappp

2024-09-03

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Komplotan Perampok Dimalam Hari
2 Bab 2. Mulai Menjalankan Aksi
3 Bab 3. Hampir Kepergok Tuanrumah
4 Bab 4. Rencana hampir gagal.
5 Bab 5. Berhasil Disekap
6 Bab 6. Lepas dari Sekapan Bandit
7 Bab 7. Di Pos Ronda
8 Bab 8. Kabur
9 Bab. 9. Suasana Lemburasri Rame dan Gaduh.
10 Bab 10. Pengejaran
11 Bab 11. Anan, Jadi Sasaran Amarah
12 Bab 12. Siaga Satu
13 Bab.13. Pertarungan lawan Warga.
14 Bab. 14. Malah Bertemu Siluman
15 Bab 15. Ki Gendut Ireng dan Si Codet berusaha kabur lagi.
16 Bab 16. Anan Ketangkap
17 Bab 17. Anan diboyong ke Rumah Juragan Basri
18 Bab. 18. Anan Dibawa Kepada Pihak Berwajib.
19 Bab.19. Pindah Markas
20 Bab. 20. Informasi di Kedai Kopi
21 Bab 20. Sobarna, Penjual Nasi Goreng
22 Bab 22. Bertemu Dengan Kawan Lama di Club.
23 Bab. 23. Bergabung
24 Bab. 24. Isi Celengan Sobarna
25 Bab. 25. Nggak Jadi Kirim Uang
26 Bab 26. Penjahat Dijahati
27 Bab 27. Ki Gendut Ireng dan si Codet Terlelap
28 Bab 28. "Mana Dompetku, Mir?"
29 Bab 29. Di Toko Perhiasan ( POV: Gardi ).
30 Bab. 30. Masih POV Gardi
31 Bab 31. Diajak Kerjasama
32 Bab. 32 Sebelas Duabelas.
33 Bab. 33. "Harus bisa Petak Umpet dengan Pihak Yang Berwajib.
34 Bab 34. Sistem Kerjasama dengan Kang Dudung
35 Bab 35. Aksi di Angkot
36 Bab 36. Serasa Makan Buah Simalakama
37 Bab 37. "Masa Preman ngebahas Sholat,!?".
38 Bab. 38. Lanjut Beraksi
39 Bab. 39. Firasat Seorang Isteri.
40 Bab. 40. Mimpi Buruk.
41 Bab. 41. AWAL PETAKA SOBARNA. ( Part. 1 )
42 Bab 42. AWAL PETAKA SOBARNA ( Part 2 ).
43 Bab 43. Malam yang Malang
44 Bab. 44. Bagi-bagi Hasil
45 Bab. 45. Ditolong Teman.
46 Bab. 46. Lapor Polisi, diantar Anan.
47 Bab. 47.
48 Bab. 48. Berniat Pulang Kampung.
49 Bab. 49. Pulang dengan Bimbang.
50 Bab. 50. Larsih, Sosok Isteri Penyabar.
51 Bab. 51. Desa Lemburasri, Desa Terpencil.
52 Bab. 52. Pengamanan Diperketat di Kampung Lemburasri.
53 Bab. 53. Gelagat Orang yang Mencurigakan
54 Bab. 54. Sobarna Dicurigai
55 Bab. 55 Hampir Jadi Korban Salah Tangkap.
56 Bab. 56 Pulang ke Rumah tengah Malam.
57 Bab 57. Bertemu Isteri
58 Bab. 58.
59 Bab. 59. Cari Solusi
60 Bab. 60. Kecopetan.
61 Bab. 61. Rencana Pinjam Uang ke Juragan Basri.
62 Bab. 62. Bertamu ke Rumah Juragan Basri
63 Bab. 63. Pinjaman Bersyarat.
64 Bab. 64. Syarat Di Luar Nalar.
65 Bab. 65. Sebuah Janji Suci Sobarna dan Larsih.
66 Bab. 66. Keraguan pada Sobarna.
67 Bab 67. Kekhawatiran Larsih
68 Bab. 68. Tamu Tak Diundang, Minta Jaminan
69 Bab. 69. Naluri Lintah Darat
70 Bab. 70. Codet Beraksi Lagi disambut dengan Perlawanan Sobarna
71 Bab. 71. Kekuatan Do'a Sang Isteri
72 Bab. 72. Mencoba Kabur, Cari Selamat.
73 Bab. 73. Si Codet Tertangkap.
74 Bab. 74. Bertemu Lagi dengan Anan.
75 Bab. 75. Akhirnya, Sertifikat Rumah Sebagai Jaminan.
76 Bab 76. Lapak Jualan Yang Terancam Gusuran
77 Bab. 77. Larsih Melahirkan
78 Bab. 78. Jatuh Tempo
79 Bab. 79. Sebuah Pertanda dalam Mimpi
80 Bab. 80. Nyi Sumarti Mulai Menagih.
81 Bab. 81. Mencari Solusi Lain.
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Bab 1 Komplotan Perampok Dimalam Hari
2
Bab 2. Mulai Menjalankan Aksi
3
Bab 3. Hampir Kepergok Tuanrumah
4
Bab 4. Rencana hampir gagal.
5
Bab 5. Berhasil Disekap
6
Bab 6. Lepas dari Sekapan Bandit
7
Bab 7. Di Pos Ronda
8
Bab 8. Kabur
9
Bab. 9. Suasana Lemburasri Rame dan Gaduh.
10
Bab 10. Pengejaran
11
Bab 11. Anan, Jadi Sasaran Amarah
12
Bab 12. Siaga Satu
13
Bab.13. Pertarungan lawan Warga.
14
Bab. 14. Malah Bertemu Siluman
15
Bab 15. Ki Gendut Ireng dan Si Codet berusaha kabur lagi.
16
Bab 16. Anan Ketangkap
17
Bab 17. Anan diboyong ke Rumah Juragan Basri
18
Bab. 18. Anan Dibawa Kepada Pihak Berwajib.
19
Bab.19. Pindah Markas
20
Bab. 20. Informasi di Kedai Kopi
21
Bab 20. Sobarna, Penjual Nasi Goreng
22
Bab 22. Bertemu Dengan Kawan Lama di Club.
23
Bab. 23. Bergabung
24
Bab. 24. Isi Celengan Sobarna
25
Bab. 25. Nggak Jadi Kirim Uang
26
Bab 26. Penjahat Dijahati
27
Bab 27. Ki Gendut Ireng dan si Codet Terlelap
28
Bab 28. "Mana Dompetku, Mir?"
29
Bab 29. Di Toko Perhiasan ( POV: Gardi ).
30
Bab. 30. Masih POV Gardi
31
Bab 31. Diajak Kerjasama
32
Bab. 32 Sebelas Duabelas.
33
Bab. 33. "Harus bisa Petak Umpet dengan Pihak Yang Berwajib.
34
Bab 34. Sistem Kerjasama dengan Kang Dudung
35
Bab 35. Aksi di Angkot
36
Bab 36. Serasa Makan Buah Simalakama
37
Bab 37. "Masa Preman ngebahas Sholat,!?".
38
Bab. 38. Lanjut Beraksi
39
Bab. 39. Firasat Seorang Isteri.
40
Bab. 40. Mimpi Buruk.
41
Bab. 41. AWAL PETAKA SOBARNA. ( Part. 1 )
42
Bab 42. AWAL PETAKA SOBARNA ( Part 2 ).
43
Bab 43. Malam yang Malang
44
Bab. 44. Bagi-bagi Hasil
45
Bab. 45. Ditolong Teman.
46
Bab. 46. Lapor Polisi, diantar Anan.
47
Bab. 47.
48
Bab. 48. Berniat Pulang Kampung.
49
Bab. 49. Pulang dengan Bimbang.
50
Bab. 50. Larsih, Sosok Isteri Penyabar.
51
Bab. 51. Desa Lemburasri, Desa Terpencil.
52
Bab. 52. Pengamanan Diperketat di Kampung Lemburasri.
53
Bab. 53. Gelagat Orang yang Mencurigakan
54
Bab. 54. Sobarna Dicurigai
55
Bab. 55 Hampir Jadi Korban Salah Tangkap.
56
Bab. 56 Pulang ke Rumah tengah Malam.
57
Bab 57. Bertemu Isteri
58
Bab. 58.
59
Bab. 59. Cari Solusi
60
Bab. 60. Kecopetan.
61
Bab. 61. Rencana Pinjam Uang ke Juragan Basri.
62
Bab. 62. Bertamu ke Rumah Juragan Basri
63
Bab. 63. Pinjaman Bersyarat.
64
Bab. 64. Syarat Di Luar Nalar.
65
Bab. 65. Sebuah Janji Suci Sobarna dan Larsih.
66
Bab. 66. Keraguan pada Sobarna.
67
Bab 67. Kekhawatiran Larsih
68
Bab. 68. Tamu Tak Diundang, Minta Jaminan
69
Bab. 69. Naluri Lintah Darat
70
Bab. 70. Codet Beraksi Lagi disambut dengan Perlawanan Sobarna
71
Bab. 71. Kekuatan Do'a Sang Isteri
72
Bab. 72. Mencoba Kabur, Cari Selamat.
73
Bab. 73. Si Codet Tertangkap.
74
Bab. 74. Bertemu Lagi dengan Anan.
75
Bab. 75. Akhirnya, Sertifikat Rumah Sebagai Jaminan.
76
Bab 76. Lapak Jualan Yang Terancam Gusuran
77
Bab. 77. Larsih Melahirkan
78
Bab. 78. Jatuh Tempo
79
Bab. 79. Sebuah Pertanda dalam Mimpi
80
Bab. 80. Nyi Sumarti Mulai Menagih.
81
Bab. 81. Mencari Solusi Lain.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!