"Maksudnya apa kamu tunjukkan alat ini padaku?” Rega tampak tak percaya saat Selia menunjukkan testspack dengan tanda 2 garis.
“Ya karena kamu harus bertanggung jawab lah, Mas! Jangan pura-pura amnesia kamu,” ketus Selia.
Tak terima begitu saja, Rega seolah ingin cuci tangan dari permintaan Selia. Ia merasa janin yang Selia kandung belum tentu anaknya. Bisa jadi benih dari Arya.
“Kamu gil* ya? Aku bahkan sudah tidak pernah lagi tidur dengan Mas Arya semenjak dia tahu kita selingkuh. Mana mungkin sekarang aku bisa hamil anaknya? Kamu lupa kapan terakhir kita berhubungan?” bantah Selia membuat Rega menelan salivanya kasar.
Bagaimana tidak, Rega masih mengharapkan Mila. Sejujurnya, ia masih ingin berusaha mendapatkan Mila kembali, meski status mereka telah bercerai. Baginya, rujuk masih bisa diusahakan. Sekarang, Selia justru menuntut pertanggungjawaban darinya.
Menggeleng, Rega seakan hampir ambruk tersambar petir malam hari.
“Bukankah justru ini bagus? Kamu jadi tahu siapa yang mandul dalam pernikahanmu dulu," tutur Selia yang tak membuat Rega bangga sedikit pun.
Tak mau tahu, Selia meminta Rega bertanggung jawab akan kehamilannya. “Kamu harus menikahiku sesegera mungkin, aku tidak mau dicap hamil di luar nikah! Besok kamu harus bicara sama mama papaku.”
Seketika Rega pun kebingungan. Saat mama Selia datang ke rumahnya kala itu saja, sudah membuatnya tahu bahwa calon mertuanya itu tak akan menyukainya. Apalagi kalau mereka tahu ia telah menghamili Selia.
***
Keesokan paginya sebelum ke kampus, Rega datang menghadap orang tua Selia untuk mengutarakan maksud hatinya yang ingin menikahi Selia, tanpa memberitahukan kabar kehamilan ini terlebih dahulu.
"Punya apa kamu mau menikahi anak saya?” tanya mama Selia dingin.
Setengah menunduk, Rega hanya bisa mengatakan bahwa ia mampu menafkahi Selia, meskipun dirinya hanya lah seorang dosen.
“Apa kamu tahu berapa penghasilan Selia? Gaji kamu 1 bulan, sama dengan penghasilannya beberapa hari saja. Kamu tahu kenapa Selia menikah dengan Arya? Ya karena dia cocoknya sama pengusaha yang kaya raya,” jelas mama Selia meremehkan lelaki di hadapannya itu.
Selia yang merupakan influencer terkenal, tentu sudah memiliki tarif yang tinggi dalam pekerjaannya. Bahkan, dalam sekali mempromosikan sebuah produk, ia bisa meraup 5 juta rupiah. Belum penghasilan dari kerjasama yang lain.
“Ma, kita bisa cari uang sendiri-sendiri. Selia juga tak ingin memberatkan Mas Rega kok,” bela Selia.
Meminta anaknya diam, mama Selia dengan teguhnya tetap menolak Rega sebagai menantu.
“Sebaiknya kamu pulang. Pernikahan kalian hanya akan membuat kami malu. Apa kata keluarga besar kami nanti jika mantan suami saudaranya Selia, kini menikahi Selia. Mantan istrimu itu adalah keponakan saya sendiri. Membayangkannya pun tidak sampai,” ungkap papa Selia.
“Tapi saya harus tetap menikahi Selia, Om, Tante,” ujar Rega sebagai lelaki yang hanya ingin bertanggung jawab.
Tetap menolak keinginan Rega menikahi Selia, mereka terus mengusir Rega.
“Selia hamil, Ma, Pa! Mama dan Papa akan lebih malu kalau tidak segera menikahkan kami!” sahut Selia berdiri dari duduknya.
Seketika mama Selia ikut berdiri dan menampar anak perempuannya, yang langsung dilerai oleh papa Selia.
“Kalian benar-benar keterlaluan! Mama malu sama kamu, Selia!” teriak mamanya yang berlalu pergi meninggalkan ruang tamu.
Sementara sang papa kembali duduk dengan tatapan lesu. Perannya sebagai seorang imam keluarga pun harus ia gunakan saat ini, demi kebaikan bersama. Dipandanginya Rega yang masih terdiam membisu.
“Kamu ingin menikahi Selia hanya karena dia hamil anakmu, atau karena kamu memang mencintainya?” Papa Selia memastikan rumah tangga anaknya tak akan gagal lagi ke depannya.
Masih membisu, Rega tak bisa langsung menjawabnya, sedangkan Selia memberikan kode pada Rega agar segera membuka mulutnya.
“Sebagai lelaki, saya ingin bertanggung jawab pada apa yang telah saya lakukan, sekaligus karena saya menyayangi anak Om,” tutur Rega tak bersemangat.
Menghela nafas panjangnya, papa Selia meminta mereka segera menyiapkan acara akad yang harus segera dilaksanakan. “Tak perlu undang banyak orang.”
Setelah membereskan urusan diskusi dengan orang tuanya, Selia dan Rega berpamitan untuk berangkat ke kampus.
“Kita berangkat sendiri-sendiri. Aku tidak mau berita itu terus bergulir liar, aku harus menjaga nama baikku. Mulai hari ini dan seterusnya, jangan menampakkan kebersamaan kita di hadapan orang-orang kampus, sampai kamu lulus. Dan segera selesaikan skripsimu!” titah Rega lalu berjalan mendahului Selia menuju mobilnya.
Sementara itu, Mila yang sejak pagi sudah tak fokus pada pekerjaannya, terus memikirkan baju apa yang akan ia pakai besok malam. Diingat-ingatnya lagi koleksi baju yang ia punya. “Ah, gaunku sudah jadul. Arya akan menertawakanku kalau pakai baju jaman baheula,” pikirnya.
Tiba-tiba, ponselnya berdering tanda ada pesan masuk.
“Mil, masuk ke ruanganku.”
“Mau apa dia?” gumam Mila lalu bergegas ke ruangan Arya.
Saat berjalan ke arah ruangan Arya, banyak mata memandanginya, tapi ia tak peduli karena Arya sendiri yang meminta untuk mengabaikannya.
Begitu masuk ke dalam ruangan, kedua bola matanya menangkap sebuah kotak besar di atas meja Arya.
“Ambil lah,” pinta sang bos.
Meski benaknya masih berisik, tak pikir panjang ia langsung menghampiri kotak besar itu dan membukanya. “Ini apa?”
“Jelas-jelas itu gaun dan sepatu, apa kamu tidak bisa melihat?” Arya kembali berlagak menjengkelkan.
“Maksudku, kenapa kamu memberikanku ini? Oh, kamu malu kalau aku pakai baju jelek? Iya? Kenapa selalu meremehkanku?” ketus Mila.
Seakan sudah terbiasa dengan sikap mudah marah Mila, Arya dengan santai menjelaskan bahwa ia hanya tak ingin merepotkan Mila dengan ajakannya. “Aku yang mengajakmu, tentu aku juga harus menyiapkan keperluanmu. Kalau kamu tak mau pakai ini untuk besok juga tidak apa-apa. Tapi, bawa dan simpan pemberianku ini.”
Tak ingin banyak debat untuk menjaga sikapnya, setelah mengambil kotak itu Mila bergegas pergi. “Terima kasih!”
***
Saat keesokan malamnya, terdengar suara ketukan dari dalam unit apartemen Mila.
“Sudah siap?” Arya tampak berdiri di depan pintu setelah Mila membukakannya.
Terkejut karena Arya sampai menjemputnya ke dalam, Mila terdiam sekian detik. “Sudah. Kenapa tidak tunggu di luar saja?”
Tak menjawabnya, Arya dibuat terkesiap dengan penampilan Mila dengan gaun warna hitam pemberiannya.
“Kenapa? Tidak sesuai dengan ekspektasimu?” tegur Mila.
“Ehm, bukan.” Arya menggeleng pelan.
Tak ingin semakin malam, Mila bergegas mengajak Arya berangkat lalu berjalan di depan mantan suami Selia itu.
Sedangkan Arya tak henti memandangi takjub Mila dari belakang.
Hingga hampir 30 menit perjalanan, tiba lah mereka di sebuah hall dengan dekorasi mewah. Meski canggung dan gugup, tapi Mila tak ingin mempermalukan Arya. Sejujurnya, ke tempat seperti ini adalah kali pertamanya.
Dengan kode tangannya, Arya meminta Mila menggandeng tangannya agar terlihat serasi.
“Kamu mau rencanamu berhasil ‘kan?” bisik Arya membuat Mila tertegun.
Mereka pun berjalan begitu anggun menuju pelaminan, untuk memberi selamat pada rekan Arya.
“Rekanku namanya Fandi, anak dari pemilik yayasan kampus tempat mantan suamimu bekerja,” lanjut Arya memperkenalkan si empunya acara.
Seketika Mila takut jika ia akan melihat Rega.
Lagi-lagi, Arya seolah tahu isi pikiran Mila. Ia lalu kembali berbisik bahwa Rega tak akan menjadi salah satu tamu undangan di sana, karena hanya dosen senior dan beberapa petinggi kampus lah yang diundang sebagai perwakilan kampus. Selebihnya adalah kerabat dan kenalan juga relasi bisnis Fandi dan ayahnya.
“Kecuali kalau Selia ke sini bawa mantanmu, itu beda cerita. Selain salah satu mahasiswi yang terkenal di kampus, Fandi juga mengenal baik Selia dari lama,” ujar Arya semakin membuat Mila mendelik.
Seketika benaknya pun berisik.
Jadi, Selia akan datang ke sini juga? Apa dia akan datang bersama Rega?
Digandengnya dengan erat tangan Arya untuk memberikan ketenangan jantungnya yang berdegup kencang, sekaligus bersiap jika Selia melihatnya.
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
vj'z tri
seru lanjut Thor 🥳🥳🥳
2024-09-10
2