Bab 14

Siang itu juga, Mila izin pulang untuk mengemasi barang-barangnya, dan meninggalkan akta cerai milik Rega di meja ruang tengah rumahnya.

Di waktu yang bersamaan, di kediaman orang tua Selia, mereka dibuat bingung dengan kiriman tas-tas besar juga 2 koper besar. Tak hanya itu, kurir juga baru saja mengantarkan sebuah map berisikan beberapa lembar kertas di dalamnya. Dilihatnya satu-satu isi dari map itu.

Sontak mama Selia memegangi dada kirinya. Ia dibuat shock dengan lembaran yang ada di tangannya. Bagaimana tidak, ada akta cerai Selia, juga beberapa foto dan sepucuk surat tulisan tangan Arya.

Maafkan, Arya, Ma. Arya tidak bisa membimbing Selia, hingga terpaksa perpisahan ini pun harus terjadi.

Dengan surat ini, Arya kembalikan Selia pada Mama dan Papa. Berikut Arya tunjukkan bukti-bukti kecurangan yang Selia lakukan dalam pernikahan kami, yang membuat Arya tak bisa lagi menerima Selia sebagai istri.

Hormat Arya, yang akan selalu menganggap Mama dan Papa sebagai keluarga.

Dalam foto-foto itu, tampak Selia berangkulan dengan Rega saat akan masuk ke dalam kamar hotel, juga beberapa foto kemesraan mereka.

Seketika mama Selia pun pingsan.

Masalah besar yang menanti Rega dan Selia pun bermula. Sepulangnya dari karaoke, Rega dan Selia kembali ke kampus untuk mengambil mobil mereka masing-masing, karena waktu sudah menunjukkan pukul 6 petang. Ya, mereka memang selalu memakai mobil milik teman Selia saat diam-diam pergi dari kampus.

Sebelum Rega turun, Selia menarik tangannya. “Mas.” Selia mendaratkan ciuman mesranya pada suami Mila itu, hingga mereka begitu larut dalam momen panas itu.

Meski hanya berciuman, tapi mereka begitu menikmatinya, padahal selama berada di ruangan karaoke tadi, mereka juga sudah melakukannya berkali-kali.

Arum yang baru saja selesai mengerjakan revisi skripsinya di perpustakaan, tak sengaja melewati parkiran dan melihat adegan panas antara dosen dan mahasiswi ini dari kaca depan mobil. Reflek ia mengeluarkan ponselnya lalu merekamnya. Menelan saliva kasarnya berkali-kali, Arum bergidik ngeri dengan fenomena manusia jahan*m kali ini.

***

Rega yang baru saja tiba di rumah, mendapati lampu rumahnya mati. Pikirnya, Mila memang belum pulang. Ia pun masuk dan menyalakan semua lampu.

Kedua bola matanya lalu menangkap sebuah map di atas meja. Pikirannya pun berisik. Seingatnya, saat berangkat kerja tadi, ia tak melihat apa pun di atas meja, sedangkan ia berangkat setelah Mila berangkat lebih dulu.

“Apa Mila sempat pulang sebentar tadi siang ya?” gumamnya penuh tanya.

Dibukanya map itu, yang bertuliskan “PENGADILAN NEGERI JAKARTA”.

Hatinya berkecamuk, buru-buru dilihatnya selembar kertas di dalamnya.

Akta Cerai.

Tak pikir panjang, Rega masuk ke dalam kamarnya. Tampak sepi dari keramaian barang-barang milik Mila. Dibukanya lemari pakaian, hanya ada baju-baju miliknya.

“Mila.”

Ia lalu berusaha menghubungi Mila, tapi nomornya tak aktif.

Tak peduli hari sudah malam, ia kembali mengunci rumahnya dan melajukan mobilnya ke rumah mertuanya. Berharap Mila ada di sana. Ia benar-benar ingin mendapat penjelasan atas semua ini.

Sayangnya, ketika sampai di rumah ibu mertuanya, Mila tak ada di sana.

“Jangan bohong, Cik. Tolong Mas,” pinta Rega memelas.

Mengatakan berulang kali bahwa ia tak berbohong, Cika berani bersumpah bahwa kakaknya tidak pulang ke rumah mereka. Ia juga mengatakan bahwa ia malah baru tahu jika Mila pergi dari rumah. Cika juga mempersilakan Rega jika ingin memeriksanya sendiri di dalam.

“Tapi, jangan berisik ya, Mas. Ibu sedang istirahat. Ibu juga tak perlu tahu kalau kalian sedang ada masalah,” tutur Cika.

Merasa tak mendapatkan apa-apa di sana, Rega pamit pulang untuk kembali mencari Mila.

Sama halnya dengan Selia yang kini juga tengah bermimpi buruk. Ia yang sudah tak bisa masuk ke dalam rumahnya, hanya bisa terus berteriak pada asisten rumah tangganya, yang tak mau membukakan pintu. “Jangan kurang ajar ya kalian! Aku ini majikan!” teriaknya.

Berkali-kali para asisten itu mengatakan bahwa mereka diperintahkan untuk tak mengizinkan Selia masuk ke dalam rumah.

“Non, di kamar juga sudah tidak ada barang-barang Non Selia. Semua sudah Tuan bereskan dan kirimkan ke rumah orang tua Non Selia,” ujar salah seorang asisten rumah tangga.

Selia lalu mencoba menghubungi Arya, tapi nomornya diblokir. Geram, kecewa, marah Selia rasakan atas perbuatan suaminya ini. “Tidak ada penjelasan, tiba-tiba kamu tega mengusir dan menceraikanku, Mas!”

Sebelumnya, mamanya memang sudah memberitahukan hal ini padanya, tapi, Selia yang tak terima begitu saja, ingin membicarakan hal ini pada suaminya.

***

Di sebuah kafe, Selia dan Rega memutuskan bertemu, tak peduli waktu yang sudah menunjukkan pukul 11 malam.

“Mereka keterlaluan! Mereka pasti sudah merencanakan hal ini. Diam-diam menceraikan kita, mereka berpura-pura baik seolah sudah memaafkan semuanya. Bahkan, akta cerainya sudah jadi, padahal, gugatannya saja belum kita terima. Aku tahu Mas Arya memang sekuat itu jika menghendaki sesuatu.” Selia tak berhenti menggerutu.

Sedangkan Rega hanya bisa diam meratapi perpisahannya. Ingin sekali ia bertemu Mila. Seandainya Mila hanya mengirimkan surat gugatan, tentu ia akan mati-matian mempertahankan semuanya. Tapi, kini mereka sudah resmi bercerai, tanpa diskusi terlebih dahulu.

Kecewa, marah, juga hancur Rega rasakan. Sungguh bukan jalan seperti ini yang ia mau. Meskipun ia telah tega mendua, tapi perasaannya tak pernah berubah pada mantan istrinya itu.

“Aku tidak akan bisa memaafkan mereka! Mas Arya dan Mbak Mila harus menerima pembalasanku! Aku tidak terima diperlakukan seperti ini!" Selia masih berapi-api.

“Mas, kenapa kamu diam saja? Apa kamu sama sekali tak ingin bertindak?” tegur Selia.

Seperti tak bertenaga, Rega tak berkutik. Ia pun tak tahu kini harus berbuat apa. Yang ada di pikirannya hanya lah ingin menemui Mila dan membicarakan semuanya.

...****************...

Terpopuler

Comments

Ririn Nursisminingsih

Ririn Nursisminingsih

si sheila ndak tau diri udah jadi pelakor ..masih nyalahin orang

2024-09-27

1

niktut ugis

niktut ugis

duh 2 terdakwa serasa jadi korban ketidakadilan

2024-09-27

1

vj'z tri

vj'z tri

ehh selia lu ngaca ngaca siapa yang salah 😏😏😏😏😏

2024-09-10

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!